BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama

Luna membuka gaun yang dia pakai, untung saja gaunnya mudah untuk dibuka, jadi tidak ada drama meminta tolong suami membukakan resleting gaun, karena suaminya pun tidak ada.

Luna masuk ke kamar mandi, menuangkan aroma terapi ke dalam bathub yang sudah ia isi dengan air hangat.

"Akhirnya relax juga badan gue," gumamnya memejamkan mata merilekskan badannya yang terasa pegal.

Setengah jam berendam air hangat, membuat Luna menjadi lebih segar. Ia berjalan keluar mengambil pakaian ganti di koper yang ia letakkan di sudut kamar.

Luna merebahkan tubuhnya diatas ranjang king size yang sudah bertabur bunga. Dia menyingkirkan bunga-bunga itu ke tepi ranjang, karena malas untuk membersihkannya.

Luna tertidur dengan pulas tanpa memikirkan dimana suaminya dan mengapa belum juga kembali yang mungkin saja acara sudah berakhir.

***

Dilain tempat, Bara mengajak teman-temannya untuk pindah ke club yang tidak jauh dari hotel, karena acara sudah selesai dan tamu sudah pada pulang.

Tanpa sepengetahuan orang tua dan yang lainnya, Bara meninggalkan kamar hotelnya. Yang seharusnya dia sedang malam pertama dengan istrinya, tetapi ini malah minum besama dengan teman-temannya.

"Bar, lo nggak balik ke hotel?" tanya Dony teman dekat Bara yang ia kenal di club malam karena sama-sama hobby selangkangan.

"Males," jawabnya cuek.

"Padahal enak lo Bar malam pertama, apa lagi sama yang udah sah. Bini lo juga cantik sexy lagi, gue yakin masih virgin doi."

"Udahlah, orang gue nikah juga terpaksa, kan. Gue nggak cinta sama dia, jadi terserah dia mau ngapain aja," jawab Bara acuh.

"Kalo gitu gue deketin bini lo boleh? lumayan kan dapet yang bagus."

Bara tidak suka temannya itu memuji istrinya terus menurus.

"Lo mau main nggak? gue panggil cewek sexy buat lo, anggep aja lo lagi malam pertama." Dony meledek Bara yang hanya diam saja.

"Lagi males gue capek," Jawab Bara seraya meneguk wine yang dia pegang.

"Seorang Bara capek? ya kali capek, liat cewek sexy aja langsung tegang tuh pedang."

"Sialan lo." Balas Bara yang sedang mengecek ponselnya ternyata sudah pukul 02.00 pagi.

Bara tidak menghiraukan itu, walaupun sudah hampir pagi, tetapi dia belum ingin kembali. Toh, dia berpikir tidak masuk kerja besok.

Donny hanya membiarkan saja sahabatnya itu minum, dia terpaksa tidak membawa wanita ke dalam kamar karena menemani Bara minum.

***

Setelah adzan subuh berkumandang, Bara baru sampai kamar hotel yang ia tempati. Masuk ke dalam menggunakan kartu akses dari resepsionis.

Bara melihat istrinya yang sedang shalat pun acuh saja, lalu masuk ke kamar mandi untuk sekedar bersih-bersih.

Selesai bersih-bersih, dia menaiki tempat tidur dan langsung tertidur pulas tanpa menyapa istrinya lagi.

Luna hanya acuh saja karena sama sekali tidak perduli dengan suaminya. Pukul 07.00s Luna memutuskan untuk keluar kamar karena perutnya sudah berbunyi.

Di sana sudah ramai termasuk kedua orang tuanya dan juga mertuanya.

"Pagi, Sayang. lho, Bara nya mana?" tanya mama Ayu kepada menantunya.

"Masih tidur, Ma," jawab Luna santai.

"Habis berapa ronde semalem?" celetuk Kenan membuat mereka semua tertawa.

"Hus, kamu ini nggak usah ledekin Luna," ujar papa Gama yang tidak ingin menantunya malu.

"Sayang, nanti Bunda sama Ayah setelah sarapan mau langsung pulang."

"Terus Luna gimana, Bun?" tanyanya yang enggan ditinggal kedua orang tuanya.

"Kamu ikut suami kamu, Sayang," jawab bunda lembut memberi pengertian.

"Ya udah deh," jawabnya sendu.

"Nanti setelah Bara bangun biar papa minta Bara antar kamu pulang dulu ke rumah orang tua kamu. Kamu bawa barang-barang yang penting-penting saja ya, Nak. Kamu nanti tinggal dengan Bara di mansion Bara," beritahu papa Gama.

"Baik, Pa." Jawab Luna singkat lalu melanjutkan makannya.

Setelah sarapan, Luna kembali ke kamarnya. Dia memainkan ponsel membuka grup chat mereka bertiga menanyai kondisi resto pagi ini sembari menunggu suaminya bangun.

Lama Luna memainkan ponselnya, akhirnya Bara bangun juga.

"Om, ayok chek out! Yang lainnya juga udah pada pulang, lagi ini juga udah siang," ajak Luna.

"Bawel banget sih, nggak liat ini gue baru bangun."

"Lah, siapa suruh tidur pas adzan subuh. Orang-orang mah subuh itu shalat om bukan tidur. Islam nya cuma Ktp doang sih."

"Udah, ceramahnya? Dah, gue mau mandi dulu." Bara berjalan menuju ke kamar mandi.

Luna bersiap untuk chek out, jadi saat Bara selesai mandi ia sudah rapih.

Dua puluh menit Bara bersih-bersih, pria tampan itu keluar hanya menggunakan handuk yang melilit sebatas pinggang.

Bara berjalan menuju koper yang ada di sudut ruangan, Luna membalikan badannya karena sudah selesai membereskan barang-barangnya.

"Aaaaaa!" teriak Luna kencang.

"Berisik lo pake teriak segala! Lo pikir ini di hutan," oceh Bara membuat Luna mendengus sebal.

"Eh, Om. Gue teriak juga gara-gara lo. Lagian ngapain sih Om, bukannya pake baju di kamar mandi, udah tau ada gue disini. Mata suci gue jadi ternodai, kan," gerutu Luna sebal.

Bara berjalan mendekati Luna. "Yakin masih suci?" Bara merapatkan tubuhnya dengan Luna yang sedang berdiri bersandar pada dinding.

"Awas ih minggir! Iya lah masih suci, emangnya lo Om yang udah nggak suci. Ups, gue lupa kalo lo kan hobinya celup sana celup sini," ejek Luna membuat Bara melotot kan matanya, baru kali ini ada yang berani mengejeknya.

"Berani ya lo ngejek gue?"

"Lah, kenapa harus takut? gue itu bicara soal fakta om, bukan fiktif belaka."

"Lo nggak takut gitu kalo gue apa-apain lo disini? secara kita udah nikah, udah sah juga ditambah disini cuma ada kita berdua." Bara menaik turunkan alisnya.

"Awas lo berani macem-macem." Luna menunjukan kepalan tangannya di hadapan Bara.

"Cih, kek bisa aja itu tangan di pake nonjok orang," sinis Bara kepada istri yang baru dia nikahi sehari itu.

"Udah sana Om buruan siap-siap anter gue pulang!" tukas Luna semakin sebal dengan tingkah suaminya.

Selesai Bara menggunakan pakaian rapih, mereka berdua keluar dari hotel. Bara mengantar Luna kembali ke rumahnya terlebih dahulu, sebelum mereka pindah ke mansion yang akan mereka tempati.

"Om, nginep semalam gitu boleh nggak sih? besok aja kita pindahnya," rengek Luna meminta izin.

"Nggak bisa, gue banyak kerjaan. Lo bawa yang penting-penting aja! Karena semuanya udah di siapin Papa termasuk kebutuhan lo," jawab Bara cuek membuat Luna menghela nafas.

"Hem, baiklah." Luna hanya bisa pasrah entah bagaimana nanti nasib rumah tangganya.

Mereka berdua sampai di mansion Nugroho dan langsung masuk ke dalam, ternyata kedua orang tua Luna sedang bersantai di ruang keluarga.

"Assalamualaikum, Yah, Bun," sapa Luna langsung menyalami punggung tangan kedua orang tuanya sementara Bara hanya diam saja.

"Eh, udah pulang. Mau ambil barang-barang kamu?" tanya bunda Desi.

"Iya, Bun."

"Nak Bara, sini masuk kenapa diam disitu." Ayah Fahmi mempersilahkan menantunya untuk duduk.

Sementara Luna naik kelantai atas menuju ke kamarnya mengambil barang-barang yang akan ia bawa.

"Nak Bara, Ayah tau pernikahan kamu dan Luna atas dasar perjodohan. Tapi, Ayah mohon jaga Luna sebagaimana kami menjaganya. Jangan sakiti Luna! Luna anak baik-baik. Ayah tau kamu diluar sana seperti apa dan Ayah nggak minta kamu untuk berubah. Biarlah itu semua menjadi urusan kamu. Yang Ayah pinta cuma satu, jangan sakiti Luna! kalaupun dia berbuat salah, tolong tegur baik-baik karena kami mendidik Luna dengan penuh kasih sayang. Kalaupun nanti kamu dan Luna sudah tidak bisa bersama, kembalikan Luna dengan baik-baik sama Ayah," ujar ayah Fahmi yang sebenarnya merasa berat melepaskan anak sulungnya.

Entah mengapa Bara merasa tidak enak dengan ayah mertuanya, seorang ayah yang harus mengikhlaskan anaknya menikah dengan lelaki brengsek seperti dirinya.

"Iya, Yah." Hanya jawaban singkat yang ayah Fahmi dapatkan.

Setelah obrolan antar menantu dan mertua usai, Luna pun datang mendorong koper besarnya yang berisi sedikit baju dan buku-buku kuliahnya.

"Sudah?" tanya Bara.

"Udah, ini." Luna menunjukan koper nya.

"Bun, Luna pamit dulu, ya," pamit Luna memeluk bundanya.

"Iya sayang, jadi istri yang baik dan istri yang patuh kepada suaminya." Nasehat bunda pada anak sulungnya.

"Iya, Bun. Luna pasti bakalan kangen sama masakan bunda."

"Kamu ini yang di kangenin masa cuma masakan bunda doang." Bunda pura-pura merajuk.

"Hehe, bercanda, Bun." Luna beralih memeluk ayahnya.

"Ayah, Luna pamit, ya." Luna berpamitan pada cinta pertamanya itu.

"Iya, Nak. Jadi istri yang baik, ya." Nasehat ayah sama seperti nasihat bunda.

"Siap, Yah." Jawab Luna lalu menyalami punggung tangan sang ayah.

Bara juga ikut berpamitan kepada kedua mertuanya, walau bagaimana pun mereka tetap mertuanya. Walaupun, pernikahan mereka atas dasar perjodohan.

Bara memasukan koper istrinya ke dalam bagasi lalu masuk ke dalam mobil. Luna berjalan gontai masuk ke mobil.

Berat baginya meninggalkan kehidupannya yang lama, kini ia harus beradaptasi menjadi seorang istri. Selama di perjalanan Luna hanya diam saja, netranya memandang lurus kearah jalan.

Begitupun dengan Bara yang hanya diam saja dan tidak ingin memulai obrolan dengan istri barunya.

Terpopuler

Comments

Hafidz Narend

Hafidz Narend

/Good//Good/

2024-06-15

1

Susi Susiyati

Susi Susiyati

😆😆😆😆suaminya dipnggil om celup gt luna
smga bara insyaf g celap celup smbarangan....

2024-05-28

1

mei puspitasari

mei puspitasari

emosi kayak nasi campur...semangat Luna

2024-04-22

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!