Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional

Lan Mei terdiam mendengar perkataan pelayannya. Dia hanya memandang ke luar pintu. Rasa penasaran menyelimuti dirinya.

Tapi dia hanya bisa melihat padang rumput yang setengah kering. Dua area yang bertentangan satu sama lain. Hutan kematian sangat hijau dan dingin sedangkan sisi luarnya hanya di tumbuhi rumput ilalang yang setengah kering akibat kekurangan air.

Ya, rumah ini menghadap hamparan rumput yang menguning karena sinar matahari. Dan kurangnya asupan air.

Sedangkan di belakang gubuk ini adalah hutan Kematian yang mereka masuki kemaren. Keadaanya lembab karena dedaunan yang lebat menghalangi masuknya sinar matahari kedasar hutan tersebut.

Bandit yang memukul mereka kemaren tidak membawanya sampai kedalam hutan tersebut. Walaupun tidak terlalu dalam, tapi cukup menyeramkan, karena para bandit itu juga tidak berani membawa dia terlalu dalam, para bandit itu juga sangat ketakutan akan hawa hutan kematian. Karena mereka juga takut binatang buas akan menerkam mereka kalau masuk terlalu dalam.

Setelah mereka meninggalkan tubuh Lan Mei mereka langsung lari terbirit - birit. Seakan Roh setan yang di dalam hutan ingin memakan mereka.

Hanya dengan tekat lah Yen Tang pergi meninggalkan nonanya dan mencari bantuan. Dia sudah tidak punya pilihan lain, jika dia tidak meminta bantuan, bisa- bisa mereka dua benar- benar mati di dalam hutan itu.

Memang terkadang hawa dingin menerpa gubuk mereka yang asalnya dari belakang rumah itu. Udara dingin yang membawa Aura misteri, jika orang awam yang merasakannya mungkin mereka berfikir itu hanya udara biasa.

Tapi bagi orang yang menguasai bela diri dan yang telah berkultivasi, itu berupa suatu sapaan yang menginginkan mereka masuk kedalam.

Tapi Lan Mei tidak merasa takut sama sekali. Malah dia kadang mengharapkan angin itu datang agar panasnya rumah ini bisa menghilang sedikit dikala angin dari belakang masuk.

Di dasar hatinya, dia merasa tertarik dengan Hutan tersebut.

'Roh apa yang mereka bicarakan, mungkin itu hanya trik' pikir Lan mei.

Dia dari dunia modern, bagaimana dia bisa mempercayai hal - hal begitu.

'Mana ada Roh yang bisa memakan roh manusia yang masih hidup. Kecuali roh manusia itu memang ingin keluar dari tubuhnya karena kematian.' Gumamnya dalam hati

'Nanti saja, ketika aku sudah sembuh dan bisa berjalan akan aku selidiki.' Tambahnya lagi.

"Apakah kamu mendapatkan rumput yang saya maksud?" Dia kembali mengingat tugas yang dia pinta untuk di lakukan Yen Tang masuk kedalam hutan tersebut.

"Ini nona, apakah ini benar?" Dia memberikannya kehadapan Lan Mei.

Lan mei memperhatikan tanaman yang di bawa pelayannya itu. Dia mengangguk yang menandakan bahwa itu tidak salah.

"Iya, benar itu, bawa kemari" Dia mengulurkan tangannya untuk menerima tanaman herbal itu.

Setelah Yen tang memberikan tanaman itu kemudian dia memilah lagi. Membagi agar sesuai takaran yang di perlukan dalam menyeduh sekali pakai.

"Ini, tolong kamu rebus ya, kalau sudah selesai bawa kemari biar saya minum. Dan yang ini bagian untuk di mandikan, ikuti sesuai takarannya."

"Ck, kita tidak ada gentong besar buat merendam sepertinya. Jadi, karena kita tidak ada gentong yang besar buat saya mandi, kita bikin jadi uap saja." Dia terdiam beberapa saat, sepertinya memikirkan suatu ide, dia menyambung kata- katanya kembali, "tolong.. kalau ada beberapa selimut kamu satukan saja. Agar nanti bisa membungkus saya sampai menutupi lantai."

"Mau di buat seperti apa nona?" Pelayannya sedikit terheran.

"Saya mau membuat sauna"

"Sauna, apa itu sauna nona?"

"Hmm, saya membutuhkan uap dari rempah itu agar masuk ke pori - pori dan bisa mengeluarkan racun dalam tubuh, karena saya tak bisa mandi dengan rempah itu, maka saya memakai uapnya saja."

"Bagaimana cara membuat sauna nona?"

"Ini ranjang ini, kamu singkirkan dulu rerumputan ini, kemudian kamu kasih rongga - rongga di alasnya ini. Maksudnya kayu kayu ini jangan buat terlalu rapat, agar uap air panas bisa masuk ke tubuh saya.

Nanti malam kamu rebus rempah itu dan taruh di bawah ranjang saya, jadi saya tidur di atasnya dengan menutup seluruh bandan saya dengan selimut sampai ke lantai. Agar  uap air panas dari rempah itu hanya mengitari tubuh saya." Lan Mei menjelaskan cara kerja sauna tersebut.

"Ohh, baik, baik nona, jadi nanti nona akan berkeringat dan dari keringat itu akan ke luar racun dari dalam tubuh anda, begitu kan nona?" Dia mulai mengerti apa yang di maksud oleh nonanya.

"Benar sekali, kamu pintar juga." pujinya.

"He, he, biasa saja nona." Wajahnya memerah ketika Lan Mei memujinya.

"Kalau begitu pergi rebus untuk yang saya minum dahulu."

"Baik nona"

Dengan sigap dia masuk ke dapur yang ala kadarnya, Yen tang mulai merebus rempah untuk di minum nonanya.

'Duh, aromanya sangat pahit' batinnya.

'Tapi mudah - mudahan nona saya akan sembuh dengan ramuan - ramuan ini'

Ucapnya lagi dalam hatinya.

Dia sungguh merasa kasihan melihat nonanya selalu di ejek orang - orang, pelayan saja suka menindasnya karena tuan besar tidak memperdulikannya.

Tapi sepertinya nona sudah berubah. Dia berubah menjadi lebih dewasa dan pintar, semoga mendapatkan jodoh yang baik, dia berdoa dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia akan berubah semua orang akan terkejut

2024-10-18

1

bluefly09

bluefly09

hai aku mampir... jangan lupa mampir juga yah/Smile/

2024-04-27

3

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

berubah karena sudah bukan nonamu lagi.

2024-04-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!