episode-20

Ibu terlihat lemah, ia meraskan kepalanya sangat pusing. Aku berlari menghampirinya dan menangkap tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai.

Kak Meila hanya menangis sesenggukan. Aku tak habis fikir dengan bang Juned, sedari dulu selau saja membuat susah ibu.

Aku dan paman Rusli membopong ibu ke lantai beralaskan tikar. Kami membaringkan tubuhnya disana. "Untuk apa ia mencurinya?" tanya ibuku dengan nada lirih.

"Membeli motor, dan motornya hancur saat tabrakan tempo hari, tidak dapat terpakai lagi," paman berusaha untuk tenang memberitahu ibuku yang saat ini sangat pucat.

Tak berselang lama, paman Ilham datang dengan wajah yang penuh amarah.

"Minten, emang anakmu si Juned itu kurang ajar sekali, ya! Sekarang dia sudah dikantor polisi, dan dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya!" pria itu bahkan tak sempat menanyakan kabar ibuku yang baru saja pulang ke kampung halaman, emosinya sangat meledak.

"Emangnya berapa juta yang ia gadaikan, Bang?" tanya ibuku sembari menangis.

"Tiga puluh juta, dia mengambil motor baru dan membuat usaha jual kerang, tapi bangkrut. Memang dia sering tidur dirumah sebelum mencuri emas mbak Yu-mu, dia terlalu kamu manjakan!" omel pamanku dengan kesal.

Ibu ternyata memiliki naluri kuat dengan membawa surat tanah miliknya saat merantau. Jika ditinggalnya dirumah, kemungkinan sudah dijual oleh bang Juned.

"Aku tidak punya uang sebanyak itu untuk menggantinya, Bang," sahut ibuku dengan lemah dan ia tersedu sembari meratapi nasibnya yang tak jauh beda denganku.

"Aku tak perduli, kamu harus menggantinya. Jika kamu tak punya uang, maka runah ini sebagai gantinya. Kalian aku beri tanah dibelakang dan ku buatkan gubuk, jika tidak mau, kamu harus mencari gantinya!" paman Ilham memberikan solusi yang cukup rumit pada ibu. Sebab ibu berencana kembali ke kampung untuk berjualan gorengan, sebab lokasi rumah yang dipinggir jalan, tetapi rencana hanyalah milik manusia, dan Allah yang menentukannya.

Hancur semua apa yang ada didalam benak ibu. Ia tak memiliki pilihan saat ini. Jikapun harus membayar, maka tak ada uang dalam waktu yang dekat dan ia juga tidak memiliki bayangan dari mana uang itu didapat.

"Baiklah, Bang. Aku tak punya pilihan," jawab ibuku dengan hati yang sangat sakit.

Kak Meila terdengar menangis disudut ruangan. Meskipun ia merasa suaminya sangat bejad, tetapi ia masih mencintai bang Juned, sebab ada puteri mereka yang menjadi buah pernikahannya.

Tanpa menunggu lama. Paman meminta surat tanah untuk dibawa kekantor lurah dan balik nama untuk menebus semua kerugian yang ditimbulkan oeh kakakku.

Siang itu juga kami pindah ke rumah belakang. Ada sebuah gubuk yang terbuat dari papan kayu semi permanen dengan lantai semen, sedangkan rumah ibu batu permanen dan sudah dikeramik.

Paman berjanji akan mengganti dindingnya dengan batu dengan cara bertahap.

Entah cobaan apa saja yang tak kunjung selesai menghampiri hidupku dan juga ibu.

*****

Setahun kemudian...

ibu sudah melahirkan anak perempuan. kehidupan kami semakin carut marut. Ekonomi yang merosot karena ibu belum bisa bekerja dan juga kak Meila dengan satu anaknya hang sangat rewel.

"Bu, aku merantau, ya. Aku bekerja untuk mengubah kehidupan kita dan membiayai kebutuhan hidup yang semakin bertambah," ucapku pada suatu sore.

"Kamu mau kerja apa dan merantau dimana?" tanya ibu dengan wajah tak rela. Tetapi kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat tak dapat membuatku untuk terus bekerja dikampung halaman dengan gaji yang sangat minim dengan menjadi pemilah ikan dari tangkapan nelayan.

Dengan berat hati, ibuku akhirnya mengijinkanku merantau. Ku kemasi pakaianku dengan sebuah tas sedang dan aku bertekad untuk mengubah kehidupan kami.

Aku pergi ke sebuah kota yang mana terkenal dengan perindustriannya. Sayangnya aku tak memiliki ijazah apapun dan juga minim ilmu pengetahuan, sehingga hanya toko pakaian ataupun asisten rumah tangga yang menjadi tujuanku. Aku mengenal seorang teman yang sangat dekat saat berada dikampung. Ia sudah sukses diperantauan, ia menjanjikan pekerjaan ditoko pakaian dan siap menjemputku diterminal bus.

Aku kembali lagi dikota perbatasan antara pulau yang pernah kami tinggali bersama ayah tiriku.

Aku pergi menuju kota tersebut, dan setibanya diterminal, aku dijemput oleh sahabatku dengan sebuah sepeda motor yang lumayan bagus pada masa itu.

Aku dibawa ke rumah kost miliknya dan dijanjikan akan dipertemukan oleh pemilik toko pakaian yang merupakan bos-nya juga.

Hingga esok paginya, aku bertemu dengan seorang wanita bertubuh bongsor dengan rambut lurus rebonding dan wajah glowing.

Jika ku lihat, tidak mungkin ia seorang pemilik toko pakaian, tetapi saat ini aku masih mempercayai sahabatku.

Ia memandangi penampilanku. Rambut lurus alamiku dengan hidung bangir dan tubuh langsingku membuatnya tersenyum sumringah, entah apa yang ada dibenaknya.

"Bersiaplah yang cantik malam nanti. Akan ada pekerjaan yang besar untukmu," ucapnya dengan ramah sembari menyentuh daguku.

Aku masih bingung, dan pekerjaan apa? Mengapa malam hari? Bukankah toko pakaian biasanya buka pukul 9 pagi hingga malam, bukan hanya malam saja.

Malam harinya. Rumah kos temanku ternyata banyak penghuninya, dan baru terlihat saat ini, sebab pagi tadi terlihat sunyi.

Mereka mengenakan pakaian minim dan dandanan yang mencolok, aku semakin penasaran pekerjaan apa sebenarnya yan dimaksud oleh wanita yang mereka sebut 'Mami'.

"Cepat, Ann..." Indah meneriakiku yang masih bengong menatap mereka yang sibuk dengan riasannya.

Dengan tak sabar ia menarik pergelangan tanganku, lalu membawaku duduk.disebuah kursi plastik tanpa sandaran. Ia merisaku dengan cekatan dan mengganti pakaianku dengan yang begitu ketat membentuk tubuh serta rok mini diatas lutut yang memamerkan dua pa-haku.

"In... Jaga toko kenapa pakaiannya kenapa seperti ini?" protesku karena merasa risih.

"Karena ini toko pakaian pria, makanya kita harus pandai menarik pelanggan dengan penampilan kita dan jangan lupa harus ramah," pesannya.

Ia memandangiku dengan seksama. "Kamu cantik, semoga beruntung," ucapnya mencubit gemas pipiku.

Aku mengerutkan keningku, namun mencoba menuruti perintahnya.

Aku dibawa olehnya ke sebuah tempat yang terlihat aneh. Dimana sebuah warung dengan suara musik yang hingar bingar dan gelak tawa antara pria dan wanita yang berbaur menjadi satu.

Aku melangkah masuk ke dalamnya, dimana Indah terus menarik tanganku untuk mengikuti langkah kakinya yang cepat dan tatapan orang-orang yang memandangi kehadiranku.

"Wah, ada anak baru, cantik juga!" celoteh seseorang yang berseragam SMA, ternyata penghuni didalamnya bukan saja pria dewasa, tetapi juga remaja. Aroma miniman keras menguar diudara dan membuatku serasa pusing. Dimana toko pakaian yang Indah janjikan, mengapa berubah menjadi tempat manusia-manusia dengan pandangan yang menjijikkan.

"In.. Dimana toko pakaiannya?" tanyaku lagi dengan mendekatkan mulutku ditelinganya agar terdengar olehnya karena suara musik dan karaoke yang lebih men-dominan.

"Kami minum ini saja dahulu, biar rileks," ucapnya, lalu mencekokiku dengan segelas minuman berwarna bening, entah apa, tetapi rasanya sangat tidak enak, sesaat aku merasakan kepalaku sangat pusing, hingga pandanganku serasa berat, dan semua itu awal kehancuranku dimulai.

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

aduuuh dibawa jadi psk

2024-09-09

0

suharwati jeni

suharwati jeni

obat perangsang ya

2024-07-13

0

Ira Sulastri

Ira Sulastri

Kenapa tipu kawan dalam mencari pekerjaan, tau begitu lebih baik jd art saja

2024-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Tuduhan
3 episode-3
4 episode-4
5 episode-5
6 episode-6
7 episode-7
8 episode-8
9 episode-9
10 Hasut
11 sebelas
12 duabelas
13 Tigabelas
14 episode-14
15 episode-15
16 episode-16
17 episode-17
18 episode-18
19 episode-19
20 episode-20
21 Masih Flashback Anna
22 flashback-lagi
23 episode-23
24 episode-24
25 episode-25
26 Masih di Falshback Anna
27 flashback lagi
28 Stay Flashback
29 stay flashback si Anna
30 Masih diflash back dulu
31 Semula
32 Hampa
33 bekerja
34 bekerja-2
35 Bekerja-3
36 kabar
37 Bang Juned
38 Bebanku
39 beban hidup
40 Teror
41 menjemput
42 Kembali
43 Tiba
44 episode-44
45 episode-45
46 episode-46
47 episode-47
48 episode-48
49 episode-49
50 episode-50
51 episode-51
52 episode-52
53 Licik
54 Zubaidah
55 episode-55
56 Playing Victim
57 episode-57
58 episode-58
59 episode-59
60 episode-60
61 episode-61
62 episode-62
63 episode-63
64 episode-64
65 episode-65
66 episode-65
67 episode-67
68 episode-68
69 episode-69
70 episode-70
71 episode-71
72 episode-72
73 episode:73
74 episode-74
75 episode-75
76 episode-76
77 episode-77
78 episode-78
79 Episode-79
80 episode-80
81 episode-81
82 episode-82
83 episode-83
84 episode-84
85 episode-85
86 episode-86
87 episode-87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Awal
2
Tuduhan
3
episode-3
4
episode-4
5
episode-5
6
episode-6
7
episode-7
8
episode-8
9
episode-9
10
Hasut
11
sebelas
12
duabelas
13
Tigabelas
14
episode-14
15
episode-15
16
episode-16
17
episode-17
18
episode-18
19
episode-19
20
episode-20
21
Masih Flashback Anna
22
flashback-lagi
23
episode-23
24
episode-24
25
episode-25
26
Masih di Falshback Anna
27
flashback lagi
28
Stay Flashback
29
stay flashback si Anna
30
Masih diflash back dulu
31
Semula
32
Hampa
33
bekerja
34
bekerja-2
35
Bekerja-3
36
kabar
37
Bang Juned
38
Bebanku
39
beban hidup
40
Teror
41
menjemput
42
Kembali
43
Tiba
44
episode-44
45
episode-45
46
episode-46
47
episode-47
48
episode-48
49
episode-49
50
episode-50
51
episode-51
52
episode-52
53
Licik
54
Zubaidah
55
episode-55
56
Playing Victim
57
episode-57
58
episode-58
59
episode-59
60
episode-60
61
episode-61
62
episode-62
63
episode-63
64
episode-64
65
episode-65
66
episode-65
67
episode-67
68
episode-68
69
episode-69
70
episode-70
71
episode-71
72
episode-72
73
episode:73
74
episode-74
75
episode-75
76
episode-76
77
episode-77
78
episode-78
79
Episode-79
80
episode-80
81
episode-81
82
episode-82
83
episode-83
84
episode-84
85
episode-85
86
episode-86
87
episode-87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!