Halaman - 09

Malam yang begitu damai. Henry kira malam pertamanya ini akan ia habiskan bersama istri keduanya Rose. Namun tuhan sepertinya mengajaknya bercanda. Malam ini ia malahan bersama dengan wanita yang mirip dengan almarhum istrinya Emillia.

Bella saat ini tengah menidurkan Alano. Pria kecil itu selalu merengek ingin tidur bersama Bella. Bella tentunya menyetujui kemauan Alano, walaupun Henry merasa keberatan. Pasti Bella hari ini sangat lelah akibat perilaku anaknya itu.

Henry sendiri sedang berdiri di depan kaca sembari melihat ke arah laut. Ternyata tokoh kecil itu memiliki rumah bertingkat yang mengarah ke bibir pantai. Damainya pemandangan di sana, membuat Henry tidak kepikiran akan hal lainnya.

"Ini minumlah tuan." Bella memberikan secangkir teh hangat untuk Henry dengan lamunan Henry terpecahkan.

"Terimakasih nona." ia langsung saja meminum teh itu. Sudah lama ia tidak meminum teh buatan istrinya. Biasanya malam-malam seperti ini, mereka akan minum teh bersama sembari berkeluh kesah tentang keseharian mereka. "Maaf anakku telah menyusahkan mu."

Bella tersenyum atas perkataan Henry, terlihat jelas pria tampan di hadapannya itu masih merasa bersalah atas tindakan anaknya. "Tidaklah masalah tuan. Lagian Alano saat ini masih kurang sehat. Semoga saja besok dia telah pulih kembali."

Henry berharap sama. "Apa nona setiap harinya tinggal di sini sendirian?"

Bella duduk di kursi di ikuti Henry. "Beginilah hari-hari ku, tuan. Aku tinggal sendiri di sini. Memang biasanya nyonya Dona sering pulang juga ke sini. Berhubung hari ini dia sangat sibuk kemungkinan minggu depan." Bella kembali meminum teh hangat itu. Malam ini entah mengapa ia sangat terhibur adanya Alano dan Henry. "Apa anda ingin belajar memasak karena Alano?"

Henry begitu saja mengangguk, walau sebenarnya bukan itu alasannya.

"Kenapa anda belum menikah lagi, tuan? Ah, maaf jika pertanyaan saya ini sangat menganggu anda."

Henry rasanya tidak ingin membahas pernikahan yang pagi tadi telah ia lakukan. Seharusnya ia tidak menikah begitu saja. Seharusnya ia ke sini dulu dan bisa bertemu dengan Bella. Namun, takdir memang sedang mengajaknya bercanda.

"Apa kamu sudah menikah?" Henry lebih baik membahas kehidupan yang di lakukan Bella. Siapa tahu ia menemukan sebuah bukti bahwa benar wanita di sampingnya itu adalah istrinya.

Bella mengerti dengan pertanyaan yang tidak di jawab Henry. Mungkin pria tampan itu masih belum bisa melupakan almarhum istrinya. Begitu besar cintanya pada sang istri.

"Aku belum menikah tuan. Hanya ada seseorang yang sedang mengejar ku."

Deg!

Jantung Henry bak terbakar mendengar kabar itu.

"Tapi aku belum menjawabnya dan belum bisa menerima lamarannya." sambung Bella.

"Maaf aku banyak pertanyaan. Kalau boleh tau kenapa belum kau terima?" Henry semakin penasaran dengan penolakan Bella. Ia kembali mengingat kejadian saat ia mengejar Emillia. Penolakan yang terus wanita itu lakukan, membuat Henry semakin ingin memiliki Emillia.

"Tidak apa-apa tuan. Jika anda ingin tau alasannya, adalah saya masih mempunyai cita-cita yang belum terwujudkan. Mungkin sebentar lagi cita-cita itu akan terwujudkan."

"Berarti sebentar lagi kau akan menikah dengannya."

"Belum tentu juga tuan. Tapi bisa jadi aku akan menerimanya." jawab Bella sedikit ambigu bagi Henry.

"Kalau boleh tau apa cita-cita itu? Sepertinya kau sangat menginginkannya." Henry berpikir untuk mencari cara agar cita-cita Bella tidak terwujudkan untuk sementara ini. Henry tidak mau jika Bella menikah dengan pria lain.

Bella semakin tersenyum tanpa menjawab.

"Maaf jika aku terlalu ingin tahu tentang kehidupan mu." Henry sepertinya tidak di izinkan untuk mengetahui tentang cita-cita yang di inginkan Bella. "Oh iya, kalau boleh tau kemana keluarga mu tinggal?" ia lebih baik membahas yang lebih penting lagi. Terutama mengetahui latar belakang Bella.

"Aku tidak tau sebenarnya dimana keluarga besar ku. Kata nyonya Dona, aku di angkat sewaktu aku masih kecil. Tapi aku tidak mengingat kapan beliau mengangkat ku. Masa kecil saja aku tidak ingat sama sekali."

Henry semakin penasaran dengan kejadian yang menimpa Bella. Masa sedikit pun wanita di sampingnya tidak mengingat masa-masa yang pernah ia lalui setiap harinya.

"Tapi kata nyonya, aku memiliki penyakit amnesia dini. Maksudnya aku mudah lupa akan sesuatu yang pernah aku lakukan. Tapi anehnya beberapa tahun ini aku selalu mengingat apa yang di ajarkan nyonya pada ku. Kata nyonya penyakit itu memang akan hilang jika aku semakin dewasa. Itu sangat membingungkan. Akan tetapi bisa saja aku ini makhluk yang berbeda dari yang lain, termasuk penyakit yang ku alami." Bella baru kali ini mencurahkan apa yang ia pikirkan dengan orang asing.

Selama ini Bella hanya memendam apa yang ia rasakan.

Henry semakin penasaran. Berarti jalan selanjutnya ia harus menemui Dona. Siapa tahu setelah bertemu dengan wanita itu, Henry menemukan sebuah jawaban.

"Ini sudah malam. Lebih baik tuan segera istirahat. Tapi," Bella bingung, kamar hanya satu, tidak mungkin ia menyuruh tamu tidur di kursi sofa.

"Biarkan saya tidur di sini malam ini. Tidaklah masalah. Lebih baik kau tidur di dalam bersama Alano." Henry mengerti maksud dari perkataan yang terpotong itu.

Bella langsung berdiri. "Bagaimana kalau kita tidur bersama saja. Lagian ranjangnya cukup untuk kita bertiga. Alano juga tidur di tengah." lebih baik Bella mengajak Henry tidur bersama dari pada tidur di sofa dengan cuaca yang semakin dingin ini.

Bukan tak bahagia Henry mendengar ajakan Bella. Rasanya ia ingin melompat kegirangan. Saat ini hanya mengepalkan salah satu tangannya pertanda ia sangat senang. Henry dengan cepat mengangguk, tanpa penolakan basa-basi lagi.

Terpopuler

Comments

Alexandra Juliana

Alexandra Juliana

Meniduri ---> menidurkan

2024-03-29

0

Vivie

Vivie

ngk di sangka-sangka dapat undian bobo bareng ya hen jgn lupa mampir hen lihat2x dulu😅

2024-03-17

0

DianWulanDari

DianWulanDari

wihhhh bisa TDR bareng GK tu/Chuckle//Chuckle/

2024-03-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!