Panik...

Oliv dengan cepat menyingkir dari atas tubuh Kevin yang masih duduk dengan tenang bersandar pada Headboard ranjang, terlihat Oliv sangat kesal.

"Kenapa kamu melakukan itu."

"Karna kamu Sangat nyaman diatasku, Sampai aku tak bisa bangun."

"Ah.. Maaf aku sangat semangat karna kekasihku menelfon ku." kata dengan wajah cemberut ya.

"Hmmm... Kamu lanjut aja telfon ya aku akan keluar dulu." ucap Kevin bangun dan menurunkan Hoodie miliknya lalu mengambil kain dan air yang dibawah Oliv tadi, Kevin merasa tidak enak.

"Tapi, ingat kau jangan keluar ya "

"Iya, aku akan dikamar istirahat, terima kasih sudah bantu aku" setelah berkata seperti itu Kevin berjalan menuju pintu kamar Oliv.

Kemudian setelah Kevin pergi dari sana, Oliv merasa seperti berselingkuh. "Ahhhh siall... Aku merasa berselingkuh dari pacarku. padahal aku bisa saja memperkenalkan Kevin tapi aku malah menyembunyikan Kevin seperti aku tak mau hubungan ku dengan ya ketahuan" batin Oliv.

Oliv berguling-guling di kasur merasa sangat bersalah, dan bertanya-tanya kenapa ia tak memperkenalkan Kevin sebagai kakaknya. Ia menatap langit cukup lama dan terlalu berfikir keras Tampa sadar Oliv tertidur, Kevin yang lupa ponselnya dan kunci motornya segera masuk dan mengambil ponselnya ia melihat Oliv tertidur Kevin kemudian menyelimuti tubuh gadis itu dengan selimut setelahnya ia pergi lagi dari sana.

(Beberapa menit setelah ia tertidur)

Oliv membuka matanya dan melihat jam di ponselnya terlihat Jam menujukan 18.00 pm, gadis itu bangun dan menyadari dirinya menggunakan selimut padahal dia tak menggunakan selimut sama sekali tadi.

"Siapa yang menyelimuti aku ." Oliv menoleh di meja ia tak melihat kunci motor Kevin seingatnya ia melihat Kevin menaruh kunci motor disana.

Gadis itu langsung bangun dari kasur dan berlari kepintu kamarnya lalu mencari Kevin ia mengendor pintu Kevin tapi tak ada jawaban ia berfikir Kevin pergi dari rumah pergi bertemu Juan. Oliv Tampa basa basi segera turun dengan wajah masih bangun tidur ia akan bertanya pada pelayan dan ayah ibu siapa tau mereka tau Kevin dimana.

"Ayah ibu!!!" teriak Oliv dengan panik.

Ayah menghampiri dengan khawatir melihat putri nya panik "ada apa Oliv, kamu knp?"

"Dimana kakak Kevin, ayah lihat dia gak."

Belum selesai berbicara ibu berlari mendengar Oliv berteriak dengan khawatir menghampiri anak gadisnya. "Ada Oliv kamu kok teriak."

Beberapa pelayan juga menghampiri mereka, terlihat Oliv masih mengatur nafas dan mulai bertanya " Dimana kakak Kevin, apa dia keluar!"

"Ha? kmu bikin satu rumah panik cuma nyari abangmu." ucap ibu memukul pelan anaknya.

"Ibu tau gak?"

"Kenapa kalo kakak mu keluar? dia laki-laki jadi bisa jaga diri." ucap ibu yang membuat Oliv terkejut ia berfikir Kevin pergi

Ayah melihat putrinya sangat panik langsung menjawab "Kamu nyari Kevin? Dia ada di dapur lagi masak."

Kevin kemudian keluar dari dapur membawa beberapa makanan dan meletakkan di meja makan dan menghampiri mereka yang sedang berkumpul di ruang tengah.

"Ada ini?" tanya Kevin yang tak tau apa-apa.

ayah langsung melihat Kevin dengan marah " Kevin apa yang kamu buat sampai adikmu panik begini."

"Apa aku tidak melakukan apapun ke dia." ancam ayah.

"Kamu kalo jail jangan kelewatan bagimana kalo dia trauma." ucapan ayah Kevin membuat pria itu semakin bingung.

"Ayah enggak kok, aku kaget aja aku kira Kevin pergi pasar malam gak ngajak aku, soalnya dia janji mau pergi sama aku, aku ketiduran dan mengira Kevin pergi Tampa aku"

Ayah tersenyum kecil begitu ibu karna tingkah laku anak kesayangan "Kevin ajak dia sebelum membuat sekeluarga panik lagi"ucap ibu.

Kevin hanya mengangguk, dan sedikit bingung tapi ia sudah paham bahwa Oliv berbohong gadis itu pasti mengira bahwa Kevin akan pergi bersama Juan dan grubnya padahal ia hanya sedang masak.

"Oliv ayo makan, aku masak yang enak pasti kamu suka, setelah itu kita keluar."ucap Kevin yang dijawab anggukan oleh Oliv.

Saat mereka duduk berdua di meja makan Kevin kemudian menatap kearah Oliv yang sedang menikmati makanan yang dibuat Kevin.

"Bagiamana? Enak"

"iya sangat..." memakan dengan lahapnya.

"Oliv kamu berfikir aku Pergi kan bersama Juan dan grub ku."

Oliv berhenti makan dan mengangguk dan lemas, Kevin hanya tersenyum karna belum pernah bertemu seseorang yang seperhatian dan sangat khawatir dengan keadaannya segitunya

"tenang saja, aku sudah berjanji maka aku tepati, aku akan pergi saat sudah benar-benar sembuh."

"Maaf meragukan mu. itu karena."

Belum selesai bicara Kevin langsung memotong pembicaraannya" Sudahlah tidak apa-apa aku suka, segera makan kita akan ke pasar malam seperti janji ku."

"Ha!! Aku cuma bercanda " ucap Oliv yang tak tau Kevin benar-benar serius.

"Sudahlah, makan yang banyak aku akan bersiap-siap dulu." ucap Kevin pergi dari sana menuju kamarnya.

Setelah beberapa menit berlalu Kevin yang menunggu Oliv dengan sabar sambil bermain ponsel di atas motor sport miliknya, Oliv yang keluar dengan baju yang sangat pendek memperlihatkan paha mulusnya.

Kevin yang mengalihkan matanya dari ponsel ke arah Oliv "Kamu yakin tidak akan kedinginan? Bajumu cukup pendek dan pasti akan ada pria yang menggodamu" ucap Kevin yang sedikit khawatir.

"Hallo ini fashion!"

"terserah saja, kebetulan aku bisa berkelahi."

"Ha? Maksudnya "

"Gak ada, ayo naik"

Oliv menitihkan kakinya ke pijakan motor sport Kevin, pria itu langsung menggunakan helm full face miliknya yang berwarna hitam dengan jaket kulit hitam juga tentunya. Oliv tersenyum tipis yang terukir di bibirnya. Dengan sekali tarikan gas, motor melaju, meninggalkan jejak aspal yang membelah malam menuju ke pasar malam.

Sesampainya di pasar malam, Kevin segera memarkir motornya dan melepaskan helm miliknya lalu menaruhnya di atas motor. "Sekarang kita mau kemanaa?" tanya Kevin.

"Kemana ya? Cari makanan yuk."

Kevin kemudian mengangguk dan mengikuti Oliv dari belakang. gadis itu tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Kevin lalu berkata " Kevin aku mau takoyaki itu ayoo!!" menarik tangan Kevin.

"Astaga tenanglah nona, takoyaki itu tidak akan menghilang." ucap Kevin yang kewalahan dengan tindakan semangat Oliv.

Oliv hanya tersenyum dengan malu-malu, mereka akhirnya berjalan menuju kedai yang menjual takoyaki, sebelum sampai pandangan Oliv teralihkan oleh sebuah permainan tembak bintang jika berhasil menembak tepat sasaran maka akan mendapatkan hadiah.

"Kevin lihat! boneka itu gemes banget." ucap Oliv dengan Sangat semangat menunjuk kearah boneka panda yang cukup besar

Kevin dibuat sedikit terkejut " Tadi kamu mau takoyaki sekarang boneka."

"Kenapa apa kau tidak mampu membeli lebih dari satu, tidak apa-apa aku punya uang sendiri." Oliv langsung meninggalkan Kevin

Kevin segera Memegang tangan Oliv " aku tidak bilang itu, Aku Akan memberikan apapun yang kamu mau selama itu masih masuk akal."

Oliv sedkit terkekeh" Benarkah!"

Kevin Tampa basa basi menghampiri tempat permainan itu dan langsung bertanya kepada penjual" berapa harga boneka itu?" menujuk kearah boneka panda.

"Maaf Mas itu gak dijual, tapi anda bisa mendapatkannya dengan cara memenangkan permainan." ucap pemilik tempat permainan itu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!