Dengan hati - hati Yen tang membersihkan badan Lan Mei. Dia melihat kaki Lan mei yang patah, dia bergidik ngeri. Pasti ini sangat menyakitkan, pikirnya,
"Oh, Dewa bagaimana ini, bagaimana kaki nonaku bisa sembuh? Apakah selamanya dia akan tidur di ranjang?" Lirih Yen tang dengan suara pelan sambil terisak membersihkan seluruh kaki Lan Mei.
Lan Mei masih bisa mendengar gumaman dari pelayannya itu, "Yen tang, jangan bersedih. Aku bisa masih bisa sembuh." Dia menghibur pelayannya itu.
"Nona, nona bagaimana mungkin bisa, sementara tuan besar tidak mengirim tabib ke sini." Dia masih tidak yakin akan hal yang dikatakan oleh Nonanya itu.
"Yen tang, percaya saja padaku" ucapnya.
Bagaimana mungkin aku tidak bisa menyatukan tulang patah. Itu hanya tulang. Apa lagi umur pemilik tubuh ini masih muda, jadi regenerasi tulang masih bisa lebih cepat terjadi. Hanya perlu beberapa operasi, maka akan baik- baik saja.
Di duniaku sebelumnya tulang apa yang tidak bisa aku sambung? Asalkan bisa merancang bagaimana penyembuhannya, maka tidak akan ada yang perlu di kuatirkan.
Hah, tulang tengkorak kepala manusia saja bisa aku satukan. Karena terakhir kalinya dia membelah tengkorak kepala manusia untuk mengambil timor dari dalam otaknya. Dan itu berhasil.
Tapi sepertinya tubuh ini di racun, dia sampai kegemukan begini karena racun. Zaman dahulu bisa di katakan racun, walau sebenarnya itu obat penggemuk badan, tapi di zaman dahulu tidak ada seorang wanita yang ingin gemuk di kekaisaran ini, sehingga kegemukan itu termasuk suatu kejelekan bagi mereka.
Walaupun tubuhnya bisa melawan racun sedikit tapi tidak bisa keluar sehingga menyebabkan jerawat besar di wajahnya, hampir mirip dengan bisul. Ini mirip seperti penumpukan darah kotor akibat zat yang tidak bisa membaur di dalam tubuh seseorang.
Dengan kata lain, tubuhnya menolak untuk menerima racun itu sehingga menumpuk di wajahnya. Dan semakin lama semakin banyak mengakibatkan perubahan warna, menjadi kehitam- hitaman. Sama seperti komedo jika lama tidak di keluarkan maka dia menghitam.
Jerawat batu, tapi lebih mirip bentol besar, karena tidak di keluarkan sehingga menumpuk dan berwarna kehitaman.
Sungguh mengerikan, siapa yang mau melihat orang seperti ini. Lan Mei juga pasti merasa jijik jika melihatnya.
"Yen tang, bagaimana dengan tunanganku" Dia hanya sedikit mengingat tentang Putra Mahkota ini, sepertinya ingatannya belum sepenuhnya muncul di dalam pikiran Lan Mei saat ini.
"Ohh, ya nona saya sampai lupa. Ketika Tuan memberi hukuman pengasingan ke pada Nona, nona langsung jatuh pingsan. Karena Nona ketakutan untuk tinggal sendirian di hutan tanpa manusia ini.
Dan setelah itu datang seorang kasim utusan putra mahkota, mengatakan pemutusan pertunangan. Dan dia mengatakan akan bertunangan dengan nona muda ke dua Lan Wei Wei." Yen Tang menjelaskan semua apa maksud dari Putra Mahkota.
"Ohh, trus bagaimana tanggapan ayahku" Dia juga ingin mengetahui bagaimana sifat dari ayah pemilik tubuh ini.
"Dia setuju, tapi masih ada kendala bagi nona kedua, Sang putra mahkota hanya bisa mengangkat dia menjadi selir nantinya kalau sudah menikah, karena dia bukan anak sah Tuan besar." Dia berkata dan sesekali berfikir dan terkadang menggelengkan kepalanya, mungkin dia sedang menyaring apa saja yang perlu dia katakan.
"Karena itu nyonya selir mengirimi anda bandit agar anda di singkirkan nona" Sambungnya lagi dengan wajah sedih, dia membayangkan peristiwa tadi siang yang membutanya merinding kembali.
"Yah, tapi rencana mereka akan gagal, dan semuanya akan saya gagalkan. Tunggu saja pembalasanku, akan ku hancurkan kalian." Ucapnya dengan amarah tertahan. Ada aura membunuh yang menyebar dari dalam tubuhnya, membuat Yen Tang merasa dingin di sekitar tempat itu.
Selama kehidupan mereka di dalam istana kementrian, mereka hanya dikirim makanan sisa ke paviliun zhùzi dan mengandung banyak sisa lemak dari hewan.
Lan Mei menarik nafas, mengingat makanan yang di makan pemilik tubuh ini, rasa jijik naik ke tenggorokannya, membuat dia mual. Di tambah saat ini perutnya dalam keadaan kosong, aaahh.. Membuat dia semakin mual.
Semua ini di rencanakan sang ibu tiri dan putrinya agar sang ayah tidak menyukainya. Biar bagaimanapun Bibi Selirnya menginginkan agar putrinya yang akan menjadi pendamping Putra Mahkota. Sehingga dia memikirkan dari awal bagaimana untuk menyingkirkan Lan Mei menjadi kandidat Putri Mahkota.
Sementara itu dalam pikiran sang ayah dia gemuk, berarti tidak kekurangan makanan. Dan hidupnya tercukupi di dalam istana ini.
Padahal Ayahnya tidak mengetahui selama ini dia memakan bagian hewan yang seharusnya di buang. Karena sang ayah tidak pernah mengurusi semua tentang dapur, karena itu tugas dari selirnya.
Sang ibu tiri menyuruh para koki mengolah sedemikian rupa agar tidak ada yang mengetahui niat buruknya.
Menaburkan bubuk agar lidah pengecapnya tidak merasakan rasa yang aneh, dan selera makan yang kuat tanpa mempedulikan rasa.
Sehingga setiap kali Yen tang mengambil makanan sang nona pasti menunya berbeda dari yang lain. Untuknya di masak khusus, seperti itu.
Berbeda dari menu nona ke dua dan ke tiga, serta para tuan muda. Karena menu dia dari sisa- sisa yang tidak terpakai dan tidak layak konsumsi.
Karena porsi yang sedikit dan selera makan yang kuat, sehingga Yen tang tidak dapat kebagian makanan dari nona nya. Terkadang Lan Mei merasa kurang.
Tapi dia tidak merasa sakit hati dan dia mengumpulin sisa makanan di dapur untuk di makan, sehingga tubuhnya lebih kurus dari pelayan lainnya.
Hanya Yen tang seorang pelayan di paviliun zhùzi, sedangkan di paviliun lain tiga sampai enam orang pelayan di dalamnya.
Paviliun zhùzi yang paling belakang, dari aula utama harus melewati danau kecil untuk menuju ke sana.
Paviliun zhùzi di kelilingi bambu sehingga di namakan zhùzi yang arti dalam pinyin bambu.
Paviliunnya tidak sebesar paviliun yang lain. Tetapi halamannya luas karena banyak di tanami bambu. Dan keadaan tanahnya yang tidak rata, melainkan berbukit- bukit dan bergelombang. Sepertinya dahulu tempat ini belum sempat di perbaiki dalam membuat istana kementrian kiri.
Dari kecil Lan Mei tidak memiliki keahlian apapun. Begitulah kata ibu selirnya sehingga tidak ada guru yang mengajarinya secara khusus.
Tidak seperti Tuan muda pertama, nona ke dua, nona ke tiga dan tuan muda ke dua. Mereka semua memiliki guru pribadi yang mengajar mereka dari kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Ricka Monika
ini yg kurang stek ceritanya suka mengulangi kata kata yg sudah di buat dan terlalu menjelaskan keadaan sedetail mungkin,pd hal pembaca bisa menghayal sendiri kejadian yg diceritakan walau hanya sesingkat
2024-10-23
1
Ds Phone
dia akan lebih pandai tengok lah
2024-10-18
1
Shinta Dewiana
huh kejam se kali...ayah kandungnya juga....wahh...wahhh..
2024-09-06
0