Chirp chirp chirp
Suara kicauan burung di pagi hari sungguh begitu enak di dengar. Embun yang masih menempel di dedaunan juga udara pagi terasa begitu menyegarkan.
" Huuuuuf haaaaah, segarnya. Pemandangan pagi memang yang terbaik. Makanya aku suka pergi mendaki, di kota mana ada suara burung. Yang ada suara bising kendaraan. Haaah segarnya."
Antie saat ini sudah berada di luar kamar tepatnya di taman yang ada di samping kastel. Ia yang terbiasa bangun pagi di kehidupan sebelumnya tentu sudah membuka matanya dari tadi. Meskipun Kastel masih terasa sepi, dia nekat untuk berjalan keluar sendiri. Namun agaknya dia tidak menyesal sama sekali karena mendapati sebuah taman yang indah dan tentunya luas.
Sebuah taman bunga dengan berbagai macam jenis dan warna. Ada sebuah air mancur di tengahnya dan Antie memilih duduk di bangku sambil menyenderkan punggungnya.
Ia memejamkan matanya sejenak dan mencoba mengingat kejadian kemarin. Tapi tetap saja Antie tidak bisa mengetahui apapun. Yang ia tahu hanya tiba-tiba dia berada di tubuh seorang Duchess. Meskipun samar-samar ia pernah mendengar nama-nama yang disebutkan oleh para pelayan dan dokter kemarin, tapi tetap saja dia tidak tahu lebih lanjut.
" Tapi ada yang mengganjal, kemarin itu seorang pelayan berkata, ' apakah hidup di kastel ini sangat tersisa sehingga memilih jalan seperti ini?' ya, aku ingat ada yang bicara begitu. Apa wanita ini, dia tidak bahagia di sini. Apa dia terpaksa ya ada di sini? Mari kita cari tahu perlahan-lahan. Tapi sepertinya aku harus menggerakkan tubuhku dulu deh."
Antie bangun dari duduknya, ia ingin mengambil ancang-ancang untuk berlatih tapi kemudian ia berhenti. Dilihatnya dirinya masih mengenakan sebuah gaun tidur. Tidak ada orang yang berolah raga dengan gaun tidur seperti itu, maka dari itu Antie memilih untuk kembali dulu ke kamarnya.
Drap! Drap! Drap!
Di dalam kastel sedikit keributan terjadi. Setelah Nori Lennan diminta sang kakak untuk menjadi dayang Estrella, ia pun berniat memberi salam pagi itu. Tapi ketika melihat kamar sang nyonya terbuka dan di dalam tidak ada siapapun, Nori langsung berlari mencari penjaga dan mengatakan bahwa nyonya mereka menghilang. Seisi kastel menjadi panik, semua pelayan dan ksatria dikerahkan mencari istri sang Duke.
" Nori, apa sudah ditemukan dimana Nyonya," tanya Erza. Ia terkejut ketika ada seorang ksatria yang mengetuk kamarnya dan memberi kabar bahwa Nyonya Duchess menghilang.
" Belum Kak. Apa Nyonya lagi-lagi melakukan itu?" ucap Nori khawatir. Bukan hanya sekali dua kali Estrella melakukan tindakan berbahaya.
" Hush, jangan bicara sembarangan. Sebaiknya fokus saja mencari Nyonya. Cari kesemua sudut kastel. Aku akan memberitahu Yang Mulia Duke tentang ini."
Nori mengangguk, ia lalu mencoba mencari sekali lagi di kamar. Sedangkan Erza, ia menuju ke kamar Dexter. Ia tahu mungkin saja Dexter baru bisa tidur, tapi hal ini harus cepat dilaporkan. Dexter pernah berpesan bahwa apapun yang terjadi kepada Estrella, mau sesibuk apapun dia harus diberi tahu. Jangankan tidur, ketika dia sedang berada bersama kaisar saja, Dexter langsung pergi saat diberitahu ada yang terjadi dengan sang istri.
" Yang Mulia, apa Anda sudah bangun?"
" Masuklah Er, ada apa?"
" Maaf Yang Mulia, Nyonya menghilang."
Sreeet
Tap! Tap! Tap!
Tanpa mengucapkan satu patah kata pun, Dexter langsung bangkit dari tempat tidur. Ia mengambil jubah tidurnya dan berjalan cepat keluar. Perasaan baru semalam ia merasa Ella sangat aneh dan ada sedikit yang berubah, tapi ternyata tidak. Ella masih sama saja, wanita itu tetap ingin pergi dari sisinya, begitulah yang ada di kepala Dexter.
Dexter langsung berjalan menuju kamar Ella, dan benar di sana kosong melompong. Wanita itu tidak ada, ia mengacak rambutnya dengan sangat frustasi.
Tap! Tap! Tap!
" Nyonyaaaaa!
" Astaga, Nyonya dari mana saja?"
" Eeeihhh, ada apa ini. Sepertinya sedang ada acara, mengapa pagi-pagi kalian sudah sangat heboh."
Antie, atau yang semua orang lihat saat itu adalah Estrella sedang mementingkan kepalanya. Wanita itu merasa aneh dengan atmosfir yang ada di udara saat ini. Apalagi saat melihat Dexter, pria yang katanya adalah suaminya itu berdiri di dalam kamarnya dan menatapnya tajam.
Badan yang memiliki tinggi sekitar 187cm, dada bidang bak atlet, Antie bisa melihatnya meskipun tertutup jubah, wajah tampan, rambut hitam legam dan bola mata merah, jelas membuat semua orang akan terpukau dengan ketampanannya. Antie sampai termangu, semalam dia sudah bertatap muka dengan Dexter tapi belum melihat sosoknya secara jelas.
" Semua kembali ke pekerjaan kalian, dan Duchess Estrella De Agler, masuklah ke kamar. Kita perlu bicara berdua."
Syuut
Tap! Tap! Tap!
Semua membungkuk memberi hormat dan segera meninggalkan tempat itu. Dari cara bicara Dexter, mereka tahu bahwa saat ini pasti banyak yang akan dibicarakan sepasang suami istri itu.
Braaak
Greeeb
Mata Antie membulat saat Dexter memegang kedua lengannya dan menatap matanya dengan tajam. Tapi detik selanjutnya Antie mengerutkan keningnya sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Dexter.
" Apa kamu tidak bisa sekalipun tidak membuat orang khawatir hah!" Dexter berbicara dengan sedikit berteriak. Tapi Antie tidak terkejut sama sekali, jika hanya seperti itu dia sudah biasa mendengarkannya. Bahkan pelatihnya bisa lebih keras berteriak. Tapi sebuah kesimpulan diambil Antie bahwa pria yang ada di depannya itu sangat mengkhawatirkan istrinya.
Antie tersenyum kecil yang mana membuat Dexter tercengang. Pasalnya selama ini wanita yang ia nikahi itu tidak pernah tersenyum sekalipun padanya.
" Tuan, maaf sudah membuat Anda khawatir, tapi saya tidak akan pergi kemana-mana. Saya juga tidak punya uang untuk kabur kemanapun. Saya akan di sini setidaknya setelah memiliki cukup uang untuk hidup sendiri."
Deg!
" Sebenarnya apa kamu katakan Ella! Kau adalah Estrella De Agler. Duchess Agler, kau bebas menggunakan uangku!"
Dexter benar-benar bingung dengan semua perubahan singkat yang terjadi pada Estrella. Ia bahkan sampai menghela nafasnya.
" Tuan Duke, saya kan sudah bilang semalam bahwa nama saya adalah Antie Nicole dan bukannya Estrella De Agler. Saya wanita yang datang dari dunia lain, dan saya bukanlah istri Anda meskipun wujud saya adalah istri Anda. Aduh saya bingung bagaimana menjelaskannya. Tapi yang jelas saya bukan Estrella. Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya seperti ini."
" Haaah, sungguh aku bisa gila dengan semua yang kamu ucapkan itu. Terserah kamu mau bicara apa. Kamu dari dunia lain, dunia modern atau dunia apapun itu terserah, tapi selama kamu adalah Estrella De Agler maka kamu adalah istriku dan Duchess Agler. Jadi jaga hal itu. Aku akan memanggil dokter, sepertinya kamu harus diperiksa lagi."
Dexter langsung membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Antie sendiri. Antie hanya menyipitkan matanya melihat tubuh Dexter yang semakin menjauh dan menghilang dari balik pintu. Ternyata semua ini sesuai dugaannya bahwa ia tidak akan bisa mudah keluar dari tempat ini.
" Jadi, sebaiknya apa yang harus ku lakukan. Apakah aku harus meniru drama-drama atau cerita-cerita di web novel yang aku baca selama ini. Membuat kontrak kerjasama dengan si pria? Ya Sepertinya tidak buruk."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Nikmati aja Antie.. kapan lagi bisa hidup seperti itu... semua dilayani...g perlu kerja...hidup terjamin...suami ganteng...kaya.... apalagi???☺️☺️☺️
2024-12-15
0
Îen
yelahhh antie....udah sikat aja itu si duke mana ganteng.... tajir....klo di dunia nyata mah nyari yg begitu kita mesti pny spek minimal ky maudi ayunda ato nikita willy🤣🤣🤣🤣
2024-04-26
1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒏𝒕𝒊𝒆 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒃𝒊𝒏𝒈𝒖𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒋𝒈 𝒃𝒊𝒏𝒈𝒖𝒏𝒈 𝒋𝒅 𝒌𝒊𝒕𝒂 𝒏𝒊𝒌𝒎𝒂𝒕𝒊 𝒂𝒋𝒂 𝒂𝒍𝒖𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂 𝑨𝒏𝒕𝒊𝒆 😅😅😅
2024-04-04
1