Ketika bangun di pagi hari, Lan Mei merasa tubuhnya remuk sekali.
"Aahhh!" lirihnya.
"Nona, ada apa, dimana yang sakit?" Dengan sigap Yen Tang berdiri dan mendekati Lan Mei.
"Badanku pegal semua Yen tang." Dia memijat- mijat lengan dan bahunya dengan sebelah tangannya yang bisa di gerakkan.
"Jadi apa yang harus saya lakukan nona" Yen Tang mencondongkan wajahnya ke arah Lan Mei.
"Tidak ada, tolong bantu saya duduk dulu." Dia mengulurkan tangannya, agar Yen Tang meraihnya.
Kemudian pelayan kecil itu membantu Lan mei untuk duduk di ranjang tersebut dan bersandar di dinding rumah. Karena ranjang itu tidak memiliki sanggah di bagian kepala ranjang.
Lan mei memeriksa kembali denyut nadinya. Dia sedikit kesusahan melakukannya, karena lemak di tangan tubuh ini juga tebal.
Setelah lama dia dapatnya juga diagnosanya. Ternyata racun yang mengendap di tubuhnya sangat banyak dan bermacam- macam.
'Sebaiknya racun ini dulu aku singkirkan, agar penurunan berat badan bisa lancar.' Batinnya.
"Yen tang, bisa kah kamu pergi ke sekitaran hutan itu?" Dia memikirkan, pasti di sekitar hutan yang tidak terjamah ini akan banyak sekali tumbuhan herbal yang tidak terlihat oleh orang- orang.
"Ada apa nona, apa yang hamba lakukan di sana, apakah nona ingin makan daging?" Dia mengira bahwa nonanya ini sedang kelaparan.
"Bukan, aku ingin kamu mencarikan beberapa tumbuhan di sana, kemaren saat kita kesini aku sempat melihat beberapa tumbuhan yang bagus untuk tubuh ini." Lan Mei menjelaskan tujuannya menyuruh Yen Tang kedalam hutan.
"Baik nona, tapi nona harus menjelaskan seperti apa bentuk dan namanya nona." Dia sangat buta tentang tanaman herbal, jadi dia perlu ciri- ciri yang bisa dia mengerti.
Kemudian Lan Mei mengatakan nama rerumputan itu dan bagaimana bentuk, warna dan aromanya.
Yen tang berusaha untuk mengingat. Walau kadang dia bingung dengan nama- nama itu, tapi dia berusaha untuk melakukan sebaik mungkin.
'Kalau aku lupa salah satunya bisa nanti bertanya lagi dan aku pergi cari lagi' pikirnya.
Kemudian dia pergi dan mencari apa yang di inginkan nonanya. Dia hanya berkeliling di pinggiran hutan kematian itu, karena Lan Mei melarang dia untuk masuk terlalu dalam.
Karena Yen Tang orang biasa yang tidak mengerti ilmu bela diri, dan dia juga tidak berkultivasi. Karena selama ini mereka hanya berdua saja tanpa menimba ilmu dengan orang luar.
Terkadang dia lupa sebagian, dengan buru - buru dia kembali dan memperlihatkan rumput yang dia bawa.
Lan Mei ketawa terbahak - bahak, Yen tang membawa banyak rumput dan tumbuhan acak.
Kemudian Lan mei memilah - milah nya. Karena terlalu banyak rumput biasa, jadi dia memisahkannya satu persatu, dan mengumpulkan dalam satu golongan.
"Ini benar, ini salah, ini salah, ini benar dan ini salah tapi bisa jadi sayuran di makan."
Jelasnya setelah memilah - milah. Dia memberikan rumput yang bisa di buat sayur, sedangkan rumput liar lainnya di buang, karena tidak bisa di gunakan selain pakan ternak. Sementara mereka tidak memelihara apa- apa.
"masih ada yang kurang, kamu pergi lagi ya, cari yang seperti ini, hanya saja daunnya sedikit lonjong, atau lancip dan aroma segar, kalau di rasa dia sedikit pedas menusuk." Dia menjelaskan, agar Yen Tang tidak salah mengenali kembali.
Karena jika bolak balik dia pasti sangat kelelahan, "Kalau kamu menemukan sayuran liar, kamu juga bisa mengambilnya Yen tang." Pesannya kembali agar pelayannya itu tidak pergi lagi nantinya untuk mencari sayur.
"He he iya nona, saya sampai lupa" jawabnya dengan senyuman malu di wajahnya.
Setelahnya dia berlari lagi ke pinggiran hutan kematian tersebut. Dia takut memasuki terlalu dalam, takut ada bintang buas dan roh - roh yang gentayangan.
Dia memperhatikan dengan seksama setiap rumput yang dia lalaui, jika mirip, dia akan mencicipinya, karena rasa tidak akan sama untuk setiap rumput, pikirnya.
Ketika dia selesai memetik rumput dan sayuran yang di suruh nonanya. Entah mengapa dia tergoda untuk menatap kedalam hutan kematian tersebut.
Udara dingin bertiup dari dalam, dan di kedalaman hutan itu terlihat gelap, aura misteri menyelimuti di sekitarnya.
Dia merasa seperti ada yang memperhatikannya dari dalam, dia berdiri mematung seolah - olah terhipnotis ketika dia hendak melangkahkan kakinya ke dalam hutan, tiba - tiba suara auman bintang buas terdengar dari dalam.
Dan itu mengagetkannya, sehingga dia tersadar. Kakinya mulai bergetar, hampir saja dia kehilangan kesadarannya dan terhipnotis.
'Hah, apa yang aku lakukan, mengapa aku hendak masuk ke dalam hutan?'
Batinnya ketakutan, dan dengan sekuat tenaga dia berlari kembali ke dalam rumah gubuk yang mereka tinggali.
"Yen tang, kenapa kamu lari seperti ketakutan?"
Tanya Lan Mei ketika melihat pelayannya itu ngos - ngosan saat sampai ke rumah, seperti di kejar sesuatu yang mengerikan, karena wajahnya terlihat pucat.
Dia menarik nafas dalam berkali kali. Kemudian dia memandang nonanya dengan melebarkan matanya.
"Nona, nona, hutan itu mengerikan, mereka hendak menarikku ke dalam."
"Siapa yang menarikmu kedalam?"
"Entah-lah, tapi sepertinya saya ini di tarik ke dalam. Untung ada suara Auman binatang yang menyadarkan ku, sehingga aku tersadar dan berlari pulang kembali. Kalau tidak, mungkin saya ini sudah di makan roh jahat di dalam sana. Saya seperti terhipnotis."
Dia menjelaskan dengan napas yang belum beraturan. Masih ada ketakutan yang terlihat di wajahnya.
Lan Mei terdiam mendengar perkataan pelayannya, Dia hanya memandang ke luar pintu. Misteri apa yang ada di dalam hutan Kematian ini? Aku malah menjadi lebih penasaran dan ingin lekas sembuh agar bisa menjelajah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 145 Episodes
Comments
Murni Murniati
mgkn sengaja srigala itu bersuara, krn dia tau, ye tang itu pelyan lin Mei, biar lin Mei sendiri kesana
2024-12-24
0
Ani Maryani
semoga banyak yg bantu Lin mei dia orang baik
2025-01-04
0
Ds Phone
dia orang nya kuat
2024-10-18
1