Bab. 20 Pengintai Yang Misterius

Jika aku punya uang, nanti aku membeli anak panah dengan ujung terbuat dari besi bercabang.

"Yen tang, aku ingin makan dulu, sebelum aku istirahat. Aku sungguh capek hari ini."

"Baik nona"

Kemudian Yen tang mempersiapkan makanan untuk nonanya. Ya, tak jauh dari makan sayur saja.

Saat ini mereka belum memiliki  gandum atau pun beras, apa lagi tepung, sama sekali tidak ada. Hanya ada sayur dan sayur.

"Nona, hanya ada ini" ucap Yen tang lesu.

"Tidak apa - apa Yen tang, bukan kah karena makan sayur ini saja berat badan saya berkurang banyak?"

"Iya, benar nona, tapi kita butuh yang lain biar jangan menjadi lemas."

"Tenang saja, besok kita berburu dan mencari umbi - umbian, pasti banyak di dalam. Ubi liar atau talas, besok kita lihat."

"Wahh, saya sangat bersemangat nona." Jawab Yen tang dengan kegirangan.

Dia sudah memikirkan bagaimana enaknya besok ketika memakan daging. Dia merasa sudah bertahun- tahun tidak memakan daging sehingga badannya benar- benar lemas tanpa karbohidrat dan protein.

Dengan semangat dia membersihkan semua peralatan makanan mereka. Dia sudah membayangkan bagaimana dia akan mengolah daging besok.

Dia pergi ke luar dan mengambil air untuk mengisi gentong di dalam dapur. Karena dia harus mempersiapkan segala, begitu juga dengan air, karena mereka membutuhkannya untuk minum dan memasak.

Setelah selesai dia mengisi, dia kembali membersihkan sekitar rumah agar terlihat rapi. Karena sekarang ini adalah tempat tinggal mereka untuk beberapa tahun kedepan.

Lan Mei beranjak dari duduknya. Menuju kamarnya, tapi sebelum dia ke kamar, dia memperhatikan ke luar lewat pintu bagian belakang.

Dia berdiri di tempat gelap agar orang dari luar tidak dapat melihat dari jarak jauh.

Tapi dia bisa melihat keluar dengan jelas.

Di kejauhan di pinggiran hutan dia melihat bayangan di antara pepohonan.

'Siapa orang ini? Aku tak mengerti apa niatnya.

Apakah dia suruhan dari mentri kiri? Atau dari pihak kerajaan?'

Lan mei belum mengerti apa sebenarnya tujuan orang itu mengawasinya dari jauh. Jika itu berniat jahat, mungkin sudah lama dia bisa di bunuh olehnya. Tapi ini cuma mengawasi dari jauh, siapa kira - kira yang mengutusnya?

Lan Mei berjalan kembali ke kamarnya dengan menutup pintu belakang terlebih dahulu.

Ketika dia di dalam kamar, dia masuk ke ruang dimensi.

"Hallo nona" sapa xiao puci

"Hai" ucap Lan mei acuh

"Anda kenapa nona? Seperti memikirkan sesuatu?"

"Ya, beberapa hari ini saya melihat seseorang mengawasiku dari jauh."

"Ya, saya juga merasakan, tapi sepertinya dia tidak berbahaya nona. Dan saya merasa dia familiar, orang yang pernah menyentuh anda nona." Xiao Pu mengutarakan penilaiannya.

"Heh? Orang yang pernah menyentuhku? Apakah dari rumah mentri kiri? Apakah ayah mengutus seseorang memataiku?" Tanyanya dengan penasaran dan kebingungan.

"Saya kurang mengerti nona, soalnya saya belum pernah mencium aroma dari istana ayah anda nona." Ada keterbatasa juga untuk Xiao Pu.

"Seandainya saya sudah ada ketika anda di paviliun anda yang lama, saya bisa merekam aroma di sekitarnya." Sambungnya kembali.

"Oh, begitu ya, berarti orang ini baru - baru ini ada bersamaku, apakah salah satu dari bandit? Kalau iya, berarti dia suruhan dari ibu tiriku." Itu pendapat dari Lan Mei.

"Bisa jadi nona"

"Besok aku harus menangkapnya" Tekatnya.

"Anda harua mempelajari kitab bela diri yang ada di dalam nona, kemaren anda hanya mempelajari alkimia saja." Xiao Pu mengingatkan kembali akan rencana dan tugas kedepannya agar Lan Mei cepat berkembang.

"Iya, iya saya sudah pernah mempelajari ilmu bela diri dari ayah saya di kehidupan modern xiao pu." Mungkin dia sedikit malas sehingga memberinya alasan.

"Tapi bukan dengan tubuh ini nona, tubuh yang anda masuki ini sangat lemah karena tidak pernah latihan." Kucing itu mengingatkannya.

"Baiklah, saya akan melatih di dalam sini biar lebih cepat." Dia tidak ingin saat latihan, orang yang mengintainya akan melihat pelatihannya.

Waktu di luar dan di dalam ruang dimensi berbeda. Sehari di luar, sepulu hari di dalam dimensi.

Xiao Puci

Terpopuler

Comments

kriwil

kriwil

kayaknya hutan kematian bakal di jadikan kerajaan lan mei

2024-12-02

0

Eka Haslinda

Eka Haslinda

imutnyaaa si Xiao Pu

2025-01-15

0

Ds Phone

Ds Phone

comel nya dia

2024-10-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!