Tak! Tak! Tak
Pagi-pagi sekali tukang kayu yang diminta oleh Ella membuatkan boneka kayu guna membantunya latihan sudah sampai di kastel. Dan oleh Ella langsung digunakan untuk latihan. Jika kemarin Nori tidak mendampingi Ella, maka sekarang Nori siap sedia di samping tempat latihan. Ia yang sudah mengetahui jadwal bangun Ella langsung menyesuaikan diri.
Meskipun langit masih gelap, tapi Nori sangat menikmati melihat kemampuan Ella dalam berlatih. Bagi Nori apa yang dilakukan Ella seperti tinju tapi sedikit berbeda. Ketangkasan tangan dan kaki yang bertumpu di lengan dan betis terlihat kuat tapi lembut.
" Apakah mau minum dulu Nyonya?" tanya Nori sambil membawakan handuk kecil untuk mengelap keringat.
" Hari ini cukup Nori, ayo kembali ke kamar. Aku harus bersiap untuk keluar."
" Baik Yang Mulia Duchess."
Nori mengangguk patuh, dia berjalan di belakang mengikuti Ella yang sudah melenggang lebih dulu. Di sudut lain, Luz yang mulai melakukan tugasnya sebagai pengawal pribadi jelas sangat terkejut. Dia merasa Duchess Estrella De Agler sungguh sangat berbeda dari yang biasanya. Bahkan ia merasa mereka adalah dua orang yang berbeda.
Sepintas Luz bisa menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Ella itu adalah model bertarung jarak dekat yang menggunakan kekuatan fisik. Meskipun sebenarnya Luz juga belum pernah melihat ilmu bela diri yang seperti itu.
" Apakah benar dia adalah Estrella yang beberapa bulan lalu menikah dengan Duke? Mereka sungguh sangat berbeda," gumam Luz lirih.
Luz memang akan mengamati Estrella dulu untuk meyakinkan bahwa dirinya bisa memutuskan sikapnya nanti. Luz termasuk orang yang sangat setia, tapi dia juga tidak akan melakukan tugas jika tidak sesuai dengan hati nuraninya. Entah hukuman apa yang akan ia terima nanti, tapi Luz bertekad jika memang sekiranya Estrella tidak pantas ia kawal maka ia pun akan mengatakannya dengan tegas kepada Dexter.
" Apa kau benar-benar akan pergi ke sana? Apa aku juga tidak perlu ikut bersama mu?" tanya Dexter di sela-sela mereka menikmati sarapan pagi ini. Terlihat raut wajah Dexter yang menunjukkan kekhawatiran.
" Ya, saya akan tetapi pergi Tuan Duke. Dan saya rasa Anda tidak perlu khawatir. Saya rasa ini akan sangat menyenangkan bagi saya nanti. Saya sungguh-sungguh akan menikmati kunjungan saya ke rumah 'keluarga' saya."
Ella mengatakan hal itu dengan sangat tenang, bahkan sebuah senyuman terlukis di bibirnya. Hal tersebut membuat Dexter lega sekaligus merasa tenang. Entahlah, perasaan itu belum pernah ia rasakan sebelumnya.
" Haah, baiklah. Semoga harimu menyenangkan istriku. Ah iya, ada satu hal yang perlu kamu tahu."
Ella pikir Dexter akan memberitahunya langsung, tapi ternyata tidak. Dexter bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke tempat dimana Ella duduk. Pria itu lalu membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan bibirnya tepat ditelinga Ella.
Deg
Ketika nafas Dexter berhembus dan menyapu telinganya, dada Ella bergemuruh, dan seketika wajahnya memerah.
" Tidak, ini terlalu dekat. Oh tidak, jantungku serasa mau lepas. Wajah itu, wajah itu sangat tampan. Sialaaan .... ." Ella berbicara dan mengumpat dalam hati. Dia menjadi agak tidak fokus dengan apa yang diucapkan oleh Dexter. Dan hanya mendengar secara samar.
" Baiklah, jika sudah selesai makan aku akan mengantarmu sampai ke kereta kuda. Ayo."
Dexter mengulurkan tangannya, dan dengan ragu Ella menyambut tangan itu. Keduanya berjalan beriringan yang mana membuat orang seisi kastel melayangkan pandangan kepada mereka berdua. Ella merasa canggung, baru kali ini dia berjalan sambil memegang tangan Dexter, dan baru kali ini juga dia merasakan bagaimana menjadi pusat perhatian di kastel tersebut.
" Hati-hati lah di jalan istriku, dan kau Luz kawal Nyonya mu dengan hati-hati. Jika ada luka sekecil apapun di tubuhnya, maka kau yang akan bertanggung jawab."
" Baik Yang Mulia Duke, saya akan mengingat hal tersebut dengan sungguh-sungguh."
Ella sangat terkejut mendengar ucapan yang lebih seperti peringatan dari Dexter untuk Luz. Padahal Ella bisa merasakan bahwa Luz Tidka menyukainya. Tapi dia benar-benar bisa bersikap profesional ketika itu yang berbicara adalah Dexter.
Gruduk gruduk gruduk
Kereta kuda mulai pergi meninggalkan kastel. Di dalamnya suasana terasa canggung karena Luz juga ada di sana. Ella lebih memilih untuk menatap ke luar jendela, melihat pemandangan sepanjang jalan.
" Apa yang Anda rencanakan Duchess Estrella?"
Ella terhenyak saat tiba-tiba Luz membuka suaranya dan bertanya tanpa basa-basi. Sedangkan Nori, dia merasa sangat kesal dengan tingkah Luz yang menurutnya sangat tidak sopan itu.
" Haaah. Anda memperlihatkan sikap asli Anda kepada saya ya Tuan Luz. Tidak masalah, saya bisa mengerti itu. Tapi sungguh saya minta maaf jika pernah menyakiti hati Tuan. Tapi yang jelas, saya tidak mengingat apapun kejadian di masa lalu. Silakan saja Tuan mau membenci saya atau bahkan tidak menganggap keberadaan saya. Saya sungguh tidak peduli, saya bisa melindungi diri saya sendiri tanpa harus Anda kawal. Saya hanya menerima kebaikan hati suami saya saja."
Ella sengaja menekankan kata suami di depan Luz. Dan dia sungguh santai mengucapkan bahwa dirinya tidak membutuhkan perlindungan Luz. Itu sedikit membuat harga dir Luz terluka.
" Apa Anda menganggap saya tidak mampu melindungi Anda?"
" Fu fu fu, siapa yang berpikir begitu? Bukankah sangat jelas bahwa Anda sangat terpaksa dengan tugas ini. Itu tergambar dari wajah Anda Tuan Ksatria."
Patssss
Luz membelalakkan matanya dengan sangat lebar. Semua kata-kata yang keluar dari bibir Estrella tidak bisa jawab barang sekali pun. Pada akhirnya Luz memilih diam. Ia sungguh tidak menyangka Estella, wanita yang selama ini selalu menampilkan wajah penuh ketakutan dan waspada bisa terlihat seperti sekarang ini.
Nori yang melihat dari samping hanya tersenyum simpul. Ingin sekali dia mengolok-olok Luz yang kalah telak. Ya, bagi Nori perbincangan mereka berdua ini layaknya seperti sebuah perang, dan Duchess memenangkannya dengan nilai sempurna.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Satu kosong untuk Duches Ella ...👏👏👏
2024-12-15
0
Disya♡💕
emak emak mederan di lawan🤣
2024-06-10
2
lily
debat pun Ella masih menang haha
2024-06-07
0