Mobil yang di kendarai Bara sampai di mansion mewah yang di dominasi warna putih. Mansion yang akan menjadi saksi bagaimana kisah Bara dan Luna nanti.
Bara membuka mobilnya lalu membuka bagasi menurunkan koper Luna meletakan nya di depan mobil. Luna turun dari mobil lalu mendorong koper nya mengikuti Bara dari belakang.
Dapat mereka lihat, di depan pintu sudah ada Papa dan Mama yang sudah menunggu. "Akhirnya kalian sampe juga," ujar mama Ayu.
Luna mendekati kedua mertuanya lalu menyalami punggung tangan mereke berdua dengan takzim, membuat mereka bangga pada menantunya itu yang sangat sopan.
"Ayo masuk, Bara bawa koper istri mu kedalam!" titah papa Gama kepada putranya yang hanya diam saja.
"Kan dia bisa bawa sendiri Pa, kenapa harus Bara yang bawa."
"Karena kamu suaminya," timpal Mama Ayu kesal dengan kelakuan putranya.
Mau tidak mau Bara mengikuti perintah orang tuanya membawa masuk koper sang istri.
Mereka semua duduk di ruang keluarga. "Sayang, kamu sekarang tinggal di mansion ini dengan Bara ya, nanti juga ada Art sama sama security untuk berjaga di depan," beritahu mama Ayu.
"Baik, Ma," jawabnya singkat.
"Ya sudah, kamu bisa liat-liat mansion ini dulu biar kamu tau setiap sudut ruangan yang ada di mansion ini! kami pamit pulang dulu, ya," pamit papa Gama pada anak dan menantunya.
"Kok cepet banget si Pa, Ma. Memang kalian nggak mau nginep dulu gitu?"
"Nggak sayang, biar kalian bisa mandiri. Bara jaga istri kamu yang bener jangan suka di tinggal-tinggal!" nasehat mama Ayu yang paham betul bagaimana kelakuan anaknya.
"Hem." Bara hanya berdehem saja membuat Mama Ayu menghela nafas nya.
"Ya sudah, kami pamit pulang dulu." mama Ayu dan papa Gama pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.
"Om, kamar gue yang mana?"
"Terserah lo mau pilih kamar yang mana selain kamar utama dilantai atas, karena itu kamar gue," jawab Bara cuek.
"Okay." Luna memilih kamar yang ada di lantai bawah saja yang jendela kamar nya menghadap ke taman.
Luna masuk ke kamarnya lalu membuka koper menata satu persatu barang-barang yang dia bawa sesuai pada tempatnya.
Sementara Bara pergi entah kemana karena hari ini dia belum mulai ngantor lagi.
***
Bara sampai di apartemennya langsung merebahkan dirinya di sofa ruang tv. Dia membuka ponselnya menghubungi seseorang meminta wanita datang ke apartment nya, karena club masih belum buka saat siang hari.
Setelah menunggu tiga puluh menit, wanita itu datang menggunakan pakaian yang terbuka. Bara membukakan pintu dan menyuruh wanita itu untuk duduk.
Pedang nya sudah sangat ingin di puaskan karena dari kemarin tidak di servis. Biasanya setiap hari di servis, tetapi kemarin terpaksa libur saat hari pernikahan nya.
Wanita itu memulai aksinya, menurutnya sangat beruntung malam ini bisa menghabiskan waktu bersama dengan Ceo Wijaya Corporation.
Sebelum memulai permainan inti, dia menari layaknya seorang penari handal. Gerakan tarian terakhir membuka penutup bongkahan sintal yang sangat besar seakan ingin tumpah karena tidak semua masuk kedalam penutup tersebut.
Wanita itu mulai mendekati Bara dan melucuti satu persatu pakaian Bara, hingga kini Bara sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Dengan senang hati dia melayani Bara. Siapa yang tidak tau Bara Adi Wijaya, seorang Ceo muda yang mempunyai perusahan terbesar nomer satu di Asia bahkan Eropa.
Sementara Bara hanya menikmati apa yang disajikan oleh wanita tersebut.
***
Luna selesai menata semua barang-barang nya di dalam lemari dan meletakan skincare di meja rias yang ada di sana. Dia juga meletakan buku-buku di rak buku di dekat jendela, jadi saat belajar nanti pemandangan nya bisa langsung menghadap ke taman.
"Huh, akhir nya kelar juga." Keluh nya sembari merentangkan tangan keatas guna untuk menghilangkan pegal yang dia rasa.
"Mana laper lagi." Luna keluar menuju dapur yang ternyata kosong tidak ada bahan-bahan makanan sama sekali.
Mansion yang sangat besar ini, Papa Gama baru membelinya dan beliau juga yang mengisi semua furniture di mansion ini agar bisa langsung ditempati setelah di adakan pengajian sebelumnya.
Hanya saja bahan-bahan makanan memang belum tersedia, karena Art baru akan datang besok.
Sementara Bara lepas tangan begitu saja, semuanya di persiapkan oleh Papanya. Dia hanya mengikuti saja, toh baginya pernikahan ini tidak diharapkan.
Luna membawa langkah nya menuju keruang tamu, dia berpikir sejenak. Apa delivery makan saja atau ke cafenya.
Setelah Luna berpikir, akhirnya dia memilih untuk delivery saja. Kalau ke cafe yang ada nanti repot harus bolak balik sementara hari ini dia masih cuti.
Luna memesan makanan melalui ponsel nya. "Huh, dasar laki kagak tanggung jawab!emang sih ini pernikahan kagak di arepin, tapi kan seenggak nya tanggung jawab gitu sediain makanan. Jadi kan gue kagak kebingungan gini, lah ini dia malah ngilang gitu aja entah kemana." Gerutu Luna mengoceh sendiri sembari tangan nya memilih-milih menu makanan.
Akhir nya Luna memilih menu nasi ayam penyet lengkap dengan sambal dan lalapan, tidak ketinggalan es teh manis.
Setengah jam menunggu, akhir nya kurir pengantar makanan datang.
"Makasih ya, Bang." Ucap Luna saat kurir itu menyerahkan bungkus makanan ke tangannya.
"Sama-sama, Neng." Jawab kurir itu lalu meninggalkan mansion mewah tersebut.
Luna membawa makanan nya ke meja makan, kemudian memakan makanan nya dengan lahap.
"Beuuh, mantep bener sambel nya."
Sambal pedas yang dia makan membuat dahi nya bercucuran keringat, tetapi itu tidak membuat dirinya menyudahi makan sambal tersebut.
Setelah selesai makan dan membersihkan meja makan, Luna kembali ke kamarnya. Gadis itu memilih tidur siang, karena baginya sangat jarang dia bisa tidur siang seperti ini.
Luna sama sekali tidak memikirkan suaminya kini berada dimana, dia akan menjalani kehidupan nya masing-masing saja walaupun satu atap.
Jangan berpikir Luna akan menangis atau bersedih karena ditinggal begitu saja oleh Bara. Yang terpenting baginya sekarang yaitu kuliah dan usahanya saja.
Karena sebentar lagi dia akan mulai magang dan menunggu informasi dimana dia akan magang.
Masalah suaminya dia tidak peduli mau kemana dan berbuat apa. Toh, tidak ada cinta diantara mereka, karena bagi Luna dia tidak akan mencintai suaminya itu, apalagi kelakuan suaminya yang suka celup sana sini membuat nya ilfil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments