perkelahian lagi!

Juan kemudian masuk dan terkejut melihat kevin dan Oliv berdua di ruang UKS.

"oh Oliv kamu ada disini?"

"Hey Juan, kalo kamu latihan bisa gak sih jangan terlalu kasar lihat itu Kevin Sampai sakit gitu!" ucap Oliv yang marah.

"Apa? Latihan?"

"iyaa Kevin sudah cerita semuanya!!"

Juan langsung melihat kearah temannya dia tau ini ulah Kevin tapi Juan mengiyakan saja karna dia tau temannya ada alasan pasti.

"Iya maaf tidak akan terulang lagi."

"Bagus, hari ini Kevin gak akan ikut kamu kemana pun, dia akan istirahat total." ucap Oliv yang sudh tau kalo Juan datang untuk mengajak Kevin pergi.

"Tapi, Alvano menunggu kami" bantah Juan.

"Sudahlah Juan, bilang saja aku sedang sakit." ucap Kevin yang melihat mereka akan saling beradu argumen masing-masing.

"Baiklah"

Juan akhirnya pergi dari ruangan itu meninggal mereka berdua lagi. Yang membuat suasana agak sedikit canggung diantara 2 saudara itu.

"Hmm.. kau tidak masuk kelas? Sebentar lagi bel." ucap Kevin memulai percakapan.

"Hmm... Iya benar juga. Aku pergi dulu."

--Skip--

Sepulang sekolah Oliv keluar dari kelas menuju gerbang sekolah bersama dengan Riska mereka berjalan disana terlihat seseorang sedang berdiri menunggu seseorang pria yang tinggi tampan dan terlihat manis dengan senyuman di wajahnya. pria itu segera menghampiri Oliv.

"Hay kau pasti Oliv." ucap pria itu.

"Iya aku kamu siapa ya?"

"aku Hanzo teman Kevin, aku disuruh Kevin untuk mengantar mu pulang dia takut kamu kenapa-kenapa."

"tunggu kamu Hanzo... Hanzo yang disebut devil's shadow " ucap Riska dengan semangat tak menyangka salah satu anggota Kevin terkuat ada disini.

"benar itu aku!!" senyum kearah Riska.

Oliv yang tidak suka dengan cara Kevin mengirim seseorang untuk menjaganya seperti anak kecil.

"aku gak mau, aku dan Riska mah pergi berbelanja jadi gak usah terima kasih atas tawaran mu."

Tak berapa lama Kevin berjalan bersama Juan ia melihat Hanzo ada disekolah dan berbicara dengan Oliv membuat Kevin ingin tau apa yang mereka bicarakan jadi Kevin segera kesana menemui mereka.

"Ada apa ini Hanzo?" tanya Kevin

"Kevin!! kenapa kamu mengirim Hanzo untuk mengantar ku pulang ha!!"

"Apa?" Kevin sedikit terkejut dengan pernyataan Oliv ia sama sekali tidak menyuruh Hanzo.

Juan langsung bicara "Kevin melakukan itu karna ia khawatir sekarang banyak orang tau kmu adik ya."

Kevin langsung menatap kearah Juan dan Hanzo ia tau ini ulah mereka jadi ia bertanya kepada Oliv " kamu mau atau tidak?"

"Tidak, ayo Riska." ucap Oliv menarik Riska menjauh.

Riska hanya mengikuti Oliv karna tangan di tarik oleh sahabatnya, Juan langsung menoleh kearah Kevin yang ia rasa kurang memperhatikan keselamatan adiknya. Kevin dengan santai merangkul pundak kedua sahabatnya.

"katakan ini ide siapa?"

"Juan.." ucap Hanzo gugup.

"k-kevin aku melakukan ya karna dia adik mu apa kau tidak khawatir padanya.?"

"Aku khawatir tapi aku ada cara sendiri tidak seperti ini " ucap Kevin yang membuat kedua temannya menelan air liur karna benar;benar takut.

"Aku lapar bagaimana kalo kita makan Kevin. Nanti aku traktir puding kopi." ucap Juan yang membuat Kevin tersenyum dan melepaskan mereka berdua kebetulan kesukaan Kevin adalah puding kopi.

"Selamat!" batin Juan dan Hanzo.

mereka kemudian pergi dari sana menuju kearah kafe yang dimaksud, dilain tempat ternyata Kevin sudah menyuruh 1 Anggota ya menata matain Oliv, jika terjadi sesuatu ia bisa menghubungi Kevin dan anggota scorpio boy's yang ada di area itu, sayangnya Oliv jauh lebih pintar dari kakaknya ia sudah mengetahui mata-mata itu dan sengaja mencari toko baju yang rame agar bisa mengelabui anggota Kevin. Benar saja anggota itu berhasil ditipu ia gagal menemukan Oliv.

Oliv berhenti dan tertawa" hahaha... Dasar idiot"

"Oliv kamu kenapa?" tanya Riska

"udah sekarang kita udh aman.." ucap Oliv lalu menceritakan semuanya

"hahahha... Gila kamu yaa Kevin tau bisa marah dia" ucap Riska ikut tertawa.

Mereka berjalan lagi dan tidak sengaja ditabrak oleh seorang wanita muda yang cantik, Oliv terjatuh dan gadis itu juga.

"Ahh maafkan aku. Aku terburu-buru. Ada yang luka?" ucap wanita muda itu

"Ahh.. Tidak apa-apa ada sendiri?"

"hmm ... Baik, klo begitu saya benar-benar minta maaf ya!" wanita itu berdiri dan tidak lupa membantu oliv

Oliv menganggukkan kepalanya dan wanita itu mengambil belanjaan ya. Begitu juga Oliv kebetulan kantong belanja mereka sama Riska melihat Oliv langsung berkata " Hey kamu baik-baik saja?"

"hmm... Oky"

Wanita itu sudah pergi Padahal Riska akan marah-marah tapi ditahan oleh Oliv. Mereka kemudian berjalan hingga tiba disebuah lorong sepi disana mereka melihat seorang gadis yang diganggu oleh beberapa berandalan di daerah situ. gadis itu terlihat tidak nyaman saat para pria itu menyentuh tubuh ya.

Riska yang melihatnya langsung menarik tangan Oliv untuk menjauh tapi gadis itu tidak mau jalan malah menghampiri para brandalan itu.

"Kalian hentikan itu atau ku laporkan polisi." teriak Oliv yang membuat para berandalan itu melihat kearah Oliv dan Riska.

Riska yang bersembunyi dibalik tubuh Oliv, tapi gadis itu tidak takut sama sekali dengan para berandalan itu, gadis tadi langsung berlari ke arah Oliv dan Riska dia terlihat ketakutan.

"Waaaahh.. Ada gadis cantik lainnya." ucap salah satu berandalan.

"Kalian.. Jangan melakukan hal aneh jika tidak aku akan melaporkan Kalian." ucap Oliv dengan wajah marah.

"lihat bos dia marah... Malah terlihat manis hahaha.." ucap anggota lainnya.

Jumlah para berandalan kira-kira ada 8 orang salah satu pemimpin ya menghampiri Oliv jarak mereka tidak begitu jauh tapi Oliv menjaga jarak dari Berandalan itu.

"Katakan apa kau gadis yang baik." ucap bos berandalan itu dengan wajah penuh gairah sambil mengelus pipi mulus Oliv .

Oliv langsung menepis tangan bos itu dengan kasar. "Auuu.. Dia kasar sekali seperti anjing yang belum dijinakkan."

"jinakkan dia boss!" ucap para anak buahnya dengan semangat.

"Tentu saja, gadis ini milikku kalian silahkan mengambil 2 wanita itu untuk memuaskan kalian." ucap bos itu langsung memegang lengan Oliv dengan kasar.

"Lepaskan aku!!"

"Jangan banyak memberontak sayang kamu gak kasar kok." ucap berandalan itu.

Oliv langsung mengigit tangan boss berandalan itu yang membuat bos itu berteriak kesakitan dan langsung reflek menampar Oliv dengan keras hingga memberikan bekas memerah di pipi Oliv, Riska dan gadis itu terkejut.

"Siall... gadis ini benar-benar merepotkan." memegang tangan ya yang sakit.

Tampa basa basi Riska langsung menarik tangan Oliv dan gadis itu lari dari tempat itu menunju keramaian Oliv pun mengikuti arahan dari Riska mereka terus berlari.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!