Bab. 12 Menemukan Ruang Portable

"Jangan nona biar budak ini yang melakukannya sendiri." Yen Tang tidak enak hati.

"Yen tang, aku terlalu bosan untuk duduk saja, bawa ke sini, biar aku yang potongi, nanti kamu tinggal masak." Dia ingin mencari kesibukan yang bisa menghilangkan kebosanannya.

"Tapi terlebih dahulu kamu rebuskan dahulu obat untuk aku minum. Agar aku tidak terlalu lapar, karena obat itu bisa menahan nafsu makanku." Dia masih memikirkan perutnya.

"Baik nona" dia menyerahkan jamur dan sayuran lainnya ke pada Lan mei, dan berlari kedapur untuk merebus herbal untuk Lan Mei.

Biarkan dia memiliki kesibukan lain selain hanya duduk dan berbaring. Setidaknya dia masih waras dan tidak gila karena sering melamun sendirian.

Kakinya tidak boleh menekuk selama pengobatan. Jadi dia hanya merenggangkannya saja, kemudian bahan - bahan sayuran itu ada di antara pahanya.

Tapi tepatnya di atas lemak pahanya karena di antara sela kakinya itu, sudah tidak ada ruangan lagi, walaupun dia mengangkang.

Dia mulai membelah - belah jamur dan membuang kulit ari-nya. Dia belum bisa menguasai pisau dari batu ini, kedua sisinya sepertinya tajam dan tidak ada gagang untuk memegang.

Dengan berhati hati dia memegang pisau tersebut di tangan kirinya dan mulai membelah jamur dan memotong -motong sayuran lain.

Ya, Lan Mei bisa menggunakan ke dua tangannya dalam bekerja, kelincahan tangan kirinya tidak kalah dengan tangan kanannya.

Dia lebih sering mengunakan tangan kirinya ketimbang tangan kanannya.

Karena itu para bandit tersebut mematahkan tangan kirinya, bukan tangan kanannya. Karena itu perintah dari ibu tirinya kepada para bandit itu. Tapi sayangnya mereka tidak tahu bahwa mereka gagal.

Kedua tangan Lan Mei di kelilingi lemak. Lemak ini terkadang baik juga untuk perlindungan saat- saat seperti ini.

Tapi tiba - tiba perhatiannya terpecah karena dia melihat sekelebat bayangan di luar rumahnya. Dia memperhatikan luar halaman melalui pintu yang terbuka, tapi tangannya masih memotong sayuran yang dia pegang dan tanpa sengaja jempol tangan kanannya teriris.

"Aduh!" ucapnya meringis. Darah langsung mengalir dari luka itu.

Dia mengangkat tangannya agar darah tidak jatuh ke dalam sayuran. Biar bagaimanapun, dia tidak ingin memakan darahnya sendiri.

Sehingga darah itu mengalir ke tangannya dan melewati gambar yang ada di pergelangan tangannya.

Dia melihat kiri kanan hendak mencari kain apa yang bisa dia pakai untuk menutup lukanya.

'Ah, aku lap ke bajuku aja' pikirnya. Ketika dia hendak mau mengelap darah yang mengalir di tangannya, tiba - tiba dia terkejut.

"Kemana perginya?" Dia heran darah yang mengalir dari lukanya telang hilang seolah- olah ada yang menghisap.

Kemudian matanya teralihkan ke gambar teratai yang ada di pergelangan tangannya.

Sekarang warnanya mengalami perubahan menjadi merah yang cerah dan terlihat menjadi hidup.

Sedangkan ketika awal tadi dia melihat berwarna merah mudah pucat, sekarang sudah merah terang dan seperti tatto yang bergaya 3 dimensi.

"Wahh, apa ini hidup, kenapa seperti nyata dia hidup di tanganku?"

Tanpa perasaan apa - apa Len mei menekan gambar yang ada di tangannya dan tiba - tiba,

Plop..! Dia terduduk di tempat lain. Tempat yang sangat baru baginya, walaupun terang tapi tidak merasa panas dan gerah

"Wahh, tempat apa ini? Kenapa bisa ku pindah?" Dia melihat kiri dan kanan.

Dia berapa di sebuah taman dengan sebuah rumah kecil di tengah - tengah. Dan di dekatnya ada sebuah mata air yang jernih.

Tiba- tiba dia merasa haus, dan air yang meluap keluar dari pusatnya menggodanya untuk segera meminumnya, tapi dia tidak bisa merangkak ke sana. Karena badannya yang besar dan mengkuatirkan kakinya akan semakin parah, jika bergerak.

"Aku pengen minum, tapi jauh di sana." Ucapnya.

Tapi tiba- tiba air tersebut langsung  berada di tangannya dengan wadah cangkir bambu.

"Wow, amazing" ucapnya gembira. Sepertinya air ini mengerti dengan keinginan dari Lan Mei.

Kemudian dia meminumnya, rasa lelah dan haus hilang dari tubuhnya. Dan dia merasa kekuatan lain masuk ke dalam tubuhnya.

"Apakah ini air suci ilahi?" Ucapnya sambil melihat air jernih yang mengalir di sebelah rumah kecil itu.

Tapi tiba - tiba dia merasakan kehangatan dari tulang kakinya dan tangannya. Kekuatan yang belum pernah dia rasakan, sepertinya baru saja masuk kedalam sendi- sendinya. Membuatnya bersemangat.

Apakah tulangku sembuh akibat air ini? Dia memeriksa tulang kaki dan tangannya yang cidera. Dia tidak merasakan adanya lagi retakan atau rasa sakit seperti sebelumnya.

Truss, bagaimana aku keluar dari tempat ini. Nah.. Dia menjadi bingung sendiri. Soalnya tadi masuk sendiri, ketika hendak keluar dia bingung.

Tidak ada kertas pemberitahuan bagaimana cara kerjanya tatto itu, pikirnya merasa lucu.

Apa sebenarnya nama tempat ini? Dia masih memperhatikan sekeliling. Ada ketentraman di hatinya, tapi masih belum percaya. Mungkin ini mimpi, pikirnya.

Dia masih bingung, bagaimana untuk sadar dari mimpi dan kembali ke pondok itu.

"Nona, nona, obatnya sudah selesai di masak, apakah di minum sekarang juga?"

Tanya Yen tang dari arah dapur, dengan suara sedikit keras.

Walaupun Lan mei ada di taman itu tapi dia bisa mendengar suara Yen tang. Berarti, sepertinya aku mimpi, igaunya lagi.

Dan dia mencoba untuk keluar, tanpa di duga dia hanya mengucapkan

"Keluar!" Dia sudah keluar dari taman itu dan sudah kembali terduduk di atas ranjang usangnya.

Dia membelalakan matanya dengan apa yang baru saja terjadi, tidak... Ini bukan mimpi, aku merasa pantatku sakit saat pindah kesini, jadi di mana tempat tadi..?

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

ada keajiapan

2024-10-18

1

Oi Min

Oi Min

ruang portable ini sama ma ruang dimensi g tor??

2024-09-22

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

eow...kereeennnn...ada ruang dimensi..

2024-09-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!