.
.
.
Mama Wina langsung teringat pengacara muda yang datang pagi tadi. mencurigai putri keduanya itu adalah hal yang begitu mustahil, namun keraguan kembali memenuhi kepala Mama Weni, hingga dengan cepat mama Weni membuka lemari pakaian putrinya dan menyusun Baju-baju Difa.
Mata Mama Weni kembali dibuat penasaran dengan laci dilemari itu. Meski ragu, Mama Weni tetap membukanya. ia begitu ingin menampik tuduhan bahwa Difa juga terlibat. .Didalam laci itu mama Weni menemukan dua buku diary dan sebuah kunci.
"Difa suka menulis ?? Sejak kapan ??"gumam Mama Weni yang langsung membuka Diary itu
3Januari.
Orangtuaku terlihat jelas tidak memikirkan perasaanku. Mereka dengan tega menjodohkan kekasihku dengan kakakku..
Sontak mama Wina menutup mulutnya tak percaya. Degup jantung mama Wina semakin cepat, ia tak menyangka jika Ridwan adalah kekasih Difa.
dengan mengatur nafasnya, mama Weni membuka lembaran lagi.
10 Januari.
Rasanya aku ingin membuang kakakku saja. apalagi melihat pesta pernikahan gila ini !! huh..
20Januari.
Hari ini aku bahagia sekali. ternyata mas Ridwan masih mencintaiku. dia terpaksa menerima pernikahan dengan kakakku karna bisnis saja. Kak Safana, Meski kau memiliki raga mas Ridwan, sampai kau mati kau tidak akan bisa memiliki hatinya, karna hati mas Ridwan hanya untukku seorang.
Air mata mama Weni perlahan mengalir mengetahui kebenaran ini. "Apa ini yang membuat Difa membenci Safana ?? Tapi..."duga mama Weni. namun itu tidaklah mungkin.
8februari
Pacaran sembunyi-sembunyi. aku muak dengan status seperti ini !!
10Februari.
Benarkah yang dikatakan mas Ridwan ?? Kenapa aku masih ragu ??
21Februari.
Aku terpaksa berbohong dengan orangtuaku hanya demi agar aku bisa menghabiskan waktu seharian bersama mas Ridwan.
Mama Wina tak menemukan tulisan lagi, Tapi saat akan menutup buku itu,perhatian mama Wina terfokus pada lembaran yang ada dibagian belakang.
Apa ini !! aku sudah melakukan apa ?? Bagaimana nanti jika ketahuan ??!! Ya Tuhan.. Tanganku berdosa sekali !!!
"Apa maksud tulisan ini ?? Kenapa fikiranku jadi negatif begini ??!"mama Wina membuka diary yang satu dan ia dibuat terkejut saat buku itu adalah milik Safana.
"Ini punya Safana, bagaimana mungkin Ada dikamar Difa ??? Lalu ini.. kunci apa ??"Mama Wina memegangi kunci yang ada disisi Buku satunya.
"Aku harus bicarakan ini dengan papa.."Mama Wina meletakkan diary milik Safana yang masih kosong bersama kunci dan membawa Diary milik Difa lalu kemudian segera keluar kamar. saat akan menutup pintu, Mama Wina teringat kotak hitam dibawah ranjang Difa, buru-buru mama Wina mengambilnya dan membawanya kekamarnya. entah untuk apa yang terpenting mama Wina ingin kejrlasan saja. ia juga belum berfikir jika Difa terlibat dalam kematian Safana.
.
.
"Kau mau aku masuk rumahmu ?? lalu kalau ada orang melihat bagaimana ??"Tanya Fatir dijalan sesaat setelah mereka tidak menemukan Dimana Ridwan.
"Kalau begitu aku saja yang kesana. aku ingin mencari tau dari rumah juga..aku merasa mas Ridwan juga terlibat disini."Balas Safana.
"Kalau kau menemukan sesuatu yang mencurigakan, bawa saja. berikan padaku. kau masih bisa memegang kan ??"timpal Fatir. Safana reflek langsung mencoba memegang lengan Fatir. Fatir hampir terperajak. rasanya dingin sekali saat dipegang Safana.
"Aku masih bisa.. aku akan berusaha.."ucap safana penuh semangat. Fatir mengulas senyumnya. seraya menatap Safana yang terlihat pucat namun tak memudarkan kecantikannya. Buru-buru Fatir membuang tatapannya agar jangan sampai semakin terpesona dengan kecantikan hantu wanita ini.
.
.
.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Yunida Julianti
sebentar wina sebentar weni, entah lah
2025-01-31
1
Syahrudin Denilo
akhirnya ketahuan deh
2024-09-15
0
Fitri Agustin
sebenarnya namanya weni atau Wina sih?
2024-07-01
0