Trang Trang Trang
Syuuut
Trang Trang Trang
Suara pedang beradu. Beberapa prajurit mulai memasuki lapangan latihan dan semuanya terkejut melihat Duke dan Duchess mereka sedang melakukan sparing. Keterkejutan mereka semakin bertambah saat melihat Duchess yang selama ini pendiam kini berad di lapangan memegang pernah dan bahkan bisa mengimbangi kemampuan Duke.
Duke Dexter De Agler merupakan seorang sword master di kekaisaran Vervant. Kemampuan berpedangnya diakui oleh negara-negara lain. Dari kecepatan, ketangkasan dan juga aura yang dimunculkan menjadi momok tersendiri jika berhadapan dengannya. Bahkan para prajurit dan Jake Eberulf yang merupakan tangan kanan Dexter saja kewalahan jika tengah melakukan sparing. Intinya mereka tidak akan bertahan lama jika berhadapan dengan Duke.
Namun, apa yang mereka lihat kali ini sungguh diluar dugaan, Duchess yang selama ini mereka lihat selalu mengenakan gaun dan anggun kini terlihat begitu ganas dan lincah. Rambut keemasan yang terombang-ambing saat mengayunkan pedang dan mata hijau yang menatap tajam kearah lawan serta senyum kecil di bibir itu menampakkan sosok yang sangat elegan namun berwibawa.
" Woaaah, baru kali ini melihat sparing yang sungguh menyenangkan," ucap salah satu prajurit.
" Benar. Lihatlah, Duchess bahkan tidak terlihat lelah sedikitpun. Padahal kita sebentar saja melawan Duke pasti sudah ambruk," imbuh yang lain.
Walaupun tenaga yang Dexter keluarkan tidak maksimal untuk sparing degan Ella, tapi itu termasuk cukup untuk berhadapan dengan seorang wanita, dan Dexter mengakui bahwa Ella bisa menyelaraskan dan menghadapinya degan sangat baik.
Di sisi lain Nori yang merupakan dayang Ella kebingungan karena tidak melihat keberadaan sang nyonya. Namun dia cepat mengetahui dimana Ella ketika beberapa pelayan membicarakan tentang nyonya mereka.
" Apa maksud kalian? Nyonya berlatih pedang, bersama Duke? Sparing? Maksudnya pernah sungguhan?" Nori jelas tidak percaya apa yang dikatakan oleh rekannya itu. Ia pun langsung berlari menuju ke tempat pelatihan. Tapi langkah Nori terhenti saat sang kakak--Erza Lenan menarik tangannya.
" Kamu kenapa, mengapa berlarian begitu. Ini bahaya, kamu bisa terjatuh nanti," pekik Erza kepada sang adik.
" Kak, ini serius dan bahaya. Duke dan Duchess sedang sparing pedang?"
" Apa? Apa Duke ingin membunuh istrinya secara terang-terangan!"
Kini kakak dan adik itu berlari bersama menuju ke tempat pelatihan. Isi kepala mereka sudah sangat salah paham dan berpikir yang tidak-tidak. Selama ini Duchess memang sedikit membuat Duke kerepotan, tapi Erza tidak menyangka bahwa Duke akan menghabisi istrinya sendiri di kastel ini. Itulah yang ada di kepala Erza. Sedangkan Nori, pikirannya juga sudah melantur kemana-mana, ia merasa iba. Seorang Duchess yang lemah dipaksa untuk memegang pedang, itu sungguh keterlaluan.
" Apa Tuan Duke sungguh seorang tyrant kejam? Masa iya istrinya sendiri diperlakukan seperti musuh," omel Nori sepanjang perjalanan menuju tempat latihan.
" Sepertinya ini adalah akibat dari penyakit insomnia Duke. Jangan menyalahkan Duke seperti itu Nori," bela Erza.
" Cih, kakak selalu memberlakukan Duke. Bagaimana kalau Nyonya Ella terluka. Dia kan wanita yang lemah lembut."
Sungguh kesalahan pahaman yang membuat geli. Kakak beradik itu malah berdebat dan saling memberlakukan majikannya masing-masing. Tapi perdebatan dan kekhawatiran mereka sirna sudah saat sampai di tempat kejadian perkara. Melihat sepasang suami istri tengah saling melemparkan serangan malah terlihat hal itu menjadi romantis. Eeeh, apakah ini memang romantis versi seorang Duke tyrant dan Duchess? Entahlah, tapi di mata para penghuni kastel yang melihat sparing mereka, dapat dirasakan bahwa setiap gerakan menimbulkan keharmonisan.
Sreeet
" Sepertinya hari ini cukup di sini, aku lihat kamu sudah kelelahan, Ella." Ujar Dexter. Ia cukup tahu bahwa Ella memang sudah di batas tenaganya. Ella sedikit menggembungkan pipinya, ia kesal karena selama itu sparing tapi Dexter sama sekali tidak terlihat lelah.
" Anda curang Tuang Duke, mengapa hanya saya saja yang lelah dan Anda tidak. Malah Anda terlihat begitu bugar, sedangkan saya sudah loyo begini."
Ella mengatakan hal tersebut dengan nafas terengah-engah dan siapa sangka Dexter tertawa. Semuanya langsung membulatkan matanya ketika melihat Dexter tertawa. Seumur-umur belum pernah Duke mereka tertawa seperti itu.
" Apakah matahari besok akan terbit dari barat?"
" Stttm, diam."
Beberapa dari prajurit berbisik melihat interaksi manis kedua tuannya itu. Tapi seketika mereka langsung diam saat Dexter menatap mereka dengan tajam.
" Latihan dimulai. Putari kastel sebanyak 50 putaran. Jangan mengeluh, Duchess bisa melakukan 10 kali putaran, jadi kalian harus bisa melakukan lebih banyak!"
" Haaah?"
" Lakukan sekarang!"
Drap drap drap
Tidak ada waktu bagi mereka untuk protes, dan saat itu juga mereka mulai melangkahkan kakinya untuk berlari memutari lapangan. Sedangkan Dexter dan Ella kembali ke dalam. Mereka masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri karena sarapan bersama akan dilakukan setelah ini.
" Apa benar Duchess bisa menggunakan pedang Yang Mulia? Ini sungguh sangat luar biasa." Erza menunjukkan kekagumannya terhadap Ella. Meskipun ia tadi hanya melihat secara sepintas, namun Erza mengakui bahwa level berpedang Duchess bukanlah pemula.
" Ya, dan aku sungguh terkejut, dia benar-benar bisa melakukannya dengan sangat baik."
Dexter tersenyum simpul, ada sebuah rasa lega dalam hatinya. Mungkin rencananya Ella untuk jadi seorang Duchess yang jahat akan mudah terwujud jika kemampuan Ella seperti itu. Hal ini berarti Ella juga tidak akan mudah ditindas dan dia juga tidak akan diancam.
Namun Dexter menghapus pemikirannya itu, bagaimanapun Ella adalah tanggungjawabnya. Dia tidak akan membiarkan Ella berada dalam bahaya. Apapun yang akan Ella lakukan nanti, dia akan mendukungnya dan melindunginya.
" Bagaimana makanannya, apa kamu suka? Jika tidak sesuai dengan selera mu, aku akan minta koki menggantinya."
Saat ini Dexter dan Ella sedang berada di meja makan. Mereka berdua menikmati sarapan berdua. Awalnya Dexter ingin menanyakan perihal kejadian kemarin, akan tetapi urung. Tanpa ia tanyakan pun jawabannya sudah jelas dan pasti bahwa yang mengalahkan para bandit itu pasti adalah Ella.
" Tidak Tuan Duke, ini sudah sangat cukup sesuai dengan selera saya. Makanannya sangat enak."
Jawaban Ella bukan hanya membuat Dexter senang, tapi juga koki yang memasak.
Tap tap tap
Erza datang dengan sedikit terburu-buru. Sebenarnya tidak enak dan tidak sopan untuk mengganggu waktu makan Duke dan Duchess, namun hal ini harus segera disampaikan.
" Ada apa Erza?'
" Maaf atas ketidakopanan saya Yang Mulia, tapi ini adalah surat yang disampaikan oleh utusan istana. Katanya ini surat yang dikirimkan langsung oleh Baginda Kaisar."
Dexter mengerutkan alisnya, setahu dia, Lucas jarang sekali mengiriminya surat langsung begini. Ia pun langsung membuka surat tersebut dan membaca isinya. Sudut bibirnya terangkat, dan ia langsung menatap Ella dengan penuh arti.
" Sepertinya kita akan mulai pertunjukkan ini, istriku?"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Banyak typo Kak Othor..... memberlakukan tuannya itu apa maksudnya??? 🤔🤔🤔🤔😵💫😵💫😵💫😵💫
2024-12-15
0
V-hans🌺
putari maksudnya ya thor
2024-07-23
1
V-hans🌺
,agak nya harus di revisi lg ya thor..masih bingung dengan kata² nya bnyak yg amburadul...biar bacanya enak..
2024-07-23
3