Pagi harinya Oliv terbangun dari tidurnya terlihat ia sedang memeluk seseorang Oliv yang membuka matanya terkejut bukan main bahwa dia yang melewati batas yang dia buat sendiri juga Kevin terlihat tidak berpindah sama sekali, tapi tangan Kevin memeluk pinggang mungil Oliv seperti tak mau Oliv jauh darinya.
wajah yang merasa bersalah muncul" Aku yang melanggarnya." tapi saat melihat kearah Kevin ia terlihat terpanah dengan wajah tampan Kevin benar-benar membuat tenang.
"Pagi." Kevin membuka matanya yang membuat Oliv malu karna menatapnya Kevin tadi.
"Kau sudah bangun ya."
"Hmmm..." menarik Oliv lebih dalam ke pelukannya.
Oliv terkejut bukan main tiba-tiba dengan kelakuan Kevin, sekaligus ia merasa sesuatu yang berdiri. "Kevin? Kau!!!"
"Tenanglah laki-laki, setiap bangun pagi seperti ini bangun berdua." Oliv yang mendengar penjelasan Kevin segera menjauh melepas pelukan Kevin.
tersenyum tipis Kevin segera berbalik membelakangi Oliv dan kembali tertidur, oliv yang melihatnya langsung membangun kn Kevin " Hay bangun kau tidak sekolah apa?"
Menutup telinga ya dengan batal sambil memejamkan matanya ia berkata "15 menit lagi, Kau semalam menelfon sangat lama dengan pacar mu, aku tidak bisa tidur dibuat ya."
"Benarkah!"
"Iya sayang, kau berangkat duluan aja aku menyusul nanti."
"tidak kamu harus bangun kita sama-sama Pergi ya, aku mau diantar kamu sekolah titik." menggoyang kan tubuh Kevin
"Aahh iyaa... Ayo mandi sama-sama."
Memukul Kevin " Matamu, mandi dikamar mu sanaaa." menendang Kevin hingga jatuh ke lantai
"Agkh.. Baiklah, aku hanya bercanda...." Kevin bangun dan mengambil ponselnya dan berjalan menuju kamarnya.
"Ingat jangan tidur lagi kita ke sekolahnya sama-sama" teriak Oliv, Kevin mengangguk sambil jalan.
"kenapa aku tadi malam melihat kearah itu Kevin Aaaaa..... Sepertinya itu besar aaaaahh sialll..." batin Oliv kesal dan memukul mukul kasur karna matanya malah kearah lainnya.
#Skip sampai disekolah #
Juan yang duduk disebelah bangku kevin kemudian bertanya dengan santai "Bagimana Oliv masih marah?"Kevin hanya menggeleng sambil melihat ponselnya, pria itu terlihat serius
"Kau sedang apa?"
"Download game, kenapa?" tanya Kevin ke Juan.
" pembohong, pasti lihat cewek seksi" Juan menggoda Kevin lalu ia dengan cepat mengambil ponsel kevin dari tangan pemiliknya dan benar saja Kevin hanya mendownload game.
Tak berapa lama seorang gadis masuk kedalam kelas dengan judes mantap semua seorang tapi ketika melihat Kevin ia langsung berubah menjadi wanita yang sok cantik.
"Kevin!!" teriak gadis itu menghampiri Kevin semua di kelas melihat kearah Kevin.
Saat gadis itu akan memeluk Kevin yang sedang duduk dengan refleks Kevin langsung menghindar dari gadis itu yang membuat gadis itu jatuh di kursi kosong Kevin.
"Ada apa ini! Kamu tiba-tiba datang seperti itu." kesal Kevin.
"Aku senang aja ketemu kamu, kan kamu teman ku." ucap gadis itu.
semua dikelas tau kalo gadis itu menyukai Kevin tapi dia tidak mengaku, dia selalu caper kearah Kevin. ."Aku sedang sibuk! aku kira kau liburan."
"Iya, sekarang aku udh balik."
Juan menahan ketawa melihat kawannya yang tidak tau mau berbuat apa lagi, Kevin melihat kearah Oliv yang melihat kearah ia dan gadis itu.
"Ris, siapa gadis itu?" tanya Oliv ke tempat sebangkunya.
"Itu larissa Dealova" ucap Riska.
"Dia itu terkenal suka caper ke Kevin dan Juan apalagi temanya Aurel Sherlyie"
"Hmm..begitu yaa."
"mereka itu anak orang kaya yang sok kecantikan, sombong, selalu berbuat seenaknya" lanjut Riska.
Kevin dengan santai menarik Juan pergi dari sana karna ia merasa kurang nyaman, Oliv langsung berdiri dan akan menghampiri mereka, sebelum ia menghampiri Kevin, malahan Kevin yang menghampiri Oliv.
"Tenanglah aku hanya di atap sekolah nongkrong."
"benar.?"
Kevin memberikan ponsel Juan kepada Oliv, juan terkejut karna Kevin ternyata cepat juga mengambil ponselnya. "nih Ponsel Juan jadi jaminan."
"Lah masa ponsel ku"
"gak usah Kevin ambil aja, aku percaya" mengembalikan ponsel Juan.
Setelah itu Kevin Pergi dari sana bersama Juan Larisa melihat ya terlihat sangat kesal karna baru ada gadis yang sedekat itu dengan Kevin.
"Hey dia siapa?" tanya Larisa kepada seseorang disebelah ya
"itu Oliv murid baru disekolah kita, adik tiri Kevin." jawab gadis itu.
"Sudahlah hanya adik tiri gak akan jadi Maslah" jawab Aurel sahabat Larisa.
"Mereka tidak ada hubungan darah, bisa jadi gadis itu akan merebut Kevin." tatap sinis kearah Oliv yang sedang bicara dengan Riska.
jam istirahat kemudian Kevin terlihat menghampiri meja Oliv "mau ke kantin bareng aku sama Juan?" ajak Kevin.
"Ha! Aku? Gak aku sama Riska" tolak halus Oliv.
"Dia ikut juga kok" lanjut Juan.
mereka kemudian setuju dan ikut bersama Kevin dan Juan terlihat mereka berjalan biasa saja tapi semua orang terlihat sedikit segan pada mereka berdua.
Seseorang terlihat menghalangi mereka, memiliki poster tubuh sangat besar dibandingkan Kevin dan Juan terlihat kecil.
"Ada apa? Kau menghalangi ku." ucap Kevin.
"aku mau menantang mu Kevin." ajak pria itu yang terlihat sangat tangguh.
Juan langsung mengajak gadis itu-itu menyingkir agar mereka aman. "Juan, Kevin lagi sakit jangan biarkan dia bertarung."
"Tenanglah Kakakmu tidak akan terluka."
Kevin yang terlihat santai langsung menendang pipi pria itu dengan keras hingga suaranya terdengar renyah ditelinga Juan , dan menakutkan di para siswa. Tapi remaja bertubuh besar tuh masih berdiri dengan kuat, tapi Kevin langsung mengangkat salah satu kakinya atas lalu menendang ke bawah tepat di kepala remaja itu tendangan ya cukup kuat membuat pria itu langsung terjatuh ke lantai.
" aku tidak ada waktu, tapi aku akui kmu cukup kuat anak lainya bisa saja pingsan di tendangan pertama." ucap kevin menepuk pundak pria itu lalu melangkah meninggalkan remaja itu disana, Juan, Oliv dan Riska Pergi kedua gadis itu terlihat sedikit takut.
teman-teman satu grub pria itu datang dan membantu ya berdiri, Oliv melihat ya terlihat Kasian, saat melihat kearah Kevin dan Juan mereka terlihat tidak melakukan apa-apa padahal.
"Anak itu cukup kuat sebaiknya aku menjadikan ya tangan kananku." ucap Kevin bercanda.
"Halah, Dia belum tau seberapa kuat pukul ku." ucap Juan menyombongkan diri.
Kevin tersenyum melihat kelakuan temannya Oliv yang khawatir kemudian bertanya." Apa kau bodoh, kau sedang terluka." mereka berhenti dan menatap kearah Oliv yang terlihat khawatir.
" Hmm.. tenang lah aku hanya menggunakan kaki ku karna itu tidak membuat sakit."
"Juan kenapa bukan kamu saja yang maju?" ucap Oliv tapi tatapannya ke bawah.
" itu.. Maaf yang ditantang Kevin, jadi aku menghargai keputusan Kevin yang mau menerima ya, kecuali Kevin menyuruh ku baru aku mau" pembelaan Juan.
"kalo Kevin nyuruh kamu makan kotoran mau?"
"Ha! Gak lah ada beberapa yang agak akan aku patuhi."ucap ujan dengan wajah geli
"Sudahlah ayo pergi ke kantin." Kevin menoleh kearah mereka dan dengan cepat Juan langsung berjalan karna takut ditanya pernyataan aneh lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments