Mungkin di karenakan Lan Mei sudah tidak memiliki ibu lagi, sehingga tidak ada lagi yang memperhatikan dia.
Ibunya meninggal saat dia masih bayi, kematian yang tidak normal. Sebenarnya, suatu keberuntungan bagi ibunya Lan Mei untuk bisa melahirkan dia. Di karenakan kandungan ibunya mengalami kerusakan ketika mengandung mendiang kaka laki- lakinya.
Sebelum ibu nya hamil bayi kecil Lan Mei, dia sempat memiliki bayi laki- laki di dalam perutnya, hanya saja dia meninggal saat dilahirkan secara prematur.
Tabib mengatakan bahwa sang bayi keracunan air ketuban, sehingga keluar sebelum waktunya. Bayi terlihat sudah lama mati di dalam kandungan ibunya, yang mengakibatkan rahim ibunya rusak pada saat itu.
Tetapi tidak berapa lama Bibi selirnya malah melahirkan anak lelaki, sehingga menjadi tuan muda pertama di dalam kediaman Lan.
Di karenakan anak dari istri sah lahir prematur, dia tidak akan tertulis di dalam silsilah keluarga Lan.
Mungkin karena intimidasi, atau sakit hati yang di rasakan olah ibunya Lan Mei, dia selalu berdoa di dalam kuil. Dan memohon kepada Dewa, agar dia di berikan kesempatan sekali lagi untuk bisa mengandung.
Dan tidak berselang lama, ibunya Lan mei ( Tan Ang Yu) hamil kembali. Tabib mengatakan anaknya perempuan.
Hanya saja, ketika dia hamil anak perempuan, dia tidak mendapat masalah atau suatu penyakit sampai dia melahirkan. Tetapi racun yang dulu pernah ada di dalam tubuh ibunya masih ada mengendap di dalam. Jadi dari hamil anak pertama dan ke dua, racun itu tidak di beri penawar sama sekali.
Jadi, sebenarnya Lan Mei juga membawa racun bawaan dari dalam kandungan ibunya.
Tetapi anehnya, di saat Tan Ang Yu hamil untuk ke dua kalinya, selir pertama juga ikutan hamil. Seolah- olah dia tidak ingin, orang lain lebih unggul darinya.
Jadi, jarak antara Lan Mei dengan Lan Wei Wei cuma beberapa bulan saja. Karena mereka bersamaan hamil.
Ketika umur Lan Mei lima bulan, ibu nya meninggal dunia. Karena racun dalam tubuhnya tidak bisa di sembuhkan.
Dan karena hasutan dari selirnya, Lan Donggi memindahkan Lan Mei yang masih bayi ke paviliun belakang. Di tengah- tengah hutan Bambu.
Dan paviliun ibunya Lan Mei, berganti tangan menjadi milik selir utama Yun AngLi. Ayahnya sangat mencintai selirnya ini. Di karenakan, sebelum ia bertemu dengan Tan Ang Yu, dia sudah menjalin kasih dengan selirnya.
Dia mau menikahi Tan Ang Yu karena dia adalah putri angkat ibu suri, jadi dia mengambil kesempatan itu untuk bisa naik tingkat dari rakyat biasa menjadi seorang bangsawan.
Saat ini, Mentri Kiri memiliki satu istri sah dan dua selir. Walau istri Sah sudah meninggal, dia tidak bisa sembarangan mengangkat seseorang menjadi pengganti istri sahnya, karena dia sudah memiliki anak dari istri sah tersebut.
Jika dia mengganti status selirnya, menjadi istri sah. Otomatis Lan Mei juga berubah dari menjadi anak sah, menjadi anak yang di buang. Karena ibunya tidak bisa di turunkan menjadi selir, karena dia telah meninggal.
Selir ke duanya, dia nikahi saat dia pergi menjadi utusan ke kerajaan lain. Saat itu terjadi accident yang tidak di inginkan, mengakibatkan dia harus menikahi seorang pelayanan dari kerajaan lain.
Ini sebenarnya membuat malu keluarganya, tapi karena takut menyinggung kerajaan yang dia kunjungi, sehingga dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan membawa selirnya itu ketika dia kembali ke istana mentri.
Saat selir ke dua hamil entah bagaimana selir utama juga kembali hamil. Dia benar- benar wanita yang tidak boleh di saingi.
Dari selir ke dua lahirlah tuan muda ke dua Lan cheng yang sekarang berumur sepuluh tahun.
Dan selir utama beberapa bulan kemudian melahirkan putri yang di sebut sebagai nona ke tiga Lan Sui.
Selir ke dua selalu menjauhi selir utama, dia tidak mau berhubungan terlalu dekat dengan selir utama.
Karena sedikit banyak dia bisa mendengar bagaimana kehidupan dalam istana menteri kiri. Ketakutan akan kekejaman dari selir utama sudah dia dengar dari beberapa pelayan.
Dan bagaimana istri sah Mentri kiri meninggal, banyak rumor yang beredar, bahwa kematian dari ibunya Lan Mei ada campur tangan selir pertama. Sehingga sebisa mungkin dia tidak mau berkontak langsung dengan selir utama.
Dan dia tidak pernah protes jika menteri kiri tidak pernah datang ke paviliunnya, karena dia tahu bagaimana perangai selir tercintanya itu.
Dia hanya fokus membesarkan anaknya Lan chen agar Nyonya selir tidak menarget kan putranya.
Tapi baru- baru ini dia ke colongan, bagaimana mereka masih bisa meracuni putranya.
Padahal dia selalu memasak sendiri untuk putranya. Dan para pelayan yang membawakan dari dapur ke paviliun putranya.
Apakah di paviliunnya ada mata - mata? Dia juga kurang tahu.
Sebenarnya dia sangat sedih saat mendengar kesalahan keracunan putranya di tuduhkan ke pada putri tertua.
Dia tahu bukan putri tertua pelakunya, tapi dia tidak ada bukti dan dia juga tidak memiliki seseorang yang dapat membantunya di belakang punggungnya.
Dia hanya seorang pelayan dari kerajaan lain.
Dahulu selir ke dua pernah mencoba membantu Lan Mei dengan memberi beberapa makanan ringan dan obat jerawat.
Tetapi selir utama mengetahui, jadi selir utama langsung mendatanginya dan menghajarnya sampai babak belur.
Walaupun Menteri Kiri mendengar, dia tidak terlalu peduli, karena memang dia tidak menyukai selir keduanya ini.
Dari situ selir ke dua menyembunyikan dirinya dari pantauan selir utama. Dia tidak mau lagi ikut urusan di dalam istana mentri kiri.
Dan dia tidak lagi mendatangi putri tertua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Marwiyah Ningsih S
sampai mulut berbusa pun yang punya cerita ini bakalan gak merespon 😂
2024-11-01
1
naomi
aduh...ayatnya terlalu bertele2
2025-03-19
0
Ricka Monika
ini kalimat yg diulang ulang,pd hal td sudah dijelaskan kok dibuat lg membosankan bacanya
2024-10-23
1