Setelah kepulangan Ella, Meyer langsung menuju ke ruang kerja sang ayah. Dia membuka pintu dengan sedikit keras sehingga membuat Count Clovis terjingkat. Secara spontan Count menggebrak meja.
" Apa kamu tidak punya sopan santun, Meyer. Bagaimana bisa kamu masuk ke ruang kerja ayahmu tanpa permisi?"
" Maafkan saya Ayah. Saya hanya ingin bertanya, apa ayah tahu kalau Ella datang? Apakah ayah menemuinya, dan apa Ayah melihat perbedaan dari anak itu?"
Count Clovis memicingkan matanya saat menatap wajah putra sulungnya. Jika dugaannya benar maka Meyer berarti sudah bertemu dengan Estrella. Ia lalu membuang nafasnya kasar. Perubahan yang terjadi pada Estrella begitu mendadak dan sangat banyak, Count Clovis bahkan tidak bisa berpikir jernih sekarang. Maka dari itu dia Tidka keluar lagi setelah menemui Estrella tadi.
" Haaah, kau sudah bertemu dengannya? Lalu apa yang dia lakukan padamu?"
" Itu, dia mencekik leher saya dengan sangat kuat. Kekuatan tangannya bahkan menyerupai ksatria keluarga kita."
Ekspresi wajah Count Clovis yang tidak terkejut sama sekali menandakan bahwa dia berpikiran hal yang sama dengan Meyer. Meyer lalu menarik kursi dan duduk tepat di depan sang ayah. Wajahnya berubah menjadi serius sekarang.
" Bagaimana dengan rencana Baginda Ratu Aretha, Ayah?"
" Aku tidak tahu, dia hanya mengatakan akan mengundang Duke Dexter di acara pesta kemenangan. Tapi selanjutnya rencana apa yang akan Baginda Ratu jalankan, dia tidak memberitahuku secara rinci."
Meyer terdiam, sebagai calon pewaris Count selanjutnya, Meyer tentu sudah mulai bergaul dengan para faksi bangsawan yang mendukung Ratu. Satu kelebihan ketika mereka ada di pihak Ratu Aretha, yakni mereka atau anak-anak lelaki mereka tidak akan dikirim ke medan perang. Entah alasan apa yang digunakan, mereka akan selamat dari hal itu. Hal tersebut lah yang menjadi salah satu trik yang digunakan Ratu Aretha untuk menghimpun penyokong.
" Apa Baginda Ratu lagi-lagi akan bergerak sendiri dan tanpa meminta pertimbangan kita? Mengapa saya merasa bahwa Baginda Ratu tidak memedulikan kita sebagai sekutunya?"
" Diam! Jangan bicara sembarangan. Banyak mata dan telinga yang tersebar. Jangan sampai apa yang kamu ucapkan terdengar hingga ke telinga beliau. Kita cukup diam saja, terserah mau apa yang dilakukan beliau. Yang penting kita hidup aman," ucap Count Clovis dengan ekspresi wajah takut. Jelas ia takut, jika Ratu Aretha melepaskan dirinya maka tidak ada lagi yang bisa ia gantungkan. Ya, Count Clovis begitu bergantung kepada Ratu Aretha, sehingga apapun yang diperintahkan Ratu selalu ia lakukan tanpa berpikir panjang. Termasuk keputusannya menikahkan putrinya yang baru saja beranjak dewasa.
Meyer berdecak kesal, tapi dia menutupi rasa kesalnya itu dan buru-buru untuk meninggalkan ruangan sang ayah. " Huh! Selalu begitu. Selalu tidak berguna. Ketakutannya berlebihan, jika apa yang diikuti tidak jelas, bagaimana bisa mempunyai tujuan yang jelas. Sampai detik ini pun aku belum bisa mengetahui secara pasti apa tujuan Ratu menghimpun kekuatan. Apakah dia akan melakukan pemberontakan? Tapi saat ini bukan itu yang membuatku risau. Ella, mengapa dia bisa berubah begitu? Apakah itu hanya akting, tapi kalau akting kekuatannya tidak akan sebesar itu. Aku harus menyelidikinya lebih lanjut. Jangan sampai posisi penerus itu nanti malah jatuh ke tangannya."
Meyer berjalan cepat menuju ruang baca miliknya. Ia lalu memanggil salah satu orang kepercayaannya untuk menjalankan sebuah tugas. Pastinya tugas itu berkaitan dengan Ella. Entah seperti apa yang akan Meyer lakukan, tapi yang jelas Meyer berkeinginan mengamankan posisinya sebagai penerus dari Count Clovis Osmund. Sudah banyak yang dia lakukan dibalik ketidakbergunaan sang ayah yang hanya bernaung dibawah kekuasaan Ratu Aretha.
Tuplak tuplak tuplak
Kereta kuda berlambang macan tutul berwana emas memasukkan kastel. Beberapa pelayan langsung berlari untuk menyambut nyonya mereka. Karena tahu Ella tadi pergi menggunakan kereta itu, maka sudah bisa dipastikan yang ada di dalam kereta itu adalah sang Duchess.
" Selamat datang kembali Yang Mulia Duchess," ucap Rober sambil membungkuk hormat di ikuti oleh para pelayang yang lain.
Luz yang turun lebih dulu mengulurkan tangannya untuk membantu Ella turun dari kereta. Sebuah senyuman mengembang di bibir Ella ketika melihat sambutan itu. Sedikit demi sedikit eksistensi nya di kastel mulai di akui.
" Lho, mengapa kamu di sini Rober? Apakah luka mu sudah sembuh?"
" Terimakasih untuk kekhawatiran Anda Yang Mulia, tapi saya sudah cukup sehat untuk kembali bekerja." Jawaban Rober membuat Ella tenang, pasalnya ia tahu waktu itu Rober memiliki luka yang lumayan.
" Dimana Tuan Duke, ada yang harus aku bicarakan secepatnya?"
" Ada di ruang kerja Yang Mulia?"
Estrella melenggang menuju tempat kerja Dexter. Tapi sebelumnya ia memerintahkan Nori dan Luz untuk beristirahat. Dengan kata lain, Ella ingin menemui Dexter sendiri.
" Tuan Duke, apakah Anda sedang sibuk?"
" Tidak, masuklah."
Dexter mengibaskan tangannya kepada Erza, yang berarti bahwa asisten pribadinya itu di suruh keluar. Erza mengangguk paham, setelah membungkuk untuk memberi hormat Erza keluar dari ruang kerja milik sang tuan.
Kini Dexter dan Ella duduk berhadapan di sofa. Ada sebuah perasaan lega saat melihat Ella yang kembali dari kediaman Count tanpa kurang sedikit apapun. Tapi, meskipun begitu, Dexter tetap akan meminta laporan dari Luz.
" Bagaimana kunjunganmu?"
" Semua berjalan lancar Tuan Duke, tapi ada yang lebih penting dari itu."
Sreeet
Ella mengeluarkan buku harian berwarna merah muda milik Estrella yang asli. Ia lalu memberikannya kepada Dexter dan meminta pria itu untuk membacanya. Awalnya Dexter tidak mengerti, tapi setelah membuka lembaran pertama dia pun paham milik siapa buku harian itu.
Secara perlahan Dexter membaca kata demi kata yang tertulis di sana. Perasaan Dexter menjadi campur aduk. Ada rasa sesal dalam hatinya. Salah satunya yakni dia tidak pernah ,menanyakan bagaiman perasaan Ella saat datang ke kastel ini. Padahal Dexter tahu bahwa Ella adalah alat yang digunakan kubu Ratu Aretha untuk menekan dirinya.
Dalam pikiran Dexter, dengan membuat Ella aman dan nyaman tinggal di kastel saja sudah cukup. Dexter lupa bahwa Ella adalah gadis yang baru saja beranjak dewasa, dimana dia belum mengenal dunia luar. Dan Ella tidak menyangka bahwa Ella diperlakukan buruk di rumahnya sendiri.
" Aku sungguh-sungguh minta maaf, ternyata selama ini aku tidak tahu bagaimana istriku itu diperlakukan seperti itu. Dia pasti sangat kesulitan untuk menyesuaikan diri di sini," decit Dexter.
Ella bisa melihat bahwa Dexter sangat merasa bersalah. Tapi mungkin untuk menyesal kini sudah terlambat, pasalnya yang ada di sini bukanlah Estrella De Agler yang sebenarnya. Yang saat ini duduk di depan Dexter adalah Estrella yang datang dari dunia lain yang memiliki nama Antie Nicole.
" Perlakuan ayah dan kakaknya sangat buruk. Tapi tenang saja Tuan Duke, saya sudah menyelesaikannya degan baik. Hanya saja, yang jadi pertanyaan saya sejak datang kemari adalah, dimana Estrella pergi?"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Mungkin Ella sekarang berada di dalam tubuh Antie....🤔🤔🤔🤔🤭🤭🤭
2024-12-15
0
Oi Min
Ella ra ngiler kro kui kbh Mayer
2024-05-25
1
Galuh Faisal
estrella lg ngegym tuh
2024-05-02
0