Peristiwa yang terjadi saat Ella dan Dexter memeriksa pakaian mereka yang akan digunakan untuk pesta tersebar luas. Diawali dari pelayan kastel lalu kepada seluruh prajurit dan juga keluar dari lingkungan kastel. Rumor bahwa Duke Dexter begitu mencintai istrinya itu berkembang pesat, apalagi sudah dita,nah dengan bumbu dari mulut ke mulut.
" Mengapa kamu senyum-senyum seperti itu Nori, apakah hari ini ada hal bagus yang membuatmu begitu bahagia?"
Saat ini Ella sedang dirias, beberapa jam lagi menuju istana untuk menghadiri pesta yang diadakan Ratu Aretha. Beberapa pelayan membantu Nori untuk membantu mempersiapkan sang Duchess.
" Ya Yang Mulia, saya sangat bahagia. Kabar bahwa Yang Mulia Duke sangat mencintai istrinya itu tersebar luas. Aah ini sungguh sangat baik sekali. Apa Anda tahu Yang Mulia, para pelayan bahkan membuat perayaan kecil. Mereka senang karena perubahan Yang Mulia membuat kastel ini berwarna."
Ella mengalihkan pandangannya dari depan cermin kepada Nori. Kata-kata kebahagiaan yang meluncur dari bibir Nori sangat tulus, tapi sorot mata Nori menyimpan sebuah kesenduan. Ella baru ingat bahwa Nori dan Erza adalah kakak adik, dan sepertinya mereka telah mengenal Dexter sedari lama. Banyak hal yang Ella tidak tahu tentang Dexter, mungkin saja jika bertanya kepada Nori, ia akan mendapatkan banyak informasi. Isi kepala Ella seperti itu.
" Sudah sejak kapan kamu mengenal Tuan Duke, dan dia sebenarnya orang yang seperti apa? Bagaimana masa kecil Duke, melihat wajahnya yang tampan pasti saat kecil dia sangat menggemaskan."
Nori tidak langsung menjawab, dia memerintahkan semua pelayan untuk keluar dan mengatakan bahwa ia akan menyelesaikan sisanya. Ella merasa heran mengapa Nori melakukan itu. Nori seperti tidak ingin apa yang ia katakan ini didengar oleh orang banyak orang.
" Ada apa Nori?" tanya Ella
" Tidak apa-apa Yang Mulia, hanya saja saya ingin membagi cerita saya hanya kepada Anda," jawab Nori sambil tersenyum simpul.
Adik dari Erza itu lalu meraih rambut Ella dan merapikannya. Setelah menyisir dan memberi beberapa hiasan rambut, Nori menghembuskan nafas nya penuh dengan kelegaan. Tapi, dia belum juga bercerita mengenai Dexter. Ella juga tidak ingin bertanya untuk yang kedua kali. Dia cukup menunggu sampai Nori mau membukanya sendiri.
" Nah, sudah selesai Yang Mulia. Anda sungguh cantik, warna rambut yang sangat kontras dengan gaun semakin memancarkan aura kecantikan Anda," puji Nori. Pada dasarnya wajah Estrella ini memang sudah cantik, hanya tinggal dipoles sedikit, kecantikan itu menjadi terpancar.
" Terimakasih Nori, kamu memang yang terbaik," tukas Ella cepat. Ia tersenyum saat melihat cermin. Ia akui Estrella sungguh cantik. Dan baru kali ini dia juga berhias. Selama berada di kehidupan sebelumnya, ia tidak pernah sekalipun menyentuh alat make up. Maka dari itu Ella pun takjub dengan apa yang ia lihat.
" Yang Mulia, saya dan kakak saya mengenal Duke saat kami masih kecil. Kami yang memang anak dari butler keluarga ini tentu tahu kehidupan Yang Mulia Duke. Duke kecil adalah anak yang pendiam. Dia selalu serius dalam belajar, sudah ditasbihkan untuk menjadi penerus, Duke Dexter sudah menerima pembelajaran suksesor dari kecil. Tidak ada waktu bagai beliau bermain. Kakak saya lah yang sesekali mengajak Duke untuk bermain."
Nori menceritakan apa yang ia tahu tentang Dexter semasa kecilnya. Semuanya sungguh tampak berat untuk anak kecil seusia itu, tapi kehidupan bangsawan memang tidak mudah. Apalagi sebagai seorang penerus satu-satunya, dia dituntut kuat dan tidak mudah digoyahkan. Mungkin itulah yang membentuk Dexter menjadi pribadi yang dingin dan selalu serius.
" Lalu mengapa dia dijuluki tyrant dan sejak kapan Duke menderita insomnia?"
" Itu ... "
Ella sangat terkejut mendengar cerita Nori selanjutnya. Ia tidak menyangka Dexter melakukan itu, atau lebih tepatnya ia tidak percaya. Tapi untuk saat ini dia cukup untuk mendengar cerita dari Nori. Mungkin suatu saat nanti, ia akan bertanya langsung kepada Dexter.
" Apakah tidak ada cara untuk mengobati insomnianya?"
" Yang Mulia, apa Anda tidak terganggu mengenai cerita saya tentang Yang Mulia Duke? Bukankah itu me~"
" Tidak, aku tidak mempermasalahkan apa yang sudah ia lakukan dulu. Bagiku pasti dia punya alasan sendiri mengapa dia melakukan itu."
Tok! Tok! Tok!
Nori langsung berjalan cepat menuju pintu dan membukanya. Rupanya di depan pintu itu adalah Dexter yang sudah siap untuk menjemput Ella.
" Apakah istriku sudah siap?"
" Aaah, maaf membuat Anda menunggu lama. Saya sudah siap."
Deg!
Lagi dan lagi dad Dexter dibuat berdegup oleh Ella. Jika kemarin karena penggilan sayang yang dilontarkan, kini karena tampilan Ella yang sangat menawan.
" Tuan Duke ... ."
Dexter tersadar saat Ella memanggil. Ia lalu mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Ella. Dan Ella menerima dengan senyum. Keduanya berjalan menuju keluar kastel, diikuti oleh Jake dan Luz. Dua orang itu jelas harus mengawal tuan mereka. Menuju ke istana, bukanlah hanya sekadar menghadapi pesta tapi menghadapi hal-hal yang bisa saja mengejutkan.
" Jadi, apakah kamu memanggilku sayang kemarin itu sengaja?" Dexter mencoba membuka percakapan saat mereka sudah duduk di dalam kereta kuda.
" Anda benar Tuan Duke, mungkin nanti pun saya akan melakukan hal itu. Saya minta maaf kalau sikap saya sedikit kurang ajar dan melewati batas."
" Tidak, kau bebas melakukan apa yang kau mau. Aku yang akan mengurus sisanya nanti. Jadilah wanita jahat sesuai yang kamu rencanakan."
Estrella tersenyum puas. Dexter mau mengikuti rencananya dan tentu itu sungguh melegakan. Rumor yang ia buat pasti nya sudah menyebar dan sampai ke telinga Ratu. Bukan hanya Ratu, tapi kediaman Count Osmund pun pasti sudah tahu rumor ini.
Sebenarnya Ella merasa ada mata-mata di kastel Duke. Hanya saja dia belum bisa menemukan siapa itu. Maka dari itu, dia akan bergerak lebih lagi agar mata-mata itu terlihat jelas.
" Tuan Duke, jika kedepannya saya berbuat sesuatu yang mungkin tidak masuk ke dalam akal Anda, saya mohon untuk diterima saja. Saya jelas melakukan karena punya pertimbangan. Jadi, percaya pada saya sepenuhnya dan saya berjanji akan mendapatkan hasil yang maksimal."
" Ya baiklah. Aku percaya padamu Ella, istriku."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Pinisirin dengan rencana sang Duches. . ..🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2024-12-15
0
lily
masih menunggu pertunjukkan kedua pasangan ini di pesta
2024-06-07
1
Oi Min
Dexter itu sweet bgt kok tyrant...... tp setidaknya itu akan menjauhkan dia dri para ulat bulu
2024-05-25
0