Bab. 3 Kehidupan kembali

Di tengah hutan belantara seorang wanita merintih kesakitan. Hembusan angin dingin menerpa tubuh besarnya. Tapi dia belum menyadarinya.

"Eehhh, sakit sekali, aku di mana ?" Rintihnya

Dia mulai melihat kiri kanan, untuk memastikan keberadaannya sekarang ada di mana, tapi tubuhnya tidak bisa di gerakkan. Seolah - olah sedang tertancap di tanah.

"Apakah aku masih hidup?" Dia masih dalam kebingunan.

"Perasaanku, aku jatuh di dorong ke jurang dengan mobilku" Dia mengingat- ingat kenangan terakhir sebelum dia sadarkan diri.

"Apakah aku selamat? Apa aku merangka keluar dari mobilku?"

Banyak pertanyaa berkecamuk di dalam kepala wanita itu. Dia hendak menggerakkan tangannya, tapi tidak bisa bergerak. Dia coba tangan satunya, bisa!

"Oh, sepertinya tangan kiriku patah" dia bergumam sambil menaikkan tangannya ke atas agar dia bisa melihat tangan kanannya sendiri. Dia sedikit heran dengan keadaan tangannya tersebut, sedikit berat.

Dia dalam ke adaan telentang tak bisa bergerak, sepertinya kakinya juga patah karena tidak bisa dia gerakkan.

"Bagaimana aku bisa merangkak ke sini?" Gumam nya, karena dia merasa ke dua kakinya tidak bisa di gerakkan. Dia menenangkan dirinya dan menarik nafas dalam- dalam. Kepalanya sangat sakit sehingga dia hanya bisa menatap hampa keatas.

"Tapi bagaimana aku bisa tidak ada luka bakar, bukankah mobilku meledak ? Atau aku terpental saat mobil bertubrukan dengan batu di lereng ?" Dia kembali memperhatikan sebelah tangannya tersebut.

Dia menarik nafas dalam -dalam sambil memperhatikan sekitar lebih seksama, dia hanya bisa memutar kepalanya ke kiri dan kanan, kadang ke atas untuk melihat situasi.

GRrrrr.. dia mendengar suara erangan binatang, Dia menoleh ke samping. Ada keterkejutan di wajahnya, tentu saja dia takut dimakan hewan liar itu.

"Sial! Srigala! Ahh, dia mencium bau darahku mungkin. Luka di tubuhku mengerikan, sudah banyak darahku yang keluar memancing binatang liar."

Dia berusaha memutar tubuhnya dengan tangan kanannya yang masih bisa bergerak.

"'Ahhh" dia menjerit kesakitan saat tubuhnya sudah terbalik menelungkup. Dengan bunyi Gedebuk yang keras.

Dia berusaha memindahkan tubuhnya agar menjauh dari srigala tersebut dengan mencoba merayap sebisanya. Dia berkeringat dingin saat menarik tubuhnya yang berat itu. Sambil merintih dia berusaha untuk merayap menjauh dari hewan liar itu.

"Shuuu, shuuu" tiba -tiba ada suara yang mengusir para serigala. Dia mendengar langkah kaki yang sedikit terburu- buru mendekatinya. Dia menoleh ke arah datangnya suara itu, tapi dia tidak bisa melihat wajah mereka, hanya langkah kaki yang terlihat.

"Nona, nona, nona sudah sadar ? Maaf saya terlambat. Saya mencari bantuan ke desa sebelah, dan saya menemukan tuan ini. Dia mau membantu saya untuk mengangkat nona ke gubuk kita di pinggir hutan ini."

"Kamu siapa? Kenapa memanggilku nona?"

Ucap Lan Mei yang masih telungkup dan hanya bisa memiringkan kepalanya melihat dua orang yang baru datang itu.

"Hhhaaa" dia hanya bisa meringis menahan rasa sakitnya setiap kali dia bergerak. Wanita yang baru datang itu melihatnya dengan rasa kasihan. Dia mencoba menenangkannya. Dia kuatir Nonanya ini mengalami geger otak karena terbentur dan melupakannya.

"Nanti, nanti saya jelaskan nona, ayo tuan tolong bantu saya membawa nona saya ke rumah yang di sana"

"Baik"

Pria paruh baya itu tidak terlalu kurus, dia mengangguk dan mendekat kearah tubuh Lan Mei, dia pria yang memiliki tenaga internal, jadi dengan muda mengangkat Tubuh gadis itu.

'Gadis muda ini gemuk, tapi tidak terlalu berat' batin pak tua itu.

'Mungkin dia belum makan makanya sedikit ringan' Dia menyangka bahwa mereka ini orang yang tersesat dan kelaparan di tengah hutan tersebut.

Pelayan dari wanita yang sekarat tadi memang sengaja mencari pria yang biasa mengangkat beban berat. Dia mendapatkan seorang tukang pikul dan membayarnya beberapa sen.

Dia tidak sanggup mengangkat nona nya yang gemuk, dan kalau di seret nanti nona nya akan ke sakitan, jadi dia berinisitif mencari bantuan ke desa terdekat.

Dan dia sangat beruntung bisa bertemu lelaki paruh baya ini, walaupun dia sudah berumur 40an tapi tenaganya kuat, dan dengan senang hati membantu dia dengan bayaran beberapa Sen koin tembaga.

Setelah sampai di gubuk reot, tempat yang mereka tinggalin sekarang. Pria itu sedikit terkejut, dia beranggapan bahwa tempat ini tidak layak huni, karena sama saja, binatang buas bisa masuk dengan menerobos pintu yang bobrok itu.

Pria paruh bayah itu meletakkan wanita yang hampir sekarat itu di atas ranjang usang tanpa kasur di atasnya, hanya papan dan di alasi beberapa rumput yang mengering.

"Terima kasih tuan sudah membawa nona saya ke gubuk ini"

Ucap pelayan wanita itu. Dan memberikan koin yang dia janjikan tadi, pria itu hanya mengganguk sebagai tanda dia menerima koin itu.

"Iya, sama - sama, sebaiknya secepatnya kamu obati dia, lihat lukanya terlalu mengerikan. Dia sudah sangat pucat"

Pria itu menarik nafas dan menggelengkan kepalanya, ada rasa iba di matanya. Rasa kasihan seperti orang tua yang mengkuatirkan anak- anaknya. Dia ingin menemani mereka, tapi sepertinya tidak lazim untuk saat ini, apa lagi dia masih ada urusan di desa. Sebaiknya lain kali saja jika dia masih hidup, batinnya.

"Setelah saya pergi, kamu harus tutup pintu dan jendela rapat - rapat. Karena sebentar lagi malam, dan binatang buas akan berkeliaran. biasanya mereka juga keluar dari hutan kematian itu, dan kalian paling dekat dengan hutan itu." Jelas si bapak ke pada pelayan wanita itu.

"Baik tuan, baik tuan" Pelayan wanita itu membungkuk beberapa kali untuk berterima kasih atas nasehat yang dia beri, jika dia tidak mendengar hal itu, bisa jadi akan benar- benar ada binatang buas yang mendekat. Apa lagi tetesan darah nonanya sepanjang jalan menuju kesini pasti masih basah di luar sana.

Terpopuler

Comments

Kak Ruy

Kak Ruy

kasihan ayahnya sendiri

2024-12-05

0

Marwiyah Ningsih S

Marwiyah Ningsih S

semoga gak ber ilmu² (kultivitas?

2024-11-01

3

Ds Phone

Ds Phone

ada apa ya

2024-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!