Setelah pak Tua itu pergi pelayan kecil itu langsung menutup pintu dan jendela rapat- rapat dan menutup lobang- lobang yang ada di dinding gubuk itu dengan meja bobrok yang ada di situ.
Setelah itu dia menyalakan lilin yang dia bawa dari desa sebelah, ya dia membelinya, dengan beberapa kebutuhan utama mereka dengan uang gajinya yang dia simpan selama ini.
Kemudian dia membawa air di dalam wadah usang yang sudah ada di dalam gubuk ini. Mereka belum bisa menyalakan api untuk memasak, karena pelayan kecil itu belum mengetahui lebih jelas di mana tata letak untuk memasak, peralatan yang di pakai.
Karena ini gubuk yang sudah lama terbengkalai, pasti belum ada peralatan untuk memasak dan lain sebagainya. Jadi dia hanya menggunakan air yang dia ambil dari sumur di sebelah rumah ini. Dia berencana besok pagi untuk melihat- lihat situasi.
Dia mulai melap tubuh nona nya, dan dia melihat beberapa luka yang menurut dia mengerikan, tidak terasa dia meneteskan air mata.
Kakinya merasa ada ngilu saat melihat luka- luka di tubuh nonanya, hatinya merasa teriris, rasa kasihan yang dia rasakan membuat dia semakin berhati- hati untuk menyentuh kulit Nonanya itu.
"Nona, pasti sangat sakit ya"
"Hmmm" wanita itu hanya bergumam. Dari tadi dia diam karena dia sedang berfikir apa yang telah terjadi. Dia sama sekali tidak merasakan apa yang di lakukan oleh pelayannya itu, karena saat ini pikirannya sedang melayang, mengingat kejadian yang dia lalui.
Ternyata dia bukan lagi di dunianya yang dulu, awal dia curiga ketika orang yang memanggil dia nona adalah seorang wanita yang memakai pakaian kuno. Dan lelaki yang membawanya juga berpakaian kuno.
Ketia pria tua itu membalikkan badannya tadi dan kemudian mengangkatnya dia baru faham bahwa tubuhnya bengkak, bukan, lebih tepatnya gemuk.
'Masa aku habis kecelakaan langsung gemuk.' Pikirnya.
Dan saat itulah tiba- tiba kepalanya sakit dan ingatan - ingatan yang bukan miliknya muncul.
Mungkin ketika dia merasakan kesakitan di kepalanya itu, si pria tua yang mengangkatnya memperhatikan wajahnya yang meringis. Ketika ingatan yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya muncul, ada keterkejutan di wajahnya. Tapi dia berusaha untuk memperjelas ingatannya dengan menutup matanya agar lebih fokus.
Dan pria itu menyimpulkan bahwa wanita ini akan mati kalau tidak segera di obati. Karena lukanya sangat menegrikan, bekas pukulan balok di kakinya terlihat jelas di kulit putihnya itu.
Makanya dia menyuruh pelayan kecil itu untuk cepat- cepat mengurus wanita itu. Agar bisa terselamatkan, walaupun dia gemuk, tapi ada sesuatu yang istimewa di dalam tubuhnya ini.
Karena Roh - roh di hutan kematian akan mengincar tubuh yang hampir mati, mereka suka mencabik - cabik roh segar yang akan berpisah dari tubuhnya.
Tapi pria tua itu tidak tahu bahwa Roh yang ada di dalam tubuh wanita itu bukan lagi roh aslinya melainkan roh Lan Mei dari dunia lain.
"Yen tang, ceritakan kenapa saya sampai di tempat ini"
Yah, dia sudah mengingat sebagian ingatan wanita itu. Tapi ada sebagian yang tidak lengkap dalam ingatan tersebut.
Mereka memiliki Nama dan marga yang sama, tapi beda nasib. Dia menarik nafas dan berusaha untuk menerima takdirnya ini.
'Bajingan!' Ucapnya dalam hati karena mengingat sebagian kejadian yang di alami wanita gemuk pemilik asli tubuh ini.
"Eh, i... iya nona. Setelah.. eh, apakah aku menceritakan semuanya atau setelah anda di pukul nona?"
"Semuanya, aku takut ada yang aku lupakan"
Katanya dingin. Ada keinginan membunuh di matanya. Dan dia juga ingin memastikan apakah ingatan yang baru saja muncul benar adanya.
"Ini semua ulah bibi (ibu tiri atau selir) dan nona ke dua. Mereka memang berencana hendak menyingkirkan anda sebagai nona tertua dari istri sah dari Tuan mentri kiri." Pelayannya itu mulai menceritakan mengapa ada perselisihan Nonanya dengan selir ayahnya.
"Nona ke dua menyukai putra mahkota dan menginginkan tempat untuk menjadi putri mahkota. Jadi, hanya anak sah yang bisa menempati posisi itu, sehingga mereka berencana menyingkirkan anda nona, agar nyonya selir bisa di angkat jadi istri sah oleh Tuan mentri kiri." Dia menatap sendu kearah Nonanya yang mendapatkan nasib tragis seperti ini. Mendapatkan ibu tiri yang tidak menyukainya sama sekali.
"Jadi mereka merencanakan agar anda di tuduh meracuni tuan muda ke dua. Padahal sebenarnya mereka yang meracuni tuan muda ke dua." Wajah Yen Tang terlihat sangat kesal atas peristiwa itu.
"Jadi Tuan mentri menghukum anda nona, di asingkan di pinggiran hutan kematian ini." Dia meremas kain yang ada di tangannya, mengingat apa yang terjadi di saat persidangan di istana kementrian Lan.
"Tapi sebelum kita sampai ke sini, segerombolan bandit suruhan bibi selir datang dan memukuli serta mematahkan kaki dan tangan nona. Dan mereka membuang kita ke dalam hutan ke matian, untung binatang buas dan Roh gentayangan tidak mencabik - cabik anda, Nona." Jelas Yen tang panjang lebar. Dan terkadang dia melampiaskan kemarahannya dengan meremas sapu tangan yang dia pegang, yang dia gunakan untuk melap tubuh Nonanya.
Lan Mei hanya terdiam.
'Kamu salah yen tang, nonamu sudah mati di renggut oleh roh di dalam hutan kematian, yang ada di dalam ini adalah rohku.
Dan semua itu gara - para bajingan itu, tapi jangan kuatir Lan mei pemilik tubuh, aku akan membantu membalas perbuatan mereka.' Gumamnya di dalam hati, matanya menatap tajam langit - langit pondok itu. Keinginan membunuh terlihat di sana, membuat udara di sekitar kediaman itu menjadi dingin. Pelayan itu merapatkan pakaiannya, agar udara dingin tidak menusuk kulitnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Ds Phone
ada yang denki
2024-10-18
2
Oi Min
tunggu lah pembalasanku
2024-09-22
1
Ayay Nya Yuda
seruuuu
2024-07-07
2