Kevin dan anggota grubnya segera berjalan dengan menggunakan Motor sport mereka menuju salah satu tempat yang di isi para berandalan yang membuat onar di rumah makan bibi tadi.
sesampainya mereka di gudang terbengkalai tempat markas para berandalan itu. Juan memberikan arahan untuk sebagai dari mereka berjaga di luar sedangkan dia, beberapa lainnya dan Kevin akan masuk, semua mengerti dan berjaga di luar sebagai ikut masuk kedalam bersama Kevin.
Juan menendang pintu gudang itu dengan keras yang membuat mereka semua menoleh kearah Juan.
"Seperti Dugaan ku. Mereka berpesta minuman dan wanita." ucap Juan yang mencium bau alkohol.
wanita yang menemani para Berandalan itu langsung terkejut dan berteriak karna panik dan berlari keluar dari sana sedangkan para berandalan tersenyum saat melihat sosok Kevin dan Juan yang mereka ingin lawan dari dulu.
"Wahh... Sebuah keberuntungan bertemu penguasa wilayah A." ucap Berandalan itu.
"Kebetulan hari ini kami lagi bersih² sampah." ucap Juan dengan tersenyum.
"Cih, mari kita lihat mana yang akan kami bersihkan terlebih dahulu." ucap Berandalan itu.
Tampa basa basi mereka kemudian saling berkelahi pukulan demi pukul dari mereka berhasil dilewati Kevin dan anggota grubnya dengan mudah, para berandalan saru persatu mulai jatuh ketua berandalan itu terlihat geram dengan Kevin dan menit menendang Kevin dari belakang sebelum kakinya mengenai Kevin, Juan terlebih dahulu menahan kaki pria itu saat mencoba mengenai Kevin.
"Sepertinya kau cukup berani menyerang teman ku." ucap Juan menendang pria itu tepat diperut ya yang membuat ya jatuh ke tanah.
"Benar-benar sampah." ucap Kevin yang membuat salah satu anggota dari pria yang jatuh tadi marah karna bos mereka dihina oleh Kevin.
Dengn gelap mata pria itu langsung mengambil balok kayu ia langsung berlari menuju Kevin, Juan dan Kevin yang sadar oleh kehadiran pria tersebut segera berdiri tapi sial Kevin terkena pukulan tepat disamping tubuh nya bagian rusuknya. Kevin terjatuh tapi syukurnya pukulannya tidak fatal.
"Aaagkh.." Kevin jatuh ke Tanah, dengan memegang rusuknya.
"KEVIN!!!" teriak Juan dan yang lainnya terkejut.
Sebenarnya itu salah Kevin membiarkan celah tadi tak berhati-hati saat pria itu menyerang Kevin yang akan berdiri malah terpeleset oleh kaleng bekas itu yang membuat Kevin tak bisa menjaga keseimbangan dan akhirnya terkena pukulan. Saat pria itu akan menyerang lagi tiba-tiba dari belakang pria itu seorang menahannya dengan satu tangan pria itu memegang pisau lipat yang berada di leher pria yang menyerang Kevin.
"Satu gerakan lagi, ku pastikan urat lehermu terputus." ancam pria itu.
"Hanzo, Datang juga kau." ucap Juan tersenyum lebar.
"jelas kalian menikmati kesenangan ini sendirian tidak adil." ucap Hanzo kesal.
"Halah kamu aja sering datang Tampa di undang juga" ucap Juan dengan wajah datar Tampa ekspresi.
Tak lama terdengar suara sirene mobil polisi yang ternyata bibi tadi juga memanggil polisi. Mereka langsung masuk kedalam gudang itu terlihat disana anggota Kevin menang telak Tampa ada luka yang parah dan polisi Tampa basa basi menangkap para berandalan itu.
"Lagi-lagi kamu Kevin yang menolong tugas kami." ucap salah satu polisi senior .
"Tidak apa-apa pak. Kita saling membantu tapi dalam perbedaan besar." ucap Kevin tersenyum.
"Terima kasih Kevin kalian benar-benar banyak membantu kami terima kasih." ucap polisi tadi.
"Tentu pak." ucap Kevin yg di bantu Juan berdiri.
"Baik saya pamit dulu." para petugas keamanan pergi membawa para berandalan ke kantor polisi terdekat lalu meninggalkan Kevin dan grubnya, sebenarnya Kevin dan petugas keamanan disana saling berkerja sama jadi mereka aman dari penangkapan selama tidak melanggar peraturan.
Setelah para polisi Pergi kevin segera duduk di salah satu bangku kosong di sana terlihat ia menahan sakit.
" Apa separah itu?" ucap Juan
"Coba deh kamu dipukul balok di Rusuk skit gak?"ucap Hanzo.
Hanzo adalah salah tau anggota Kevin yang berpengaruh ia anggota ke 4 yang berpengaruh setelah Kevin, Juan dan saga.
"Bisa jadi rusuk mu patah!" ucap Juan.
"mulutmu! Paling hancur aja!" ucap Hanzo.
"Diam! Pukulannya tidak seberapa tapi pantat ku yg sakit karna tadi aku terpeleset kaleng lalu terpukul jadi pas jatuh langsung ya paham aja" dengan wajah memerah karna malu.
Juan, Hanzo dan beberapa anggota menahan tawa karna kelakuan temannya itu tapi mereka tidak berani tertawa karna bisa saja Kevin menghantam mereka.
"Telur mu gak pecah kan Kevin." ucap Hanzo yang membuat Juan yang dari tadi menahan tawa langsung tertawa terbahak-bahak.
"Anjng!! yuk ke sekolah." ucap Kevin yang langsung berdiri menahan sakit tapi gak peduli ia tetap jalan. Diikuti mereka semua.
(Disekolah kemudian.)
Kevin dan Juan sampai disekolah Anggota yang lain ada yang balik ke markas lalu Hanzo dan beberapa anggota Scorpio lainnya balik ke sekolah masing-masing.
"Kevin benaran udah gak sakit pantat mu."
"Sudah sembuh total.. aku cuma butuh waktu aja." ucap Kevin berjalan menuju kelas.
Dalam perjalanan beberapa siswi menghampiri Juan dan memberikan hadiah, coklat dan surat² sebenarnya sebagai besar juga buat Kevin tapi mereka tidak berani memberikan secara langsung apalagi kalo melihat Kevin dengan wajah kesal atau marah mereka tak akan Berani mendekat jadi memberikan pada Juan untuk disampaikan, lagian Juan terlihat sangat bersahabat dan jarang sekali terlihat kesal.
Kevin berjalan dan tak sengaja melihat Oliv yang sedang di lapangan bersama yang lain kebetulan saat itu jam pelajaran olahraga. Oliv terlihat cantik dengan rambut diikat lalu baju olahraga yang ngepas dengan tubuh indah Oliv lebih lagi bagian depan yang cukup besar yang membuat banyak laki-laki berkumpul dan melihat siswi berolahraga karna banyak yang menonjol tapi bukan bakat.
Kevin berhenti dan melihat kearah mereka. "Juan hari ini, kita olahraga apa?"
"Itu, Lari jarak dekat seingat ku."
"Ayo ganti baju, kita kesana."
"woi Kau harus ke UKS, Kita belum tau luka mu masih sakit atau gak? bisa jadi rusukmu kenapa-kenapa."
"Aman aja cepat.'"
Beberapa menit sebelum pelajaran dimulai Kevin dan Juan masuk kedalam barisan Dimana mereka sedang melakukan pemanasan. Setelah itu Mereka beristirahat sebentar sambil guru memberikan arahan dan penjelasan tentang lari jarak pendek itu.
"Kevin bagaimana mau coba." ucap guru.
"Maaf pak saya tidak bisa, tubuh saya sedang tidak enak badan." ucap Kevin yang dibalas anggukan oleh pak guru.
Oliv melihat kearah Kevin dengan khawatir " Apa gara-gara aku yang membuat dia tidak bisa tidur, atau aku tidur ya banyak gerak jadi dia tidak bisa tidur dengan nyaman." batin Oliv merasa bersalah .
Sedangkan Juan menawarkan diri untuk mengantikan Kevin yang diterima guru yang membuat mereka akhirnya melanjutkan pelajaran hingga saatnya para siswi berlari, semua siswa laki-laki memilih pergi karena tidak ingin membuat para siswi tidak nyaman, tapi ada beberapa siswa laki-laki dari kelas lain datang untuk melihat pemandangan itu. Kevin yang melihatnya langsung berdiri dan berjalan menuju kearah para laki-laki untuk memberikan pelajaran tambahan yang sedikit menyakitkan (◠‿・)—☆.
Juan yang berada di belakang Kevin mengikuti ya , Tampa sadar Oliv yang akan menangkap bola yang dilempar Riska tak sengaja menabrak Kevin karna tak melihat kebelakang tapi fokus ke bola tadi, mereka bermain sambil menunggu giliran berlari malah tak sengaja Oliv menabrak Kevin yang membuat mereka terjatuh bersama-sama. Harusnya Oliv yang jatuh ke bawah tapi dengan cepat Kevin membuat dirinya yang jatuh ke tanah bukan Oliv.
"Agkhhh....." Kevin benar-benar merasa rusuknya patah dengan wajah datar menahan sakit yang benar-benar sakit.
Juan yang melihat ya hanya mengerutkan kening terasa ngilu tak tau apa? bagaimana rasanya diposisi Kevin yang terpukul balok di Rusuk lalu harus menahan adik tirinya yang jatuh? Orang lain yang melihatnya terlihat romantis tapi buat dan kevin lain.
"Maaf apa kau baik-baik saja?" ucap Oliv
"Hmm... Berdiri lah."ucap Kevin menhan sakit
Oliv hanya menatap kearah Kevin yang benar-benar tampan dari dekat wajahnya dan Kevin hampir sangat dekat. "Oliv apa kamu terluka? Sampai gak mau bangun." ucap Kevin yang benar-benar merasa sedikit sulit.
Oliv langsung tersadar dari lamunannya dan segera bangun dari atas Kevin, Juan yang melihatnya langsung menghampiri Kevin.
"Rusukmu patah fiks." ucap Juan yang membuat Oliv sedkit terkejut.
"Apa!!!" teriak Oliv.
"Tidak, rusukku aman kok."
"Maksudnya aku punya berat badan berlebihan gitu... Sampai bisa patahan rusuk Kevin " ucap Oliv kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments