Luna baru bangun saat pukul setengah enam pagi, karena tidur larut malam dia bangun kesiangan.
Wanita cantik itu langsung bangun dan mengambil air wudhu tanpa mandi terlebih dahulu, karena waktu subuh sebentar lagi habis.
Assalamualaikum warahmatullahi
Selesai salam Luna berdoa terlebih dahulu, Luna hanya berdoa agar orang tuanya sehat dan usahanya diberi kelancaran, dia tidak berdoa untuk hidup nya sendiri karena sekarang dia hanya mengikuti alurnya saja.
Luna masuk kamar mandi untuk bersih-bersih karena pagi ini mulai magang. Luna berjalan ke walk in closet mengambil setelan formal untuk digunakan berangkat ke kantor.
Untuk pertama kalinya dia memakai setelan formal seperti ini, karena biasanya dia selalu memakai pakaian kasual untuk sehari-hari.
Wanita cantik itu memakai rok span bewarna hitam dengan kemeja putih karena hari pertama magang mengharuskan mereka memakai setelan hitam putih.
Luna memakai flat shoes hitam saja karena tidak terbiasa memakai heels. Rambut panjang nya di gerai rapi, Luna terlihat sangat berbeda dari biasanya.
Biasanya wanita itu selalu mengikat tinggi rambut nya tetapi, kini dia menggerai rambut hitam panjang dan tebal tersebut.
"Perfect." celetuknya setelah selesai memoles wajah lalu mengambil tas hitamnya berjalan keluar kamar.
Luna duduk di meja makan untuk sarapan. Selama magang dia tidak akan bisa datang pagi ke cafe, jadi Luna memilih untuk sarapan di mansion saja.
"Non Luna, mau kerja?" tanya Bibi.
"Aku mau magang Bi, doain lancar ya, Bi."
"Iya, Non. Bibi doain biar lancar magang nya." Jawab Bibi lalu meninggalkan majikan nya seorang diri menikmati sarapan paginya.
Bara baru turun dari lantai atas melihat istri nya sedang duduk sendiri untuk makan pun menghampirinya. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin sarapan di mansion saja, padahal biasanya tidak pernah.
Bara melihat istri nya sedang memakan nasi goreng. Namun, netra nya menangkap ada yang berbeda hari ini.
Istri nya terlihat sangat cantik memakai pakaian formal seperti itu, terlihat seperti wanita dewasa dan terlihat sangat anggun, tidak seperti bisanya seperti gadis bar-ar.
Bara ikut menyendok nasi goreng yang ada di meja lalu mulai memakan nya. Hanya ada suara dentingan sendok saat di meja makan.
Mereka tidak saling menyapa dan mengobrol layak nya pasangan suami istri pada umumnya.
Selesai makan Luna bangkit merapikan lagi penampilan nya, membenarkan rambut nya agar rapih lalu menggambil tas nya yang dia letakan di kursi meja makan.
Itu semua tidak luput dari pandangan Bara, pria itu bener-bener terpesona dengan kecantikan sang istri.
"Gue baru sadar, ternyata dia bener-bener cantik." Batin Bara.
Selesai sarapan Bara bangkit dari duduknya mendekat kearah Luna.
"Mau kemana, lo?" Bara bertanya membuat Luna heran biasanya Bara akan cuek saat melihat nya.
"Bukan urusan, lo," jawab Luna cuek.
"Heh, kalo ditanya suami itu jawab!"
"Iya, suami diatas kertas!" Sinis Luna lalu berjalan keluar menuju mobilnya.
Luna sudah berangkat ke kantor sementara Bara masih tercengang, cuma Luna yang berani melawan nya.
Bara pun melangkahkan kakinya keluar membawa tas kerjanya, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
***
Luna sampai di Wijaya Corporation dan bertemu dengan Ajeng dan juga Devan yang baru sampai.
"Lu berdua juga baru sampe?" tanya Luna pada kedua sahabatnya.
"Iya, baru aja." Jawab Ajeng yang di anggukkan oleh Devan.
"Ya udah, ayok masuk!"
Mereka semua masuk ke gedung menjulang tinggi itu dan bertemu 3 orang lain nya yang sedang berada di Lobby.
" Pagi, Nyonya," sapa resepsionis itu.
Memang seluruh karyawan Wijaya Corporation sudah mengetahui kalau boss mereka sudah menikah, karena mereka juga di undang saat acara pernikahan waktu Bara dan Luna.
"Nggak usah panggil nyonya mba! aku kan anak magang disini, jangan perlakukan aku seperti nyonya ya, Mba. Selama aku magang disini, perlakukan aku seperti anak magang yang lain nya aja!" ujar Luna pada resepsionis yang berjaga di depan.
"Baik Luna, silahkan kalian semua menemui HRD di lantai dua!"
Mereka semua mengikuti interupsi resepsionis itu menemui HRD yang berada lantai dua.
Setelah menemui HRD, Luna magang di bagian divisi keuangan sementara Ajeng dan Luna di bagian divisi pemasaran.
Mereka semua diantar oleh HRD tadi ke tempat mereka akan bekerja selama 3 bulam ke depan.
Sedangkan Bara baru sampai dan langsung naik ke ruangan nya di lantai 10.
***
Ajeng dan Devan sudah bergabung dengan divisi pemasaran, mereka diterima dengan cukup baik di sana.
Begitu juga dengan Luna yang kini sudah bergabung dengan divisi keuangan.
"Nyonya, selamat bergabung di divisi kami," ucap mereka semua begitu kompak.
"Eh, kalian semua nggak usah formal begitu panggil nama aja nggak papa. Aku kan juga anak magang disini, jadi kalian perlakukan aku sama seperti anak magang lainnya aja ya, nggak usah di perlakukan spesial gitu." Ujar Luna membuat yang lain nya kagum ternyata istri dari boss nya sangat humble.
"Ternyata Nyonya ramah dan juga humble," celetuk salah satu karyawan di sana.
"Aku emang kek gini apa ada nya aja," jawabnya santai.
"Ya udah, sekarang apa yang harus aku kerjakan? mohon bimbingan nya ya mba, mas semua nya."
Tugas pertama yang Luna kerjakan yaitu membuat laporan keuangan bulan lalu yang di tugaskan oleh Kenan atas perintah Bara.
"Kamu bisa, kan?" tanya Puput yang duduk di sebelah meja Luna.
"Bisa mba, ini aku lagi kerjain." Jawab Luna karena memang hal itu mudah baginya yang merupakan mahasiswi pintar ditambah dia sudah biasa input data keuangan di cafenya sendiri.
"Ya sudah kalo kamu bisa Mba mau ngerjain kerjaan Mba dulu, ya," sambung Puput yang melanjutkan pekerjaan nya.
"Siap, Mba."
Setengah jam mengerjakan tugasnya, kini Luna pun sudah selesai. "Mba, ini udah selesai terus gimana?" tanya Luna kembali bertanya.
"Kalo udah selesai kamu antar keruangan Pak Bara ya Lun! soalnya beliau yang minta data ini," titah Puput.
"Ini harus aku yang anter gitu, Mba?" Luna malas jika harus bertemu dengan Bara.
"Iya Lun, kamu ke lantai 10 aja ya ruangan Pak Bara ada di sana!"
"Baiklah, Mba." Luna membawa langkah kakinya menuju keruangan suaminya.
Dia keluar dari lift dilantai 10 namun sepi tidak ada orang satupun, di meja yang bertuliskan sekertaris pun kosong tidak ada orang.
Luna mendekati ruangan Ceo itu lalu mengetuk pintu itu namun tidak ada jawaban.
Lama dia mengetuk pintu karena tidak ada jawaban, Luna membuka pintu itu biarkan saja kalau di bilang tidak sopan. Toh, dia sudah mengetuk lama tetapi masih tidak ada jawaban.
Luna membawa langkah kakinya masuk kedalam, namun netra nya menangkap dua insan yang sedang duduk berpangku mungkin saja sedang mau memulai melakukan hubungan yang lebih.
"Buset dah masih pagi woy udah mesum aja, malah mesum di kantor lagi kek kagak ada tempat laen aja!" sindir Luna membuat dua orang itu kaget.
Bara kaget melihat istrinya tiba-tiba ada di ruangan nya, dia langsung mendorong Feli agar turun dari pangkuan nya.
Hal itu membuat Luna jijik rasanya dengan suami nya, benar-benar Casanova ulung.
"Auhh." Rintih Feli saat bokong nya mendarat di lantai.
"Lo, ngapain kesini ?" Tanya Bara berjalan kearah meja kerjanya.
"Nih, gue cuma mau ngasih ini." Ujar Luna menyerahkan berkas yang dia bawa lalu menaruh nya diatas meja kerja Bara. Tanpa berpamitan dia keluar dari ruangan panas tersebut.
Sementara Bara masih terdiam entah kenapa dia tidak ingin istrinya mengetahui kelakuan bejatnya.
"Jeluar kamu!" usir Bara pada sekretarisnya itu.
Feli keluar dengan bibir yang masih saja menggerutu, ini ulah istri boss nya andai saja tadi Luna tidak masuk mungkin dia sedang asyik bermain dengan Bara.
Setelah Feli keluar Bara membuka berkas yang di berikan Luna dan ternyata istri nya salah satu anak magang yang mulai magang hari ini.
"Huh, kenapa gue rasanya nggak mau dia liat keburukan gue, ya," gumamnya lirih.
Bara masih tidak menyangka istrinya magang di perusahaan nya. Bara memanggil Kenan keruangan nya, tidak lama Kenan pun datang.
"Kenapa sih, Bar? gue lagi sibuk, lo main manggil aja perasaan nggak ada hal penting dah," keluh Kenan.
"Lo kemaren ngecek data anak magang, kan? lo tau kalo Luna magang di sini?" tanyanya menatap Kenan.
"Lah, si Luna magang disini? Gue nggak tau, gue liat kemaren cuma tiga orang teratas yang data nya ada paling atas, selebihnya nggak gue liat soalnya HRD yang urus," jawabnya santai.
"Iya dia magang di sini, lo kenapa nggak liat semua data mahasiswa magang sih?" kesal Bara.
"Lah, emang ngapa sih? Kok kayanya lo kesel gitu?" selidik Kenan heran melihat Bara.
"Barusan Luna habis dari sini, terus dia liat gue sama Feli."
"Buset dah, parah banget lo mah, Bar. Kasian Luna dapet laki modelan kaya lo gini, tapi gue salut sih sama dia yang cuek aja nggak kek istri-istri yang lain kalo liat suami selingkuh atau main perempuan cuma bisa nangis." jawab Kenan kagum.
"Dah sana lo keluar!" titah Bara.
"Cih, tadi lo yang manggil gue." Kenan keluar daei ruangan itu melirik sinis kerah Feli yang berdada di depan.
"Lo nggak bakal bisa dapetin Bara, dia cuma manfaatin tubuh loe doang." Sindir Kenan lalu kembali keruangan nya.
***
Luna sudah kembali keruangan nya dan melanjutkan pekerjaan nya kembali setelah diberi tugas baru.
Luna tidak mau memikirkan suaminya yang hobi selangkangan itu, dia memilih acuh saja.
Waktu berlalu begitu cepat tidak terasa sudah jam makan siang. Luna keluar ruangan nya menuju ke Lobby menunggu Ajeng dan Devan di sana saja.
Luna duduk di lobby seorang diri menunggu Devan dan Ajeng turun, tiba-tiba ada Kenan dan Bara yang baru turun karena ingin keluar untuk makan siang.
"Luna!" panggil Kenan.
"Bangke, mau kemana?" tanya Luna.
"Makan siang Lun, lo mau ikut?"
"Kagak bangke, gue nunggu temen-temen gue turun kita mau makan siang bareng. Nah itu mereka dateng." Tunjuk Luna kearah belakang.
"Oh, ya udah kalo gitu gue sama Bara duluan ya." Pamit Kenan membuat Bara sebal istri nya terlihat dekat dengan asisten nya.
Setelah Bara dan Kenan pergi, Luna dan kedua sahabat nya pun pergi menuju ke cafe yang tidak jauh dari kantor nya, dia tidak ke Cafe nya karena ingin mentraktir Ajeng dan juga Devan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 136 Episodes
Comments
Adila Ardani
kasian Luna dapet bekas celap celup sana sini
2024-06-08
3
Susi Susiyati
Di bilng g pnya suami nyatanya sdah menikah .jd gambarannya gmna ya di lunanya jg udh kelewat mndri jd g butuh suami.kynya yg bkl nyesel duluan si om celup dah
2024-05-28
2
Hanisah Nisa
anggap saja kau tiada suami....
2024-03-16
1