LAH KOK!

Kevin menghela nafas mendengarnya dan menoleh kearah Oliv yang disampingnya yang sedikit kecewa.

"Baiklah, aku akan bermain." memberikan uang kepada pemilik permainan itu dan pemilik tempat itu memberikan pistol dan 5 peluru karet.

"Mas ya harus menembak target itu, Tampa melewati batas ini." pemilik permainan menunjuk bintang berwarna kuning yang berbeda dengan banyak bintang merah yang terpajang.

Kevin mengangguk dan mulai membidik sayangnya 5 peluru tersebut 3 berhasil kena bintang berwarna merah, 2 lainnya nyasar entah itu di topi penjual dan salah tempat, Kevin mengusap lehernya karna merasa bersalah.

Tetap saja Oliv dapat boneka tapi dengan ukuran sedang dan tidak sesuai apa yang dia mau tergambar jelas diwajah Oliv rasa kekecewaan.

"Apa kamu tidak suka?"

Oliv kemudian menatap Kevin dan berpura-pura tersenyum " Gak aku suka kok."

Kevin yang melihat ekspresi Oliv yang tidak bisa berbohong dengan rasa kecewanya, Kevin kemudian memberikan uang lagi untuk bermain sekali lagi, kali ini ia benar-benar serius, Kevin sedikit tenang dan mengamati bintang itu, Kevin menghela nafas dengan fokus Kevin membidik bintang itu, dan kali ini semua peluru karet itu tepat mengenai bintang kuning itu.

Oliv awalnya terkejut karna Kevin akan bermain lagi ia takut hanya membuang uang tapi saat ia menatap kearah Kevin yang serius dan berhasil menggenai target Tampa ada peluru karet yang melesat membuatnya sangat senang Tampa sadar memeluk tubuh Kevin dengan sangat gembira membuat Kevin terkejut tiba-tiba Oliv memeluknya dengan gembira .Pemilik permainan itu terkejut tapi dia tetap memberikan hadiah boneka panda yang cukup besar.

"Mbak pacarnya hebat banget mainnya, silahkan." puji pemilik permainan itu kepada Kevin dan Oliv.

Melepaskan pelukan "Bukan pak, dia kakak saya" ucap Oliv yang dibuat sedikit malu, penjual itu memberikan Bonekanya dan Oliv segera mengambilnya.

"Sayang sekali Kalian sangat serasi." ucap pemilik itu. Yang dibalas senyuman oleh Oliv.

mereka kemudian mencari minuman dan akhirnya mereka membeli takoyaki, setelah semuanya Kevin dan Oliv duduk di salah satu bangku sambil menikmati banyak makanan yang Oliv mau.

"Hari ini sangat menyenangkan." kata Oliv sambil makan takoyaki.

"Syukurlah kalo kamu suka."

Oliv yang melihat kedai Donat ingin kesana dan mengajak Kevin, pria itu hanya bisa menurutinya dengan sabar sambil membawa beberapa belanjaan dan boneka Oliv. gadis itu berlari dan tak sengaja menabrak salah satu remaja laki-laki yang sedang berjalan-jalan dengan teman-temannya.

Oliv tidak sengaja menumpahkan minumanya ke baju laki-laki itu dan ia terjatuh ke lantai, Kevin yang melihatnya segera membantu Oliv.

"Hey apa kau tak punya mata!" ucap wanita yang bersama remaja tersebut.

" maaf itu kesalahan ku, aku akan akan ganti-rugi" ucap Oliv yang berdiri di bantu Kevin.

"Dasar wanita kotor lihat baju mahalku jadi kotor, apa kau seperti anak-anak berlari apa kau bodoh." kata-kata kasar laki-laki yang tak sengaja Oliv tabrak membuat gadis itu sedikit sedih dan sakit hati.

"Hey dia sudah minta maaf, lagian dia akan Menganti rugi, kata-kata mu cukup kasar bro" Kevin langsung maju kedepan melindungi Oliv, gadis itu sekarang ada di belakang Kevin dengan wajah bersalah menatap ke lantai.

"Wah... Apa kau pacarnya? Dia tak akan bisa Menganti baju ku ini, Bahkan jika ia membayar dengan tubuhnya tetap saja tidak akan terbeli."

Kevin yang mendengar kata-kata dari laki-laki yang terlalu sombong ini membuat Kevin sangat marah dan langsung menarik kerah baju pria itu.

"Dengar anj*Ng, Aku bisa membuat mu tak bisa berjalan berbulan-bulan, mulutmu benar-benar sampah sama seperti mu." ucap Kevin yang benar-benar marah.

Oliv mencoba melerai Kevin yang benar-benar akan membuat masalah besar semua disana seketika berkumpul mengelilingi mereka, teman-teman laki-laki itu mencoba membantu.

"Kau tak tau aku siapa? ayahku adalah pemilik perusahaan xxx..xx" ucap remaja itu yang sombong karna kekuasaan ayahnya.

" oh pantas saja, sifatmu sangat tengil."

"Lepaskan aku, atau ayahku akan menyuruh orang-orangnya menghabisi mu berengsek." ancaman itu membuat Kevin menyeringai.

"Kevin sudah Astaga..." Oliv mencoba menarik kevin.

"Lepaskan pacarku. Berengsek " gadis remaja itu juga berteriak tapi tak berani maju.

salah satu teman remaja laki-laki itu mencoba memukul Kevin, tapi Kevin dengan cepat melepaskan cengkraman dari remaja itu dan langsung memukul dengan kuat tepat diwajah laki-laki yang tadi akan menyerangnya hingga tergelatak di lantai memegang pipinya yang sakit sekali. Yang membuat teman yang lainnya takut termasuk remaja itu.

Oliv yang untungnya langsung mundur saat Kevin memukul laki-laki itu. Ia melihat Kevin sedkit berhenti dan terdiam sesaat ia tau kevin merasakan sakit di bagian rusuknya .

"Kevin!" ucap Oliv khawatir.

"Wah..Kevin kau cukup... Hebat." Juan datang kesana karna ternyata Kevin menyuruh Juan datang kesini karna ingin menanyakan sesuatu tapi malah melihat ketuanya berkelahi.

"Diam bangsat!" ucap Kevin yang terlihat sedikit kesal.

"Juan!!!" ucap para remaja itu, sebenarnya Juan itu cukup banyak yang tau dibandingkan Kevin jadi remaja itu terkejut dan takut.

"Juan untung kamu datang, Kevin."

"Iya, aku tahu."

Juan kemudian menghampiri Kevin dan remaja-remaja itu yang cukup membuat Oliv sedih. " jadi, apa yang kalian buat sampai bosku memukul teman mu."

Saat Juan berkata itu semua diam tak berani berkata apa-apa karna mereka takut. "Kenapa diam? Tadi kalian berani menghadapi ketua grub ku tapi begitu aku tidak berani."

"begini saja tuan Juan kami tidak akan mempermasalahkan apa-apa lagi, maaf saya juga tidak tau kalo yang kami lawan Kevin ketua grub Scorpio boy's." ucap remaja yang membuat Maslah

"Bagaimana Kevin." ucap Juan yang mengepalkan tangan ya, jika Kevin tidak memaafkan mereka pasti akan langsung dipukul oleh Juan.

"Sebaiknya kasih sedikit pelajaran."

"Kevin Juan jangan, Udh jangan aku yang salah jadi anggap saja seri dan uang ganti rugi bajunya akan kuberikan." ucap Oliv yang takut melihat perkelahian lagi

Remaja itu cukup takut tapi saat mendengar itu mereka langsung tersenyum lega. " Terimakasih Kakak, Anda benar-benar baik saya tidak akan mengambil uang sepeser pun dari pacar Kevin. kami akan pergi" anak itu segera pergi lari ketakutan.

Juan, Kevin dan Oliv malah membuat ekspresi kaget karna mereka mengira Oliv pacar Kevin " jadi kalian lagi kecan." tanya Juan yang merasa bersalah karna menganggu mereka.

"Enggak!" ucap Oliv dan Kevin bersamaan.

"ha?"

"intinya aku sama Kevin hanya jalan², kamu lagi apa disini?"

Juan menunjuk Kevin" disuruh dia katanya ada sesuatu yang mau dia bilang."

Kevin langsung menepis tangan Juan dengan tenang" Tidak ada apa² aku ingin menanyakan sesuatu tentang grub itu saja."

" jadi, kamu memanfaatkan ku! Agar bisa keluar." Oliv terlihat kesal dan berjalan pergi dari sana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!