Elio memberhentikan mobil di depan sebuah tokoh yang di tunjukkan Henry. Ternyata tokoh itu bersebrangan dengan bibir pantai. Lingkungan yang sangat tenang. Elio keluar dari dalam mobil sembari memalingkan pandangannya ke tokoh dekatnya berdiri.
Harap-harap apa yang ia pikirkan benar terjadi. Semoga wajah wanita itu benar-benar mirip. Sangking penasaran Elio, ia rela pergi ke tempat itu tanpa sepengetahuan Henry. Jika sahabatnya tahu, bisa-bisa bogeman mentah akan ia dapatkan.
Alih-alih memikirkan itu sembari mengelus pipinya, Elio segera mungkin melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam tokoh.
Suara lonceng berbunyi dengan seorang wanita cantik tengah menyusun kue di lemari kaca. "Silahkan di lihat dulu tuan. Tunggu sebentar, saya meletakkan kue ini dulu." Bella sesekali melirik ke Elio dengan wajahnya tersenyum manis.
Elio seketika saja mematung. Saat ini ia sangat tidak mempercayai perkataan sahabatnya itu. 'Emillia. Tidak salah lagi. Ini Emillia. Berarti Henry tidaklah berbohong dengan apa yang ia lihat.'
"Apa anda pendatang baru dari kota tuan? Saya akan membantu anda memilih makanan di sini. Di jamin sesuai dengan selera anda. Banyak yang berkata demikian. Maaf jika dugaan ku nantinya salah." Bella sangat ramah pada siapa pun termasuk pelanggan barunya.
"Aku tidak tau harus membeli apa nona? Tapi katanya di sini ada kue siput yang terkenal enaknya. Apa aku boleh menumpang makan di sini sembari bertanya-tanya lingkungan sekitar? Maaf aku baru datang dan berencana mau berlibur di tempat ini." Elio merasakan Bella benar-benar tidak mengenalnya. Bukannya Emillia itu sangat kesal jika bertemu dengannya.
Bahkan Emillia sering menjauhinya dari Henry. Wanita itu sangat takut jika Henry terus berdekatan dengannya, maka nanti Henry akan ikutan terjun ke dunia bebas dan suka bermain wanita di malam hari. Gelak tawanya seakan-akan merasakan ini benar-benar aneh.
Bella tentu kebingungan dengan reaksi Elio yang tertawa sembari menutupi mulutnya. "Oh anda baru datang dari tempat lain dan baru pertama kali ke sini. Iya seperti yang anda lihat. Makanan di sini sangat lucu pada berbentuk hewan." Bella malahan berpikir pria di hadapannya itu merasa lucu melihat beberapa bentuk kue yang menyerupai beberapa hewan laut.
"Unik dan sangat menggemaskan." Elio bukan berkata soal menilai kue, tapi kondisi mereka yang tidak tahu sebodoh apa yang telah mereka percayai. Beruntung wanita di hadapannya itu terlihat sangat baik-baik saja. Tidak ada cacat sama sekali. Malahan Kecantikan Emillia semakin terpancarkan. Sayangnya wanita ini lupa ingatan.
'Aku akan membantu mu Hen. Kau pantas bahagia. Aku tidak mau lagi melihat mu merenung setiap kita bertemu.'
Bella tertawa kecil. "Kalau begitu anda silahkan duduk. Saya ambil beberapa kue siput untuk anda." perintah Bella dengan langsung mengambil pesanan Elio. Cukup satu porsi, makanan itu mungkin saja bisa mengenyangkan perut pria di sampingnya itu.
"Ini tuan." Bella duduk di hadapan Elio sembari meletakkan makanan tambahan untuk Elio.
Elio langsung memakan kue siput yang terus di katakan sahabatnya itu. Satu gigitan saja sudah membuat lidah Elio menari-nari. "Ini benar-benar enak nona." Elio tak menyadari jika tempat yang sering ia kunjungi untuk berlibur mempunyai tokoh kue yang enak dan lezat. Apalagi ada Bella yang sama persis dengan istri sahabatnya itu.
"Sudah saya bilang. Pasti anda menyukainya."
"Terimakasih nona. Kau sungguh wanita yang baik. Apa kau di sini sendirian?" Elio tidak melihat adanya pegawai lainnya.
"Ada tuan. Hanya saja mereka sedang mengantarkan pesanan pelanggan di area sekitar. Kami sering bergantian tugasnya. Berhubung ini jadwal ku, makanya aku bertugas di sini. Oh ya tadi anda mau bertanya apa, selagi tidak ada pelanggan?"
Elio bertanya sembarangan saja dengan Bella menjelaskan satu persatu. Suara serta logat khas Emillia melekat pada Bella. Wajar jika sahabatnya itu percaya bahwa Bella adalah Emillia.
'Emillia yang malang. Kau di buat hidup susah, dan bekerja keras di sini. Kau jauh dari keluarga mu, bahkan suami dan anak mu di ambil oleh orang lain. Sepertinya orang itu akan mendapatkan hadiah besar dari Henry jika ketahuan.'
Suara lonceng kembali berbunyi dengan Bastian datang. Percakapan yang seru itu harus di hentikan saat Bastian hadir.
"Kau belum juga siap-siap Bel?" Bastian melirik sekilas ke arah Elio. Namun pria itu tidak pernah mengenal Elio yang setiap saat datang ke perusahaan. Elio sering menggunakan masker dan topi hitam jika ia berkunjung ke perusahaan.
"Oh iya aku lupa Tian dengan janji kita. Kalau begitu aku siap-siap dulu sebentar." Bella baru ingat, bahwa hari ini ia akan ke kota untuk mengantarkan kue pesanan seseorang melalui Dona. Bella pun melihat ke Elio. "Maaf tuan. Saya lagi ada kerjaan. Mungkin anda bisa lanjutkan lagi bertanya pada teman saya yang sebentar lagi akan datang."
Elio langsung saja berdiri. Ia tidak nyaman lagi jika ada orang lain di sana. Apalagi Elio sering melihat Bastian di perusahaan. Ia semakin tidak mau jika pria di sampingnya itu memberitahukan ke sahabatnya bahwa secara diam-diam ia ke tokoh kue itu.
"Kebetulan saya lagi ada pekerjaan saat ini. Sudah jamnya saya ke lokasi. Terimakasih nona atas petunjuknya." Elio mengeluarkan sejumlah uang. "Sisanya anda ambil saja sebagai tanda terimakasih." Elio langsung pergi begitu saja tanpa mendengar perkataan Bella yang mengucapkan terimakasih.
Sekilas saja Bella mengingat pertemuan pertamanya dengan Henry. Wajahnya seketika memerah jika mengingat pria yang ia sukai secara diam-diam.
Bastian sendiri malah curiga dengan perubahan Bella saat melihat pria yang barusan keluar itu. 'Apa Bella menyukainya?' Bastian tidak ingin Bella menyukai pria lain selain dirinya.
"Tunggu sebentar ya Tian. Aku siap-siap dulu sembari menunggu Lola datang."
Bastian mengangguk pelan dengan Bella langsung masuk ke dalam untuk mengganti pakaiannya.
'Aku harus mengungkapkan perasaan ini lagi. Aku tidak mau Bella sampai-sampai berpindah haluan. Dia harus segera menjadi istri ku.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Vivie
elio demi melihat bella rela datang sudah tau kan skrg kalau bgtu gercep Lio jgn lmbt
2024-03-24
0
juhaina R💫💫
siangan Lo gak mudah Bastian,,, gercap klo emang Shuka shukax😅 tapi siapa cepet dia dapat belum tentu.
ini masalah hati Bastian 🤭😀
2024-03-23
0
Syafrida Kadir Ida
Bastian semakin gregetan... ada beberapa saingan yg akan merebut hati Bella.. 🤣🤣🤣 dgn penampilan lbh tajir
2024-03-23
0