Setelah menyantap makan malam yang terasa begitu panjang, Kevin bangkit dari kursinya. "Saya permisi," ucapnya singkat lalu bergegas keluar rumah. Suara deru mesin motor sportnya terdengar semakin menjauh.
Oliv menghela napas. Ia merasa lelah dengan drama keluarga barunya. Dengan langkah gontai, ia menuju kamarnya. Di dalam kamar, Oliv langsung meraih ponselnya dan menghubungi grup chat bersama teman-temannya.
(Telfon 📱)
Dea: "Ah, kangen banget nih ngumpul bareng kayak gini. Dulu kita sering banget keluar malam-malam."
Naura: "Iya, benar banget. Rasanya baru kemarin kita nginep di rumah kamu, Oliv."
Oliv: "Iya, seru banget. Sayangnya sekarang aku udah pindah, jadi agak susah buat ketemu."
Salsa: "Lah, emangnya keluarga baru kamu tinggal di mana? Kan katanya mereka tinggal sama Mama?"
Oliv: "Iya, seharusnya sih gitu. Tapi, enggak tahu kenapa, kakak tiriku tinggal di rumah yang sama. Mungkin mereka bagi-bagi waktu atau gimana ya?"
Gisel: "Kakak tirinya ganteng nggak sih, Liv?"
Oliv: "Hmm, jujur aja sih dia ganteng. Tapi sayang banget, sikapnya itu lho, judEs banget. Jauh banget sama pacar aku yang baik hati."
Dea: "Jadi, sekarang kamu LDR-an dong sama pacarmu?"
Oliv: "Iya, tapi untungnya dia sering banget nelpon dan janji kalau ada libur pasti bakal main ke sini."
Gisel: "Wah, sweet banget! Aku iri nih."
Mereka pun terus bercerita dan tertawa hingga larut malam. Sampai akhirnya, karena keesokan harinya mereka harus sekolah, mereka pun mengakhiri panggilan dengan berat hati.
(off telfon 📱)
Oliv meletakkan ponselnya di nakas, tepat di samping tempat tidur. Belum genap lima menit, ponselnya bergetar pertanda ada panggilan masuk. Nomor yang tertera di layar adalah nomor pacarnya. Namun, rasa kantuk yang begitu mendalam membuatnya tak sengaja mengabaikan panggilan itu.
Keesokan harinya, saat membuka mata, hal pertama yang OLiv lakukan adalah meraih ponselnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat deretan pesan yang belum terbaca dari sang kekasih.
pesan📩
(*"Malam sayang, sepertinya kamu sangat kelelahan jadi, aku ngerti kok. Nanti hubungi aku saja ya, kalau sudah lebih baik."*)
Oliv yang membaca pesannya langsung segera nelfon pacarnya.
(Telfon 📱)
Oliv: "Halo sayang, maaf banget ya aku tadi nggak angkat telepon kamu. Capek banget soalnya, jadi langsung tidur. Kamu jangan marah ya?"
Rangga: "Iya, sayang, nggak apa-apa kok. Aku juga ngerti kamu pasti capek. Nanti kalau sudah bangun, kita lanjut chat ya. Aku harus ke sekolah nih, bye!
(Off telfon 📱)
Rangga, sosok yang dikenal sebagai ketua OSIS yang cerdas, tegas, dan ramah, selalu menjadi pusat perhatian di sekolah. Ketampanannya yang menawan ditambah dengan sifatnya yang baik hati membuat banyak siswi terpikat. Bisa dibilang, dia adalah idola bagi seluruh siswa di sekolah.
Oliv, yang sudah terbiasa dengan popularitas Rangga, tidak terlAlu ambil pusing. Ia lebih memilih untuk fokus pada persiapannya ke sekolah. Dengan langkah santai, Oliv menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sesampainya di sekolah barunya, Oliv disambut oleh kemewahan mobil hitam milik ayah tirinya. Saat mobil itu meluncur memasuki area parkir, pandangan para siswa langsung tertuju pada mereka. Oliv yang duduk di kursi penumpang terlihat begitu anggun dengan seragam sekolahnya yang baru. Rambutnya yang terurai lembut dan wajahnya yang cantik semakin menambah pesonanya.
Saat pintu mobil terbuka, semua mata terbelalak kagum. Oliv keluar dengan anggun, langkahnya begitu percaya diri. Para siswa yang baru saja menyaksikan kedatangannya tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka. Bisikan-bisikan pun terdengar di antara mereka, membicarakan gadis cantik baru itu.
Di sepanjang perjalanan menuju ruang kepala sekolah, Oliv menjadi pusat perhatian. Tatapan-tatapan penuh rasa ingin tahu mengikuti setiap langkahnya. Namun, Oliv berjalan dengan tenang, seolah sudah terbiasa menjadi pusat perhatian.
"Wah, wah, Pak William! Lama tak berjumpa!" sapa Kepala Sekolah dengan hangat, langsung berdiri dari kursinya.
"Bagaimana kabar Anda, Pak Gerry?" balas ayah tiri Oliv, sambil menyalami Kepala Sekolah. "Baik-baik saja. Anda sendiri? Silakan duduk."
"Terima kasih," jawab ayah tiri Oliv, lalu mereka berdua duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Saya benar-benar minta maaf tidak bisa hadir di pernikahan Anda," ujar Kepala Sekolah.
"Tidak masalah, Pak. Pasti Anda sangat sibuk," balas ayah tiri Oliv.
"Jadi, apa yang bisa saya bantu?" tanya Kepala Sekolah.
"Begini, saya ingin mendaftarkan putri saya untuk bersekolah di sini. Saya dengar sekolah ini sangat bagus," jelas ayah tiri Oliv.
"Oh, saya baru tahu kalau Kevin punya adik," ujar Kepala Sekolah sedikit terkejut. "Saya kira dia anak tunggal."
"Dia adik tirinya, anak dari istri saya. Namanya Olivia Grizelliya," jelas ayah tiri Oliv.
"Ah, begitu. Semua dokumen Oliv sudah siap, Pak William. Jadi, dia bisa langsung masuk hari ini," ujar Kepala Sekolah.
Ayah tiri Oliv menyerahkan semua dokumen yang diperlukan. Setelah memeriksa semuanya, Kepala Sekolah mengangguk puas. "Wah, kamu sangat pintar ya, Olivia. Sampai bisa loncat kelas. Padahal, kamu seharusnya di kelas 2, tapi sekarang bisa langsung ke kelas 3 bersama Kevin."
"Oh ya, Pak Gerry, bolehkah putri saya satu kelas dengan Kevin?" tanya ayah tiri Oliv.
"Tentu saja, boleh. Kebetulan kelas Kevin masih ada beberapa kursi kosong," jawab Kepala Sekolah.
Setelah urusan administrasi selesai, Oliv dan ayahnya pamit. Oliv kemudian diantar wali kelasnya menuju kelas barunya. Saat memasuki kelas, semua mata tertuju padanya. Gadis cantik dengan rambut panjang terurai itu langsung menjadi pusat perhatian.
"Pagi, anak-anak!" sapa wali kelas. "Sebelum kita mulai pelajaran, saya ingin memperkenalkan siswa baru kita. Perkenalkan, ini Olivia Grizelliya. Semoga kalian bisa berteman baik dengannya."
"Cantik banget!" teriak salah satu siswa laki-laki.
"Iya, punya pacar belum?" sahut siswa lainnya. Yang dijawab anggukan oleh Oliv membuat beberapa siswa kecewa.
Oliv hanya tersenyum malu-malu. "Halo semuanya, nama saya Olivia Grizelliya. Senang bertemu kalian semua."
"Olivia, kamu bisa duduk di sebelah Riska," ujar wali kelas, menunjuk seorang gadis yang sedang tersenyum ramah.
Oliv berjalan menuju tempat duduknya. Riska menyambutnya dengan hangat. "Hai, aku Riska. Senang bertemu kamu."
"aku Olivia Grizelliya, senang mengenal mu juga!",
"Riska aku boleh nanya?"
"Apaan tuh!"
"Kamu kenal namanya Kevin yang dikelas ini."
"Ahh.. Iya kenapa emang?"
"Dimana dia? Kelas ini bukan?"
"Iya dia disini, tapi memang dia jarang masuk di kelas di jam pertama paling² nanti jam kedua baru masuk."
"Ha! Dia sering kaya gini ya? " ucap Oliv terlihat kesal.
"Iya setiap hari malahan jarang masuk dia di jam pertama "
"Awas aja kamu, Ayah biayai kamu sekolah bukan malah jadi anak nakal kaya gini." batin Oliv terlihat kesal.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments