Malam ini Henry menemui sahabatnya Elio. Mereka berdua telah berjanji untuk bertemu di sebuah club malam tempat mereka saling bertukar pikiran. Tentu salah satu club itu menjadi tempat berkumpul para teman-temannya yang sedang mencari sebuah kesenangan semata.
Berjabat dengan para teman-temannya di tambah sedikit candaan receh untuk menyindir Henry yang melepaskan masa dudanya yang mereka anggap begitu.
Henry hanya tersenyum. Ia mengakui telah menikah lagi, tapi tidak akan ada nama dalam kamus untuk menyentuh istri barunya itu. Malahan pikiran Henry tertuju pada Bella. Malam pertama yang tanpa sentuhan namun bisa merasuki jiwa dan raganya.
Itulah perasaan cinta yang tak akan pernah sirna. Henry berpikiran begitu.
"Sorry, aku sedikit telat." Henry menemui Elio di sebuah ruangan private. Tentu Elio di kelilingi berbagai wanita cantik di dalam sana.
Tangan Elio memberikan isyarat untuk menyuruh wanita itu pergi meninggalkan dirinya dan Henry. Mereka begitu saja pergi dengan senyuman semenarik mungkin dengan Henry yang tak mengindahkan wanita-wanita malam itu.
"Apa kau menemukan sesuatu El?" Henry duduk di sisi samping Elio.
Elio membuang nafas kasarnya sembari menggeleng pelan. "Nol besar. Kau tau sendiri sudah bertahun-tahun abu Emilia di dalam sana. Sudah jelas telah menyatu dengan tanah."
Henry mengusap rambutnya secara kasar, cara apa yang harus ia lakukan saat ini selain mengambil sampel dari salah satu organ tubuh Bella.
"Bagaimana kalau kau mengambil rambut wanita itu Hen? Kau cocokkan dengan rambut Alano dan orang tua Emillia. Siapa tau kau bisa menemukan sesuatu di sana? Itulah salah satu cara terbaik." Elio memberikan pendapatnya dengan Henry yang telah duluan berpikiran demikian.
"Mungkin itulah cara satu-satunya sebelum aku menemui nyonya Dona Eloise."
"Loh, bukannya nyonya Dona adalah salah satu seniman musik di kota ini? Tidak salah Alano anakmu itu juga kursus di sana ya 'kan? Apa hubungan nyonya Dona dan wanita bernama Bella itu? Apa mungkin Alano juga sudah mengetahui bahwa ada Bella di sana?" secepat itu banyaknya pertanyaan di lemparkan Elio. Ia sangat penasaran dengan wanita yang mirip dengan istri sahabatnya.
Sebenarnya seberapa miripnya wanita itu? Elio kian semakin penasaran.
"Alano saja tidak mengetahui adanya Bella di sana. Nyonya Dona sepertinya memang sengaja menutupi keberadaan Bella dari kita semua. Bella sendiri bercerita, bahwa ia di angkat nyonya Dona sedari kecil. Bella dinyatakan mempunyai penyakit amnesia dini. Tapi yang mencurigakan adalah selama beberapa tahun ini ia sangat mengingat apa yang di lakukannya, dan nyonya Dona mengatakan penyakit itu memang akan hilang dengan sendirinya bertambah usia. Ah... Ini tidaklah masuk di akal." Henry semakin mencurigai Dona sebagai pelaku lainnya.
"Apalagi nyonya Dona meminta Bella membuatkan kue siput untuk di bagikan ke anak-anak. Alasannya bersyukur masih di berikan kesempatan kedua untuk hidup. Bella kembali menyangkal itu bukan dirinya. Melainkan itu kejadian yang di alami nyonya Dona. Kau yang mendengarnya saja pasti ini sangatlah mencurigakan."
Memang benar apa yang di katakan sahabatnya itu. Mendengarnya saja Elio sangat curiga. "Aku akan mencari siapa yang telah berani melakukan ini semua. Aku akan membantu mu Hen. Tapi yang lebih aku curiga dari mu, bagaimana Bella bisa terbuka seperti ini dengan mu? Pasti ini ada siput di balik kue." Elio mencurigai pergerakan Henry yang sahabatnya mempunyai seribu akal untuk mendekati orang yang ia sukai.
Pengalaman itu sudah ia rasakan saat Henry mengejar Emillia. Pria itu berkorban berdiri di depan rumah Emillia, dimana kondisi cuaca saat itu tengah hujan lebat. Ia lakukan hanya untuk meluluhkan Emillia agar bisa mendapatkan perhatian saja. Elio tak menyangka secinta itu Henry pada Emillia. Wanita yang tidak menyukai Henry gara-gara sahabatnya terlalu tampan.
"Alano kabur dari rumah sakit dan pergi begitu saja untuk menemui Bella. Wanita itu berjualan kue siput ke sukaan ku dan Emillia sewaktu kami sering berlibur ke daerah itu. Entah apa yang di lakukan Alano sampai-sampai wanita itu menyetujui namanya di panggil dengan sebutan mommy. Seakan-akan mereka ibu dan anak yang menyatu satu sama lain. Malam itu juga Alano merengek untuk tidur bersama Bella. Beruntung Bella mengizinkan kami tidur di sana dan satu ranjang."
Elio langsung bertepuk tangan sembari tertawa. "Good job brother. Apa kau tidak sedikit bermain dengan wanita itu?" Elio menjahili Henry dengan rupa Henry hanya menggelengkan kepala saja tanpa raut wajah yang sedih.
"Setidaknya malam itu kami menghabiskan waktu bersama seperti keluarga bahagia. Aku sangat merindukan akan hal itu El."
"Kau pantas memilikinya Hen. Kejar dia jika kau mau. Walau dia bukanlah Emillia sekali pun, tapi dia lebih pantas menjadi istri mu dari pada Rose." Elio sendiri tidak menyukai Rose. Di matanya banyak wanita seperti Rose yang terlihat berbisa dan mudah di ajak tidur dengan bayaran uang yang cukup tinggi.
"Tapi aku sangat yakin Bella adalah Emillia. Aku akan mengambil sampel rambutnya, bagaimana pun caranya." Henry harus bergerak cepat sebelum musuhnya menyadari sesuatu.
"Begini yang aku suka dari dirimu Hen. Eh, tapi ngomong-ngomong bagaimana dengan Rose saat kau menginap di tempat Bella?"
"Aku menyuruhnya kembali ke kota. Tapi kata Cendro, Rose ke club malam. Sedangkan Rose dan Aldo bercerita mereka sedang di hotel belajar bersama."
"Belajar apa bekerja malam. Ah sudahlah Hen, aku tidak menyukai wanita itu. Kau sendiri tau bukan, aku pernah menjebaknya untuk tidur bersama ku."
Henry tertawa menjijikan mengingat perilaku Elio yang sengaja bertingkah untuk mengetes setiap wanita yang mendekati Henry. Hanya Emillia yang tidak terjerumus dengan ajakan Elio.
Sekuat Elio mengejar, sekuat pula Emillia menjauhi Elio. Itulah yang membuat Henry mati matian mengejar Emillia walau banyaknya pengorbanan yang di lakukan Henry.
"CK! Berhentilah El untuk memasuki lubang ular. Nanti kau terkena gigit dan menjadi penyakit. Lebih baik kau mencari wanita yang mau menikah dengan mu dan hidup bahagia." Henry mulai menasehati Elio.
"Aku mudah saja mencari wanita yang ingin menikah dengan ku. Hanya saja aku belum menemukan wanita yang benar-benar mencintai ku dengan tulus seperti Emillia. Sialnya kau yang mendapatkan wanita itu. Oh aku tau, Bella."
Kletak!
"Aw..." Elio merasa kesakitan keningnya di sentil Henry.
"Jangan coba-coba kau melakukan sesuatu ke Bella. Kau akan ku habisi." ancam Henry.
Elio tertawa puas melihat Henry. Saat ini ia melihat kembalinya Henry yang dulu. "Siapa tau itu wanita sama seperti Rose."
"Berbeda!" Henry langsung membantah tuduhan Elio.
"Oke kalau berbeda. Aku ingin membuktikannya sesekali. Jika benar dugaan ku, lebih baik kau menjauh. Aku tak mau kau semakin terjerumus dalam kehidupan mu Hen." Elio tetap pada pendiriannya ingin mengetes Bella.
Kedua mata elang Henry menusuk ke dua mata Elio. "Kata ku jangan, ya jangan El. Jangan coba-coba membantah." ia tak mau Elio secara diam-diam berbuat demikian lagi. Mau wanita itu seperti apa. Henry sendiri yang akan memastikannya.
Elio tak takut akan tatapan Henry. Ia malahan senang melihat kegigihan Henry dalam berpegang teguh pada pendiriannya. Berarti wanita itu benar-benar telah mengikat hati sahabat itu. Elio akan melihat sendiri, seberapa mirip wanita yang di incar Henry saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Ko Aldo sih kan harusnya Elio
2024-03-29
0
Syafrida Kadir Ida
Gaskeun Hen!!!!
2024-03-22
0
dika edsel
drpd jahatin org mendingan bentuk girlband aja rose..noh dah ditungguin sama lisa jenni dan jisso..buruan gih😁
2024-03-21
1