episode-3

Aku mulai mengantuk dan tak lagi dapat menahan rasa kantukku, lalu aku terlelap dalam menjemput mimpi yang tak dapat kutebak.

Malam semakin larut dan suasana semakin sunyi dan senyap. Aku tersentak saat mendengar suara benda terjatuh. Ku melirik ke arah ranjang, ternyata suamiku belum pulang dan ternyata ini sudah pukul 1 dini hari.

"Kemana bang Johan? Mengapa ia belum juga kembali?" fikiranku mulai melayang jauh. Aku tau jika saat ini ia pasti sedang kumpul dengan teman-temannya yang sudah rusak parah. Terkadang aku ingin marah, namun karena tinggal dirumah mertua, aku tak ingin ribut.

Suara berisik tadi menarik perhatianku. Ku turun dari ranjang dan melangkahkan kaki dengan sangat hati-hati untuk melihat apa yang terjadi, sebab bisa saja pencuri menyelinap masuk, sebab didaerah tempat tinggal mertuaku sangat banyak pencuri, sebab para pemudanya sudah banyak yang terjebak penggunaan obat-obatan terlarang dan juga malas bekerja, sehingga membuat mereka menjadi pencuri yang aktif dimalam hari.

Ku tarik handle pintu dengan sangat hati-hati, ternyata tidak tertutup dengan benar, sebab tadi bang Johan menutupnya dengan asal.

Ku mencoba mengintai dari celah pintu yang terbuka sedikit dan suasana sangat gelap sekali. Sesaat ku melihat bayangan melintas ke arah dapur, dan rasa penasaranku semakin kuat untuk melihat apa yang terjadi, dan aku menyelinap dibalik gelapnya ruangan yang terhubung ke dapur.

Aku berlindung dibalik dinding pembatas antara ruangan tamu dan juga dapur. Aku tersentak kaget saat melihat Wita mengambil beberapa bungkus ro-kok yang malam tadi dibeli oleh ayah mertuaku untuk dijual dikantin.

Deeeeg....

Aku mencoba menenangkan hatiku, dan bergegas masuk kembali ke dalam kamar.

*****

Hari masih pagi. Ku ihat ayah mertuaku mengeluarkan mobil dan ternyata ia yang berbelanja subuh ini, dan aku bernafas lega, setidaknya aku tak lagi membuang tenagaku.

Ku ambil bahan bumbu dan mulai meracik berbagai bumbu yang dibutuhkan dan aku sudah menghafalnya karena sudah sangat lama aku membantu mereka didapur ini.

Ibu mertuaku sudah bangun dan ikut bergabung denganku meracik bahan.

Sesaat terdengar suara langkah bang Johan masuk ke rumah. Ia terlihat sangat bugar dan tidak tidur semalaman, dan baru balik ke rumah.

Jika saja kami tinggal dirumah sendiri, mungkin sudah ku omeli tuh suami yang kerjanya selalu kelayapan tidak jelas.

Ku lirik suamiku yang memasuki kamar mandi. Aku melihat prilakunya yang sangat aneh, fikiran buruk mulai menggelayutiku.

Tiba-tiba ibu mertuaku menghentikan pekerjaannya, lalu beranjak bangkit dan menarik kantong kresek berisi ro-kok yang menjadi perhatiannya.

Ia membukanya dan menghitungnya. Terlihat berulang kali ia menghitungnya dan memastikan jumlahnya.

"Lho, kenapa ini berkurang? Siapa yang ngambil rokoknya?" ibu mertuaku memandangku, ada tatapan curiga padaku.

"Aku tidak merokok, bu, dan aku juga tidak memperhatikan ada benda itu disana," jawabku dengan kesal, sebab pandangan ibu mertuaku sangat tak mengenakan.

Aku tau siapa pencurinya, tetapi aku tipe orang yang sangat malas untuk ribut, dan berharap suatu saat Allah memperlihatkannya sendiri.

"Johan, kamu yang ngambil rokok ini!" tuduh ibu mertuaku pada suamiku.

Meskipun suamiku sangat menyebalkan dan prilakunya terkadang membuatku kesal, namun ia bukan pencuri, itu yang ku tahu.

"Bang Johan baru pulang, Bu, bukankah ibu juga lihat tadi," belaku.

"Jadi siapa lagi kalau bukan Johan!" wanita itu semakin kesal.

Kreeeeek...

Pintu kamar tengahku terbuka. Ku lihat Ifan adik iparku yang bungsu kelur dari kamar dengan wajah mengantuk. Ia menguap beberapa kali, dan tampak Wita mengekorinya dari arah belakang.

Semalas-malasnya bang Johan, lebih parah lagi malasnya adik iparku. Ia bisa dikatakan super malas dan aku heran mengapa Wita dapat mengumpulkan uang yang banyak, sedangkan Ifan bekerja pun tidak.

Saat bersamaan, bang Johan keluar dari kamar mandi. Ku lihat wajahnya sangat segar dan tak ada rasa kantuk sedikitpun, sedangkan ia bergadang semalaman, . aku tahu apa yang dilakukannya. "Awas kamu ya, Bang," gumamku dalam hati.

"Johan, kamu mencuri rokok dagangan ibu, ya?" sergah ibu mertuaku pada suamiku.

"Aku baru balik, bu. Aku tidak tahu!" sahutnya.

"Jangan banyak alasan kamu!"

"Terserah, seharusnya ibu tau siapa pencuri sebenarnya," jawab Bang Johan sembari melirik Ifan yang menuju ke kamar mandi.

Ku letakkan bumbu yang akan diblender begitu saja. Ku ikuti langkah bang Johan ke dalam kamar. Ku abaikan segala tuduhan dan omelan ibu mertua, saat inin aku sudah sangat kesal. Lalu ku tutup pintu dengan cepat.

Ku tarik pundak bang Johan agar menghadapku, ia tersentak kaget.

"Kamu pasti habis nyabu kan-bang!" tuduhku padanya.

Ku lihat wajah pria yang telah menikahiku itu tergugup.

"T-tidak, Sayang, kamu jangan asal nuduh," jawabnya dengan cepat.

Aku menatapnya dengan sorot mata yang tajam. "Apa kau lupa menemukanku dimana? Maka kau tidak dapat membohongiku!" aku mulai menekan nada bicaraku.

Seketika ia bersujud dikakiku dan itu adalah jurus yang selalu dilakukannya untuk meluluhkan hatiku disaat aku mulai marah.

"Maafin abang, aku tidak akan mengulanginya lagi," rengeknya sembari mencium ujung kakiku.

"Akan ku maafkan, tapi kita pindah kontrakan, aku sudah tidak tahan tinggal seatap dirumah ini!" ucapku mencari kelemahannya.

Seketika ia menengadahkan wajahny. "Beri aku waktu," pintanya dengan wajah memelas, dan itu berhasil membuatku luluh.

"Anna....," teriak ibu mertuaku dari arah dapur.

"Ya," sahutku cepat.

Ku tatap suamiku yang masih bersimpuh memegangi kakiku. "Jika abang tak mau pindah, aku memilih kita berpisah!" ancamku padanya.

"Tidak, jangan tinggalkan abang, aku janji akan mencari kontrakan!" janjinya padaku.

Aku menghela nafasku dengan berat, lalu memintanya untuk melepaskan kakiku. "Lepaskan, ibumu sudah meneriakiku," ucapku dengan hati yang sangat nelangsa.

Bang Johan melepaskan dekapannya dan membiarkanku pergi. Setiap kali ia berbuat salah, maka ia akan berlutut mengemis meminta maafku, namun kesalahan itu akan diulanginya kembali.

Satu hal yang harus kalian tahu, jika didaerah mertuaku, menikahi seorang gadis adalah hal yang sangat mahal. Karena uang lamaran yang cukup tinggi sehingga membuat banyak para anak bujangannya menjadi jomblo akut.

Dan bang Johan menikahiku dengan uang lamaran seadanya, karena aku berasal dari dari daerah luar. Sehingga jika tiap kali bertengkar dan aku meminta untuk bercerai, maka itu menjadi hal yang menakutkan baginya, sebab ia tidak akan menemukan wanita sepertiku yang masih bertahan dengan sikap dan prilakunya.

Aku keluar dari kamar dan menghampiri ibu mertuaku. Ku lihat Wita sedang membantu mencuci daging ayam yang ternyata baru dibawa dari pasar oleh ayah mertuaku.

Tampak ibu mertuaku begitu baik padanya saat menyuruhnya untuk melakukan sesuatu.

Saat bersamaan, Fina yang merupakan pembayan ku juga yang mana ia adalah istri dari iparku yang kedua baru saja pulang dari kantin. Menurut yang ku dengar, Fina meruapakan menantu tersayang dan hal ini juga yang menjadi kebencian didalam diri Wita.

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

bersainglah mereka utk mendapatkan perhatian sang mertua gak kebayang 4 keluarga ada dalam satu rumah wajar kalau tdk ada yg namanya ketenangan

2024-09-08

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

seharusnya jdi mertua itu bersikaplah yg adil.. jangan ada kesayangan atau kebencian

2024-05-05

0

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʀͩᴏᷞsͧᴍᷠiͣa✰͜͡v᭄HIAT

pasti istri adiknya tuh yg nyuri ya

2024-05-05

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Tuduhan
3 episode-3
4 episode-4
5 episode-5
6 episode-6
7 episode-7
8 episode-8
9 episode-9
10 Hasut
11 sebelas
12 duabelas
13 Tigabelas
14 episode-14
15 episode-15
16 episode-16
17 episode-17
18 episode-18
19 episode-19
20 episode-20
21 Masih Flashback Anna
22 flashback-lagi
23 episode-23
24 episode-24
25 episode-25
26 Masih di Falshback Anna
27 flashback lagi
28 Stay Flashback
29 stay flashback si Anna
30 Masih diflash back dulu
31 Semula
32 Hampa
33 bekerja
34 bekerja-2
35 Bekerja-3
36 kabar
37 Bang Juned
38 Bebanku
39 beban hidup
40 Teror
41 menjemput
42 Kembali
43 Tiba
44 episode-44
45 episode-45
46 episode-46
47 episode-47
48 episode-48
49 episode-49
50 episode-50
51 episode-51
52 episode-52
53 Licik
54 Zubaidah
55 episode-55
56 Playing Victim
57 episode-57
58 episode-58
59 episode-59
60 episode-60
61 episode-61
62 episode-62
63 episode-63
64 episode-64
65 episode-65
66 episode-65
67 episode-67
68 episode-68
69 episode-69
70 episode-70
71 episode-71
72 episode-72
73 episode:73
74 episode-74
75 episode-75
76 episode-76
77 episode-77
78 episode-78
79 Episode-79
80 episode-80
81 episode-81
82 episode-82
83 episode-83
84 episode-84
85 episode-85
86 episode-86
87 episode-87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Awal
2
Tuduhan
3
episode-3
4
episode-4
5
episode-5
6
episode-6
7
episode-7
8
episode-8
9
episode-9
10
Hasut
11
sebelas
12
duabelas
13
Tigabelas
14
episode-14
15
episode-15
16
episode-16
17
episode-17
18
episode-18
19
episode-19
20
episode-20
21
Masih Flashback Anna
22
flashback-lagi
23
episode-23
24
episode-24
25
episode-25
26
Masih di Falshback Anna
27
flashback lagi
28
Stay Flashback
29
stay flashback si Anna
30
Masih diflash back dulu
31
Semula
32
Hampa
33
bekerja
34
bekerja-2
35
Bekerja-3
36
kabar
37
Bang Juned
38
Bebanku
39
beban hidup
40
Teror
41
menjemput
42
Kembali
43
Tiba
44
episode-44
45
episode-45
46
episode-46
47
episode-47
48
episode-48
49
episode-49
50
episode-50
51
episode-51
52
episode-52
53
Licik
54
Zubaidah
55
episode-55
56
Playing Victim
57
episode-57
58
episode-58
59
episode-59
60
episode-60
61
episode-61
62
episode-62
63
episode-63
64
episode-64
65
episode-65
66
episode-65
67
episode-67
68
episode-68
69
episode-69
70
episode-70
71
episode-71
72
episode-72
73
episode:73
74
episode-74
75
episode-75
76
episode-76
77
episode-77
78
episode-78
79
Episode-79
80
episode-80
81
episode-81
82
episode-82
83
episode-83
84
episode-84
85
episode-85
86
episode-86
87
episode-87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!