Kembali ke rumah dengan gaun yang berantakan membuat Dexter begitu terkejut. Ia yang mendapat laporan dari salah seorang prajuritnya bahkan langsung mendatangi Estrella ke kamar.
" Apa yang terjadi Ella, mengapa gaunmu berantakan begini? Apa kamu terluka?"
Estrella yang baru saja hendak melepaskan gaunnya akhirnya urung karena Dexter menerobos masuk. Ia tersenyum ke arah Dexter dan mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.
" Sebenarnya Rober yang terluka. Dia menyuruhku diam di dalam kereta tapi malah dia kesusahan sendiri melawan para bandit itu."
Dexter menghela nafasnya lega karena tidak ada yang terjadi kepada Ella. Ia juga merasa bersalah karena tidak menempatkan seorang ksatria di sisi Ella. Seharusnya dia sudah mempertimbangkan itu, tapi agaknya Dexter lalai. Ia yakin bahwa yang menyerang Ella bukanlah bandit biasa.
" Baiklah kalau begitu, kamu istirahatlah. Aku minta maaf karena lalai, mulai besok aku akan menempatkan seorang ksatria untuk berada di sekitarmu," ucap Dexter penuh sesal.
" Baik Tuan Duke, terimakasih banyak atas perhatian Anda," sahut Ella dengan senyum.
Setelah Dexter meninggalkan kamar, Ella menghembuskan nafasnya lega, beruntung dia memiliki ilmu bela diri, jika itu Ella yang asli, pasti hal buruk sudah terjadi padanya. Sungguh dunia ini adalah tempat yang kejam, Ella sedikit merinding. Saat tadi dia melawan para bandit itu yang terlintas dalam benaknya adalah bahwa semua yang ia baca dari novel ternyata ia alami. Hal ini semakin membuktikan bahwa memang ada yang ini menghancurkan sang Duke.
" Gila, ini benar-benar gila. Apakah aku bisa terus-terusan hidup. Aku benar-benar harus jadi wanita jahat hingga mereka tidak berani mengusikku. Itu juga Bagun untuk Dexter. Mungkin mereka menganggap Estrella ini adalah kelemahan Dexter. Tapi image dia di masyarakat kekaisaran adalah seorang tyrant, tapi mengapa Estrella ditempatkan di sisi Dexter? Apakah benar bahwa ratu sebenarnya tahu Dexter adalah seorang yang penyayang, sehingga mungkin saja Dexter akan jatuh cinta pada Ella atau simpati sehingga Ella dijadikan pion untuk menjatuhkan Dexter. Woaaah politik yang menakutkan."
Tap! Tap! Tap!
Ceklek
" Y-yang Mulia."
Dexter mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa Rober tidak perlu bangkit dari posisi tidurnya. Dokter pribadi milik keluarga Duke baru saja selesai mengobati Rober. Ia mendapatkan beberapa luka lebam dan sebuah sayatan pedang di lengan kirinya. Rober sungguh merasa bersalah karena tidak bisa melindungi majikannya, malah dia yang menjadi beban bagi Sang Nyonya.
" Apa kau bisa melihat wajah mereka?" tanya Dexter. Dia menarik sebuah kursi dan duduk tepat di sebelah ranjang milik Rober.
" Tidak Yang Mulia Duke, saya sama sekali tidak bisa melihat wajah mereka. Dan gerakan mereka juga cepat. Haah, saya sungguh minta maaf karena tidak bisa melindungi Nyonya. Malah Nyonya yang melindungi saya, jika Nyonya tidak keluar kereta mungkin saya sudah tinggal nama saja."
" Apa maksudmu dengan Ella melindungi mu?"
Dexter tentu tidak paham dengan maksud dari ucapan Rober, pun dengan Erza yang saat ini berdiri di samping Dexter. Dan pada akhirnya Rober menceritakan apa yang tadi mereka alami.
Ketika Rober keluar dari kereta, setidaknya ada orang dengan wajah yang tertutup dan hanya terlihat matanya saja. Mereka mengenakan pakaian serba hitam. Kusir kuda sudah tergeletak di tanah. Dengan kemampuannya yang seadanya Rober berusaha menghalangi bandit-bandit itu untuk menyerang kereta.
Namun, tentu mereka bukanlah lawan yang enteng bagi Rober. Dia kehabisan tenaga dan sebuah sayatan pedang mengenai lengannya. Sata itu Estrella turun, dengan merusak gaunnya Ella mulai menangkis dan melawan setiap serangan dari bandit. Kecepatan tangan dan kaki Ella dalam mengenai tubuh lawan membuat mereka kewalahan. Saat Ella hendak membuka salah satu penutup wajah dari bandit itu, mereka sudah berhasil kabur.
" Nyonya sangat hebat Yang Mulia Duke, tangan beliau begitu gesit dalam memukul lawan. Sayangnya tidak ada yang tersisa karena mereka buru-buru lari."
Sepanjang bercerita mata Rober berbinar. Dia sungguh kagum dengan kemampuan bertarung dari sang nyonya. Dan tentu saja tercengang karena yang Rober tahu, Estrella adalah wanita yang pemalu dan lemah lembut. Akan tetapi melihat kenyataan di depannya itu, sungguh kebalikannya. Duchess Estrella De Agler terlihat sangat berani dan bahkan bisa melawan bandit.
" Jadi maksudmu, Nyonya Duchess lah yang melawan para bandit itu?"
Erza tentu tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Rober, tapi sepertinya tidak dengan Dexter. Sedari tadi Dexter sangat serius saat mendengarkan cerita dari Rober.
" Baiklah kalau begitu, kau istirahatlah Rober. Untuk sementara tugasmu biar dilakukan oleh Erza."
" Baik Yang Mulia Duke, terimakasih. Aah iya, tadi saya keluar menemani Nyonya untuk memesan sebuah kayu yang bercabang-cabang. Saya tidak tahu untuk apa, tapi kata Nyonya itu adalah alat untuk berlatih dan olah raga."
Dexter mengangguk pelan, ia langsung keluar dari kamar Rober dan kembali ke kamarnya. Ini sedikit membuat Erza merasa heran. Biasanya Sang Tuan akan kembali ke ruang kerja, tapi kali ini tidak.
" Apa Anda ingin langsung istirahat Yang Mulia Duke?"
" Ya, aku ingin merebahkan tubuhku, kau juga istirahatlah."
Erza membungkuk memberi hormat, ia lalu melenggang pergi meninggalkan Dexter yang sudah masuk ke dalam kamarnya.
" Jake keluarlah!"
Syuut
" Ada perintah apa Yang Mulia?"
Jake langsung datang menghadap Dexter. Ia berlutut member hormat dan siap untuk mendapatkan perintah. Jake selalu siap sedia saat Dexter memanggil, karena memang Jake adalah penjaga bayangan Dexter.
" Perkuat keamanan di sekitar kastel, dan panggilkan Luz. Serta selidiki tempat kejadian perkara, aku yakin pasti ada sesuatu yang tertinggal. Dan aku juga yakin ini adalah ulah Ratu Aretha."
Tanpa berkata apapun lagi, Jake langsung pergi setelah memberi hormat. Sedangkan Dexter ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. Sambil menghela nafasnya, Dexter meletakan tangannya di kening. Ia mencoba mencerna setiap cerita yang keluar dari mulut Rober. Cerita itu tumpang tindih dengan cerita Ella yang mengaku sebagai seorang penggiat oleh raga Wing Chun.
" Apa sungguh kemampuannya begitu luar biasa hingga dia bisa membuat para penyerang itu kabur. Aku harus mengawasinya lebih lanjut. Dan sepertinya aku juga harus mengunjungi istana. Agaknya selama ini aku sudah terlalu berdiam diri."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Kalau mau berkunjung ke istana....ajaklah istrimu Dexter....biar dia bisa menunjukkan kepintarannya...☺️☺️☺️
2024-12-15
0
Dewi Kasinji
baru kali ini cerita transmigrasi , dia sdh jujur di awal kalo dia bukan berasal dari daerah itu.... 👍👍👍
2024-10-09
2
Mei Johan
pertama kali baca cerita begini, seru juga
2024-07-24
1