.
.
.
"Sekarang kau akan kemana ??"tanya Fatir sesaat setelah membiarkan Safana bahagia.
"Aku mau kerumah mamaku. aku pergi dulu.."Safana langsung pergi begitu saja karna ia terlalu bahagia.
Fatir hanya bisa menatap kepergian Safana, ia ikut senang, setidaknya ia bisa membantu wanita malang itu.
.
.
Safana tiba dirumah mama Weni, senyum bahagia Safana luntur seketika saat melihat Mobil suaminya juga baru berhenti disana dan terlihat Difa turun dari mobil itu.
"Mas mau ikut masuk tidak ??"Tawar Difa.
"Tidak. apa kata mama dan papa nanti. aku harus kekantor mengurus aset Safana."Balas Ridwan.
"huh.. sebenarnya aku malas pulang begini.. kapan mas nikahin aku ??!!"rengek Difa dilengan Ridwan.
meski menikah tanpa cinta, Namun hati istri mana yang tidak akan sakit melihat suaminya sudah bermesraan dengan wanita lain sedangkan kematiannya saja baru beberapa hari. Safana mengepalkan kuat kedua tangannya. Jadi selama ini inilah alasan suaminya tidak mau menjamahnya, karna suaminya punya hubungan spesial dengan adik kandung Safana sendiri.
"Tega sekali kalian.."gumam Safana dengan wajah masam dan penuh amarah.
"sudah masuklah dulu.. untuk sementara jangan bicarakan hal itu. "Ridwan mengusap pipi Difa dengan lembut.
"Sabar lagi.. sabar lagi.. huh.."Gerutu difa.
"Kau makin cantik kalau cemberut begitu.."Ridwan memegangi kedua pipi Difa.
Jengah menatap dua manusia yang telah menghianatinya, Safana bergegas masuk kedalam rumah.
Tanpa sengaja Mama Weni tengah berada diruang tamu. Safana mengulas senyum saat melihat Mama Tersayangnya.
"mama.."Safana mendekati mamanya.
"Difa kok belum pulang ya ?? Kemana anak itu ???"Gumam Mama weni yang bisa didengar Safana.
Seketika Safana teringat difa dan suaminya Ridwan tadi didepan. Tanpa peduli mamanya akan terkejut atau tidak, safana segera meraih lengan Mama Weni dan menariknya kedepan.
"Eee...ee.."Mama Weni terkejut sekali. dan saat tiba didepan pintu Keterkejutan mama Weni hilang dan malah melihat Difa tengah berpelukan dengan Ridwan.
"Apa-apaan kalian !!!"Tegur Mama Weni yang langsung lupa siapa yang menariknya.
Safana melipat kedua tangannya. ia cukup puas karna bisa membuat sang mama tau hubungan gelap adik dan suaminya.
Difa dan Ridwan pun langsung membuka pelukan mereka karna terkejut.
"Mama.."Gumam Difa dan Ridwan bersamaan.
Mama weni mempercepat langkahnya mendekati Difa dan Ridwan.
"Apa yang kau lakukan pada Difa Ridwan ??!! Kau lupa, Difa itu adik iparmu ?!!"Tegur Mama Weni.
"Justru karna itu Ma, Aku mau menenangkan dia. dia tidak mau pulang makanya aku terus membujuknya."Balas Ridwan dengan tenang.
"Membujuk ?? apa semalam Difa bersama denganmu ??"tanya Mama Weni penuh selidik. Difa kelabakan takut jika ketahuan.
"Tidak Ma.. tadi pagi sekali dia minta dijemput dirumah temannya. dan dia tidak mau pulang. aku hanya menasehati dan membujuknya. maaf kalau sikapku berlebihan."Kilah Ridwan.
Mama Weni menghembuskan nafasnya dengan kasar. lalu menatap Difa yang terlihat ketakutan. "Mau Difa sesedih apapun, berpelukan didepan umum begini bisa menimbulkan Fitnah Ridwan. Kalian sedang didepan rumah, dan lagi.. Kuburan istrimu juga belum kering, apa kata orang jika melihat hal tidak baik begini.."
"Maaf Ma.. Ridwan salah. Ridwan tidak akan mengulanginya lagi.."Balas Ridwan.
"Hah.. ya sudah, Difa masuk. kau Ridwan mau mampir dulu atau..-"
"Ridwan mau kekantor polisi Ma.."Balas Ridwan lagi dengan cepat.
Mama Weni menggangguk pelan. "Iya.. kabari mama Jika pelakunya tertangkap."
"Pasti.. Ridwan jalan dulu.."Ridwan segera menuju mobilnya.
Safana yang sejak tadi disana ingin tau kemana perginya suaminya. ia pun buru-buru masuk kedalam mobil Ridwan dan mengurungkan Niatnya menghibur sang Mama.
.
...
..
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 0 Episodes
Comments
Siti Naimah
teror aja mereka berdua...biar pada stress
2025-01-23
0
Astri Olga Desitri Sanam Sanam
kerjain mereka berdua Safana
2024-09-26
0
Syahrudin Denilo
klw udah bisa nyentuh mah kerjain aja tuh mereka
2024-09-15
2