Lan mei langsung melompat, dia tidak sadar bahwa suara itu dari bawa kakinya.
Dia memperhatikan ke bawah, comel nye... Batinya dengan seringai di bibirnya.
"Kamu, kamu yang berbicara barusan?" Tanyanya dengan ragu - ragu.
"Jadi, kamu pikir siapa lagi? Cuma kita berdua yang ada di sini. Ck, sungguh sial aku mendapatkan majikan yang bodoh dan jelek dalam kehidupan ini."
"Heii, jaga bicaramu kucing kecil!" Lan Mei langsung berwajah datar atas ucapan dari binatang kecil itu.
"Aku bukan kucing nona, aku harimau suci mahluk surgawi yang legendaris." Dia juga keberatan atas apa yang di ucapkan olah Lan Mei.
"Di mataku kau lebih mirip kucing. Bukankah harimau memiliki badan yang besar.
Heeii, tunggu, kenapa hewan bisa bicara?" Ucapnya lagi dan semakin terkejut, dan menunjuk ke arah Kucing kecil itu.
"Tidak, tidak, aku bermimpi, keluar!" Keterkejutan berubah menjadi ketakutan, dia merasa hidup seperti dalam kutukan. Apakah kucing itu di kutuk? Dari manusia di kutuk mejadi kucing, pikir Lan Mei.
Lan Mei kembali ke luar dari ruangan dimensi tersebut, tepatnya di ranjang bututnya.
Dia masih belum bisa mencerna apa - apa. pikirannya tiba- tiba kosong, dia tidak bisa menyimpulkan apapun. Ini sangat tiba- tiba baginya. Dia mengira hanya di dalam dongeng saja hewan bisa bicata, tapi sekarang malah di depan matanya.
'Kenapa hewan bisa bicara? Apakah zaman ini memang dalam masa hewan bisa bicara?'
Ucapnya dalam hati.
Dia dari zaman modern yang tak pernah melihat hewan berbicara. Tentu saja itu membuat dia panik.
Dan ingatan gadis pemilik tubuh ini juga tidak mengetahui tetang hewan yang berbicara.
'Apakah karena dia selalu hidup di taman belakang, menjadikannya tidak mengetahui informasi apapun. Sunggu sia - sia dan tak berguna hidupnya.'
"Yen tang!"
"Ya nona"
"Aku ingin bertanya, apakah di zaman ini ada hewan yang berbicara?" Dia ingin memastikan apakah lumrah di zaman ini hewan berbicara?
"Tidak semua binatang nona, hanya hewan spiritual yang terkontrak dengan kita. Dan tidak semua hewan bisa di kontrak, karena ada hewan biasa dan ada hewan spiritual." Yen tang menjelaskan.
"Hanya hewan spiritual yang bisa berbicara dengan manusia nona.." Sambungnya lagi.
"Kok, aku tidak tahu?" Lan Mei malah bertanya, karena memang dalam ingatan wanita ini, dia tidak pernah mendengar ataupun mengetahui bahwa ada hewan berbicara.
"Itu karena kekuatan internal dan meridian anda rusak nona, dan tak bisa di bangun dari kecil." Wajah Yen Tang sedikit lesu dengan kekurangan nonanya ini.
"Siapa yang mengatakan itu?" Matanya membola.
"Tabib yang memeriksa anda nona, tabib utusan bibi selir" Jawab Pelayannya.
"Wanita itu lagi" ucapnya pelan dengan tangan yang terkepal, ada suara gesekan gigi yang beradu.
'Kalau memang rusak kenapa aku bisa berbicara dengan kucing kecil itu' ucapanya di dalam hati.
"Saya bukan kucing kecil nona!" Ucap suara di dalam kepala Lan mei.
"Astaga! aku bisa mendengar suaranya, apakah aku sudah gila?" Ucapnya spontan.
"Suara apa nona? Saya tidak mendengar suara" ucap Yen tang dengan kepala celingak celinguk melihat kiri kanan, suara apa yang di maksud nonanya.
"Hah? Tidak apa - apa, kamu kembalilah bekerja" ucapnya melambaikan tangannya agar pelayannya itu tidak semakin curiga.
'Aneh nona sekarang, suka mengigau' pikir Yen tang sambil geleng kepala.
Setelah Yen Tang kembali ke dapur, dia memeriksa kembali gambar yang ada di tangannya.
Dia memencet - mencetnya seolah - olah itu mainan.
"Hei kucing kecil, apakah kau mendengarku?" Tanya Lan mei pelan.
Yang di panggil memutar matanya, mau marah tapi takut tuannya tidak mau masuk menemuinya.
Jika Tuannya tidak mengijinkannya keluar, makan dia juga tidak bisa keluar. Pilihan yang serba salah.
"Nona, saya harimau suci maha.." Dengan sedikit jengkel dia hendak berucap tetapi..
"Ya, ya, ya, kamu juga sejenis kucing - kucingan kan" potong Lan mei acuh, dia tidak ingin kucing kecil ini besar hati dan sombong nantinya.
Sang kucing terdiam, seolah membenarkan kata - kata Lan Mei.
"Baiklah.. baiklah" Dia terpaksa mengalah, dari pada nanti tidak di bebaskan.
"Kenapa badanmu kecil seperti kucing?"
"Aku kena kutukan tuan pada kehidupanku yang dulu, orang yang bisa membebaskanku adalah orang yang bisa membuka segel pintu dan menjadi tuanku yang baru."
"Dan karena anda sudah membuka segel pintu keluar dan masuk maka otomatis anda menjadi tuan saya, karena anda membuka segel itu dengan darah anda. Maka secara otomatis pula hubungan kita menjadi terkontrak." Jelasnya.
"Siapa namamu?"
"Harap nona tuan memberi nama baru bagi hamba karena semenjak hamba terbangun, hamba menjadi orang baru nona."
"Kalau begitu saya menamai kamu xiao puci"
"Nona! saya lelaki." Dia sangat keberatan dengan nama yang terdengar feminim itu.
"Apa salahnya, kamu tetap seekor kucing" jawab Lan Mei acuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Ds Phone
tak setuju
2024-10-19
1
Shinta Dewiana
wk...wk...wk....
2024-09-06
0
fitri
😁😁😁😁😁😁😁😘😘😘😘😘
2024-07-23
0