BAB 18. Kekhawatiran Bara

Luna dan yang lainnya sudah kembali ke ruangan divisi keuangan. Diam-diam Sherly tersenyum senang melihat Luna di marahi langsung oleh Bara.

"Mas, Mba, maaf ya gara-gara Luna kalian kena imbasnya juga. Tapi emang bener kok, laporan yang tadi Luna buat bukan yang Pak Bara tunjukkan, kalian boleh tanya sama Mba Puput soalnya tadi Luna nanya ke Mba Puput takutnya ada kesalahan laporan yang Luna buat dan mba Puput juga bilang udah bener. Oh iya, itu ada salinannya masih di komputer coba kalian liat!" jelas Luna.

Kedua karyawan itu mendekati meja Luna dan mengecek komputer yang Luna pakai, dan benar saja memang apa yang dibilang Luna itu semua benar.

"Iya, Lun. Bener kata kamu. Terus siapa yang ngerubah laporan yang kamu buat, ya?" tanya Dini bingung.

"Luna juga bingung, Mba. Padahal udah susah payah ngerjainnya," keluh Luna.

"Sabar ya, Lun. Tetep semangat!" Bayu memberikan semangat.

"Makasih ya, Mas, Mba. Kalian udah support Luna," ujar Luna tersenyum hangat.

"Iya sama-sama, Lun. Ya udah, ayok lanjut kerja!"

Mereka semua melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.

Sherly mendengus sebal kenapa tadi dia tidak menghapus salinan data itu di komputer Luna, agar yang lain ikut menyalahkan wanita itu.

***

Jam pulang kantor telah tiba, Luna bergegas untuk pulang karena dia akan pergi ke cafenya terlebih dahulu.

Luna melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat mobil Luna akan berbelok menuju ke cafe, dari kejauhan Bara melihat mobil Luna memilih mengikuti mobil istrinya.

Bara merasa tidak enak dengan istrinya, karena sudah memarahi dan membentaknya di depan para karyawan.

Benar apa Kenan, seharusnya dia bertanya baik-baik. Apalagi istrinya masih karyawan magang, kalaupun membuat kesalahan itu masih hal yang wajar.

Bara melihat dari kaca mobil nya Luna masuk kedalam cafe Olivia, cafe yang pernah dia datangi saat meeting dengan salah satu rekan bisnisnya.

Bara turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam cafe. Dia melirik kesana kemari mencari istrinya, namun dia tidak melihat keberadaan sang istri.

Bara duduk di salah satu meja cafe dan memesan kopi hitam saja.

"Baik tuan, mohon menunggu sebentar!" Seru waiters tersebut tersenyum ramah setelah mencatat pesanan Bara.

"Mba, tadi liat perempuan pakai rok hitam kemeja biru masuk kesini nggak ?" tanya Bara pada waiters itu.

Sejenak waiters itu berpikir, yang baru saja masuk menggunakan rok hitam kemeja biru bukan nya Luna boss mereka.

"Kalau yang saya lihat barusan masuk menggunakan rok hitam dan kemeja biru itu Bu Luna, tuan," jawab waiters itu dengan jujur.

"Iya benar, Luna. Mba kenal dengan Luna?" sambung Bara.

"Oh, Bu Luna. Pasti kenal tuan, kan Bu Luna boss kami pemilik cafe ini."

Deg!

Jawaban waiters itu membuat Bara seketika shock, jadi pemilik cafe Olivia itu istrinya sendiri.

"Terimakasih, Mba," sahut Bara.

Waiters itu berlalu meninggalkan Bara menuju ke dapur.

Tidak berselang lama kopi pesanan Bara datang, dia meminum kopi itu hanya sedikit saja. Karena memang niat nya hanya ingin mencari Luna.

Bara pergi meninggalkan cafe itu setelah membayar kopi yang dia pesan.

"Halo, Ken. Gue minta data lengkap Luna! lo cari tau sedetail mungkin jangan sampe ada yang kelewat! "

Ucapan Bara membuat Kenan bingung di sebrang sana. Belum sempat Kenan menjawab, Bara sudah lebih dulu memutuskan sambungan teleponnya.

"Berarti anak muda yang punya cafe yang di bilang kolage gue waktu itu istri gue sendiri," monolog Bara.

"Banyak kejutan yang gue dapet setelah gue mengenal lo lebih jauh lagi." gumamnya masih duduk di balik kemudi.

Bara melajukan mobilnya menuju ke apartment meninggalkan cafe Olivia.

***

Di ruangannya Luna merebahkan dirinya di atas kasur busa, pikiran nya menerawang memikirkan kenapa bisa laporan yang dia buat berubah.

"Siapa ya yang ngerubah data yang gue buat? Masa iya si Bara sendiri yang ngerubah, tapi kek nya kagak mungkin kurang kerjaan amat. Apa ada yang kagak suka sama gue di divisi keuangan? tapi siapa perasaan semuanya baik-baik aja." Luna masih berpikir sampai Ajeng dan Devan datang.

Dooorrrr

Devan mengagetkan Luna membuat Luna terkejut kemudian memukul lengan pemuda tampan itu.

"Kaget gue oon." Gerutu Luna membuat Ajeng dan Devan tertawa.

"Lagian lu masih sore udah bengong aja. Bae-bae ntar kek ayam tetangga gue kebanyakan ngelamun kagak lama modar tuh ayam," celetuk Devan.

"Ngapa sih, ada masalah, lu?" Ajeng ikut bertanya.

Lalu Luna menceritakan semua kejadian yang dia alami di kantor.

"Siapa ya kira-kira yang ngerubah datanya?" Ujar Ajeng yang dijawab gelengan kepala oleh Luna.

"Kalo menurut gue nih ya, reaksi dari casanova itu kagak sepenuh nya salah. Bukan nya gue ngebela laki lu, tapi dia kan pimpinan mungkin cuma bersikap profesional aja. Cuma ya salahnya pake ngebentak segala, orang mah di omongin bae-bae." Devan memberikan pendapat nya.

"Bener juga sih apa kata Jaenal, kek nya lu kudu waspada Lun di divisi keuangan. Takutnya ada yang kagak demen sama lu." Saran Ajeng berpikir secara logika.

"Iya, gue juga mikir nya gitu. Thanks, kalian udah mau dengerin keluh kesah gue hari ini. Sumpah otak gue jadi mumet mikirin nya," ucapnya lesu.

"Udah, kagak usah dibawa puyeng, nikmatin aja proses nya!"

***

Bara langsung merebahkan dirinya di sofa saat baru tiba di apartment.

"Kenapa gue masih kepikiran Luna ya." Lirihnya belum bisa menyingkirkan bayangan sang istri dalam benaknya.

Bara masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih. 15 menit kemudian dia keluar dengan hanya memakai bathrobe saja.

Bara pergi ke pantry mengambil soda kaleng, namun dia di kaget kan dengan kehadiran Bella yang tiba-tiba datang.

Bella datang dengan kondisi yang sudah acak-acakan dress bagian atasnya.

"Kenapa, kamu?" Tanya Bara yang kini sedang duduk di sofa.

Tanpa aba-aba Bella naik ke atas pangkuan Bara, melumat rakus bibir Bara dan menggesekkan milik nya dengan milik Bara.

"Hmmpp." Desah Bella yang sudah di pengaruhi obat perangsang.

Bara hanya diam saja membiarkan Bella menikmati tubuh nya, sepertinya dia tau apa yang terjadi dengan wanita itu.

Bibir Bella turun ke leher Bara menggigit kecil leher itu dan meninggalkan jejak kemerahan. Lidah nya naik menjilati daun telinga Bara membuat lelaki itu menggeram.

Tangan nya tidak tinggal diam meremas pedang yang sudah menegang itu. Belum puas bibir Bella turun kebawah.

"Argghh." Desah Bara saat bibir itu menghisap area sensitifnya, sementara tangan Bella meremas pedangnya.

Bella meninggalkan jejak kemerahan di dada dan perut pria tampan itu membuat Bara tidak tahan.

Remasan tangan itu kini berubah, karena Bella memasukan pedang besar itu ke dalam mulutnya.

Bella memaju mundurkan kepala nya mengulum pedang itu, sementara Bara menekan kepala Bella agar kulumannya lebih dalam.

"Aargghh, faster!" rancu Bara menjambak rambut Bella.

Bibir nya kembali mengulum pedang besar itu dengan sangat cepat membuat Bara mengeluarkan cairannya.

"Aargghh," desahnya panjang.

Bella menelan cairan itu dengan cepat lalu memasukan pedang yang kembali mengeras ke goa miliknya.

Bleesshh

Pedang itu masuk sempurna sangat dalam membuat Bella tidak tahan, miliknya sekan ditusuk begitu dalam.

"Argghhhh kamu sangat nikmat, baby," desah Bella.

Bara mendesah saat pinggul itu bergoyang diatas tubuhnya, namun yang dia bayangkan yaitu wajah istrinya.

"Arggghh, Luna," desah Bara.

Bella melumat rakus bibir Bara dan dibalas oleh pria itu yang mengira wanita di hadapan nya itu Luna.

"Hhmmmpp." Desahan keluar dari bibir Bella.

Bella masih memacu diatas tubuh Bara dan mendesah dengan kencang. Obat yang masih mempengaruhi tubuhnya membuat seakan tidak ada lelahnya.

"Aarggghh, aargghhh. Kamu sangat nikmat, Bara," desahnya tak tertahan.

Bara melahap bongkahan sintal itu sementara tangan satunya meremas bongkahan sintal satunya dengan kencang.

"Aargghhh." Bella benar-benar tidak tahan.

Goyangan nya semakin kencang membuat Bara tidak tahan ingin mencapai puncaknya. Karena tidak memakai pengaman, buru- buru Bara mendorong Bella hingga terduduk dilantai.

Bara berdiri memasukan pedang nya kedalam mulut Bella. Wanita itu terduduk di lantai dengan kepalanya mendongak ke atas mengulum pedang yang akan mencapai puncaknya.

"Arrghhh, Luna." Desah nya panjang menjambak rambut Bella.

Setelah selesai, Bara menarik pedang nya dari mulut wanita itu. Diabaru menyadari kalau dirinya bercinta bukan dengan Luna.

"Shhiitt! Kenapa gue ngebayangin bercinta sama Luna sih," umpat Bara.

Bara masuk ke kamarnya meninggalkan Bella yang tertidur di sofa. Setelah selesai bersih-bersih dia memutuskan untuk pulang ke mansion.

***

Luna mengendarai mobil nya dengan kecepatan kencang, dia baru pulang dari cafe jam 8 malam.

Luna sengaja melajukan mobil nya dengan kecepatan kencang, karena ingin mengeluarkan kekesalan yang ada di hati.

"Aarggghhhh," teriaknya kencang.

Mobil yang dikendarai Luna melaju dengan sangat kencang, karena jalanan malam juga sudah sepi.

Saat sedang melajukan mobil nya dengan kencang, tiba-tiba ada kucing yang menyebrang jalan membuat Luna reflek menginjak rem mendadak.

"Auh." Rintih Luna saat kepala nya membentur setir kemudi.

"Arrghh, sial." Umpat Luna memegang keningnya yang berdenyut akibat benturan tadi.

Dia melihat dari cermin yang ada di mobil dan ternyata kening nya berdarah dan memar.

Dia tidak menghiraukannya dan kembali melajukan mobilnya kali ini dengan kecepatan standar.

Luna sampai di mansion saat Bara juga baru sampai. Bara berdiri di dekat pintu mobilnya melihat Luna yang baru pulang.

Bara tidak mengatai Luna keluyuran lagi, sebab dia tau Luna selama ini setelah pulang dari kantor mengunjungi cafenya terlebih dahulu.

Luna keluar dari mobil berjalan masuk walaupun kepalanya sedikit pusing.

Bara melihat istrinya terlihat lesu dan di kening nya terdapat memar juga ada bekas darah yang sudah mengering.

"Lo, kenapa?" tanya Bara terlihat khawatir.

" Kagak apa apa." Jawab nya cuek lalu masuk kedalam.

Bara melihat istri nya kembali cuek padahal tadi pagi sebelum berangkat masih terlihat biasa saja. Mungkin karena kejadian di kantor tadi siang membuat Luna marah.

Bara tidak bisa mengendalikan dirinya saat dikantor tadi siang, walaupun Kenan sudah mengingatkannya.

Pria itu terlihat khawatir dengan kondisi sang istri. Dia ingin meminta maaf dengan Luna, tapi sayang Luna terlihat enggan berbicara dengannya.

Luna masuk ke kamar nya lalu merebahkan dirinya tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

Kepalanya terasa pusing dan berdenyut membuatnya tidak bisa bangun untuk sekedar bersih-bersih.

Luna memejamkan matanya menghalau rasa pusing yang sedang dia rasakan, tanpa terasa dia pun tertidur.

Terpopuler

Comments

erinatan

erinatan

sungguh kelakuan barra menjijikkan

2024-07-27

1

Marsina Lindra

Marsina Lindra

ternyata bara bukan lelaki yang baik, menjijikan

2024-07-25

1

Yuli Yanti

Yuli Yanti

sumpah y si barabere bnr2 menjijikan

2024-06-20

5

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!