BAB 14. Mulai Magang

Luna baru bangun saat pukul setengah enam pagi, karena tidur larut malam dia bangun kesiangan.

Wanita cantik itu langsung bangun dan mengambil air wudhu tanpa mandi terlebih dahulu, karena waktu subuh sebentar lagi habis.

Assalamualaikum warahmatullahi

Selesai salam Luna berdoa terlebih dahulu, Luna hanya berdoa agar orang tuanya sehat dan usahanya diberi kelancaran, dia tidak berdoa untuk hidup nya sendiri karena sekarang dia hanya mengikuti alurnya saja.

Luna masuk kamar mandi untuk bersih-bersih karena pagi ini mulai magang. Luna berjalan ke walk in closet mengambil setelan formal untuk digunakan berangkat ke kantor.

Untuk pertama kalinya dia memakai setelan formal seperti ini, karena biasanya dia selalu memakai pakaian kasual untuk sehari-hari.

Wanita cantik itu memakai rok span bewarna hitam dengan kemeja putih karena hari pertama magang mengharuskan mereka memakai setelan hitam putih.

Luna memakai flat shoes hitam saja karena tidak terbiasa memakai heels. Rambut panjang nya di gerai rapi, Luna terlihat sangat berbeda dari biasanya.

Biasanya wanita itu selalu mengikat tinggi rambut nya tetapi, kini dia menggerai rambut hitam panjang dan tebal tersebut.

"Perfect." celetuknya setelah selesai memoles wajah lalu mengambil tas hitamnya berjalan keluar kamar.

Luna duduk di meja makan untuk sarapan. Selama magang dia tidak akan bisa datang pagi ke cafe, jadi Luna memilih untuk sarapan di mansion saja.

"Non Luna, mau kerja?" tanya Bibi.

"Aku mau magang Bi, doain lancar ya, Bi."

"Iya, Non. Bibi doain biar lancar magang nya." Jawab Bibi lalu meninggalkan majikan nya seorang diri menikmati sarapan paginya.

Bara baru turun dari lantai atas melihat istri nya sedang duduk sendiri untuk makan pun menghampirinya. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin sarapan di mansion saja, padahal biasanya tidak pernah.

Bara melihat istri nya sedang memakan nasi goreng. Namun, netra nya menangkap ada yang berbeda hari ini.

Istri nya terlihat sangat cantik memakai pakaian formal seperti itu, terlihat seperti wanita dewasa dan terlihat sangat anggun, tidak seperti bisanya seperti gadis bar-ar.

Bara ikut menyendok nasi goreng yang ada di meja lalu mulai memakan nya. Hanya ada suara dentingan sendok saat di meja makan.

Mereka tidak saling menyapa dan mengobrol layak nya pasangan suami istri pada umumnya.

Selesai makan Luna bangkit merapikan lagi penampilan nya, membenarkan rambut nya agar rapih lalu menggambil tas nya yang dia letakan di kursi meja makan.

Itu semua tidak luput dari pandangan Bara, pria itu bener-bener terpesona dengan kecantikan sang istri.

"Gue baru sadar, ternyata dia bener-bener cantik." Batin Bara.

Selesai sarapan Bara bangkit dari duduknya mendekat kearah Luna.

"Mau kemana, lo?" Bara bertanya membuat Luna heran biasanya Bara akan cuek saat melihat nya.

"Bukan urusan, lo," jawab Luna cuek.

"Heh, kalo ditanya suami itu jawab!"

"Iya, suami diatas kertas!" Sinis Luna lalu berjalan keluar menuju mobilnya.

Luna sudah berangkat ke kantor sementara Bara masih tercengang, cuma Luna yang berani melawan nya.

Bara pun melangkahkan kakinya keluar membawa tas kerjanya, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

***

Luna sampai di Wijaya Corporation dan bertemu dengan Ajeng dan juga Devan yang baru sampai.

"Lu berdua juga baru sampe?" tanya Luna pada kedua sahabatnya.

"Iya, baru aja." Jawab Ajeng yang di anggukkan oleh Devan.

"Ya udah, ayok masuk!"

Mereka semua masuk ke gedung menjulang tinggi itu dan bertemu 3 orang lain nya yang sedang berada di Lobby.

" Pagi, Nyonya," sapa resepsionis itu.

Memang seluruh karyawan Wijaya Corporation sudah mengetahui kalau boss mereka sudah menikah, karena mereka juga di undang saat acara pernikahan waktu Bara dan Luna.

"Nggak usah panggil nyonya mba! aku kan anak magang disini, jangan perlakukan aku seperti nyonya ya, Mba. Selama aku magang disini, perlakukan aku seperti anak magang yang lain nya aja!" ujar Luna pada resepsionis yang berjaga di depan.

"Baik Luna, silahkan kalian semua menemui HRD di lantai dua!"

Mereka semua mengikuti interupsi resepsionis itu menemui HRD yang berada lantai dua.

Setelah menemui HRD, Luna magang di bagian divisi keuangan sementara Ajeng dan Luna di bagian divisi pemasaran.

Mereka semua diantar oleh HRD tadi ke tempat mereka akan bekerja selama 3 bulam ke depan.

Sedangkan Bara baru sampai dan langsung naik ke ruangan nya di lantai 10.

***

Ajeng dan Devan sudah bergabung dengan divisi pemasaran, mereka diterima dengan cukup baik di sana.

Begitu juga dengan Luna yang kini sudah bergabung dengan divisi keuangan.

"Nyonya, selamat bergabung di divisi kami," ucap mereka semua begitu kompak.

"Eh, kalian semua nggak usah formal begitu panggil nama aja nggak papa. Aku kan juga anak magang disini, jadi kalian perlakukan aku sama seperti anak magang lainnya aja ya, nggak usah di perlakukan spesial gitu." Ujar Luna membuat yang lain nya kagum ternyata istri dari boss nya sangat humble.

"Ternyata Nyonya ramah dan juga humble," celetuk salah satu karyawan di sana.

"Aku emang kek gini apa ada nya aja," jawabnya santai.

"Ya udah, sekarang apa yang harus aku kerjakan? mohon bimbingan nya ya mba, mas semua nya."

Tugas pertama yang Luna kerjakan yaitu membuat laporan keuangan bulan lalu yang di tugaskan oleh Kenan atas perintah Bara.

"Kamu bisa, kan?" tanya Puput yang duduk di sebelah meja Luna.

"Bisa mba, ini aku lagi kerjain." Jawab Luna karena memang hal itu mudah baginya yang merupakan mahasiswi pintar ditambah dia sudah biasa input data keuangan di cafenya sendiri.

"Ya sudah kalo kamu bisa Mba mau ngerjain kerjaan Mba dulu, ya," sambung Puput yang melanjutkan pekerjaan nya.

"Siap, Mba."

Setengah jam mengerjakan tugasnya, kini Luna pun sudah selesai. "Mba, ini udah selesai terus gimana?" tanya Luna kembali bertanya.

"Kalo udah selesai kamu antar keruangan Pak Bara ya Lun! soalnya beliau yang minta data ini," titah Puput.

"Ini harus aku yang anter gitu, Mba?" Luna malas jika harus bertemu dengan Bara.

"Iya Lun, kamu ke lantai 10 aja ya ruangan Pak Bara ada di sana!"

"Baiklah, Mba." Luna membawa langkah kakinya menuju keruangan suaminya.

Dia keluar dari lift dilantai 10 namun sepi tidak ada orang satupun, di meja yang bertuliskan sekertaris pun kosong tidak ada orang.

Luna mendekati ruangan Ceo itu lalu mengetuk pintu itu namun tidak ada jawaban.

Lama dia mengetuk pintu karena tidak ada jawaban, Luna membuka pintu itu biarkan saja kalau di bilang tidak sopan. Toh, dia sudah mengetuk lama tetapi masih tidak ada jawaban.

Luna membawa langkah kakinya masuk kedalam, namun netra nya menangkap dua insan yang sedang duduk berpangku mungkin saja sedang mau memulai melakukan hubungan yang lebih.

"Buset dah masih pagi woy udah mesum aja, malah mesum di kantor lagi kek kagak ada tempat laen aja!" sindir Luna membuat dua orang itu kaget.

Bara kaget melihat istrinya tiba-tiba ada di ruangan nya, dia langsung mendorong Feli agar turun dari pangkuan nya.

Hal itu membuat Luna jijik rasanya dengan suami nya, benar-benar Casanova ulung.

"Auhh." Rintih Feli saat bokong nya mendarat di lantai.

"Lo, ngapain kesini ?" Tanya Bara berjalan kearah meja kerjanya.

"Nih, gue cuma mau ngasih ini." Ujar Luna menyerahkan berkas yang dia bawa lalu menaruh nya diatas meja kerja Bara. Tanpa berpamitan dia keluar dari ruangan panas tersebut.

Sementara Bara masih terdiam entah kenapa dia tidak ingin istrinya mengetahui kelakuan bejatnya.

"Jeluar kamu!" usir Bara pada sekretarisnya itu.

Feli keluar dengan bibir yang masih saja menggerutu, ini ulah istri boss nya andai saja tadi Luna tidak masuk mungkin dia sedang asyik bermain dengan Bara.

Setelah Feli keluar Bara membuka berkas yang di berikan Luna dan ternyata istri nya salah satu anak magang yang mulai magang hari ini.

"Huh, kenapa gue rasanya nggak mau dia liat keburukan gue, ya," gumamnya lirih.

Bara masih tidak menyangka istrinya magang di perusahaan nya. Bara memanggil Kenan keruangan nya, tidak lama Kenan pun datang.

"Kenapa sih, Bar? gue lagi sibuk, lo main manggil aja perasaan nggak ada hal penting dah," keluh Kenan.

"Lo kemaren ngecek data anak magang, kan? lo tau kalo Luna magang di sini?" tanyanya menatap Kenan.

"Lah, si Luna magang disini? Gue nggak tau, gue liat kemaren cuma tiga orang teratas yang data nya ada paling atas, selebihnya nggak gue liat soalnya HRD yang urus," jawabnya santai.

"Iya dia magang di sini, lo kenapa nggak liat semua data mahasiswa magang sih?" kesal Bara.

"Lah, emang ngapa sih? Kok kayanya lo kesel gitu?" selidik Kenan heran melihat Bara.

"Barusan Luna habis dari sini, terus dia liat gue sama Feli."

"Buset dah, parah banget lo mah, Bar. Kasian Luna dapet laki modelan kaya lo gini, tapi gue salut sih sama dia yang cuek aja nggak kek istri-istri yang lain kalo liat suami selingkuh atau main perempuan cuma bisa nangis." jawab Kenan kagum.

"Dah sana lo keluar!" titah Bara.

"Cih, tadi lo yang manggil gue." Kenan keluar daei ruangan itu melirik sinis kerah Feli yang berdada di depan.

"Lo nggak bakal bisa dapetin Bara, dia cuma manfaatin tubuh loe doang." Sindir Kenan lalu kembali keruangan nya.

***

Luna sudah kembali keruangan nya dan melanjutkan pekerjaan nya kembali setelah diberi tugas baru.

Luna tidak mau memikirkan suaminya yang hobi selangkangan itu, dia memilih acuh saja.

Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa sudah jam makan siang. Luna keluar ruangan nya menuju ke Lobby menunggu Ajeng dan Devan di sana saja.

Luna duduk di lobby seorang diri menunggu Devan dan Ajeng turun, tiba-tiba ada Kenan dan Bara yang baru turun karena ingin keluar untuk makan siang.

"Luna!" panggil Kenan.

"Bangke, mau kemana?" tanya Luna.

"Makan siang Lun, lo mau ikut?"

"Kagak bangke, gue nunggu temen-temen gue turun kita mau makan siang bareng. Nah itu mereka dateng." Tunjuk Luna kearah belakang.

"Oh, ya udah kalo gitu gue sama Bara duluan ya." Pamit Kenan membuat Bara sebal istri nya terlihat dekat dengan asisten nya.

Setelah Bara dan Kenan pergi, Luna dan kedua sahabat nya pun pergi menuju ke cafe yang tidak jauh dari kantor nya, dia tidak ke Cafe nya karena ingin mentraktir Ajeng dan juga Devan.

Terpopuler

Comments

Adila Ardani

Adila Ardani

kasian Luna dapet bekas celap celup sana sini

2024-06-08

3

Susi Susiyati

Susi Susiyati

Di bilng g pnya suami nyatanya sdah menikah .jd gambarannya gmna ya di lunanya jg udh kelewat mndri jd g butuh suami.kynya yg bkl nyesel duluan si om celup dah

2024-05-28

2

Hanisah Nisa

Hanisah Nisa

anggap saja kau tiada suami....

2024-03-16

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!