Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali

Pagi hari Lan mei sudah bangun, dia berpura - pura lagi belajar berjalan agar Yen tang tidak curiga bahwa sebenarnya dia sudah bisa berjalan.

Dia berjalan pelan - pelan di halaman dengan tongkat. Yen tang memperhatikan nya dengan sesekali membersihkan rerumputan di halaman.

"Yen tang, sepertinya kita bisa bertani di belakang dan di samping rumah ini ya." Lan Mei memperhatikan lahan kosong yang hanya di tumbuhi oleh rerumputan, alangkah baiknya jika di isi dengan sayuran dan bahan pokok.

"Bisa nona, hanya saja kita akan ke susahan air" Yen tang melihat di sekitar tidak ada sungai.

"Coba perhatikan ke sebelah kanan ini,, bukan kah itu sepertinya rawa" Lan Mei menujuk ke arah yang sedikit melengkung dari tanah lainnya.

"Masa sih nona, saya belum pernah ke arah itu, saya hanya pergi kebelakang. Dan kalau air, itu ada sumur sebelah kiri rumah, tinggal kita timba. Walau airnya tidak terlalu banyak tapi cukup untuk kita berdua nona."

"Tapi kita harus menanam sesuatu di sini Yen tang, agar kita bisa bertahan hidup, kita harus bertani dan kalau banyak kita bisa menjualnya ke pasar." Dia mengeluarkan pendapatnya, hanya saja belum pasti bagaimana bisa terealisasi.

"Wahh, bagus sekali nona, kita bisa beli tepung dan yang lainnya. Tidak hanya makan sup sayur saja tiap hari." Ada kebahagiaan di wajah sederhana Yen Tang. Yang dia pikirkan bagaimana makanan nonanya terpenuhi.

"Kalau kaki saya lancar, nanti saya ajar kamu berburu hewan liar di hutan." Dia memberi semangat kepada Yen Tang untuk bertahan hidup bersama- sama.

"Duh nona saya takut, lagi pula anda tidak tahu bela diri nona" Dia mengkuatirkan keadaan Lan Mei yang saat ini masih dalam pemulihan.

"Jangan kuatir Yen tang, dalam mimpi saya, ada yang mengajari saya bela diri. Jadi kamu tenang saja." Dia memberi alasan, agar suatu saat Yen Tang melihatnya berkelahi. Jadi, dia tidak perlu memberi alasan lagi.

Yen tang : "..."

Bagaimana bisa belajar dalam mimpi?

Perkataan nonanya semakin membuat dia bingung. Dia menggelengkan kepalanya dan kembali sibuk mencabut rumput -rumput di halaman tersebut.

Lan mei memperhatikannya dan tersenyum. Biar aja dia bingung, saya juga tidak tahu mau jawab apa. Kalau di katakan terus terang takutnya dia pingsan mendengar.

"Yen tang, ayok kita kehutan mencari sayuran" Lan Mei sepertinya sudah mulai bosan.

"Heh? Biar saya saja nona, kaki anda belum sembuh total." Yen Tang langsung berdiri untuk menyodorkan dirinya sendiri.

"Tidak apa - apa, biar sekalian saya belajar berjalan." walaupun bukan itu tujuannya, tapi dia memang sedikit penasaran dengan hutan tersebut.

"Tidak bisa nona, soalnya di sana jalannya tidak rata, dan banyak kayu menghadang  di tengah jalan. Dan itu akan menyusahkan nona dalam berjalan nantinya."

"Saya bisa pelan - pelan Yen tang." Dia memberi pengertian kepada Yen Tang agar tidak begitu kuatir.

"Ayok ah, saya tidak apa - apa" lanjutnya lagi.

"Benarkah? Kalau begitu mari kita pergi."

Dan setelah Yen tang menutup pintu, mereka berdua ke bagaian belakang rumah tersebut yang menuju hutan kematian.

Dengan pelan - pelan Lan mei mengikuti pelayannya itu dari belakang dan dengan tongkat kayu di tangannya sebagi pegangan membantu dia berjalan.

Ketika masih pinggir hutan mereka menemukan beberpa jamur kecil. Sebagian Lan mei memasukan ke dalam ruangan.

Kemudian mereka mendapat sayuran liar yang biasa di petik oleh Yen tang.

"Kamu tunggu di sini dulu ya, saya ke sana sebentar, sepertinya saya melihat kelinci." ucap Lan mei.

"Nona, saya ikut, takunya nanti nona kenapa - kenapa."

"Tidak usah. Kamu di sini saja, Saya tak akan lama."

"Baik nona, tapi kalau nona dalam bahaya teriak saja ya. Budak ini pasti akan datang nona."

Lan mei hanya tertawa mendengar perkataan Yen tang. Dia langsung berjalan lebih dalam lagi .

Dia berencana untuk menemukan obat untuk membuka meridian dan pusat kekuatannya.

Bahan - bahan obat itu berada di dalam hutan kematian.

Di toko farmasi juga ada, walau mahal. Tapi itu jauh dari tempat mereka. Lagi pula mereka tidak memiliki uang yang cukup untuk membelinya.

Karena kalau bahan - bahan obat yang di peroleh dari hutan kematian biasanya akan dua kali lebih mahal dari herbal yang di dapat dari tempat lain.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia biasa dengan perubatan

2024-10-19

1

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

hilangkan bahasa formal nya

2024-07-21

2

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

mereka kan hanya tinggal berdua...hikangkan saja kata budak thor...panggil nama atau apa?

2024-04-25

4

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!