Melompati waktu.

Malam harinya seperti biasa Oliv menyuruh Kevin untuk tidur dengannya karna ia takut pria itu akan Pergi bertemu teman-temannya disaat kondisi pria itu sedang sakit, siklus itu berulang terus menerus hingga tidak terasa sudah hampir 2 bulan mereka tidur bersama Tampa ketahuan orang tua mereka dan coba tebak Kevin juga setiap malam harus mendengarkan Oliv bucin dengan pasangannya.

Oliv berbaring dikasur dengan wajah lelah "Aku cepak banget! Hari ini banyak banget tugas."

kevin yang sedang mengetik pesan diposelnya yang ditujukan kepada Juan menanyakan tentang grub. "Kevin kamu dengar gak sih?" tegur Oliv yang kesal dengan Kevin.

"hmm.. Aku dengar istirahat saja." ucap Kevin yang terlihat sibuk.

"Apa kau ini.." tiba-tiba ponsel Oliv berbunyi saat gadis itu akan mengangkatnya Kevin segera mengambil ponsel gadis itu.

Oliv terlihat kesal dengan Kevin yang langsung mematikan telepon seseorang di ponsel ya" Kevin..? Ah kamu, siapa tau itu Rangga."

"Istirahat saja, 1 hari saja tidak telfonan tidak akan membuat mu tidak makan."

"Ah.. Siapa tau penting."

"Ini panggilan dari pacar mu, bukan kah dia juga pernah tidak mengangkat telfon mu."

"Tapi aku ngerti dia lagi sibuk,"

"Sesibuk apapun kalo kamu prioritasnya dia tidak akan melakukan itu, lagian klo cuma kamu aja yang mengerti dia itu bodoh sih."

Oliv terlihat kesal dan berteriak" KEVIN!!!" Kevin hanya melihat kearah Gadis itu.

"Aku mencintainya, jadi itu normal saja."

"Persetan lah, aku mau tidur. sama lukaku sudah sembuh total jadi aku mulai besok aku gak tidur disini lagi, dan akan telat pulang atau nginap di rumah Juan."

Oliv yang mendengarnya sedikit kesal dan sedih karna ia sudah terbiasa ada Kevin, mereka sering tertawa bareng, nonton bareng, Saling bertukar pikiran dan suka adu argumen jadi Oliv merasa sepi kalo tidak ada Kevin lagi tapi dia senang Kevin sudah sembuh.

"Baguslah,.jadi aku aku bisa puas menelfon ayangku." ucap Oliv yang pura-pura senang.

"Hmm... Selamat ya, dan terima kasih sudah merawat ku." ucap Kevin yang langsung menarik selimutnya kemudian memejamkan matanya terlihat Oliv sedikit senang mendengar Kevin berkata terima kasih.

Keesokan harinya seperti biasa Oliv bangun di pelukan Kevin ya gimna lagi gadis itu selalu melanggar peraturan kamar. tapi sekarang ia sudah terbiasa begitu juga Kevin.

"Kevin bangun woi dan lepaskan tanganmu dari pinggang ku"

Kevin memeluk Oliv lebih dekat seperti awal mereka tidur bersama" biarkan aku memelukmu 5 menit lagi." Kevin mengatakan itu dengan memejamkan mata

Oliv tersenyum manis mendengar kata-kata manis dari pria yang sudah lumayan akrab dengan ya. Ponsel Oliv kembali berdering terlihat itu panggilan ditelfon dari pacarnya, Oliv mengangkat telfonnya ia berbicara dengan Rangga tapi Kevin masih memeluknya.

(📱)

"syang kenapa tadi malam telefon ku kamu gak angkat apa kamu marah." Rangga bertanya -tanya.

"Hmm.. Gak aku hanya kelelahan sayang."

"Ah syukurlah aku takut kamu marah itu membuat ku panik."

"Gak aman aja."

(mereka berbicara agak lama, Kevin yang bosan segera pergi dari kamar Oliv, gadis itu terlihat sangat kecewa saat Kevin melepaskan pelukannya dan pergi.)

"Sayang aku mau berangkat sekolah Dulu" ucap Rangga terburu langsung mematikan ponsel.

(off📱)

"iya.. Say" belum Oliv menjawabnya pacar segera mematikan telfon ya begitu saja.

Jam sekolah kemudian Oliv terlihat sangat sedih karna perlakuan pacar ya tadi pas ditelfon, Riska mencoba menghibur teman ya setelah mendengar cerita bahwa pacar ya seperti berubah sejak LDR, tapi ia tak cerita tentang ia tidur dengan Kevin.

"menurut ku ya, dia mungkin sibuk banget jadi gak perlu khawatir." elus bahu Oliv.

"Tapi dia gak kaya gitu."

"Mungkin saja karna LDR jadi rasanya berbeda, tapi hatinya hanya untukmu."

Tak lama sesi curhat itu Kevin dan Juan masuk kedalam kelas seperti biasa mereka terlihat dingin.

"Aku ingin puding kopi." ucap Kevin sepontan.

" Gak ada hari ini kita akan Pergi karaoke bersama ketua grub lain ya."

"skip aja Juan, puding kopi lebih enak."

"kamu yakin! kau tau para ketua itu akan berkata apa? mereka membuat acara itu untuk merayakan kesembuhan mu."

"Baiklah, jam berapa itu?"

" Pulang sekolah kita kesana." Juan melihat chat di ponselnya.

Kevin hanya lewat Tampa berkata apapun, tapi Juan mengerti bahwa Kevin ingin ikut bersama mereka walaupun terkesan tak mau tapi tetap saja Kevin akan pergi.

Skip langsung saja, jam pulang sekolah Kevin dan Juan menuju ke tempat karaoke yang telah ditentukan oleh para ketua tersebut, sesampainya disana mereka segera masuk kedalam ruangan yang mereka, terlihat disana ada Leo, Alvano, Zack, Jack dan tangan kanan mereka berkumpul disana terlihat mereka sedang menikmati waktu mereka, terlihat seperti teman tidak ada permusuhan sama sekali.

"Vin lama gak ketemu? Kemana aja lu." tanya Jack

"Gimana cederanya masih parah?" tanya Leo

"Udh baikan"

Kevin segera duduk dan menikmati waktu bersama para ketua grub besar dikota itu, dilain tempat Oliv dan Riska juga kebetulan ada disana bertemu teman-teman perempuan yang lain buat bersenang-senang.

"Udah kamu ikut kami aja? Biar gak kepikiran ayang terus."ucap Riska.

"iyaa"

Mereka segera menuju ke ruangan yang teman-teman mereka pesan, sesampainya disana benar-benar asik, Oliv bernyanyi bersama Riska yang membuat mereka makin lupa masalah mereka masing-masing keseruan dimana-mana. beberapa menit kemudian Oliv yang lelah kemudian minta izin untuk kekamar mandi teman-teman semua mengiyakan.

"mau aku temani?" tanya Riska yang Khawatir dengan Oliv.

"gak perlu aku bisa pergi sendiri kok, bentar doang" Oliv setelah berkata seperti itu segera pergi dari sana menuju kamar mandi.

Beberapa saat setelah dari kamar mandi, Oliv yang berjalan terburu-buru tak sengaja menabrak seseorang yang membuat laki-laki itu marah.

"Anj*Ng! Jalan pakai mata " ucap laki-laki itu menarik lengan Oliv.

"Agkhhh.. Sakit! Lepaskan, maaf itu salah saya." ucap Oliv yang kesakitan saat lengan ya di cengkraman keras oleh laki-laki itu.

"Kamu harus tanggung jawab." ucap laki-laki itu Tampa melepaskan tangan ya.

"Baik saya akan ganti berapa pun!" mencoba melepaskan lengannya dari laki-laki itu.

"Kamu cantik juga, mau tidur sama aku, kita anggap semua beres." ucap laki-laki itu yang mencengkram dengan erat.

Oliv yang mendengarnya dibuat terkejut dan segera menendang bagian bawa (biji) laki-laki itu yang membuat ya menjerit kesakitan yang membuat Oliv bisa lari karna cengkraman laki-laki lepas. laki-laki itu langsung duduk dilantai memegang alat vitalnya karna sakit " Kejar wanita itu!" ucap pria itu melihat Oliv melarikan diri setelah berteriak seperti itu beberapa orang kemudian mengejar oliv.

Gadis itu berlari entah kemana karna panik dikejar oleh beberapa orang, gadis itu berlari hingga ia bertemu beberapa orang wanita yang sedang mengantri masuk kedalam ruangan .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!