pertemuan yang tidak terduga.

Kevin, Juan dan Hanzo keluar dari kafe itu terlihat sangat senang mereka terus berjalan jalan tiba-tiba saja Oliv menabrak Kevin hingga mereka terjatuh dilantai dengan posisi kevin di bawah dan Oliv diatasnya, pria itu memeluk tubuh Oliv agar tidak jatuh lebih parah.

Brakk...

"Kevin?" ucap mereka semua.

"Aaa.. Oliv bagaimana bisa kau!" bangun

Oliv segera berdiri dan membantu Kevin berdiri terlihat mereka bertiga sangat kelelahan dengan keringat bercucuran lalu nafas mereka tidak beraturan karena berlari.

"Kalian kenapa berlari?" tanya Juan yang tadi juga hampir ditabrak Riska tapi ia berhasil menangkap Riska.

"K-kami dikejar berandalan!" ucap Oliv dengan suara lemah diikuti nafas ya yang tidak beraturan.

"Apa yang kamu katakan?". Ucap Kevin yang mencoba mengkonfirmasi apa yang dikatakan Oliv takut ya ia salah dengar.

Saat Oliv akan bercerita tiba-tiba 8 orang itu datang menghampiri mereka berenam, gadis tadi langsung sembunyi dibalik Juan yang masih memeluk Riska.

"Juan jangan cari kesempatan deh!" ucap Riska yang langsung saja Juan melepaskan pelukan ya.

"Hey Kalian bocah berikan para gadis itu pada kami? " ucap salah satu anggota Berandalan.

Kevin hanya menatap mereka, begitu juga 2 sahabat ya itu. "coba jelaskan semua Riska?" ucap Juan .

"Tadi kami melihat gadis ini dipalak tapi mereka juga seperti melecehkan wanita ini, dan Oliv menghampiri mereka dan mereka juga mau melecehkan Oliv tapi Oliv mengigit tangan bos mereka lalu bos ya menampar Oliv dengan keras dan aku langsung menarik mereka berlari sebelum terjadi apa-apa sampai kami bertemu kalian syukur ya."

Kevin yang mendengar penjelasan dari Riska, langsung melihat pipi Oliv benar saja disana ada bekas merah yang membuat Kevin mengepalkan tangannya karna emosinya benar-benar hampir lepas kendali.

"woi kalian tuli berikan Gadis itu jika tidak! Kami akan menghabisi Kalian." ancam berandalan itu.

"Ah! takutnya berikan saja dia pada mereka Kevin." ucap Hanzo yang berpura-pura ketakutan yang langsung ditatap sedih oleh para gadis karna mereka mengira Kevin dan kawan-kawannya bisa menolong mereka.

"Apa kakimu sakit berlari tadi?" ucap Kevin berlutut yang di jawab anggukan oleh Oliv.

"Kevin jangan berikan kami pada mereka." ucap Oliv menatap kearah Kevin yang dijawab anggukan oleh Kevin, pria itu membuka sepatu Oliv dan melihat pergelangan kaki Oliv yang terlihat baik-baik saja.

"Apa sakit?" memijat kaki Oliv.

"tidak."

"baguslah, aku takut kamu terkilir karna tadi berlari dan menabrak ku." ucap Kevin menatap Oliv kemudian berdiri kembali.

Pada saat itu berandalan itu masih mengancam Juan dan Hanzo tapi Kevin yang geram langsung melempar sepatu Oliv kearah laki-laki yang banyak bicara itu.

"Serahkan mereka atau Aaaa.." ucap laki berandalan itu yang langsung dihadiahkan sepatu Oliv tepat dimuka nya yang membuat ia langsung turu di tempat.

"Kau sudah tau jawabannya bukan!!!"

salah satu anggota mereka langsung membantu laki-laki yang terkena sepatu Oliv, " Kau....tau bos kami tangan kanannya Kevin scorpio boy's."

"bukannya hmm..." ucap Riska yang langsung dibekap oleh Juan dengan tangan ya dengan lembut.

"Benarkah mana tangan kanannya Kevin, kami ingin tahu." ucap Juan yang membuat Hanzo ingin tertawa.

Tak lama kemudian seorang pria yang cukup besar dengan tubuh sedikit berisi dengan raut wajah yang sombong, rambut yang diwarnai kuning kemudian maju.

"Wah kalian benar-benar cari mati sih!" ucap laki-laki itu.

Hanzo menahan tawanya sampai wajahnya memerah rasanya Juan yang dikenal sebagai tangan kanannya Kevin terlihat tampan tapi versi penipu ya membuat Hanzo tertawa sama sekali tidak ada kesan menakutkan.

"Oliv dia yang menampar mu dengan keras!" ucap Kevin yang dijawab anggukan oleh Oliv.

Kevin dengan marah mengepalkan tangannya lalu berlari dengan kencang menuju kearah laki-laki penipu itu, matanya benar-benar mengunci targetnya siapa aura Kevin benar-benar luar biasa. anggota yang lain terkejut dan langsung Menyerang Kevin tapi dengan mudah Kevin memberikan mereka tendangan yang mengenai perut keroco itu.

Satu anggota akan memukul wajah Kevin , dengan cepat Kevin menunduk dan langsung meninju perut pria itu hingga tersungkur di tanah, lalu satunya mencoba memukul Kevin dengan cepat Kevin menendang kaki pria itu hingga jatuh ke lantai.

Juan akan maju dengan Hanzo tapi mereka berhati saat mendengar kata-kata Kevin "jaga saja para gadis, mereka urusan ku." mereka kemudian menurut.

Benar-benar luar biasa Kevin bisa melawan mereka dengan mudah tendangan dan pukulan berhasil ia arahkan dengan mudah kearah musuh hingga meninggalkan dia dan bos mereka, anggota Berandalan yang lain sedang tergeletak di lantai dengan memegang area yang dipukul atau ditendang Kevin rasanya sangat sakit.

"Jadi kau ingin menyentuh gadis itu!!!" tatap Kevin yang Langsung memukul tepat di pipi laki-laki itu sebelum dijawab oleh laki-laki tadi.

Sebelum pria itu membalas Kevin dengan cepat pria itu langsung membanting berandal itu hingga jatuh kedepan semua orang terlihat tak percaya melihat semuanya, Oliv lebih terkejut.

"Dengar Kevin itu menyeramkan jadi berhati-hatilah." ucap Hanzo.

"sebenernya dia pernah dibanting Kevin, jadi dia berkata begitu, aku yang mengajarkan gerakan itu " ucap Juan.

"hey aib teman jgn dibuka."

"Bacot!! Perhatikan saja Kevin."

Tak lama kemudian laki-laki itu sudah terbaring dilantai dengan kesakitan Kevin kemudian berjongkok di samping laki-laki itu.

"Hm... Kau tangan kanan ku!! Gerakan tadi diajarkan tangan kanan ku, jadi jelas kau bukan tangan kanan ku!!" ucap Kevin.

" lagian kau tidak pantas menjadi anggota scorpio boy's atau pun pesuruh kami, dan paling tidak ku maafkan kau menyentuh gadis itu." lanjut Kevin.

Kevin memegang salah satu tangan yang digunakan laki-laki tadi untuk menampar Oliv dengan mudah Kevin mematahkan tangan laki-laki itu seperti sebuah ranting, teriak laki-laki itu penuh dengan kesakitan, rintihan ya membuat semua disanaa merinding tapi tidak dengan Juan Kevin dan Hanzo mereka sudah biasa melihat Kevin melakukannya, anggota Berandalan itu langsung tersentak kaget mendengarnya, Oliv dan gadis lainnya merinding apa lagi melihat wajah Kevin yang menikmati penderitaan laki-laki itu dengan wajah tenang.

"Kau harusnya mendapatkan lebih dari ini."Kevin langsung memegang samping area rusuknya rasanya langsung sakit, bagaimana tidak ia baru saja membanting seseorang.

Kevin langsung duduk dilantai dengan salah satu tangannya memegang samping area rusuknya. Juan yang melihatnya langsung sadar begitu juga Oliv mereka langsung menghampiri Kevin.

"Kevin, kau baik-baik saja?"

"Kurasa rusukku sakit lagi!" ucap Kevin

"masa patah!" ucap Juan melihat Kevin.

"Matamu! Cepat tolong aku!" Juan kemudian membantu temannya berdiri Kevin berdiri dan berjalan perlahan-lahan rasanya benar-benar luar biasa di rusuknya.

Oliv langsung memapah Kevin yang membuat Kevin terkejut karna gadis itu tiba-tiba lembut tapi Kevin tak menolaknya.

"Dasar taik, pas aku yang mau bantu katanya aku gak lemah jangan lebay pas Oliv beh terima-terima aj dasar." batin Juan.

Juan melihat Kevin tidak benar-benar membuat Oliv memapah semua beban tubuh Kevin malah Kevin sengaja berjalan normal agar gadis itu tidak merasa berat. Karena Kevin lebih tinggi dari Oliv jadi gak akan berasa deh buat Oliv.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!