BAB 19. Merawat Luna

Bara masuk ke kamarnya namun, pikirannya masih tidak bisa lepas dari istrinya. Wajah lesu dan luka yang ada di dahi sang istri masih terbayang di benaknya.

"Akh sial, kenapa sih pikiran gue nggak bisa lepas dari Luna," gerutu Bara sebal pada dirinya sendiri.

Bara masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih. 15 menit kemudian dia keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.

Pria bertubuh atletis itu menggunakan kaos oblong dan celana pendek saja. Sangat terlihat jelas otot-otot di lengannya.

Bara masih belum bisa tertidur, padahal waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Pria tampan itu masih mengkhawatirkan kondisi istrinya.

Daripada gelisah terus menerus, lebih baik dia turun kebawah mengecek kamar istrinya. Bara sudah berdiri di depan pintu kamar Luna tetapi, dia bimbang antara masuk atau tidak.

Lama dia berpikir, akhirnya dia mengetuk pintu kamar itu.

Tok..tok..tok

Lama Bara mengetuk pintu namun, tidak ada jawaban sama sekali. Apa istri nya sudah tertidur.

Bara mencoba membuka handle pintu tersebut dan ternyata memang tidak terkunci.

Langkah kakinya semakin masuk kedalam namun, netranya menangkap pemandangan di hadapannya. Sang istri yang tertidur dengan tubuh bergetar.

Bara semakin mendekat dan dapat dia lihat tubuh istrinya sedang menggigil, Luna pun masih memakai pakaian kantor yang tadi dia pakai.

"Lun, Luna!" Bara menggoyangkan tangan Luna, namun tidak ada respon.

Badan Luna kedinginan dan dibanjiri oleh keringat hingga membuat baju wanita itu basah.

Bara panik melihat keadaan istrinya yang seperti itu dan bingung harus berbuat apa.

"Duh, gue bingung harus ngapain? seumur-umur gue belom pernah ngerawat orang sakit." Bara mengoceh sendiri.

Dia membuka ponsel dan mencari tau apa yang harus dilakukan saat seseorang sedang sakit.

Setelah mendapat jawabannya, dia mulai tau apa yang pertama harus dia lakukan.

Bara membuka kemeja Luna yang sudah basah dengan keringat dengan tangan bergetar. Walaupun dia sering melihat lekuk tubuh wanita, entah kenapa dengan Luna berbeda.

"Buka nggak, ya," gumam Bara.

Akhirnya tangan Bara membuka satu persatu kancing kemeja itu. Kini nampak terlihat jelas gunung kembar milik istrinya yang berbalut bra berwarna hitam.

"Ternyata isi nya gede juga, padet, kenyal pasti ukuran 40C ini." Masih sempat-sempatnya Bara berpikir mesum.

Bara lanjut membuka rok hitam sang istri. Setelah kemeja dan rok Luna berhasil dia buka, kini dia melihat tubuh istrinya yang hampir polos.

Gleekkk

Bara menelan ludahnya sendiri membuat jakun nya naik turun, pemandangan di depan nya ini sangatlah indah.

Ternyata sang istri memang sangat cantik dan mempunyai tubuh yang sangat indah.

Postur tubuh yang tinggi, badannya langsing dengan perut ratanya, gunung kembar sangat besar dan sintal tidak lupa bokong besar dan padat.

Bara tidak kuasa mengendalikan hasratnya yang sudah memuncak, buru-buru dia mengambil baju ganti untuk Luna.

Bara mengambil baju tidur panjang agar lebih hangat lalu memakaikan di tubuh istrinya. Setelah selesai Bara masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Luna.

Bara melepas semua pakaian nya kemudian mengguyur badannya dengan air dingin, dia mengocok milik nya sendiri yang sudah sangat menegang.

Pria tampan itu mengurut pedang besarnya sembari membayangkan sedang bercinta dengan Luna.

"Arrrghhh, Luna," desah Bara saat mencapai puncaknya.

"Akh, kenapa cuma liat Luna gue udah horni duluan." Kesal Bara yang tidak bisa mengendalikan hasratnya.

Bara keluar dari kamar mandi membawa waslap dan baskom kecil untuk mengompres Luna.

Kemudian menyeret kursi belajar Luna, lalu duduk di kursi yang dia dekatkan ke tempat tidur dan mengompres Luna agar demamnya bisa segera turun.

Tidak lupa Bara memakaikan selimut tebal agar istri nya tidak kedinginan.

Luna sudah tidak menggigil lagi dan tertidur dengan tenang berkat Bara yang merawat nya. Sesekali Bara mengganti air kompres itu dan mengganti kompres di kening sang istri.

"Udah jam 2 aja." gumamnya melihat arloji di tangan nya.

Bara tertidur dengan posisi yang masih duduk di kursi menghadap ke arah Luna.

Baru sebentar Bara memejamkan matanya, dia mendengar Luna mengigau tidak jelas dan suhu tubuh nya kembali naik.

"Luna, hei Luna bangun!" Bara mencoba membangunkan istrinya namun, tidak ada respon sama sekali.

Luna masih mengigau tidak jelas, akhir nya Bara menaiki tempat tidur dan menenangkan istrinya.

Bara membawa Luna kedalam dekapannya, lalu mengelus puncak kepala wanita itu dengan lembut.

Lama kelamaan Luna pun tertidur kembali, kali ini dia tidur dalam dekapan hangat suaminya.

Bara memandangi wanita yang menjadi istrinya itu dengan lekat, untuk pertama kali nya dia bisa menatap Luna dari dekat seperti ini.

"Cantik, sangat cantik." Gumam Bara memandangi wajah Luna tanpa berkedip.

Wajah polos natural tanpa make up yang sangat cantik. Dia bener-bener baru menyadarinya, karena selama ini dia sangat acuh kepada istrinya.

Kulit putih, hidung mancung, alis tebal dan bibir tipis berwana pink alami. Rasanya dia ingin mencicipi bibir pink itu.

Bara menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran kotor yang sedang bersarang di kepalanya, lalu memejamkan matanya dan tertidur.

***

Pagi hari Luna terbangun lebih dulu, wanita cantik itu mulai membuka matanya dan memegang kepalanya yang masih terasa pusing.

Namun, dia baru menyadari ada handuk kecil yang menempel di dahinya. Dia paham itu bekas kompresan.

Luna melirik kesamping tempat tidurnya, ada Bara yang sedang tertidur pulas memeluk pinggangnya.

Wanita itu masih ling lung belum mengerti dengan apa yang terjadi dengan dirinya, sampai Bara membuka matanya dan mengajak nya berbicara.

"Udah bangun?" Tanya Bara bangkit lalu menempelkan tangan nya pada dahi Luna.

"Masih demam, cuma nggak terlalu tinggi suhu nya," ujarnya.

"Gue kenapa, Om?" Tanya Luna yang memang tidak mengingat apa-apa.

"Lo demam semalem suhu nya tinggi banget, dan lo juga menggigil terus ngigo nggak jelas gitu. Gue sebagai suami yang baik, ya ngerawat lo lah," ujar Bara sangat percaya diri.

"Serius, Om?"

"Lah, bocah nggak percaya. Itu bukti kompresan nya masih ada." Tunjuk Bara pada baskom kecil di atas nakas.

"Makasih ya Om, udah ngerawat gue semalem," ucap Luna sangat tulus.

Bara bisa merasakan ucapan itu memang benar-benar tulus. "Iya, sama-sama."

"Gue buatin lo bubur dulu ya bentar, kan bibi juga belom dateng."

"Emang nggak ngerepotin om, bukan nya lo harus ngantor?" Tanya Luna menatap lekat suaminya.

"Gampang, hari ini biar gue libur dulu jagain lo disini," jawabnya tanpa keraguan.

"Nggak usah, Om. Mending lo ke kantor aja! gue udah nggak apa-apa kok."

Bara tidak mendengarkan perkataan istrinya, dia memilih beranjak dari tempat tidur lalu berjalan ke dapur.

Bagi Bara yang biasa hidup mandiri memasak bukan lah hal yang sulit. Dia memasak bubur untuk istrinya sembari membuat kopi utuk dirinya sendiri dan roti selai kacang.

15 menit memasak, akhirnya bubur untuk istrinya sudah jadi. Bara juga membuat teh hangat untuk Luna.

Bara kembali ke kamar istrinya membawa nampan ditangannya. Luna yang melihat suaminya masuk pun tersenyum.

Sungguh hati Luna menghangat kala suaminya memberikan nya perhatian lebih.

Luna bersyukur walaupun pernikahan ini atas dasar perjodohan dan suaminya merupakan seorang casanova tetapi, Bara tidak pernah berbuat kasar kepadanya dan sudah bisa bersikap baik.

"Ini makan dulu mumpung masih hangat!" Titah Bara yang kini sudah duduk di kursi sebelah tempat tidur.

Luna hendak mengambil mangkuk bubur itu namun, tangan nya di cegah oleh Bara.

"Biar gue suapin, ayok buka mulut lo!"

Luna membuka mulutnya dan Bara mulai menyuapi Luna dengan sangat telaten hingga makan itu habis tak tersisa.

"Minum dulu teh nya, biar anget juga perut lo." Bara membantu Luna meminum teh hangat yang sudah dia buat.

"Lo ada obat penurun panas nggak?" tanyanya.

"Ada om, itu di laci meja belajar." Jawab nya kemudian Bara mengambil obat yang Luna maksud.

Bara memberikan satu butir obat penurun panas ke tangan Luna, lalu memberikannya air minum.

"Makasih ya om, maaf ngerepotin."

"No problem, ya udah gue tinggal mandi dulu bentar!"

Luna menganggukkan kepala nya, setelah itu Bara naik ke atas menuju kamarnya untuk bersih-bersih.

***

Selesai bersih-bersih Bara membawa laptop dan juga ponselnya ke kamar sang istri. Saat Bara masuk dia melihat istrinya sedang tertidur memilih duduk di sofa dekat jendela.

Bara mengabari Kenan kalau hari ini dia tidak pergi ke kantor karena menjaga Luna. Awalnya Kenan tidak percaya namun, Bara mengirimkan foto Luna yang sedang tertidur dan meminta untuk memberikan izin Luna kepada divisi keuangan

Akhir nya Kenan mempercayai nya, dia juga mengirimkan email kepada Bara yang berisi data-data Luna yang di minta kemarin.

Bara membuka laptop dan melihat data yang dikirimkan oleh Kenan. Dari awal dia baca dengan teliti, memang prestasi yang diraih istrinya sangat banyak, benar apa kata Kenan istrinya salah satu mahasiswi yang cerdas.

Dia juga kagum istrinya yang masih kuliah sudah bisa membuka cafe sendiri yang kini cafe tersebut semakin ramai pengunjungnya.

"Gila-gila gue nggak nyangka dia bisa kek gitu." Gumam Bara saat terlihat data terakhir paling bawah.

Luna merupakan seorang pembalap baik motor sport ataupun mobil sport. Sepak terjangnya di dunia balap memang sudah tidak di ragukan lagi.

"Jadi, selama ini dia menghasilkan uang dan buat modal cafenya dari hasil menang balapan. Pantes nggak pake modal dari orang tua nya. Keren sih bener-bener mandiri." Bara yang mendapatkan kejutan lagi dari sang istri.

Tiinggg

Ponsel Bara berdering ada pesan masuk, dia membuka pesan yang ternyata dari Kenan.

"Besok malem Luna ikut balapan di arena biasa dia balapan. Gue baru dapet kabar dari anak buah gue, katanya besok dia balap motor jam 8 malem." Itulah pesan yang dikirim oleh Kenan.

Bara melirik ke arah Luna yang masih tertidur, hari ini kondisi istrinya masih kurang sehat, apa besok dia bisa ikut balapan.

Setelah memeriksa data-data pribadi Luna, kini pria tampan yang sedang menjaga istrinya itu sedang mengerjakan pekerjaannya yang di kirim oleh Kenan.

Bara mengerjakan pekerjaan sembari menunggu istrinya bangun.

***

"Eeuugghh." Lenguh Luna membuka matanya.

Bara yang melihat istrinya bangun pun mendekati tempat tidur.

"Udah bangun, gimana udah mendingan belum?" tanyanya.

"Udah, om. Makasih, ya"

Luna bangkit dari tempat tidur karena ingin buang air kecil.

"Mau kemana ?" tanya Bara yang melihat istrinya bangkit dari tempat tidur.

"Kamar mandi," jawab Luna singkat.

"Mau gue bantu nggak?"

"Nggak usah Om, gue bisa sendiri udah enakan juga," jawab Luna yang memang sudah merasa lebih baik.

Luna masuk ke kamar mandi mencuci muka dan menggosok gigi tidak lupa buang air kecil.

Saat Luna membuka pintu kamar mandi, ternyata Bara sudah menunggu di depan pintu.

"Ngapain nunggu disini, Om?" tanyanya heran.

"Gue takut lo jatoh di kamar mandi, secara lo baru mendingan."

Luna berjalan kembali ke tempat tidur lalu menjawab ucapan Bara sebelumnya. "Btw, makasih ya Om udah perhatian sama gue."

"Iya santai, gue pesen makan siang dulu deh biar lo bisa makan terus minum obat lagi biar bener-bener pulih."

"Lo mau makan apa?"

"Apa aja, Om." Jawab Luna yang kini sedang duduk bersandar pada headboard tempat tidur..

"Yang berkuah aja kali ya cocok buat orang sakit, sup aja gimana?"

"Iya, boleh."

Bara memesan makan siang untuk Luna dan juga untuk dirinya sendiri, tanpa Bara sadari dia sudah memberikan perhatian lebih pada istrinya.

Terpopuler

Comments

Adila Ardani

Adila Ardani

visual nya mna Thor

2024-06-08

2

Hanisah Nisa

Hanisah Nisa

lanjut

2024-03-21

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!