Bab. 14 Xiao Puci

Lan mei langsung melompat, dia tidak sadar bahwa suara itu dari bawa kakinya.

Dia memperhatikan ke bawah, comel nye... Batinya dengan seringai di bibirnya.

"Kamu, kamu yang berbicara barusan?" Tanyanya dengan ragu - ragu.

"Jadi, kamu pikir siapa lagi? Cuma kita berdua yang ada di sini. Ck, sungguh sial aku mendapatkan majikan yang bodoh dan jelek dalam kehidupan ini."

"Heii, jaga bicaramu kucing kecil!" Lan Mei langsung berwajah datar atas ucapan dari binatang kecil itu.

"Aku bukan kucing nona, aku harimau suci mahluk surgawi yang legendaris." Dia juga keberatan atas apa yang di ucapkan olah Lan Mei.

"Di mataku kau lebih mirip kucing. Bukankah harimau memiliki badan yang besar.

Heeii, tunggu, kenapa hewan bisa bicara?" Ucapnya lagi dan semakin terkejut, dan menunjuk ke arah Kucing kecil itu.

"Tidak, tidak, aku bermimpi, keluar!" Keterkejutan berubah menjadi ketakutan, dia merasa hidup seperti dalam kutukan. Apakah kucing itu di kutuk? Dari manusia di kutuk mejadi kucing, pikir Lan Mei.

Lan Mei kembali ke luar dari ruangan dimensi tersebut, tepatnya di ranjang bututnya.

Dia masih belum bisa mencerna apa - apa. pikirannya tiba- tiba kosong, dia tidak bisa menyimpulkan apapun. Ini sangat tiba- tiba baginya. Dia mengira hanya di dalam dongeng saja hewan bisa bicata, tapi sekarang malah di depan matanya.

'Kenapa hewan bisa bicara? Apakah zaman ini memang dalam masa hewan bisa bicara?'

Ucapnya dalam hati.

Dia dari zaman modern yang tak pernah melihat hewan berbicara. Tentu saja itu membuat dia panik.

Dan ingatan gadis pemilik tubuh ini juga tidak mengetahui tetang hewan yang berbicara.

'Apakah karena dia selalu hidup di taman belakang, menjadikannya tidak mengetahui informasi apapun. Sunggu sia - sia dan tak berguna hidupnya.'

"Yen tang!"

"Ya nona"

"Aku ingin bertanya, apakah di zaman ini ada hewan yang berbicara?" Dia ingin memastikan apakah lumrah di zaman ini hewan berbicara?

"Tidak semua binatang nona, hanya hewan spiritual yang terkontrak dengan kita. Dan tidak semua hewan bisa di kontrak, karena ada hewan biasa dan ada hewan spiritual." Yen tang menjelaskan.

"Hanya hewan spiritual yang bisa berbicara dengan manusia nona.." Sambungnya lagi.

"Kok, aku tidak tahu?" Lan Mei malah bertanya, karena memang dalam ingatan wanita ini, dia tidak pernah mendengar ataupun mengetahui bahwa ada hewan berbicara.

"Itu karena kekuatan internal dan meridian anda rusak nona, dan tak bisa di bangun dari kecil." Wajah Yen Tang sedikit lesu dengan kekurangan nonanya ini.

"Siapa yang mengatakan itu?" Matanya membola.

"Tabib yang memeriksa anda nona, tabib utusan bibi selir" Jawab Pelayannya.

"Wanita itu lagi" ucapnya pelan dengan tangan yang terkepal, ada suara gesekan gigi yang beradu.

'Kalau memang rusak kenapa aku bisa berbicara dengan kucing kecil itu' ucapanya di dalam hati.

"Saya bukan kucing kecil nona!" Ucap suara di dalam kepala Lan mei.

"Astaga! aku bisa mendengar suaranya, apakah aku sudah gila?" Ucapnya spontan.

"Suara apa nona? Saya tidak mendengar suara" ucap Yen tang dengan kepala celingak celinguk melihat kiri kanan, suara apa yang di maksud nonanya.

"Hah? Tidak apa - apa, kamu kembalilah bekerja" ucapnya melambaikan tangannya agar pelayannya itu tidak semakin curiga.

'Aneh nona sekarang, suka mengigau' pikir Yen tang sambil geleng kepala.

Setelah Yen Tang kembali ke dapur, dia memeriksa kembali gambar yang ada di tangannya.

Dia memencet - mencetnya seolah - olah itu mainan.

"Hei kucing kecil, apakah kau mendengarku?" Tanya Lan mei pelan.

Yang di panggil memutar matanya, mau marah tapi takut tuannya tidak mau masuk menemuinya.

Jika Tuannya tidak mengijinkannya keluar, makan dia juga tidak bisa keluar. Pilihan yang serba salah.

"Nona, saya harimau suci maha.." Dengan sedikit jengkel dia hendak berucap tetapi..

"Ya, ya, ya, kamu juga sejenis kucing - kucingan kan" potong Lan mei acuh, dia tidak ingin kucing kecil ini besar hati dan sombong nantinya.

Sang kucing  terdiam, seolah membenarkan kata - kata Lan Mei.

"Baiklah.. baiklah" Dia terpaksa mengalah, dari pada nanti tidak di bebaskan.

"Kenapa badanmu kecil seperti kucing?"

"Aku kena kutukan tuan pada kehidupanku yang dulu, orang yang bisa membebaskanku adalah orang yang bisa membuka segel  pintu dan menjadi tuanku yang baru."

"Dan karena anda sudah membuka segel pintu keluar dan masuk maka otomatis anda menjadi tuan saya, karena anda membuka segel itu dengan darah anda. Maka secara otomatis pula hubungan kita menjadi terkontrak." Jelasnya.

"Siapa namamu?"

"Harap nona tuan memberi nama baru bagi hamba karena semenjak hamba terbangun, hamba menjadi orang baru nona."

"Kalau begitu saya menamai kamu xiao puci"

"Nona! saya lelaki." Dia sangat keberatan dengan nama yang terdengar feminim itu.

"Apa salahnya, kamu tetap seekor kucing" jawab Lan Mei acuh.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

tak setuju

2024-10-19

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

wk...wk...wk....

2024-09-06

0

fitri

fitri

😁😁😁😁😁😁😁😘😘😘😘😘

2024-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!