Krompyaaanggg
Cangkir teh mahal yang dilapisi emas itu dilemparkan dengan penuh kekesalan oleh Aretha. Sang ratu agaknya sangat marah dan kesal setelah menerima laporan dari anak buahnya.
" Habisi mereka, jangan sampai jejak mereka tercium oleh Duke Dexter. Segera!!"
" Ba-baik Baginda Ratu."
Aretha sungguh sangat geram sekali, niat hati ingin setidaknya membuat Estrella terluka untuk memecah konsentrasi Dexter, akan tetapi ternyata tidak berhasil. Memang benar, rumor soal Dexter yang merupakan seorang tyrant adalah sebagian dari rencana yang dilakukan oleh Aretha. Sebenarnya Aretha tahu bahwa Dexter adalah pria yang penuh kasih. Dan Estrella yang lemah serta lembut bisa ia gunakan sebagai alat yang sangat berguna.
Namun, sepertinya rencananya tidak berjalan mulus. Mendengar laporan dari anak buahnya mengenai apa yang baru saja terjadi membuatnya kebingungan.
" Berarti apa yang dikatakan oleh Count Clovis Osmund itu adalah sebuah kebenaran bahwa Estrella memang berubah. Sepertinya aku memang harus mengundang mereka berdua ke pesta yang akan aku adakan. Biasanya Dexter akan menolak tapi aku punya cara agar dia tidak akan menolak undangan pesta kali ini."
Aretha tersenyum smirk, sebuah rencana yang ia pastikan sudah akan berhasil sudah di depan mata. Ia melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja sang suami. Kaisar Lucas Gerwyn, ia akan menggunakan kaisar sebagai sarana untuk mengundang Dexter. Aretha yakin bahwa Dexter tidak akan menolak jika Lucas yang mengundangnya langsung.
" Salam Baginda, apakah Baginda Kaisar sedang sibuk?"
" Aaah kau Aretha, tidak juga, aku hanya sedang memeriksa beberapa laporan. Ada hal apa sehingga membawamu menemui ku ke ruang kerja seperti ini hmmm."
Lucas bangkit dari kursinya lalu meraih tangan Aretha dan membawanya untuk duduk bersama. Dilihatnya sang istri dengan seksama lalu ia tersenyum dengan begitu tulus. Ya, Lucas sungguh mencintai sang istri. Meskipun awalnya pernikahan mereka hanyalah pernikahan yang atas landasan saling membutuhkan alias pernikahan politik, akan tetapi Lucas mulai mencintai istrinya itu seiring berjalannya waktu.
" Begini Baginda, saya ingin mengadakan pesta yang layak untuk Duke Dexter De Agler. Saya sangat merasa bersalah karena tidak memberikan pertanyaan kemenangan yang meriah untuknya. Padahal Duke sudah sangat berjasa bagi kekaisaran Vervant. Menurut Baginda bagaiman?"
Criiiing
Wajah Lucas menjadi sangat cerah. Dia sungguh senang mendengar usul dari sang istri. Memang benar, ketika Dexter membawa kemenangan dari medan perang, mereka belumlah memberikan sambutan yang baik dan pesta yang meriah. Terlebih waktu itu Dexter mengatakan bahwa ia tidak mau.
" Tentu saja aku setuju, tapi bagaimana kalau dia menolak lagi?"
" Nah, ini akan jadi tugas Baginda. Saya yakin jika Anda yang mengundang Duke secara langsung, beliau tidak akan menolak. Terlebih Duchess Estrella De Agler juga belum menunjukkan dirinya di pergaulan sosial kelas atas semenjak menikah dengan Duke. Ini bisa menjadi kesempatan untuk Duke dan Duchess tampil di depan para bangsawan bukan?"
Penjelasan Aretha langsung dipahami oleh Lucas. Ia tentu sangat tahu bagaimana perangai sang kakak sepupu itu. Sedari kecil Dexter terkenal pendiam dan selalu menutup diri. Bahkan ketika Duke dan Duchess ( orang tua Dexter) pergi ke pergaulan kelas atas, Dexter tidak pernah ikut.
" Baiklah, aku akan mengutus utusan sekarang juga untuk memberikan undangannya. Aku yakin Duke akan datang kali ini."
Aretha tersenyum penuh arti. Ini benar-benar merupakan sebuah keberuntungan bagi dia. Sudah banyak sekali rencana yang ada di dalam kepalanya. Salah satunya yakni untuk memberitahukan dan membuktikan kepada para bangsawan yang lain bahwa Dexter yang seroang tyrant itu bukan hanya rumor belaka. Aretha juga sudah mulai menyusun rencana untuk menjatuhkan Estrella. Salah hal yang tidak diketahui Lucas soal istrinya yakni, Aretha mampu melakukan apapun untuk mewujudkan apa yang diinginkannya.
Pagi harinya, lagi-lagi Estrella sudah berada di luar kastel. Pagi ini pun dia melakukan kebiasaannya seperti yang selalu ia lakukan di kehidupan sebelumnya. Bukan lagi lari dua putaran, kini Ella bahkan sudah mencapai putaran ke sepuluh. Rupanya apa yang dilakukannya kali ini dilihat oleh Dexter melalui jendela kamarnya. Dexter takjub melihat tenaga Ella yang sepertinya tidak habis. Ia pun penasaran dengan apa yang hendak dilakukan wanita itu selanjutnya.
Pada akhirnya Dexter beranjak dari kamar dan menuju keluar kastel. Dengan membawa bilah pedangnya, ia akan melakukan latihan pedang pagi ini. Sebenarnya itu adalah dalih, karena yang ingin ia lakukan adalah mengamati Ella dari dekat.
" Pakailah ini untuk mengelap keringatmu."
" Eeh Tuan Duke, terimakasih."
Ella terkejut melihat Dexter mengulurkan sebuah handuk kecil. Tapi dia tidak menolak dan menerimanya dengan senyuman. Baru kali ini juga Dexter merasa bahwa senyuman Ella sungguh cantik. Meskipun dia menjadi bingung, yang ada di depannya ini Ella yang mana. Mendengar cerita Estrella yang sebenarnya adalah Antie Nicole dan datang dari dunia modern tetaplah masih belum ia percaya sepenuhnya. Namun, Dexter mencoba untuk memercayainya karena sedikit demi sedikit memang Ella yang sekarang sangat berbeda dengan Ella yang dulu.
" Apa yang akan kau lakukan setelah memutari kastel berkali-kali tadi?"
Ella tidak langsung menjawab pertanyaan Dexter, ia mengedarkan pandangannya lebih dulu ke seluruh area tempat pelatihan. Dan matanya berbinar serta bibirnya tersenyum saat menemukan apa yang ia inginkan.
Dexter hanya memiringkan kepalanya ketika melihat Ella beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke bagian senjata. Ia semakin bingung ketika yang diambil Ella bukanlah senjata yang berjajar di sana, tapi sebuah tongkat panjang yang lebih tepat dibilang galah.
" Saya akan bermain menggunakan ini Tuan Duke, apakah Anda ingin melihatnya?"
" Kayu panjang dan kecil itu? Memangnya mau melakukan apa dengan itu?"
Lagi-lagi Ella hanya tersenyum, ia lalu memundurkan kakinya dan sekarang berada tepat di tengah lapangan. Ella siap dengan kuda-kudanya yakni sedikit menekuk lutut dan memegang galah itu tepat dijunjung, setelah itu dia lalu mulai memutar galah dan memberikan tekan sehingga galah itu terlihat seperti senjata di mata Dexter. Dexter benar-benar mengamati setiap detail gerakan yang dilakukan oleh Ella, terlebih saat Ella memutarkan tubuhnya dan menyabetkan galah itu sehingga Galah tersebut terlihat seperti mengayun.
" Luar biasa, aku baru pertama kali melihat teknik bertarung seperti ini," puji Dexter ketika Ella telah selesai menunjukkan kemampuannya dalam menggunakan tongkat panjang itu.
" Ini adalah salah satu kemampuan ilmu beladiri dari yang saya kuasai Tuan Duke," ucap Ella bangga. Sebagai Antie Nicole, dia memanglah pemegang medali emas dalam kejuaraan Wing Chun. Maka tidak heran ketika ada orang yang takjub saat ia melakukan hal tersebut.
" Lalu, apakah kau juga bisa menggunakan pedang?"
" Sedikit, mungkin Tuan Duke bisa menjadi partner saya untuk melakukan itu."
Dexter tersenyum lebar, ia sungguh mendapatkan banyak kejutan dari sosok wanita yang ada di depannya itu. Dan jujur, ia menunggu kira-kira kejutan apa lagi yang akan diperlihatkan oleh Ella setelah ini.
" Tentu saja. Suatu kehormatan bagi ku untuk menjadi partner sparing ( latihan bertanding bersama dengan pihak lain, tujuannya untuk mengukur kemampuan dan mengevaluasinya) seorang atlet yang selalu memenangkan lomba."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Waaahhh... kemajuan banget nih ... latihan bersama....👏👏👏☺️☺️☺️
2024-12-15
0
Kartika Lina
masih bingung dengan kalimat mementingkan kepala,, itu maksudnya apa yaa 🤔🤔
2024-06-25
1
lily
emang harusnya gni sih , istrinya itu harus bisa bela diri krna bnyak ancaman dtang
2024-06-07
1