Bab. 4 Ternyata di asingkan

Setelah pak Tua itu pergi pelayan kecil itu langsung menutup pintu dan jendela rapat- rapat dan menutup lobang- lobang yang ada di dinding gubuk itu dengan meja bobrok yang ada di situ.

Setelah itu dia menyalakan lilin yang dia bawa dari desa sebelah, ya dia membelinya, dengan beberapa kebutuhan utama mereka dengan uang gajinya yang dia simpan selama ini.

Kemudian dia membawa air di dalam wadah usang yang sudah ada di dalam gubuk ini. Mereka belum bisa menyalakan api untuk memasak, karena pelayan kecil itu belum mengetahui lebih jelas di mana tata letak untuk memasak, peralatan yang di pakai.

Karena ini gubuk yang sudah lama terbengkalai, pasti belum ada peralatan untuk memasak dan lain sebagainya. Jadi dia hanya menggunakan air yang dia ambil dari sumur di sebelah rumah ini. Dia berencana besok pagi untuk melihat- lihat situasi.

Dia mulai melap tubuh nona nya, dan dia melihat beberapa luka yang menurut dia mengerikan, tidak terasa dia meneteskan air mata.

Kakinya merasa ada ngilu saat melihat luka- luka di tubuh nonanya, hatinya merasa teriris, rasa kasihan yang dia rasakan membuat dia semakin berhati- hati untuk menyentuh kulit Nonanya itu.

"Nona, pasti sangat sakit ya"

"Hmmm" wanita itu hanya bergumam. Dari tadi dia diam karena dia sedang berfikir apa yang telah terjadi. Dia sama sekali tidak merasakan apa yang di lakukan oleh pelayannya itu, karena saat ini pikirannya sedang melayang, mengingat kejadian yang dia lalui.

Ternyata dia bukan lagi di dunianya yang dulu, awal dia curiga ketika orang yang memanggil dia nona adalah seorang wanita yang memakai pakaian kuno. Dan lelaki yang membawanya juga berpakaian kuno.

Ketia pria tua itu membalikkan badannya tadi dan kemudian mengangkatnya dia baru faham bahwa tubuhnya bengkak, bukan, lebih tepatnya gemuk.

'Masa aku habis kecelakaan langsung gemuk.' Pikirnya.

Dan saat itulah tiba- tiba kepalanya sakit dan ingatan - ingatan yang bukan miliknya muncul.

Mungkin ketika dia merasakan kesakitan di kepalanya itu, si pria tua yang mengangkatnya memperhatikan wajahnya yang meringis. Ketika ingatan yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya muncul, ada keterkejutan di wajahnya. Tapi dia berusaha untuk memperjelas ingatannya dengan menutup matanya agar lebih fokus.

Dan pria itu menyimpulkan bahwa wanita ini akan mati kalau tidak segera di obati. Karena lukanya sangat menegrikan, bekas pukulan balok di kakinya terlihat jelas di kulit putihnya itu.

Makanya dia menyuruh pelayan kecil itu untuk cepat- cepat mengurus wanita itu. Agar bisa terselamatkan, walaupun dia gemuk, tapi ada sesuatu yang istimewa di dalam tubuhnya ini.

Karena Roh - roh di hutan kematian akan mengincar tubuh yang hampir mati, mereka suka mencabik - cabik roh segar yang akan berpisah dari tubuhnya.

Tapi pria tua itu tidak tahu bahwa Roh yang ada di dalam tubuh wanita itu bukan lagi roh aslinya melainkan roh Lan Mei dari dunia lain.

"Yen tang, ceritakan kenapa saya sampai di tempat ini"

Yah, dia sudah mengingat sebagian ingatan wanita itu. Tapi ada sebagian yang tidak lengkap dalam ingatan tersebut.

Mereka memiliki Nama dan marga yang sama, tapi beda nasib. Dia menarik nafas dan berusaha untuk menerima takdirnya ini.

'Bajingan!' Ucapnya dalam hati karena mengingat sebagian kejadian yang di alami wanita gemuk pemilik asli tubuh ini.

"Eh, i... iya nona. Setelah.. eh, apakah aku menceritakan semuanya atau setelah anda di pukul nona?"

"Semuanya, aku takut ada yang aku lupakan"

Katanya dingin. Ada keinginan membunuh di matanya. Dan dia juga ingin memastikan apakah ingatan yang baru saja muncul benar adanya.

"Ini semua ulah bibi (ibu tiri atau selir) dan nona ke dua. Mereka memang berencana hendak menyingkirkan anda sebagai nona tertua dari istri sah dari Tuan mentri kiri." Pelayannya itu mulai menceritakan mengapa ada perselisihan Nonanya dengan selir ayahnya.

"Nona ke dua menyukai putra mahkota dan menginginkan tempat untuk menjadi putri mahkota. Jadi, hanya anak sah yang bisa menempati posisi itu, sehingga mereka berencana menyingkirkan anda nona, agar nyonya selir bisa di angkat jadi istri sah oleh Tuan mentri kiri." Dia menatap sendu kearah Nonanya yang mendapatkan nasib tragis seperti ini. Mendapatkan ibu tiri yang tidak menyukainya sama sekali.

"Jadi mereka merencanakan agar anda di tuduh meracuni tuan muda ke dua. Padahal sebenarnya mereka yang meracuni tuan muda ke dua." Wajah Yen Tang terlihat sangat kesal atas peristiwa itu.

"Jadi Tuan mentri  menghukum anda nona, di asingkan di pinggiran hutan kematian ini." Dia meremas kain yang ada di tangannya, mengingat apa yang terjadi di saat persidangan di istana kementrian Lan.

"Tapi sebelum kita sampai ke sini, segerombolan bandit suruhan bibi selir datang dan memukuli serta mematahkan kaki dan tangan nona. Dan mereka membuang kita ke dalam hutan ke matian, untung binatang buas dan Roh gentayangan tidak mencabik - cabik anda, Nona." Jelas  Yen tang panjang lebar. Dan terkadang dia melampiaskan kemarahannya dengan meremas sapu tangan yang dia pegang, yang dia gunakan untuk melap tubuh Nonanya.

Lan Mei hanya terdiam.

'Kamu salah yen tang, nonamu sudah mati di renggut oleh roh di dalam hutan kematian, yang ada di dalam ini adalah rohku.

Dan semua itu gara - para bajingan itu, tapi jangan kuatir Lan mei pemilik tubuh, aku akan membantu membalas perbuatan mereka.' Gumamnya di dalam hati, matanya menatap tajam langit - langit pondok itu. Keinginan membunuh terlihat di sana, membuat udara di sekitar kediaman itu menjadi dingin. Pelayan itu merapatkan pakaiannya, agar udara dingin tidak menusuk kulitnya.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

ada yang denki

2024-10-18

2

Oi Min

Oi Min

tunggu lah pembalasanku

2024-09-22

1

Ayay Nya Yuda

Ayay Nya Yuda

seruuuu

2024-07-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!