Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul

Selama seminggu Lan Mei melakukan terapi penguapan, seperti sauna traditional. Ibarat pepatah 'tidak ada rotan, akar pun jadi.'

Setiap dia bangun di pagi hari, akan keluar dari pori - porinya keringan bercampur minyak ke hitaman. Aroma yang sangat bau, seperti aroma pembusukan makanan di tong sampah.

Saat siang hari ketika Yen tang pergi mencari makanan, dia akan memecahkan jerawat besar di wajahnya, yang mengeluarkan bau busuk yang menyengat dan cairan nanah yang banyak.

"Uuhh, mengerikan" ucapnya saat melihat tumpukan nanah dan darah di kain yang dia pakai untuk melap wajahnya. Rasa mual naik ke tenggorokannya, membuatnya sedikit pusing.

Setelah dia selesai memecahkan dan mengeluarkan semuanya kotoran di wajahnya, dia kemudian membalur wajahnya dengan tumbukan dedaunan dan beberapa kembang yang dia haluskan. Ramuan herbal untuk menyembuhkan dan meremajakan kulit.

Meregenerasi kulit yang sudah mati akibat pembusukan, sangat bagus dengan herbal yang di ramu oleh Lan Mei.

"Ck, coba aku mempunyai alat - alat untuk meramu bahan - bahan ini menjadi cream, pasti sangat bagus di buat menjadi kosmetik dan di jual." Ucapnya pelan.

Dia memiliki ambisi untuk menghasilkan uang, karena di dalam dunia baru ini, dia tidak mengenal siapapun.

Jadi dari pada mati atau hidup sengsara, bukankah sebaiknya mencari uang untuk menjadi kaya.

Walaupun dia merasa badannya sedikit lebih ringan, tapi dia tidak mau gegabah untuk turun dan berjalan, tulangnya belum sembuh sempurna dan jika kedua kakinya tak bisa menopang badannya akan semakin berbahaya untuk tulangnya.

"Duh, kasihan benar Yen tang yang kerja sendiri mengambil kayu dari hutan itu." Dia mendongak kepalanya untuk melihat ke arah belakang rumah tersebut. Seperti kepala angsa yang kesana dan kesini, sementara badannya masih di tempat.

"Walaupun aku melarangnya untuk masuk ke dalam, akan tetapi di sekitar tepi hutan mungkin masih ada hewan buas, aku kuatir jika tiba - tiba binatang akan menyergapnya."

Lan Mei berbicara sendiri sambil membersih kan tangannya yang penuh dengan sisa ramuan.

Dia mengelap satu persatu jarinya agar bersih.

Tapi tiba - tiba dia memperhatikan pergelangan tangan bagian dalam sebelah kanannya. Terdapat lukisan familiar, seperti dia pernah melihat sebelumnya.

'Gambar apa ini, kok bisa nempel di tanganku?' Dia menyentuh gambar itu.

'Heh? Sepertinya aku pernah melihatnya'  dia merasa familiar dengan gambar itu.

Kemudian dia menggosok - gosok gambar itu, mungkin cuma nempel dia pikir.

Ketika dia membersihkannya, tapi gambar itu masih menempel seolah- olah sudah menyatu dengan kulitnya.

Ketika dia merabanya seperti gambar timbul yang melekat di pergelangan tangannya. Ibarat dalam pakaian serupa dengan bordiran, bisa di rasa tapi menempel seperti kutil.

"Tunggu! aku ingat gambar ini, ini mirip seperti gambar yang ada di dalam gelang giok yang di berikan pendeta tao ketika di rumah sakit." Dia mengingat- ingat benda itu, tanpa dia sadari mulutnya ikut menganga ketika mengingat doa dari pendeta Tao tersebut, 'jika tidak di dunia ini, maka di dunia lain.'

"Apakah pendeta itu bisa meramalkan perjalananku ke dunia ini? Atau...

"Apakah gara - gara gelang ini aku bisa reinkarnasi ke dunia ini?"

Dia memperhatikan gambar teratai yang ada di pergelangan bagian dalam tangannya.

Seperti lukisan timbul, tapi tanpa sengaja dia memencet bagian tengah gambar itu.

"Heh?" Jarinya masuk ke dalam.

"Kok?" Dia bingung, apa maksudnya ini. Dia lebih mendekatkan lukisan itu kematanya, tapi dia tak melihat apa - apa.

Yang membuatnya semakin bingung, jelas- jelas jarinya tadi masuk kedalam dagingnya, tapi tidak ada luka atau bolong di pergelangan tangannya jika di lihat dengan mata telanjang.

Dia menjauhkan tangannya, karena berfikir keras sampai kepala miring ke samping .

"Nona!" Tiba - tiba  Yen tang mengejutkannya, dia datang sambil berlari dan langsung memanggil nonanya. Dia melonjak masih di tempat yang sama, gelambir tubuhnya bergetar.

"Yen tang ada apa? Kau membuatku terkejut."

Ucapnya yang sudah menetralkan wajahnya dari keterkejutannya. Walau masih ada kekesalan di wajahnya.

"Nona, nona, lihat ini. Aku menemukan jamur, apakah ini bisa dimakan?"

"Hati - hati jamur beracun Yen tang"

"Apakah ini beracun?" Dia membawa jamur itu ke depan Lan Mei.

"Hmm, ini, ini bisa di makan." ucapnya memperhatikan tumbuhan jamur tersebut. Dia memang mengenalinya sebagai makanan.

"Wah, bagus sekali. Di sana masih banyak nona, apakah aku perlu ambil lagi?" Dia semakin bersemangat karena akan memakan makanan enak hari ini.

"Tidak usah, cukup segini aja dulu untuk kita berdua. Saya juga tak perlu terlalu banyak makan, nanti berat badan saya tidak turun - turun." Lan Mei menarik nafas dengan perasaan tidak enak. Pengen makan tapi pengen kurus juga.

"Tapi nona, selama seminggu ini, tubuh anda sudah semakin kurus. Hanya saja ini, di bawah lengan anda ini sedikit ada gelambir." Yen Tang menyentuh gelambir di lengan Lan Mei.

"Ini,  nanti saya bisa kencangkan kalau saya sudah bisa berjalan. Melakukannya harus olah raga Yen tang, tenang saja. Kita hanya perlu waktu, jangan terlalu terburu - buru."

"Baiklah nona, saya akan terus memberi uap setiap malam kepada anda, biar lemak di tubuh anda nona bisa keluar semua." Ucapnya dengan gembira.

"Apa yang hendak kamu masak hari ini yen tang? Bawa ke sini biar aku potong- potong" Dia menawarkan diri, karena merasa bosa akhir - akhir ini, karena hanya bisa duduk saja.

"Jangan nona, biar saya saja yang melakukannya sendiri." Yen Tang tidak enak hati, masa nonanya ikut bekerja membantunya.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia dah biasa buat

2024-10-18

1

Qillah julyan

Qillah julyan

thor..knp kok kata2nya campur aduk..ntar AKU ntar SAYA...aneh bacanya

2024-08-04

4

fitri

fitri

👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌💪💪💪💪💪💪😘😘😘😘

2024-07-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!