BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan

Bara hanya mengekori istrinya yang sedang membeli berbagai macam makanan. Luna membeli batagor, cimol, telur gulung dan juga takoyaki.

Saat Luna sedang membayar, buru-buru Bara mengeluarkan dompet dari saku celana nya. Di dalam dompetnya hanya ada uang cash dua ratus ribu saja.

"Pake ini aja, segini cukup nggak?" Tanya Bara karena memang dia belum pernah membeli semua makanan itu sebelumnya.

"Kebanyakan Om, masih ada sisanya." Jawab Luna mengambil satu lembar uang ratusan dari tangan suaminya.

"Segitu banyak nya nggak sampe seratus ribu?" Bara benar-benar kaget, ternyata harga makanan nya sangat murah.

Setelah Luna membayar semua makanan dan membeli air mineral untuk mereka berdua, Luna mengajak Bara duduk di bangku taman.

"Duduk dulu, Om!" ajak Luna yang di turuti Bara.

Luna mulai mencoba takoyaki nya terlebih dahulu. "Mau coba nggak, Om? gue sih yakin dari tampang lo ini, pasti lo belom pernah kan makan-makanan kek gini." Selidik Luna sembari mengunyah takoyaki itu.

Bara menganggukkan kepalanya tanda kalau memang apa yang dibilang oleh Luna itu benar.

"Nih, coba dulu! Ketagihan lo pasti sama makanan kek gini." Luna menusuk takoyaki itu lalu menyuapi Bara.

Bara membuka mulutnya dan memang benar rasanya enak, tidak buruk seperti yang dia kira.

"Not bad lah," jawabnya singkat.

Luna memakan makanan yang dia beli dan masih terus menyuapi Bara hingga makanan itu habis tak tersisa.

"Kenyang juga, ayok balik!" ajak Luna pada suaminya.

Bara melanjutkan perjalanan pulang dengan santai, tiba-tiba Luna berdiri dan merentangkan tangannya sembari berteriak. "Aaaaaaaaa."

Rasanya hati damai saat hembusan angin menerpa wajahnya. Dari balik kaca spion Bara tersenyum melihat tingkah laku sang istri.

Sebelumnya, Bara tidak pernah merasakan kebahagian seperti ini yang sangat sederhana.

Poin plus yang dia dapatkan lagi dari Luna, ternyata istrinya sangat sederhana. Kalau wanita lain mungkin tidak mau di ajak naik motor dan jajan di pinggir jalan, pasti lebih memilih pergi ke mall dan berbelanja barang-barang mewah.

Tetapi, istrinya berbeda. Dia sangat sederhana walaupun berasal dari kalangan atas sama seperti dirinya.

Tidak terasa motor yang di kendarai Bara sudah sampai di mansion. Setelah memasukan motor sport itu ke garasi, Bara menyerahkan kunci motor kepada pemilik nya.

"Nih, kuncinya. Thanks ya buat malem ini." Ujar Bara menyerahkan kunci motor ke tangan Luna.

"Iya, Om. Gue masuk duluan ya, Om." Pamit Luna lalu masuk kedalam kamarnya.

Bara tersenyum memandang punggung sang istri yang sudah hilang di balik pintu.

Pria tampan itu menaiki tangga menuju ke kamar nya, malam ini entah kenapa dia tidak ingin pergi ke club malam padahal waktu masih menunjukan pukul 11 malam.

Setelah melaksanakan shalat Isya, Luna memilih untuk tidur karena besok sudah harus magang lagi.

***

Matahari mulai menyapa dan pagi pun datang. Pagi ini Luna masih memasak karena bibi belum datang.

Luna membuat nasi goreng seafood dengan telur ceplok saja untuk sarapan pagi ini.

Selesai membuat sarapan dia kembali ke kamar nya untuk bersih-bersih dan bersiap berangkat ke kantor.

Sementara Bara sudah turun lebih dulu dan duduk di meja makan. Namun, netra nya mencari cari sang istri yang tidak dia lihat.

Selesai bersiap Luna kembali lagi ke meja makan namun, dia melihat Bara yang sudah duduk di meja makan.

"Mau kopi nggak om gue bikinin? ya itung-itung tanda terimakasih kemaren udah di jajanin."

"Boleh, jangan terlalu pait! " Jawab Bara senang untuk pertama kalinya Luna menawarkan nya kopi.

Tidak lama Luna datang membawa secangkir kopi hitam ditangan nya.

"Nih Om, di minum! " Luna meletakkan cangkir kopi di hadapan Bara.

Luna mengambilkan nasi goreng dan telur ceplok untuk Bara dan menambahkan irisan mentimun dan juga tomat.

Dia berpikir tidak apa-apa sesekali melayani suami nya, toh kemarin Bara sudah berbaik hati menemaninya belanja dan membelikan nya jajanan.

"Nih, Om makan! cobain nasi goreng seafood buatan gue pasti lo ketagihan," ujar Luna percaya diri.

"Masa sih? okay, gue coba." Bara menyuap nasi goreng itu kedalam mulutnya dan benar saja rasanya sangat enak dan pas di lidah nya.

"Gimana enak, kan?"

"Ya, lumayan." Jawab nya cuek enggan mengakui kalau memang rasanya enak.

Mereka makan dengan hening tanpa ada nya obrolan, hanya terdengar suara dentingan sendok saja.

Selesai sarapan Luna pamit lebih dulu karena Bara masih meminum kopi hitamnya.

"Tunggu!" Bara menahan Luna agar jangan pergi.

"Ngapa, Om?" Tanya Luna menatap suaminya.

"Ini kartu lo pegang! satu nya buat keperluan mansion sama bayar gaji para pekerja disini. Kartu satunya lagi buat keperluan pribadi lo. Walaupun gue belum bisa kasih nafkah batin tapi ini bentuk nafkah lahir dari gue." ucap Bara menyerahkan dua kartu ke tangan sang istri.

Luna hanya mengambil satu kartu saja yang di peruntukkan untuk keperluan mansion, karena dia sadar diri pernikahan ini tidak di dasari oleh cinta bukan seperti pernikahan pada umum nya, jadi dia enggan memakai uang Bara.

"Gue ambil yang ini aja om buat keperluan mansion dan bayar para pekerja disini, kartu yang itu lo pegang aja! gue masih bisa beli keperluan gue sendiri, lo tenang aja itu bukan duit bonyok kok, itu duit gue pribadi." Jawab Luna memasukan kartu itu kedalam dompetnya.

"Lagi juga kek nya gue nggak pantes dah pake kartu lo om. Secara pernikahan kita aja bukan kek pernikahan pada umumnya, ya lo ngerti lah om maksud gue apa. Ya udah, gue berangkat duluan, ya." Pamit Luna lalu berjalan keluar mansion menuju garasi.

Luna mulai melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota.

Sementara Bara masih terdiam, biasanya wanita akan senang jika diberikan kartu untuk berbelanja tetapi, istrinya malah menolaknya dan bilang katanya tidak pantas menerima nya.

"Makin kagum gue sama lo," Lirihnya.

***

Luna sudah tiba di kantor dan langsung naik ke ruangan divisi keuangan.

Saat Luna berjalan ke meja nya karyawan, banyak karyawan lain yang menyapa nya. Tetapi, tidak dengan satu orang yang sedang mantap sinis kearah Luna.

Perempuan itu bernama Sherly, karyawan baru divisi keuangan yang baru dua minggu bekerja. Tetapi, sayang saat Luna pertama kali magang dia sedang izin tidak bekerja karena ibu nya masuk rumah sakit.

Sherly, wanita yang tidak menyukai Luna karena berhasil mengalahkan nya saat di arena balap motor.

Pemotor hitam yang berhasil Luna kalahkan yang sempat mendorong motor Luna hingga terjatuh, dialah orang nya. Tetapi, sayang wanita itu tidak mengetahui kalau Luna istri dari Ceo tempatnya bekerja.

"Pagi, Lun," sapa Puput.

"Pagi, Mba Puput. Udah dateng dari tadi, Mba ?"

"Baru aja dateng, Lun," sahut Puput.

"Permisi, Mba." Sapa Luna saat melewati Sherly namun Sherly hanya diam saja.

Luna tidak menghiraukan itu, dia hanya acuh saja tidak perduli.

Jam kantor pun di mulai dan Luna sudah mendapat tugasnya membuat laporan dana anggaran untuk pembangunan resort di Bali.

Dengan semangat Luna mengerjakan pekerjaan tersebut agar hasilnya juga maksimal.

Semua pekerjaan Luna sudah selesai sebelum jam makan siang. "Mba, ini aku udah selesai ngerjain nya, kek gini bukan sih mba? takut nya aku salah." Luna memperlihatkan hasil pekerjaannya pada Puput.

Puput melihat hasil pekerjaan Luna yang sudah selesai dan di print lalu menyusun nya kedalam map.

"Wah, rapih banget Lun kerjaan kamu dan bener semua kok ini." Jawab Puput setelah melihat laporan itu.

"Makasih ya, Mba."

"Iya, sama-sama. Jangan sungkan kalo mau nanya. Kamu makan siang sama siapa? mau makan siang bareng nggak?" tawar Puput.

"Boleh mba, ayok!"

Mereka berdua turun ke cafetaria yang ada di kantor untuk makan siang, tapi sebelumnya Luna sudah membereskan pekerjaan dan merapihkan meja kerjanya.

Nanti setelah makan siang baru dia akan menyerahkan laporan itu kepada Kenan.

Luna dan Puput sudah jalan menuju ke cafetaria, tanpa Luna sadari Sherly mengubah laporan yang telah dia buat agar Luna mendapatkan masalah.

Di cafetaria Luna memesan berbagai macam makanan, siang ini dia tidak makan bersama dengan Devan dan juga Ajeng karena mereka makan siang bersama teman-teman satu divisinya.

"Mba Puput, udah berapa lama kerja disini?" Tanya Luna sembari memakan makanannya.

"2 tahun, Lun. Masih terbilang baru, kan."

" Ya nggak bisa dibilang baru juga sih, kalo 2 tahun mah."

Mereka masih asyik mengobrol sembari makan siang. Bagi Luna, Puput orangnya asyik dan nyambung kalau di ajak ngobrol.

***

Jam makan siang telah usai, mereka semua melanjutkan pekerjaan nya masing-masing.

Luna naik ke lantai 10 menyerahkan laporan yang telah dia buat kepada Kenan. Feli menatap sinis ke arah Luna namun, Luna sama sekali tidak perduli.

Setelah menyerahkan berkas itu, Luna kembali lagi ke ruangannya.

"Udah, Lun?" tanya Puput.

"Udah beres, Mba. Ini aku kerjain kerjaan yang lain nya lagi," jawab Luna.

Tap..tap..

Terdengar suara langkah kaki mendekati meja kubikel para divisi keuangan.

"Mohon perhatian! semua divisi keuangan harap pergi keruang meeting! Karena ada yang ingin disampaikan oleh pimpinan kita," titah Kenan pada staff divisi keuangan.

Setelah mengatakan itu Kenan berlalu dari sana menyisakan para karyawan yang sedang kebingungan.

"Ada apa, ya?" Bisik-bisik para karyawan.

Mereka semua menuju ke ruang meeting. Dan duduk dengan tertib menunggu Bara datang.

Bara datang di ikuti Kenan dibelakangnya langsung saja melemparkan map di atas meja.

"Siapa yang mengerjakan laporan ini?" murka Bara menunjuk map yang dia lempar diatas meja.

Mereka semua saling berpandangan, tiba-tiba Luna berdiri dan mengakuinya.

"Saya, Pak. Saya yang mengerjakan laporan itu," jawabnya tegas.

"Jadi kamu yang mengerjakan nya?" tanyanya sekali lagi.

"Betul, Pak," jawabnya dengan lugas.

"Sudah kamu periksa lagi dengan teliti?" bentaknya membuat Luna kaget.

"Sudah, Pak. Sebelum saya menyerahkan laporan itu pada Pak Kenan, saya sudah memeriksanya kembali dan semuanya sudah benar dan sesuai," jawab Luna dengan jujur.

"Kamu bilang benar dan sesuai! tapi nyatanya data yang ada dengan laporan yang kamu buat jauh berbeda, semua berantakan dan tidak jelas," maki Bara dengan lantang membentak Luna.

"Tapi, memang benar, Pak. Saya cek memang sudah sesuai, bahkan saya sempat menunjukan nya pada Mba Puput meminta pendapat Mba Puput apa benar laporan yang saya buat sudah benar atau belum." Jawab Luna yang tidak terima disalahkan karena memang dia merasa dirinya sudah benar.

"Mana yang namanya Puput?" tanya Bara.

Puput berdiri. "Saya Pak," jawabnya.

"Coba kamu lihat laporan itu, apa sudah benar!" titahnya.

Puput membuka map itu dan memang benar semua berantakan, ini berbeda dari yang Luna tunjukkan tapi.

"Ini memang berantakan dan tidak benar, Pak. Tetapi, yang saya lihat tadi saat Luna menunjukkan pada saya bukan seperti ini," jawab Puput dengan jujur.

"Udah Bar, kasian bini lu." Nasihat Kenan tapi Bara tidak menghiraukannya, karena dia sangat profesional dalam pekerjaan.

"Kamu anak magang!" tunjuk Bara pada Luna.

"Masih mau cari pembelaan, hah? saya peringatkan sama kamu ini untuk terakhir kalinya! kalau kamu masih ingin magang disini," bentak Bara sagat kencang.

Sementara Luna yang di bentak hanya diam saja. Toh, mau membela diri juga tidak ada guna nya. Bara tidak mungkin percaya dengan dirinya walaupun dia istrinya.

Sementara para karyawan lain menatap Luna dengan tatapan nanar. Walaupun, dia istri boss nya tetapi dia tetap tidak di perlakukan istimewa.

Sementara Sherly tersenyum dalam hati karena misinya berhasil.

Untuk pertama kalinya Luna di bentak sangat keras dengan Bara, bahkan di depan para karyawan.

Sedih hatinya, dia sudah mengerjakan pekerjaan dengan benar namun, malah berakhir seperti ini.

"Sudah, sekarang keluar kalian dan kembali bekerja!" titah Bara.

Yang lain sudah keluar lebih dulu dengan Luna yang berjalan terakhir, dia melewati Bara begitu saja tanpa menoleh karena menundukkan kepala nya.

"Bar, tenang. Lo nggak kasian sama bini lo? lo bentak dia dengan kencang di depan para karyawan lainnya. Gue aja yang liat nya nggak tega. Harusnya lo tanya baik-baik, Bar. Jangan pake emosi! masa iya Luna bohong sih, orang kemaren juga kerjaan nya bener kok gue liat nya rapih banget. Masa iya ini bisa seberantakan itu, asal lo tau bini lo itu termasuk mahasiswi yang cerdas," ujar Kenan panjang lebar.

Bara terdiam mendengar ucapan Kenan, ada benarnya juga ucapan Kenan.

Terpopuler

Comments

Susi Susiyati

Susi Susiyati

dodol betawi emng😠😠

2024-05-28

3

harwanti unyil

harwanti unyil

awas nyesel

2024-03-28

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!