Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable

Lan Mei masih tak percaya  apa yang baru saja dia alami.

Dia masih duduk mematung di atas ranjang usangnya. Dengan tatapan yang kosong memandang kedepan.

"Nona, nona, ini obatnya." Ucap Yen tang kepadanya saat sudah sampai di depan Lan mei, dan dia sempat melihat ke terkejutan di wajah nonanya.

"Nona, ada apa? Kamu sepertinya terkejut? Kenapa? Apa ada orang di luar?" ucap Yen tang sambil berlari ke depan pintu untuk melihat hal apa yang terjadi di luar.

Tapi dia tidak melihat apa - apa, dan dia kembali ke dalam lagi melihat nonanya. Dia mencari tahu dengan tatapannya, apa yang sedang terjadi sebenarnya, jangan- jangan nonanya kemasukan setan dari hutan belakang, pikirnya.

Tapi raut wajah Lan mei sudah kembali datar, dia melihat obatnya kemudian memandang pelayannya itu, bergantian.

"Kamu kenapa?" Tanya nya polos.

"Nona? Aku melihat tadi wajahmu seperti orang yang..." Dia membulatkan matanya.

"Yen tang, kamu jangan terlalu banyak menghayal. Saya cuma sedikit terkejut tangan saya baru saja terluka." Dia memperlihatkan tangannya.

"Tangan anda luka nona!? Mana, mana, biar saya obati." Dia bergegas mendekat. Kekuatirannya seperti ibu- ibu yang memiliki bayi imut, takut terluka.

"Sudah tidak apa - apa Yen tang, darahnya sudah berhenti." Ucapnya sambil memperlihatkan bekas goresan di bawah jempolnya.

"Waduh, biar saya saja yang memotong sayuran itu nona, anda belum terbiasa menggunakan pisau batu itu." Yen Tang mengambil sayuran yang ada di depan Lan Mei, dan juga pisau batu itu.

Lan mei  hanya diam seperti robot dan meminum obatnya tanpa rasa kepahitan. Dia meminumnya dalam sekali tarikan nafas.

Dan itu malah membuat pelayannya lagi - lagi terkejut, apakah nonanya sedang kerasukan hantu penunggu hutan di belakang. Itu yang terpikir di dalam kepalanya. Karena biasanya nonanya ini takut pahit.

Setelah Yen tang mengambil semua bahan - bahan yang akan di masak dari depan Lan mei, dia berjalan ke dapur dan meninggalkan nonanya yang masih duduk melamun. Dia sedikit ketakutan, jangan sampai nonanya ini berubah menjadi ganas karena kemasukan setan penunggu hutan.

Setelah pelayannya pergi ke dapur Lan mei memperhatikan kembali gambar yang ada di pergelangan tangannya tersebut. Dia mengelus- elus gambar tersebut. Apakah ini suatu keberuntungan atau nantinya kemalangan? Pikirnya lagi.

Bermacam- macam pertanyaan di dalam kepalanya yang sempit itu. Apakah itu yang di namakan ruang portable seperti di buku- buku novel? Pikirnya.

Dia mencoba melambaikan tangannya dan berkata "masuk" dengan nada yang sedikit pelan.

Dan tiba - tiba 'plop' dia kembali ke taman yang tadi dia masuki. Udara segar memasuki rongga hidungnya.

"Ha ha ha aku mempunyai ruang dimensi" ucapnya sambil tertawa. Dia sangat bahagia karena bisa merasakan adanya ruang lain, bisa di pakai sebagai tempat pertumbuhan herbalnya nanti, dan bisa di gunakan sebagai penyimpanan.

Dia merasa tulang kaki dan tangannya sudah tidak merasakan sakit lagi dan dia merasa tulangnya telah sembuh setelah dia meminum air suci ilahi tadi. Jadi dia mencoba untuk berdiri.

Sekarang dia sudah bisa berdiri, dan dia mulai melangkah pelan - pelan dan berhasil.

"Ha ha aku sudah bisa jalan" ucapnya lagi kesenangan. Dan mulai maju mundur, kadang kala dia berputar- putar.

"Hanya saja badanku masih gemuk, aku harus ekstra keras untuk diet." Dia memegang perutnya yang bongsor, seperti orang hamil 7 bulan, dan menggoncang- goncangnya turun naik.

"Tapi tempat ini sangat subur, bisa di tanami tanaman obat." Dia memperhatikan unsur tanah yang ada di bawahnya. Terlihat gembur, sangat bagus bercocok tanam.

"O ya, aku belum melihat apa isi rumah ini." Dia penasaran dengan gubuk yang ada di tengah area itu. Bobroknya hampir sama dengan pondok yang mereka tempati bersama Yen Tang.

Kemudian dia mendekati rumah tersebut dan membuka pintunya.

Ketika dia membuka pintu seberkas angin kencang langsung menampar dirinya.

Coba kalau dia tidak berdiri tegak atau tubuh dia lebih kurus. Mungkin dia sudah terbang ke belakang, terlempar karena hembusan angin tersebut cukup keras.

Dia menutup wajahnya dengan lengannya untuk menghalangi angin menerpa wajahnya. Karena terasa sedikit tajam mengenai kulit.

"Siapa yang telah membangunkanku?" Suara terdengar dari dalam rumah. Suara yang terdengar marah. Dari suaranya sepertinya seorang lelaki.

Keadaan di dalam tidak terlalu terang, hanya bagian area dekat pintu yang terbuka yang terlihat karna cahaya dari luar. Tercium dari luar bau lapuk dari bangunan tersebut.

Lan mei hanya diam, dia sedikit terkejut mendengar suara itu. Suaranya seperti lelaki yang besar karena terlalu nge-bass.

Dia mendengar pergerakan dari dalam, dan dia menanti siapa yang keluar. Dia sudah memasang kuda - kuda bersiap menghadapi pria besar yang akan datang.

Matanya lurus menatap ke depan kerena mengharap dia langsung bisa menatap mata orang yang ada di dalam.

Lama dia tunggu tapi tidak ada yang nongol, 'mana orangnya?' Pikirnya.

"Apakah kamu yang membuka segelnya?" Seru suara itu lagi. Tapi anehnya suara itu sangat dekat, dan dia tak melihat siapa pun.

Lan mei mencondongkan wajahnya ke depan ingin melihat kedalam dan mengetahui siapa yang berbicara dengannya.

"Apakah engkau hendak menginjakku tuan bodoh?" Suara lelaki itu seakan ingin menghantamnya.

"Aahhhhh..!" Spontan Lan Mei melompat dan melihat kebawah.

Terpopuler

Comments

Lyvia

Lyvia

🤣🤣🤣🤣🤣 penunggu yg bikin lin mei terkejut

2024-11-11

2

Ds Phone

Ds Phone

siapa dia

2024-10-19

1

ENDAH_SULIS

ENDAH_SULIS

lan mei??? dia tanya dgn dirinya sendiri?

2024-09-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Prolog.
2 Bab. 2 Kematian tragis
3 Bab. 3 Kehidupan kembali
4 Bab. 4 Ternyata di asingkan
5 Bab. 5 Rencana Lan Mei
6 Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7 Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8 Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9 Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10 Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11 Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12 Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13 Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14 Bab. 14 Xiao Puci
15 Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16 Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17 Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18 Bab. 18 Rencana membuat busur
19 Bab. 19 Membuat Busur Panah
20 Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21 Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22 Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23 Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24 Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25 Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26 Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27 Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28 Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29 Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30 Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31 Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32 Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33 Bab. 33 Menguliti Serigala
34 Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35 Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36 Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37 Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38 Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39 Bab. 39 Membeli Senjata
40 Bab. 40 Gunung Wudang
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45 Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46 Bab. 46
47 Bab. 47 Kembali ke rumah
48 Bab. 48
49 Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50 Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51 Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55 Berbelanja
56 Bab. 56
57 Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 Bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116
117 Bab. 117
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131 Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136 Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
Episodes

Updated 145 Episodes

1
Bab. 1 Prolog.
2
Bab. 2 Kematian tragis
3
Bab. 3 Kehidupan kembali
4
Bab. 4 Ternyata di asingkan
5
Bab. 5 Rencana Lan Mei
6
Bab. 6 Kehidupan halaman belakang
7
Bab. 7 Jati diri Yen Tang
8
Bab. 8 Skenario Kematian Orang Tua Yen Tang
9
Bab. 9 Mencari Ramuan Herbal
10
Bab. 10 Cara membuat Sauna Traditional
11
Bab. 11 Memecahkan Jerawat Bisul
12
Bab. 12 Menemukan Ruang Portable
13
Bab. 13 Keadaan Di Dalam Ruang Portable
14
Bab. 14 Xiao Puci
15
Bab. 15 Kitab Alkemis dan Kitab Seni Bela Diri
16
Bab. 16 Penurunan Berat Badan
17
Bab. 17 Belajar Berjalan Kembali
18
Bab. 18 Rencana membuat busur
19
Bab. 19 Membuat Busur Panah
20
Bab. 20 Pengintai Yang Misterius
21
Bab. 21 Bertemu Rubah Merah
22
Bab. 22 Kontrak Dengan Bayi Rubah
23
Bab. 23 Segerombolan Hewan Spritual
24
Bab. 24 Menanam Gingseng di Ruang Portable
25
Bab. 25 Kultivasi Hewan Spritual
26
Bab. 26 Pengertian Kata- Kata dalam Seni bela diri
27
Bab. 27 Istilah Pembuat Ramuan di Zaman Kuno
28
Bab. 28 Pohon Baru telah tumbuh
29
Bab. 29 Perkelahian di Hutan Kematian (1)
30
Bab. 30 Perkelahian di hutan kematian (2)
31
Bab. 31 Salah Memprovokasi orang
32
Bab. 32 Mencari Rumput Penyambung Nyawa
33
Bab. 33 Menguliti Serigala
34
Bab. 34 Menjual Daging Serigala
35
Bab. 35 Membeli grobak dari hasil menjual daging srigala.
36
Bab. 36 Pak Tua Huan Chu
37
Bab. 37 Ilustrasi Lan Mei
38
Bab. 38 Kelangkaan Gingseng di Desa Wuring
39
Bab. 39 Membeli Senjata
40
Bab. 40 Gunung Wudang
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44 Terkontrak dengan naga hitam
45
Bab. 45 Turun dari gunung Wudang
46
Bab. 46
47
Bab. 47 Kembali ke rumah
48
Bab. 48
49
Bab. 49 Memberi nama untuk Rubah kecil
50
Bab. 50 Membuka segel dan ber-kultivasi
51
Bab. 51 Mengobati Tabib Yun
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55 Berbelanja
56
Bab. 56
57
Bab. 57 Bertemu Raja Iblis
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
Bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116
117
Bab. 117
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120 Seorang kembali berterima kasih
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab 130 Putra mahkota berkelahi dengan Scorpion Fly
131
Bab. 131 Putra mahkota tidak sadarkan diri
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135 Putra Mahkota sadar
136
Bab. 136 Sepasang Scorpion Fly bertemu
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!