BAB 9. Hari Pernikahan

Satu bulan berlalu...

Hari demi hari berlalu, hari pernikahan Bara dan Luna pun tiba. Kedua keluarga besar sudah berkumpul di hotel milik keluarga Wijaya, dimana hotel tempat pesta pernikahan Bara dan Luna di langsungkan.

Ballroom hotel Wijaya sudah di sulap sedemikian rupa menjadi sangat indah, karena dekorasi bernuansa putih silver yang menghiasi ballroom tersebut. Konsep internasional modern yang terlihat sangat mewah.

Bara sudah duduk di depan pak penghulu dan ayah Fahmi sebagai wali nikah dari Luna Olivia. Di hari pernikahannya, Bara terlihat sangat gagah menggunakan jas putih terlihat sangat maskulin.

Walaupun, pernikahan ini tidak dia harapkan, tetapi tetap saja Bara merasa gugup menjelang akad nikah.

Dia lebih memilih presentasi di depan klien daripada harus menjabat tangan dan mengucapkan janji suci di hadapan sang pencipta.

Walaupun, seorang casanova tapi entahlah Bara merasa tidak bisa memainkan ikatan pernikahan, baginya pernikahan itu sakral.

Entah bagaimana nanti nasib rumah tangganya, dia hanya mengikuti alurnya saja. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh Luna yang hanya bisa pasrah menerima takdirnya bersanding dengan Bara di pelaminan.

"Saudara Bara, apa anda sudah siap?" tanya Pak penghulu.

"Siap, Pak," jawabnya tegas.

"Baiklah, silahkan menjabat tangan wali nikah dari saudari Luna! Pak Fahmi, apakah anda siap?" tanya pak penghulu kepada ayah Fahmi.

"Sudah, Pak," jawab ayah Fahmi.

"Baiklah, mari kita mulai. Silahkan pak Fahmi!"

"Saudara Bara Adi Wijaya bin Gama Wijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Luna Olivia binti Fahmi Nugroho dengan mas kawin seratus ribu dollar dan seperangkat alat shalat dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Luna Olivia binti Fahmi Nugroho dengan mas kawin tersebut tunai."

Dengan satu kali tarikan nafas, Bara sukses mengucapkan ijab kabul. Kini pria tampan itu telah resmi memperistri seorang Luna Olivia.

"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu kepada saksi yang ada.

Sah

Terdengar suara orang-orang berteriak sah. Bara menghela nafasnya lega. Begitupun dengan ayah Fahmi, tugasnya menikahkan putrinya telah selesai.

Setelah sah menjadi suami istri, pak penghulu memerintahkan bunda Desi untuk memanggil Luna.

Bunda Desi berjalan menuju tempat dimana Luna sedang menunggu akad selesai ditemani oleh Ajeng.

"Sayang, ayo kita ke depan! Kamu sudah resmi menjadi seorang istri sekarang," ujar bunda Desi sendu.

Anak sulungnya kini sudah menjadi seorang istri. Tidak terasa bayi mungil yang dulu dia timang kini sudah besar.

"Iya, Bun," jawabnya lirih.

Dia masih tidak menyangka sekarang statusnya berubah menjadi seorang istri. Luna berjalan di dampingi bunda dan juga Ajeng yang berjalan di sampingnya.

Semua mata memandang kearah Luna yang terlihat sangat anggun dan cantik. Begitu pun dengan Bara yang terpesona dengan istrinya. Untuk pertama kalinya dia melihat Luna menggunakan make up yang terlihat sangat cantik dan dewasa.

Karena biasanya Bara hanya melihat wajah natural sang istri. Tetapi, kali ini dia benar-benar terpesona. Apalagi lekuk tubuh istrinya sangat indah di pandang.

Luna memiliki postur tubuh langsing, tinggi dan berisi di bagian-bagian tertentu seperti dada dan bokong.

Kenan yang melihat kearah mempelai wanita pun kaget bukan main, pasalnya wanita itu yang dia kagumi di cafe tempo hari.

Gue nggak nyangka cewek yang gue kagumi di cafe itu calon istrinya Bara, beruntung Bara bisa dapet cewek kek gitu, Batin Kenan.

Luna sampai di hadapan Bara lalu duduk di sebelah suami barunya. Bara memakaikan cincin di jari manis Luna begitupun sebaliknya.

Pak penghulu memerintahkan Luna untuk menyelami tangan suaminya dan Bara mencium kening Luna serta melafalkan doa diatas kepala sang istri.

Dengan perasaan haru Luna mencium tangan suaminya dengan takzim, begitupun dengan Bara mencium kening istrinya dengan perasaan sedikit haru.

Setelah mereka mendatangi buku nikah, pak penghulu membacakan doa untuk mereka.

Selesai sudah proses akad nikah Bara dan Luna, lalu mereka duduk di pelaminan berfoto dengan keluarga terlebih dahulu sebelum tamu yang lain naik memberikan ucapan selamat.

Bara dan Luna hanya diam tanpa ekspresi kala fotografer mengambil gambar nya.

***

Bella datang naik ke atas pelaminan dan langsung memeluk Bara, tanpa mengucapkan ucapan selamat.

"Kita masih bisa berbagi peluh, walaupun kamu sudah menikah," celetuk Bella membuat Luna tidak habis pikir.

Bara melihat ke arah Luna yang hanya diam saja. "Nggak, udah turun sana! liat masih banyak yang antri," sinis Bara.

Bella mendengus sebal, lalu turun dari pelaminan dengan mulut yang masih menggerutu.

Tidak lama naiklah Ajeng dan Devan bersamaan. "Titip sahabat gue, Bang. Gue tau lo casanova yang track record nya nggak bisa diragukan lagi, tapi gue harap lo nggak akan pernah nyakitin Luna. Dia cewek baik-baik yang udah kek adek buat gue," ujar Devan membuat Luna dan Ajeng terharu.

Bara mengagungkan kepalanya dan Devan memeluk Luna dengan erat. "Lu udah jadi Bini sekarang, Juleha. Jadi bini yang bae ya, walaupun laki lu bukan orang bae," ujar Devan membuat Bara melototkan matanya.

"Thanks, Van. Lo terbaik," jawab Luna.

Ajeng juga tidak mau kalah, dia memeluk Luna erat seakan takut di tinggalkan, padahal kenyataannya mereka selalu bersama setiap hari.

Ajeng dan Devan turun dari pelaminan menuju meja prasmanan mengisi cacing di perut yang sudah meronta minta di isi.

Kenan naik seorang diri membawa kado ditangannya untuk Bara. "Selamat, Bar. Akhirnya lo nikah juga."

"Selamat, adek ipar." Kenan menjabat tangan Luna.

"Lho, Tuan bukannya yang waktu itu makan di cafe, ya?" tanya Luna memastikan.

"Benar, kamu waiters itu, kan?" Sampai sekarang Kenan belum mengetahui bahwa cafe itu milik Luna dan dialah ownernya, bukan waiters seperti yang Kenan pikir.

"Betul, Tuan," jawab Luna apa adanya.

"Nggak usah panggil tuan! kenalin saya Kenan, asisten Bara sekaligus sepupunya."

"Oh gitu, baiklah," jawabnya singkat.

Setelah memberikan ucapan selamat Kenan turun kebawah. Di susul enyak dan babeh yang terlihat baru datang langsung naik keatas.

"Ya ampun, Neng. Selamet menempuh hidup baru ya, Neng. Ini laki lu, Neng?" Enyak Fatimeh memandang Bara.

"Iya, Nyak. Ini laki Luna namanya Bara," jawab Luna memperkenalkan suaminya.

"Cakep bener laki elu, udah kaya artis pilem hollywood yang Enyak tonton," ujar enyak membuat babeh geleng-geleng kepala.

"Maafin istri aye ya, Tuan. Selamet atas pernikahan nye. Neng Luna juga jadi bini yang bae ya, Neng," sambung babeh Rozak.

Luna menyenggol lengan Bara agar berbicara. "Mereka Enyak sama Babehnya Devan," bisiknya

"Terimakasih, bapak, ibu," jawab Bara tersenyum ramah.

"Enyak sama Babeh, panggil kite Enyak sama Babeh aja kaya neng Luna," sambung enyak.

"Iya, Nyak, Beh." Bara menuruti permintaan enyak Fatimeh.

Mereka turun dari pelaminan bergantian dengan yang lainnya memberikan ucapan selamat. Mulai dari teman-teman Luna, karyawannya juga ikut hadir.

Rekan bisnis Bara dan juga kolage papa Gama, ayah Fahmi. Semua hadir meramaikan pernikahan karena perjodohan itu.

***

Malam hari para tamu yang hadir sudah sedikit berkurang. Tinggallah Bara dan juga teman-temannya. Luna yang sudah kelelahan pun memilih menghampiri bunda dan mama Ayu.

"Bun, aku boleh istirahat duluan nggak sih?" Tanya Luna yang memang benar benar lelah menyalami para tamu yang hadir seakan tidak ada habisnya.

"Kamu capek, ya?" tanya mama Ayu.

"Iya, Ma. Kayanya tamunya juga udah sedikit, itu juga Bara lagi sama temen-temennya."

Benar saja mama Ayu melihat putranya sedang bersama teman-temannya meninggalkan istrinya sendirian.

"Biar mama samperin Bara, enak aja istrinya maen di tinggal sendiri gitu aja," gerutu mama Ayu yang kesal dengan kelakuan anaknya.

"Nggak usah Ma biarin, ini aku ke kamar duluan nggak papa, kan?" tanyanya lagi memastikan.

"Iya sayang, nggak papa. Ya sudah, sana istirahat!" titah mama Ayu yang di setujui oleh bunda Desi.

"Ya udah Ma, Bun, aku ke kamar dulu, ya." Pamit Luna lalu berjalan memegangi ekor gaunnya menuju kamar hotel yang sudah di siapkan.

"Gini amat ya nasib gue." Luna bejalan menuju kamar president suite yang di khususkan untuk pengantin baru.

"Perlu bantuan?" tawar Kenan yang kebetulan lewat.

"Heh, nggak usah." Kaget Luna tiba-tiba Kenan datang.

"Yaelah, nggak usah sungkan gitu, kita sekarang jadi sepupu juga. Nggak usah kaku begitu selow aja." Pembawaan Kenan memang lebih enjoy membuat orang yang berbincang dengannya merasa nyaman.

"Sip dah, btw gue panggil lo apa, ya? kan lo lebih tua dari gue, tuan nggak mau kalo abang boleh nggak ?" tanya Luna menatap wajah Kenan.

"No problem."

"Okay, Bangke," celetuk Luna membuat Kenan melotot kan matanya.

"Hah, kok Bangke? bau dong." Kenan terkekeh.

"Iya Bangke, bang Kenan gue singkat jadi bangke biar gampang." Luna hanya cengengesan saja.

"Serah lo dah, ternyata lo orang nya asyik juga ya apa adanya nggak jaim."

"Lah, ngapain pake jaim segala coba." Karena asyik mengobrol sembari berjalan, tidak terasa mereka sampai di kamar president suite.

"Ya udah, masuk sana! banyakin stok sabar ngadepin Bara."

"Sip." Luna mengacungkan jempol nya lalu masuk ke kamar meninggalkan Kenan yang masih berdiri diam mematung.

"Gue seneng Bara bisa dapet istri kaya Luna wanita yang sempet gue kagumi. Wanita yang berbeda dari wanita lainnya. Tapi gue juga kasian sama Luna harus ngadepin Bara yang kelakuan nya bejat," lirih Kenan.

Kenan berlalu dan kembali lagi ke ballroom. Dia melihat Bara yang sedang mengobrol dengan teman-teman clubnya.

"Bar, lo nggak istirahat? itu Luna udah balik ke kamar." Kenan mendekati Bara.

"Nggak, nanti aja." Kenan hanya bisa diam melihat kelakuan sepupunya itu lalu meninggalkan meraka semu.

Terpopuler

Comments

Kusrini

Kusrini

lucu ceritanya,saya suka

2024-05-27

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!