BAB 3. Rencana Perjodohan

Hari ini papa Gama dan mama Ayu akan bertemu dengan ayah Fahmi dan juga bunda Desi. Mereka telah mengatur waktu untuk makan bersama nanti siang di restoran yang telah di tentukan.

"Apa kabar, Fahmi?" Sapa Papa Gama memeluk teman baik nya itu.

"Baik, Gam. Gimana kabar kalian? betah lama-lama di Aussie sampe lupa Negara nya sendiri," Ejek Ayah Fahmi yang memang baru bertemu lagi dengan sahabat baiknya, karena sudah 2 tahun ini mereka tinggal di Aussie.

"Ya mau gimana lagi, Mi. Bara nggak mau urus kantor cabang yang di sana. Jadi, mau nggak mau kita sebagai orang tua yang mengalah."

Mama Ayu dan bunda Desi juga asyik mengobrol masalah wanita, tidak seperti para laki-laki yang setiap bertemu pasti membahas masalah pekerjaan yang tidak ada habisnya.

"Bagaimana, Mi? kamu setuju nggak kalo Luna di jodohkan dengan Bara? aku tau pasti kalian berat untuk menerima Bara, karena track record dia sebagai casanova. Tapi, aku yakin seiring berjalan nya waktu, pasti Bara akan bisa menerima dan mencintai Luna. Hanya Luna yang cocok bersanding dengan Bara. Luna wanita yang mandiri, tangguh dan berani cocok untuk Bara yang keras kepala."

Permohonan papa Gama membuat ayah Fahmi dilema, pasalnya dia tidak mungkin menolak permintaan teman baik nya itu. Orang yang sangat berjasa dalam hidupnya. Berkat Gama lah sekarang perusahaan nya menjadi besar dan berkembang, itu semua tidak luput dari peran seorang Gama Wijaya.

"Aku coba bicarakan dengan Luna dulu ya, Gam. Kita kasih dia pengertian dulu."

"Baiklah, Mi. Tolong kabarkan nanti, ya. Semoga Luna bersedia," ucap papa Gama penuh harap.

"Baik, Gam. Secepatnya aku kabarin kamu."

Mereka berempat melanjutkan makan siang setelah lapa Gama dan mama Ayu menceritakan semuanya kepada mereka, tentang apa yang membuat Bara bisa menjadi seorang casanova.

***

Bara dan asistennya sedang menghadiri undangan makan siang sekaligus membahas masalah kerja sama mereka di salah satu restoran ternama di daerah Jakarta Barat.

Dua jam membahas masalah kerja sama antar perusahaan mereka, kini Bara dan Kenan pamit untuk kembali ke kantor karena waktu masih menunjukkan pukul 2 siang.

"Terimakasih, Pak Bara dan Pak Kenan atas waktu nya. Semoga kerja sama kita bisa terus berjalan dengan baik."

"Sama-sama, Pak. Kita pamit kembali ke kantor," ucap Kenan berpamitan.

Mereka sedang dalam perjalan kembali ke kantor dengan Kenan yang menjadi supir nya. Kenan asisten sekaligus sepupu Bara, karena Kenan merupakan anak dari adiknya mama Ayu.

Bara dan Kenan tumbuh bersama sedari mereka kecil sampai ke jenjang kuliah. Karena orang tua Kenan berada di Jerman, sementara Kenan sekolah di Indonesia bersama dengan Bara, baru setelah kuliah mereka melanjutkan kuliah di Aussie.

"Bar, kata Papa kalo bisa kurang-kurangin main di kantor bareng Feli sekretaris, lo," ujar Kenan membuka obrolan karena mereka kini masih dalam perjalanan.

"Kasian Papa sama Mama kecewa sama lo, Bar. Sampe kapan sih lo mau jadi seorang casanova? nggak ada manfaat nya buat lo Bar, yang ada entar kena penyakit HIV baru tau rasa lo."

"Udahlah, bosen gue denger lo ngomong itu mulu."

Semoga lo bisa nemuin cewek yang bisa bikin lo berubah Bar. Gue kangen lo yang dulu, bukan lo yang kek sekarang ini, batin Kenan.

Tiba di kantor, Bara langsung masuk keruangan nya yang ternyata sudah ada Bella di sana.

"Ngapain kesini?" tanyanya ketus.

"Kok, gitu sih Bar nanyanya, aku kan kangen sama kamu," jawab Bella manja.

"Pasti mau minta sesuatu lagi, kan? udah bisa ditebak sih," sinis Bara.

"Baiklah, layani aku dulu!"

Bella membuka kancing kemeja Bara perlahan-lahan, memainkan jari lentiknya di dada bidang sang casanova, kemudian mengukir pola abstrak di sana membuat Bara memejamkan mata nya.

Walaupun sudah lama menjadi pemuas nafsu Bara, Bella tidak mendapatkan fasilitas apapun dari Bara termasuk kartu untuk berbelanja. Wanita itu hanya diberikan kartu akses apartment nya saja.

***

Di kampus Luna dan kedua sahabatnya keluar dari kelas menuju ke parkiran, karena jam kuliah mereka telah selesai.

"Weh, nongki dulu yuk di cafe depan!" ajak Ajeng.

"Gas lah," sahut Luna.

"Jaenal, lu ikut kagak?" tanya Luna yang melihat Devan hanya diam saja.

"Et dah, Juleha lu ngagetin aja."

"Lagi, lu ngeliatin apaan sih?" tanya Luna penasaran.

"Onoh si Elsa makin bening aja, ya. Sayang udah ada yang punya doi," keluh Devan.

"Et dah Jaenal, lu kek kagak ada cewek laen aja si Elsa mulu yang lu liat. Kek nya kudu di ruqiah ini Jeng si Jaenal, biar mata hatinya kebuka bisa liat cewek lain jangan si Elsa mulu," guyon Luna membuat Devan mencebikkan bibir nya kesal.

"Au lu, move on cuy move on! disabet pacar nya si Elsa baru tau rasa lu," sambung Ajeng.

"Lu berdua kira move on itu gampang? kagak segampang membolak balikan telapak tangan cuy, ini masalah hati yang rapuh sangat sensitif."

"Ceileh, Jaenal bahasa lu. Makan masih sama jengkol ikan asin aja bahasa lu tinggi bener."

"Udah, ayok Lun kita tinggal aja dia." Ajak Ajeng menarik tangan Luna.

"Weh, tungguin napah." Devan berlari mengejar kedua sahabatnya yang sudah menyebrang jalan menuju cafe.

Di cafe mereka bertiga masih asyik mengobrol. "Lun, entar malem jadi balapan?" tanya Ajeng melirik kearah Luna.

"Jadi, Jeng. Jam 10 malem," jawab Luna.

"Okey, gue pasti dateng, lu Van dateng kagak?" tanya Ajeng beralih kearah Devan.

"Gas lah, entar gue dateng kasih support," jawab Devan santai.

"Ya udah, balik yuk udah sore!"

"Ayok, bye sampe ketemu entar malem," ujar Luna yang di anggukan oleh Ajeng dan juga Devan.

***

Malam hari di mansion Nugroho sedang makan malam bersama. "Selesai makan malam kalian jangan langsung kembali ke kamar! ada yang mau Ayah bicarakan."

"Okay," jawab Luna dan Kenzo bersamaan.

Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga menanti kepala keluarga yang akan berbicara.

"Luna, Ayah mau menjodohkan kamu dengan anak teman baik Ayah nama nya Bara Adi Wijaya, Ceo Wijaya Corporation," ujar Ayah membuat Luna shock.

Bagaimana tidak shock, tidak ada angin dan hujan tiba-tiba sang Ayah ingin menjodohkannya. Tidak terbesit dalam benaknya menikah sebelum lulus kuliah.

"Lho, kok gitu sih, Yah? Luna kan masih belum kepingin nikah masih kuliah juga. Terus itu dijodohin sama Bara Adi Wijaya, Ceo casanova itu? ya ampun, Ayah mau ya Luna sakit hati terus sama kelakuannya yang minus itu," jawab Luna yang terang-terangan menolak permintaan Ayah nya.

"Kenzo juga nggak setuju Kak Luna nikah sama dia, memangnya Ayah nggak tau sepak terjang nya dia seperti apa? ya boleh dalam dunia bisnis dia unggul karena kemampuan nya, tapi kelakuan nya sudah terkenal seantero kalo Bara seorang casanova," sambung Kenzo yang tidak ingin kakaknya menikah dengan laki-laki brengsek.

"Tolong Ayah Lun, Ayah yakin Bara akan berubah jika bersama kamu, karena kamu wanita yang cocok untuk Bara. Tolong Ayah Lun, Ayah juga nggak enak menolak permintaan Om Gama, Papa nya Bara. Karena beliau orang yang sangat berjasa dalam hidup Ayah. Karena beliau lah Ayah sekarang bisa seperti ini, karena beliau perusahaan Ayah bisa maju dan berkembang," jelas ayah Fahmi.

"Dulu saat Ayah di usir dari rumah orang tua Ayah karena lebih memilih Bunda kamu, Ayah tidak mempunyai apa-apa, karena semua fasilitas Ayah di cabut nenek kamu karena menolak perjodohan yang sudah beliau rencanakan. Om Gama lah yang selalu support dan membantu Ayah, mengajari gimana caranya membangun perusahaan dan memberikan modal yang cukup besar untuk Ayah tanpa pamrih meminta balasan." Ujar Ayah dengan sendu menceritakan perjalanan hidupnya yang terjal.

Mendengar cerita sang ayah membuat Luna terdiam, hatinya bisa merasakan sesusah apa dulu Ayahnya.

"Baiklah, Yah. Luna bersedia menikah dengan Bara demi Ayah."

Kenzo pun tidak bisa berbicara apa-apa lagi setelah mendengar cerita Ayahnya, sementara Bunda hanya diam saja.

Terpopuler

Comments

Zahra Aisyah

Zahra Aisyah

lumayan menarik

2024-07-24

1

Retno Palupi

Retno Palupi

kasian Luna

2024-07-21

1

Hafidz Narend

Hafidz Narend

/Good/

2024-06-08

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!