Setelah itu Kevin pulang ke rumahnya terlihat ia sangat lelah dan berbaring di sofa diruang tamu.Oliv yang dari dapur mengambil air melihat Kevin yang terlihat kelelahan sedang berbaring disofa.
Oliv menghampiri pria itu yang sedang berbaring dengan tertidur. "Dilihat Kevin kalo tidur sangat tenang dan tampan." batin Oliv memandang kakak tirinya.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu!" ucap Kevin yang membuka matanya dan melihat Oliv
"A-aaaku cuma mau memberikan mu minum. Nih." ucap Oliv memberikan air yg dia pegang.
Kevin langsung duduk dan mengambil air yang harusnya Oliv bawa ke kamarnya malah dia kasih Kevin agar dia selamat.
"Terimakasih." Kevin mengambil air yang ada digelas yang dipegang Oliv tapi tak sengaja Kevin menyentuh jari Oliv yang membuat gadis itu terkejut lalu menjatuhkan Gelas ke lantai yang membuat gelas itu pecah dan serpihan ya menyebar.
Kevin yang melihatnya langsung melarang Oliv bergerak " Astaga, tunggu jangan bergerak dari situ." Kevin turun dan berjalan hati-hati dan mulai membersihkan serpihan itu sedikit demi sedikit.
Kevin takut pecahan itu menggenai kaki Oliv, " naik ke atas sofa pelan-pelan aku akan membersihkan semua ya."
Oliv yang mendengar ya segera mengikuti saran dari Kevin ia langsung naik keatas sofa, sedangkan Kevin sibuk membersihkan pecahan kaca.
Kevin selesai membersihkannya ia segera duduk disebelah Oliv. "Ada yang luka?"
Oliv hanya menggeleng dengan pelan yang dijawab oleh Kevin dengan lembut " syukurlah jika kamu tidak terluka."
"Kevin?"
"apa hmmm..." ucap Kevin yang menyadarkan kepalanya disofa.
"kamu dari mana?"
"Bisnis."
"Halah.. kamu bolos kan ikut2 geng motor gitu ya."
"Iya, kenapa kamu keberatan."
"Gak sih hak kamu? Tapi kamu dapat apa?"
"Dapat pertemanan yang baik, kerja sama tim dll"
"Oky lah, kamu kenapa lelah banget."
Kevin yang gemes langsung mencubit pipi Oliv dengan gemes. "Astaga kamu banyak tanya sekali, tenang saja aku tidak akan aneh-aneh aman, aku mau tidur dulu aku lelah" ucap Kevin yang berjalan menuju tangga untuk sampai ke kamarnya yang ada di lantai 2
Oliv memegang pipinya yang dicubit Kevin rasanya sedikit sakit tapi gak sakit banget ia mengelus pipinya perlahan-lahan sambil memperhatikan Kevin naik menuju kamarnya yang berada dilantai 2.
Oliv kemudian menerima pesan dari pacarnya yang membuatnya sangat bahagia. Hingga melupakan Kevin sesaat.
saat malam hari Kevin yang berbaring di kamarnya terbangun karna bunyi ponselnya. pria itu segera mengambil ponselnya yang berada di samping bantalnya yang di letakan sembarangan disebabkan sangat kelelahan.
(📱)
"hallo ada apa?" ucap Kevin yang masih setengah sadar saat mengakat telfon.
"Kamu mau datang gak ?" jawab Juan
"Gantiin aku dulu, Aku benar-benar capek." ucap Kevin sambil memejamkan matanya.
"Hmm.. Oky Sebaiknya kau tidur, kedengaran lelah banget."
"....." Kevin langsung mematikan telefon ya.
(Off📱)
Saat Kevin mulai terlelap tak lama ia kemudian terbangun saat mendengar suara petir bercampur hujan berbunyi sangat keras dan suara ketukan kamar yang diketuk berkali-kali dengan kencang sambil terdengar suara teriakan "KEVIN TOLONG BUKAA PINTU YAA!!!" ucap Oliv yang berada di depan pintu kamar Kevin sambil berjongkok karna ketakutan.
Kevin yang mendengar suara Oliv segera berjalan dengan santai menuju pintu sambil sesekali menguap.
"Ada apa hmm...?" ucap Kevin setelah membuka pintu kamarnya ia melihat Oliv berjongkok ketakutan badannya gemetar yang membuat Kevin panik dan langsung menghampiri ya.
"Kamu kenapa?" ucap Kevin panik sambil mengelus rambut Oliv.
gadis itu merasa tangan yang hangat menyentuh rambutnya langsung tau itu Kevin ia segera memeluk Kevin karna takut dengan suara petir, Kevin sedikit terkejut dengan tindakan tiba-tiba Oliv tapi ia tidak menolak pelukan Oliv malahan ia memeluk tubuh Gadis itu dengan erat.
"Kevin temani a-aku t-tidur pliss" mohon Oliv sambil memeluk tubuh Kevin karna sangat hangat yang membuatnya nyaman.
"Baiklah ayo." Kevin Tampa basa basi langsung menggendong Oliv seperti Pengantin menuju kamar Oliv, pria itu dengan santai membaringkan Oliv sambil menyelimuti gadis itu.
Setelahnya Kevin akan menutup pintu tapi Oliv dengan cepat memegang tangan Kevin ia takut ditinggal oleh Kevin. "Kamu mau kemana katanya janji temani aku?"
"Aku hanya ingin menutup pintu kamar mu, aku gak kemana-mana ".
Melepas tangan Kevin perlahan, Kevin kemudian menuju pintu kamar Oliv Ia menutup ya pintu kamar Kevin sudah ketutup juga jadi aman, pria itru kemudian berbaring disebelah Oliv keadaan terlentang, petir kemudian berbunyi lagi yang membuat Oliv langsung memeluk Kevin dengan erat dengan badan sedikit gemetaran.
Kevin melihat itu langsung berbalik menghadap Oliv lalu memeluk gadis itu dalam dekapannya yang membuat Oliv sedkit nyaman kehangatan peluk seseorang yang menenangkan ya membuatnya mulai terlelap, kalo Kevin jangan ditanya dah turu dia mau badai pun kalo dia udah ngatuk poll, wes langsung turu kaya orang pingsan.
(Keesokan harinya)
Oliv terbangun dan tak melihat Kevin disebelah ya tapi Kevin meninggalkan pesan di ponsel Oliv
"Aku ada urusan jadi pagi-pagi tadi aku langsung Pergi maaf tidak memberi tahu mu, soalnya kamu tidur nya nyaman sekali, Sampai tangan ku kesemutan karna menjadi alas mu tidur, sampai jumpa di sekolah." pesan Kevin yang membuat Oliv tersipuu malu ditambah kesal juga.
Oliv Segera bergegas menuju Kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu bersiap siap untuk sekolah, Setelah beberapa menit ia segera turun menuju ruang makan disana ia melihat ayah sedang duduk menikmati sarapannya.
"Pagi ayah." sapa Oliv menghampiri meja makan sambil tersenyum.
"Pagi cantik, Sarapan dulu baru ke sekolah."
"aku buru-buru ayah, aku makan dijalan aja." mengambil roti di meja lalu segera menuju ke pintu depan.
Setelah keluar rumah ia melihat supir pribadinya menunggu untuk mengantar Oliv ke sekolah, gadis itu segera masuk kedalam mobil yang tak lupa menyapa supirnya baru ia masuk kedalam mobil.
Dilain tempat Kevin dan Juan sedang menghampiri sebuah tempat yang sudah porak-poranda dibuat salah satu grub yang berbuat onar.
"Siapa yang melakukan ini bibi?" tanya Juan.
"Gak tau Juan, tapi mereka minta uang keamanan ke bibi, karna bibi gak punya uang mereka langsung menghancurkan tempat bibi." ucap bibi itu dengan sedih menatap rumah makannya yang hancur.
" Untuk kerusakan semuanya saya akan ganti rugi bi, Juan beritahu Saga untuk memberikan uang ganti rugi pada bibi ini sore ini." ucap Kevin
Bibi tadi yang mendengar ucapan Kevin langsung senyum karna sangat bahagia mendengar bahwa Kevin akan Menganti rugi semuanya.
"Makasih Kevin" ucap bibi itu memegang tangan Kevin karena bahagia.
"iya bi, Kalo begitu saya pamit ya bi kami mau bereskan Hama dulu." ucap Kevin dengan tersenyum, bibi itu segera melepaskan tangan Kevin dan mengangguk.
Kevin, Juan dan anggota grubnya segera pergi dari sana mencari grub kelompok yang membuat keonaran di wilayah Kevin.
"Kami beruntung Kevin kamu menjadi pelindung wilayah A" batin bibi itu .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments