Tok! Tok! Tok!
" Yang Mulia Duchess, saya Luz datang menghadap."
Cekleek
Dari dalam kamar muncul Nori yang membukakan pintu. Ia mempersilakan Luz untuk masuk. Nori tentu mengenal Luz. Ia juga mengetahui fakta bahwa Luz tidak menyukai Estrella. Maka dari itu Nori mempertanyakan Luz yang tiba-tiba muncul di sini.
" Apa yang kamu lakukan di sini? Mengapa kamu menemui Duchess, Luz?"
" Tck, tidak ada urusannya dengan mu Nori. Aku datang atas perintah Duke, dan tidak ada kewajiban ku untuk memberitahumu."
Nori hanya berdecak kesal. Ia bukannya tidak menyukai Luz, tapi Nori hanya khawatir kalau Luz akan bersikap tidak baik terhadap sang nyonya. Memang dulu Estrella adalah seorang wanita yang cukup menyebalkan. Tapi mungkin karena ia dipaksa menikah dengan Duke yang terkenal sebagai seorang tyrant. Gadis muda yang baru saja menjalani upacara kedewasaannya tiba-tiba dikirim untuk dijadikan istri dari pria yang terkenal kejam. Semua gadis pasti akan ketakutan.
Namun, melihat Estrella yang sekarang sungguh sangat berbeda dari Estrella yang dulu. Meskipun begitu, Nori tetap merasa tidak nyaman dengan adanya Luz.
" Saya Luz, menghadap Yang Mulia Duchess."
" Silakan duduk Tuan Luz, Nori tolong tuangkan tehnya. Nah, ada keperluan apa Tuan Luz datang kemari malam-malam begini?"
Ella jelas tidak mengenal siapa Luz, dan dia juga sama sekali tidak tahu apapun. Biasanya dalam setiap cerita yang ia baca atau drama yang ia tonton, orang yang merasuki tubuh orang lain akan menyerap semua ingatan di pemilik tubuh asli, tapi Ella tidak. Maka dari itu, di kehidupannya sebagai Ella dia benar-benar berjalan atas insting pribadi.
" Saya ada Luz, ksatria pribadi Yang Mulia Duchess. Saya diperintahkan oleh Duke untuk mengawal Duchess. Maaf jika nantinya Anda tidak nyaman, yang jelas saya hanya akan melakukan tugas saya atas perintah Duke."
" Hmm, baiklah. Silakan kembali Tuan Luz. Saya cukup mengerti."
Luz merasa heran. Estrella yang ada di depannya ini sungguh berbeda. Jika dulu ketika bertatap muka Ella akan menundukkan kepalanya, tapi kali ini Ella bisa menatapnya secara terang-terangan dan bahkan sorot matanya yang tajam itu memancarkan wibawa dan ketegasan.
" Baik Yang Mulia Duchess, Anda bisa memanggil saya kapanpun. Permisi, selamat malam."
Luz melenggang keluar diikuti Nori yang memang sudah diperintahkan untuk meninggalkan kamar. Ella menghela nafasnya berat, dari raut wajah dan gerak tubuh Luz, bisa dilihat bahwa anak itu tidak menyukai dirinya. Tapi untuk saat ini, dia tidak perlu memusingkan hal itu. Dibawah nama Dexter, setidaknya dia akan aman.
" Haah, baiklah mari kita tidur. Aah iya, besok boneka kayu yang aku gunakan latihan akan datang. Uuugh tidak sabar."
Meskipun Ella tidak memedulikan mengenai pandangan Luz terhadap dirinya, tapi sebelum memejamkan mata ia kembali lagi terpikirkan oleh hal yang membuatnya mengganjal. Sebenarnya seperti apa kehidupan Estrella itu? Mengapa banyak tatapan mata tidak suka dari orang-orang yang ada di kastel ini. Mereka seakan-akan memandang bahwa Ella adalah seorang pengganggu bagi tuan mereka.
" Apakah aku perlu mengetahui asal-usul dari Estrella. Osmund, itu nama keluarganya bukan?"
Sraaak
Ella kembali bangkit dari tidurnya, ia tengah memikirkan sebuah cara untuk tahu tentang bagaimana Ella yang asli. Dan sebuah ide dia dapatkan. Malam ini juga Ella langsung akan meminta izin kepada Dexter.
Ia mengambil jubah tidurnya, membawa lilin dan berjalan menuju ke kamar Dexter. Suasana kastel saat malam lumayan sepi dan gelap. Tapi Ella tidak takut akan hal tersebut, baginya itu hanya secuil dari rasa takut yang pernah hinggap di dirinya.
Tok! Tok! Tok!
Ella mengetuk pintu kamar Dexter. Percobaan pertama tidak ada sahutan dari dalam. Ia pun mencoba untuk mengetuknya untuk kedua kalinya, namun tetap tidak ada sahutan.
" Apa dia sudah tidur ya," gumam Ella lirih. Ia pun mencoba untuk yang ketiga kalinya, tapi tetap hening dan tidak ada tanda-tanda pergerakan apapun dari dalam. Ella lalu memutuskan untuk kembali, saat membalikkan tubuhnya, tepat di depannya ada Erza yang ia ketahui merupakan sekretaris sekaligus asisten pribadi Dexter.
" Hormat Yang Mulia Duchess, mengapa malam-malam begini Duchess masih berjalan-jalan?"
" Aah Tuan Erza, saya mencari Dexter eh maksudnya saya mencari Tuan Duke, ada sesuatu hal yang harus saya bicarakan malam ini juga."
Erza mengerutkan alisnya, tapi sejurus kemudian pria itu tersenyum. Erza mengatakan bahwa Dexter masih ada di ruang kerja. Ella pun tercengang mengetahui bahwa jam seperti ini Dexter masih bekerja.
" Apa ada pekerjaan yang mendesak, Tuan Erza?"
" Ehmmm, tidak ada sih. Hanya, ini memang kebiasaan Yang Mulia Duke saja. Sebenarnya Yang Mulia mengalami insomnia, jadi kata beliau dari pada hanya terjaga di tempat tidur alangkah baiknya dimanfaatkan untuk mengerjakan sesuatu."
Ella terkejut, fakta ini baru saja ia ketahui. Ia tidak menyangka bahwa Dexter memiliki gangguan tidur. Dan dari cerita Erza selanjutnya dapat ia ketahui bahwa insomnia Dexter lumayan sudah parah. Erza mengatakan bahwa Dexter biasanya hanya akan tidur 1 hingga 2 jam setiap harinya.
" Sejak kapan itu terjadi Tuan Erza?" tanya Ella, ia merasa prihatin dengan Dexter. Pasalnya insomnia itu adalah sesuatu yang sungguh tidak mengenakkan. Ella pernah mengalami saat menjadi Antie Nicole, ia tidak tidur selama seminggu dan tubuhnya terasa tidak enak sama sekali.
" Ehhhmmm, sejak saya mengenal beliau. Tuan Duke sudah seperti itu sejak saya mengenal beliau Nyonya Duchess."
Sebuah hembusan nafas kasar keluar dari bibir Ella. Hal ini harus segera diatasi. Jika tidak maka bisa menimbulkan masalah kesehatan yang lain.
Tok! Tok! Tok!
" Ada apa Er?"
" Selamat Malam Tuan Duke, ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda."
Sraaak
Di dalam ruangan Dexter langsung bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju pintu lalu membukanya. Suara Ella lumayan mengejutkan dirinya dan membuatnya bertanya-tanya ada apa gerangan wanita itu menemuinya malam-malam begini.
" Masuklah Ella."
Erza langsung undur diri, ia membiarkan kedua majikannya itu berbicara lebih leluasa. Dexter pun menuntun Ella untuk duduk. Dan Ella memindai penglihatannya ke seluruh ruangan. Ruang kerja itu lumayan luas. Banyak buku-buku di sana dan ruangannya di dominasi oleh warna coklat karena semua perabotannya berasal dari kayu. Di sudut ruangan juga ada sebuah tempat tidur kecil. Mungkin itu oleh Dexter difungsikan untuk istirahat.
" Ada apa Ella malam-malam begini menemui ku?"
" Aaah itu, saya ingin meminta izin untuk mengunjungi kediaman Osmund. Saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai Estrella."
Dexter mengerutkan alisnya, ini tentu mengejutkan baginya. Untuk apa Ella harus masuk ke tempat yang menurutnya membahayakan itu. Dexter cukup tahu bagaimana perlakuan keluarga Osmund terhadap putri bungsunya itu.
" Mengapa wajah Anda begitu Tuan Duke? Apakah permintaan itu sedikit berlebihan?"
" Bukan Ella, tapi ... keluarga Osmund itu tidak layak disebut keluarga bagi Ella sendiri. Entah waktu itu bagaimana anggapan Ella, tapi aku jelas tahu bahwa Ella adalah putri yang hanya dijadikan alat untuk keluarganya."
Bukannya terkejut, tapi Ella malah tersenyum penuh arti. " Tuan Duke, mungkin sebelum datang ke pesta, saya akan melakukan pemanasan di kediaman 'keluarga' saya."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
mungkin dengan ella yg menemani duke tidur, insomnia nya bisa sembuh
2025-02-12
0
Nanik Kusno
Gebrakan pertama Ella ... semangat...💪💪💪💪💪
2024-12-15
0
Roosye Kakomore
lanjut dong
2024-07-30
1