Baik Ella maupun Dexter sama-sama terdiam saat selesai membahas hal mengenai kepergian jiwa Estrella dari raganya. Hari itu saat Ella yang sebenarnya Antie Nicole membuka mata, ia menemukan dirinya terbaring di hutan belakang kastel. Terdapat luka di kaki dan di kening meskipun tidaklah parah.
" Apakah mungkin Estrella meninggal waktu itu? Tapi apakah meninggal bisa jadi semudah itu?" tukas Ella.
" Tapi hanya itu kemungkinan yang mungkin. Dia meninggal dan kamu juga terjatuh dari tebing. Lalu jiwamu masuk ke raga Estrella. Tapi tetap meninggalkan pertanyaan, siapa yang membawamu ke mari. Apakah semua ini benar-benar kehendak dari Dewa?" papar Dexter.
Ella tersenyum simpul saat mendengarkan ucapan Dexter. Dirinya di kehidupan yang lalu tidak pernah memercayai bahwa Dewa itu adalah nyata. Tapi sepertinya untuk kehidupan kali ini dia harus memercayai itu. Di dunia Estrella De Agler, kepercayaan terhadap Dewa masih begitu kental. Hal itu dibuktikan dari adanya kuil suci yang bangunannya sangat besar di Duchy Agler. Meskipun hanya melihat dari luar tapi Ella bisa mengambil kesimpulan bahwa kuil kuil suci memiliki peran aktif dalam perkembangan rakyat.
" Baiklah, katakanlah memang seperti itu. Jadi sekarang mari kita lakukan sesuai apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Mungkin saya akan membantu Estrella untuk mendapatkan keadilan?"
Ucapan dari Ella membuat Dexter kagum. Ella jelas bukan siapa-siapa, tapi dia memiliki kepedulian terhadap Estrella ketimbang siapapun.
" Apakah orang di duniamu semua memang seperti kamu, yang peduli terhadap orang lain begini?"
" Hmmm? Tidak selalu, hanya saja saya merasa seperti Estrella. Saya terlahir yatim piatu. Saya tidak tahu siapa orang tua saya. Hingga saya berada di titik ini, saya melakukannya semuanya sendiri. Melihat Estrella, kami seperti senasib. Meskipun dia memiliki keluarga, tapi seperti tidak memiliki keluarga."
Ella mengucapkan itu dengan senyuman. Tapi Dexter tahu bahwa senyuman itu hanyalah topeng penutup luka di hati. Dexter bisa merasakan kesepian yang nyata dari tatapan Ella. Sebenarnya itu juga tidak jauh beda dari dirinya.
Dexter mengulurkan tangannya dan menyentuh tangan Ella. Hal tersebut membuat Ella terkejut. Ini adalah kali pertama mereka melakukan kontak fisik.
" Sekarang kau tidak sendiri, setidaknya ada aku di sisimu dan juga orang-orang yang berada di dekatmu. Aku tidak tahu kehidupan seperti apa yang kamu jalani sebelumnya, tapi di sini, di kehidupan ini aku harap kamu lebih menikmatinya untuk dirimu sendiri."
Deg!
Kata-kata sederhana Dexter membuat Ella seperti hatinya disiram oleh es. Bukannya dingin tapi menyejukkan. Bagai mendapatkan oase di padang pasir, seperti itulah juga perumpamaannya.
Selama ini Ella saat menjadi Antie Nicole sibuk bertahan hidup. Ia juga berusaha mendapatkan pengakuan dari orang agar hidupnya tidak dipandang remeh. Terlahir sebagai anak yang tidak punya orang tua, Antie sempat bertanya-tanya, mengapa dia harus dilahirkan hanya untuk sendirian.
Tapi Antie tidak punya waktu untuk berpikir seperti itu. Dia sibuk untuk mempertahankan hidup nya. Dia sibuk untuk mendapatkan validasi agar semua orang mengakuinya. Hingga dia berdiri di puncak karena menyabet banyak penghargaan dan selalu menempati posisi juara, maka semua orang mengenal dia.
Namun, kejadian itu bukannya membuatnya senang. Antie merasa sangat kosong dan hatinya sesak. Sebab, saat dia berdiri di atas kepopularitasan, tiba-tiba ada orang yang datang dan mengaku bahwa mereka adalah orang tuanya. Jika itu terjadi di beberapa tahun silam, maka Antie akan senang. Tapi tidak saat itu, tidak ada rasa senang ketika melihat orang yang mengaku sebagai orang tuanya. Hatinya hancur, semua yang dia raih, rasa sakit yang dia rasakan selama proses, tiba-tiba didatangi oleh orang yang sangat Antie yakini hanya ingin memanfaatkan dirinya.
Pada akhirnya Antie hanya diam dan tidak bereaksi terhadap orang-orang itu. Dia memilih menepi, dan meluapkan emosinya dengan hobi yang ia sukai, DNA malah berakhir di tempat ini.
" Terimakasih Tuan Duke. Saya akan mengingat kata-kata Tuan Duke."
Perbincangan mereka kembali berlanjut. Pesta yang diadakan oleh Ratu hanya tinggal besok. Dan hari ini baju yang mereka pesan sudah sampai. Tepat sebelum makan malam, pengrajin baju yang ditunjuk Dexter sudah berada di kastel untuk memperlihatkan hasil karyanya.
Baju itu diletakkan di tengah ruangan yang ada di lantai pertama setelah pintu masuk. Semua pelayan yang melihatnya begitu kagum melihat baju milik Duke dan Duchess.
" Ini baru dipajang, bagaimana kalau sudah dipakai oleh Yang Mulia ya?"
" Benar, aku yakin Duke dan Duchess akan jadi pusat perhatian."
" Agaknya Baginda Ratu pun akan kalah memesona dari pada Duke dan Duchess kita."
Para pelayan saling berbisik mengagumi kedua baju berpasangan yang akan digunakan oleh Ella dan Dexter. Semua sepakat bahwa kedua baju itu sangat cantik dan juga elegan. Meskipun mengusung warna hitam, namun hiasan emas dan juga permata yang terdapat di gaun Duchess malah terlihat mewah. Pun dengan baju milik Duke, milik dia pun tidak kalah mewah dan berkelas meskipun tidak berlebihan dalam hiasan.
" Sesuai ekspektasi ku, kau membuatnya dengan sangat bagus madam."
" Hormat Yang Mulia Duke dan Duchess, semoga Anda berdua selalu sehat dan dilindungi Dewa."
Madam Rena--pemilik Beauty Boutique-- dan semua pelayan yang ada di situ membungkuk memberi hormat kepada Estrella dan Dexter. Lagi-lagi mereka mengagumi dua orang itu. Dulu mereka sama sekali tidak pernah terlihat bersama, tapi akhir-akhir ini dia penguasa Duchy itu semakin dekat.
" Sayang, bagaimana, apakah kamu suka warnanya."
Deg!
Eeh?
Semua orang yang ada di sana tentu terkejut saat mendengar Sang Duchess yang memanggil Duke dengan sebutan sayan. Rober, Jake, Erza dan Nori hampir saja kehilangan keseimbangannya. Mata mereka membulat sempurna karena teramat kaget. Madam Rena sampai membuka mulutnya lebar-lebar, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
Dan rupanya hal yang semakin terjadi kepada Dexter. Sontak pria itu melihat ke arah Ella. Tangan Ella yang saat ini bertautan dengan tangannya itu, semakin digenggam dengan erat oleh Dexter.
" Hmm, ya suka. Tentu saja apa yang dipilihkan oleh istriku aku selalu menyukainya. Karena istriku pasti tahu apa yang jadi seleraku."
Hah????
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
ini yang namanya iseng iseng berhadiah, awalnya hanya tipuan tapi lama kelamaan akan jadi cinta beneran
2025-02-12
0
Nanik Kusno
Co Cweeeettt...... meskipun acting....🤭🤭🤭🤭🤭
2024-12-15
0
lily
sweet banget sih acting kalian
2024-06-07
1