Kastel Duke Agler seketika berubah. Ella yang tadinya tidak pernah melakukan apapun kini benar-benar bersikap seperti Duchess dan nyonya rumah yang sebenarnya. Ia bahkan meminta butler ( kepala pelayan) yang bernama Rober untuk menunjukkan pekerjaan apa yang harus di lakukan.
"' Jadi Duchy itu adalah wilayah kekuasaan Duke, apakah begitu?" tanya Antie. Dia sedang belajar perihal tanah wilayah Duke Agler.
" Benar Yang Mulia, Duchy Agler adalah wilayah yang dimiliki keluarga Duke Agler yang saat ini dikepalai oleh Duke Dexter De Agler. Di Duchy ini kita banyak sekali memiliki komoditi dari peternakan dan perkebunan. Biasanya Yang Mulia Duke akan melakukan tinjauan wilayah paling tidak 2 kali dalam sebulan."
Antie yang sekarang menasbihkan dirinya sebagai Estrella menganggukkan kepala tanda dia paham. Ia lalu mencoba membuka laporan-laporan yang berkenaan dengan wilayah Duchy.
Rober tersenyum melihat nyonya nya tampak serius dalam bekerja dan berusaha memahami setiap apa yang dibaca. Tapi baru beberapa saat Rober sudah melihat Ella yang sepertinya lelah.
" Haaah, ternyata wilayah Tuan Duke besar juga ya," gumamnya.
Rober tertawa kecil, jelas saja besar. Duchy Agler merupakan wilayah yang paling besar di kekaisaran Vervant. Dan Duke sendiri merupakan orang paling berpengaruh setelah kaisar. Maka dari itu faksi bangsawan sedikit tidak menyukai Dexter. Terlebih faksi bangsawan yang memihak Ratu. Apalagi hingga saat ini Ratu belum juga dikaruniai putra. Mereka sudah sangat was-was kalau-kalau Dexter yang akan naik jadi kaisar.
Padahal sudah berulang kali Dexter mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik dengan tahta. Namun agaknya ucapannya itu tidak dianggap tulus. Maka dari itu Dexter sejak usia 10 tahun sudah maju ke medan perang demi membuktikan bahwa dirinya tidak lah menginginkan kursi kekaisaran. Baginya tinggal di Duchy lebih menyenangkan.
" Ah iya, apa kau mengenal tukang kayu Rober? Aku ingin membuat sesuatu."
" Tentu saja Yang Mulia, apa perlu saya panggilkan ke kastel?"
( Aku langsung pake nama Ella aja ya, nggak Antie lagi biar nggak bingung bacanya)
Ella terdiam sejenak dan kemudian ia menggeleng cepat. " Jika boleh, aku ingin pergi sendiri ketempat tukang kayu itu."
" Tentu saja Yang Mulia, ini akan bagus untuk kesehatan Anda. Jalan-jalan di luar dan menikmati suasana yang berbeda akan membuat Anda lebih segar."
Ucapan Rober ditanggapi senyum kecil saja oleh Ella. Memang semua orang di kastel tahunya Ella sedang dalam kondisi tubuh tidak sehat dan mengalami amnesia. Meskipun mereka sebenarnya juga merasa heran karena jika benar sakit, mengapa Duchess mereka malah terlihat begitu aktif dan bersemangat.
Tuplak ... tuplak ... tuplak
Suara kereta kuda berjalan keluar dari kastel menuju ke wilayah Duchy. Rober dan Nori ada di dalam kereta bersama dengan Estrella. Sepanjang jalan Ella melihat ke luar. Semua yang ia lalui terlihat indah. Pepohonan yang hijau, Padang bunga yang luas dan tanah sederet perkebunan yang terdapat beberapa petani di sana sungguh memanjakan mata. Saat hidup sebagai Antie, dia jarang sekali bisa melihat hal tersebut karena memang dia tinggal di pusat kota.
Perjalanan dari kastel menuju ke tukang kayu ditempuh dalam kurun waktu setengah jam, sesampainya di sana Ella langsung di tuntun oleh Rober. Terlihat berbagai banyak kerajinan yang dibuat. Diantaranya ada kursi, lemari, meja dan lain-lain.
" Apa kau sibuk Jes?"
" Aah Tuan Butler, saya tidak sibuk. Kebetulan saya baru saja menyelesaikan pesanan dari seorang Baron."
Rober tersenyum, ia lalu mengenalkan Estrella kepada Jes. Jes sangat terkejut mengetahui Nyonya yang dibawa oleh Rober adalah Duchess De Agler yang merupakan istri sang penguasa wilayah Duchy.
" Ya-yang Mulia Duchess, maafkan saya yang tidak mengenali Anda."
Jes menunduk dalam, ia merasa tidak enak. Tapi Ella hanya tersenyum, sebenarnya bukan salah Jess. Estrella yang asli memang tidak pernah menunjukkan dirinya setelah menikah, jadi tidak banyak yang tahu wajah dari Sang Duchess.
" Tidak apa-apa Tuan Jes, saya kemari kau meminta tolong. Bisakah saya meminta tolong untuk dibuatkan yang seperti ini."
Ella memberikan gambar yang ia buat tadi secara singkat. Jes menyipitkan matanya ketika melihat gambar tersebut. Ia tidak mengerti mengapa seorang Duchess membutuhkan benda seperti itu.
" Maaf Yang Mulia, ini untuk apa ya, apakah untuk membuat gantungan baju. Dan juga, Anda tidak perlu berbicara formal kepada saya. Saya ini hanya rakyat biasa."
Estrella baru menyadari hal tersebut. Bagi rakyat biasa, seorang bangsawan adalah orang yang begitu dihormati. Jadi akan sangat tidak nyaman jika mereka berbicara formal. Itu malah menimbulkan sebuah ketakutan.
" Baiklah, kalah begitu Jes, aku minta kayu yang utamanya sebesar ini dan kayu kecil-kecilnya sebesar ini. Jaraknya seperti ini. Dan itu bukan untuk gantungan baju, melainkan untuk berolah raga," ujar Estrella dengan penuh senyuman. Dia meminta Jes untuk membuatkannya alat yang biasanya digunakan untuk berlatih wing chun. Wing Chun ini adalah salah satu seni bela diri yang unik dimana dia lebih berfokus dengan pertarungan jarak dekat. Wing chun memakai pukulan dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. ( Sumber google).
" Baik Yung Mulia, dalam dua hari saya akan akan menyelesaikannya."
Estrella mengucapkan terimakasih, ia lalu pergi dari tempat tersebut. Rober lalu menawarkan kepada Estrella untuk mengunjungi pasar dan pertokoan yang ada di sekitar sana. Tentu saja Ella sangat antusias, ia senang sekali bisa melihat-lihat suasana dunia ini.
" Jadi ini yang namanya pasar?"
Estrella berjalan bersama Nori dan Rober. Sepanjang jalan Nori lah yang menceritakan semua yang mereka lihat dan lalui. Dan ketika dirasa cukup, mereka pada akhirnya kembali ke kastel. Terlebih ini sudah waktunya makan siang. Rober mendapat peringatan dari Dexter bahwa Ella harus dibawa kembali sebelum jam makan siang. Mereka (Dexter dan Ella) memiliki perjanjian bahwa akan selalu makan bersama, entah itu pagi, siang atau malam. Kecuali jika Dexter memiliki pekerjaan di luar kastel.
Tuplak ... tuplak ... tuplak ...
Ella menyandarkan tubuhnya di kursi dalam kereta kudanya. Rasanya sangat puas karena bisa keluar dan mendapatkan suasana baru. Saat Ella hendak memejamkan mata sejenak, tiba-tiba kereta kuda mereka berhenti.
Bluuk
Arghhh
Sebuah teriakan kesakitan terdengar dari luar. Ella yang hendak turun dilarang oleh Rober. " Ini berbahaya Nyonya, Anda sebaiknya di dalam saja. Saya akan memastikan apa yang sebenarnya terjadi di luar."
Ella pasrah, tapi ia yakin bahwa Rober bisa mengatasinya. Namun setelah beberapa saat Rober juga tidak lekas kembali dan terdengar suara perkelahian. Mau tidak mau Ella pun turun dari keretanya.
" Jangan Yang Mulia, ini berbahaya. Sepertinya kita sedang diserang."
" Tidak apa-apa, Nori. Kau tidak perlu khawatir. Tunggulah di kereta, jangan keluar meskipun kau mendengar suara teriakan sekalipun."
Tubuh Nori bergetar hebat, Ella bisa melihat bahwa gadis itu sangat ketakutan. Ia lalu menyentuh tangan Nori lembut dan melalui tatapan matanya mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.
Sreeet sreeet
Estrella merobek rok bagian bawahnya yang mengembang lebar itu. Akan sangat sulit melakukan sesuatu jika menggunakan gaun seperti itu.
" Nyonya, apa yang Anda lakukan!"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Nanik Kusno
Suka banget dengan Ella yang sekarang....kuat.... berani...dan cerdas....👏👏👏👏👏💪💪💪💪💪
2024-12-15
0
Îen
suka dahhhh sama karakter ella.....krn emang klo di zaman ini kan kekuatan itu hal penting jd yahh emang hrsnya seseorag itu bs bela diri....yah meski zaman ini jg sih cm kan zaman dulu tuh lebih rawan sm kejahatan dbanding skr
2024-04-26
2
asih
hadewhhh adegan Ella berantem di pending dulu author nya LG mikir 🤣🤣🤣😂
2024-04-05
0