BAB 7. Fitting Baju Pengantin

Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul 5 pagi. Luna mulai membuka matanya, selesai mengumpulkan nyawanya dia bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil air wudhu.

Walaupun, Luna gadis tengil dan sedikit bar-bar tetapi, dia tidak pernah melupakan kewajiban nya sebagai umat muslim.

Selesai shalat Luna memilih untuk jogging di halaman mansion saja tidak keliling komplek.

Jam 7.30 semua nya sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan. "Sayang, nanti jadi fitting baju pengantin bareng Bara?"

"Jadi, Bun. Nanti sore jam 4 habis ngampus pas jam pulang kantor Bara juga," jawab Luna yang memang sudah diberi kabar oleh Bara tadi sebelum dia turun untuk sarapan.

"Baiklah, tante Ayu bilang nya fitting untuk gaun dan jas kamu dulu baru nanti buat yang lain nya. Jadi hari ini cuma kamu sama Bara aja yang fitting ke butik tante Ayu," sambung bunda Desi.

"Iya, Bun."

Selesai sarapan mereka semua berangkat ke tempat tujuan nya masing-masing. ayah Fahmi sudah berangkat sejak pagi tadi, karena ada meeting mendadak dengan klien.

"Kenzo berangkat dulu ya, Bun." Pamit Kenzo menyalami punggung tangan Bunda nya.

"Hati-hati ya, Nak."

"Siap, Bun. Kenzo berangkat dulu ya, Kak."

"Belajar yang bener, Dek!" titah sang kakak pada adiknya.

"Siap, Kakak ku." Kenzo berlalu meninggalkan mansion menuju ke sekolah.

"Luna juga berangkat ya Bun, mau cek cafe dulu soalnya." Pamit Luna mencium pipi sang bunda lalu menyalami tangan wanita paruh baya itu dengan takzim.

"Jangan capek-capek, Kak. Ingat kamu itu calon pengantin."

"Laksanakan Bunda ratu," guyon Luna membuat bunda menggelengkan kepala.

"Ya sudah, hati-hati!" Luna berjalan menuju garasi mengendarai mobil sport kesayangan nya.

***

Di kantor Bara sedang meeting dengan kepala divisi membahas mengenai produk terbaru perusahaan nya yang akan launching.

Dua jam membahas kesiapan produk terbaru, akhir nya meeting pun selesai. Kenan menghampiri Bara yang belum beranjak dari kursi kebesaran nya yang berada di ruang meeting.

"Bar, lo bener mau merit? sumpah gue kaget pas Mama sama Papa bilang bulan depan lo mau merit," ujar Kenan yang belum mendapat jawaban dari Bara.

"Ya mau gimana lagi, terpaksa demi Mama," jawab nya santai.

"Gimana cewek nya cantik nggak? yang mana sih penasaran gue? kali ini gue nggak tau siapa yang mau dijodohin sama lo. Biasanya kan gue tau cewek yang mana yang mau dijodohin sama lo."

"Nanti juga lo tau, ini perempuan laen dari yang laen." Jawaban Bara membuat Kenan semakin penasaran, sosok seperti apa yang membuat Bara menerima perjodohan ini.

"Dah, sana balik kerja! gue balik keruangan gue dulu." Bara meninggalkan Kenan yang masih duduk terdiam.

Bara duduk di kursi kebesaran nya lalu melanjutkan pekerjaan nya dengan serius. Tidak lama datanglah Bella yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat Bara menggeram kesal.

Konsentrasi nya terganggu akibat kedatangan Bella yang tidak diharapkan.

"Bara, kamu serius mau nikah?" tanya Bella to the point.

"Tau darimana kamu?" Pasalnya hanya keluarga nya lah yang tau.

"Nggak penting aku tau dari mana, yang terpenting sekarang kamu. Kamu beneran mau nikah? bukan nya kamu masih ingin bebas dan nggak mau berkomitmen?" selidik Bella.

"Bukan urusan kamu, lebih baik kamu keluar sekarang! aku masih banyak pekerjaan," titah Bara tidak ingin di ganggu.

"Ih, kamu ketus banget sih, aku servis kamu ya biar kamu relax." Tawar Bella yang hendak mendekati Bara, namun sebelum Bella mendekat Bara sudah bersuara.

"Plis, keluar sekarang! aku lagi pusing mikirin kerjaan tolong mengertilah." Pinta Bara yang sudah muak dengan tingkah Bella. Baginya hanya tubuh wanita itu saja yang dia butuhkan.

Mau tidak mau Bella pergi meninggalkan Bara seorang diri, takut lelaki itu akan murka dan berbuat kejam. Lebih baik dia menjauh.

Bara melanjutkan pekerjaan nya dengan fokus. Walaupun dia seorang casanova tetapi, kredibilitasnya dalam urusan pekerjaan nomer satu.

***

Setelah tadi mampir ke cafe nya, kini Luna sedang dalam perjalanan menuju ke kampus.

Saat tiba di parkiran dia bertemu dengan Arnold, teman seangkatannya yang terbilang dekat dengan nya. Karena Luna memang mengagumi pria tampan yang terlihat macho itu. Begitupun dengan Arnold yang memilik perasaan kepada Luna namun, belum menyatakan nya.

"Baru dateng, Lun?" Tanya Arnold menghampiri Luna.

"Iya, Ar. Belom ada kelas, lu?"

"Sejam lagi, ngantin yuk! Kelas lu mulai jam berapa?" tanya Arnold karena memang kelas mereka berbeda.

"Setengah jam lagi sih," jawabnya santai.

"Masih ada waktu, gas lah yuk kantin." Arnold menarik tangan Luna membawa nya ke kantin.

Setiba nya di kantin. "Mau pesen apa, Lun?"

"Gue minum aja deh ya masih kenyang soalnya, pesen ice lemon tea aja."

"Okay, gue pesen dulu, ya." Ujar Arnold lalu memesan makanan untuk nya dan minum untuk Luna.

Arnold datang membawa dua gelas ice lemon tea dan kentang goreng.

"Cafe lu lancar?" tanya Arnold yang memang mengetahui Luna memiliki cafe dan suka balapan.

"Alhamdulillah, lancar, Ar. Rencananya gue mau buka cabang, tapi paling nanti sih kalo udah lulus biar nggak repot sama skripsi." Jawab nya santai sembari meminum ice lemon tea.

"Keren sih, bangga gue sama lu. Masih muda tapi udah sukses bangun usaha sendiri. Patut dicontoh nih buat para generasi milenial jaman sekarang termasuk gue."

"Bisa aja lu Ar, belom ada apa-apa nya gue mah," jawab Luna merendah.

"Aaa, buku mulut lu masa gue mulu yang makan, sekalian lu makan," ujar Arnold begitu perhatian membuat Luna berbunga-bunga.

"Luna menerima suapan dari tangan pria macho itu dengan senang hati."

Ajeng dan Devan datang menghampiri mereka berdua. "Cieee, berduaan aja nih. Kagak ngajak-ngajak abang Arnold mah," guyon Ajeng membuat Arnold tertawa.

"Eh ada Neng Ajeng, baru dateng, Neng?" Arnold membalas guyonan teman nya itu.

"Sa ae, Bambang," sambung Devan.

"Lu berdua udah kek orang pacaran, makan berduaan suap-suapan pas banget kan. Ya nggak, Nem?" tanya Devan meminta pendapat Ajeng.

"Yoi, Bro." Jawab nya santai sambil mencomot kentang goreng yang ada di meja.

"Udah yuk ke kelas! udah mau mulai bentar lagi, gue ke kelas dulu ya, Ar," Pamit Luna.

"Sip." Arnold mengacungkan jempol nya.

Mereka bertiga berlalu dari kantin berjalan menuju kelas manajemen bisnis.

***

Perkuliahan hari ini talah usai, Luna dan kedua sahabatnya berjalan menuju ke parkiran.

"Lu jadi fitting baju nggak?" tanya Ajeng saat mereka semua sudah berada di parkiran.

Sebelumnya Luna sudah memberitahu mereka berdua. "Jadi, ini gue nunggu si Bara dulu."

"Mau kita temenin dulu nggak nunggu si casanova itu?" tawar Devan.

"Kagak usah, gue bisa sendiri. Lu pada langsung ke cafe aja entar gue nyusul."

"Ya udah, kita balik duluan ya, bae-bae lu! ujar Devan.

"Sip." Luna mengacungkan jempol nya.

Luna menunggu di depan kampus agar Bara mudah mencarinya. "Lama banget buset dah ini orang," gerutu Luna yang sudah lama menunggu.

Lima belas menit menunggu akhir nya mobil yang di kendarai Bara datang. Pria tampan itu turun dari mobil menghampiri Luna.

"Ayok berangkat!" ajaknya tanpa rasa bersalah karena sudah telat datang.

"Kagak on time banget lu om, gue udah nunggu lama kek orang ilang di sini," gerutu Luna sebal.

Bara hampir saja tertawa mendengar ocehan Luna tetapi, dia menahan nya agar tidak kepedean wanita di hadapan nya ini.

"Ya elah, baru 15 menit doang juga."

"Woy Asep, lo bilang cuma 15 menit doang? time is money, Bro. Lo buang waktu gue sia-sia om." sahut Luna tidak terima.

"Buset dah ini anak, udah ayok berangkat kapan jalan nya kalo lo ngajak ribut mulu. Maklumin aja tadi macet, gitu aja kok repot."

"Ya udah sonoh jalan duluan! gue ikutin dari belakang." tuitah Luna membuat Bara terdiam.

"Maksud, lo?"

"Ya gue bawa mobil sendiri om Bara yang terhormat."

"Lah, kalo lo bawa mobil sendiri ngapain gue pake jemput loe segala, ya mending langsung ketemu di butik," balasnya tidak terima sia-sia dia datang kesini.

"Lah, yang minta di jemput siapa? lagi ya om, gue itu calon istri yang baik hati dan pengertian, jadi gue kagak ngerepotin lo buat anter jemput gue doang." jawabnya acuh membuat Bara menggeram kesal.

Bara yang sudah pusing mendengar ocehan Luna memilih masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Luna yang melihat Bara pergi begitu saja buru-buru dia masuk kedalam mobilnya dan mengejar Bara.

"Dia kira kalo dia ngebut gue bakalan ketinggalan gitu, cih jangan harap! kagak tau aja dia kalo gue hobby balapan," gumamnya.

Luna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena sebelumnya dia sudah melihat maps dimana alamat butik tante Ayu.

Bara yang melihat mobil yang di kendarai Luna melaju dengan kencang mendahului nya pun berdecak sebal. "Boleh juga skill nya itu cewek."

Luna sampai lebih dulu daripada Bara dan menunggu pria itu di depan butik. Tidak lama mobil yang dikendarai Bara pun datang.

"Cih, sok-sokan lo mau ngebut om, tetep gue juga yang duluan sampe." ejek Luna.

"Udah, ayo masuk jangan ngebacot mulu!" Titah Bara menarik tangan Luna.

Sungguh mereka layaknya tom and jerry bukan seperti calon pengantin.

Didalam Mama Ayu sudah menunggu anak dan calon menantu nya. "Kalian baru dateng, Bara jemput kamu kan, Nak ?" tanya Mama Ayu memastikan.

"Iya Tan, jemput ke kampus," jawab Luna apa adanya.

"Ya sudah, Ayo kita ukur dulu buat gaun pengantin kamu sama kebaya akad nya." Ajak Mama Ayu menggandeng tangan calon menantu nya masuk keruangan fitting.

Sementara Bara hanya menunggu saja, karena Mama Ayu pastinya sudah tau ukuran tubuh anak nya.

Setengah jam Mama Ayu mengukur tubuh calon menantunya hingga selesai. Gaun dan kebaya yang nanti Luna kenakan akan dibuat khusus oleh Mama Ayu.

Mama Ayu seorang desainer terkenal, karena semua karya yang beliau buat sangat banyak peminat nya mulai dari kalangan biasa hingga sosialita dan selebritis.

"Tante, Luna pulang dulu, ya." Pamit Luna menyalami tangan calon mertuanya.

"Iya sayang, hati hati, ya."

Mereka berdua mendekati Bara yang sedang duduk di sofa. "Bara, kamu antar Luna pulang, ya!"

"Iya Ma, kita pamit pulang dulu." Bara memeluk dan mencium pipi Mama nya lalu menarik tangan Luna untuk keluar.

"Dah, gue balik duluan om." Luna langsung masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Bara yang masih tercengang.

"Bener-bener ya tuh cewek." Lirih nya lalu masuk kedalam mobil.

Terpopuler

Comments

Hafidz Narend

Hafidz Narend

/Good/

2024-06-14

1

Susi Susiyati

Susi Susiyati

ceritanya bgus,tp bahasanya gmna ya,,,,kurang suka dngn bhsa yg di pake .

2024-05-28

1

Sumiatun San San Kin

Sumiatun San San Kin

Lanjut min

2024-05-05

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!