BAB 12. Mulai Beraktifitas

Malam hari nya Luna memilih memesan makanan lagi, karena memang belum ada yang bisa di masak.

Sampai malam hari Bara belum juga pulang dan Luna hanya acuh saja, di mansion sebesar ini sendiripun Luna tidak takut.

"Kenyang nya." Gumam Luna mengusap perut nya.

Luna kembali ke kamarnya memilih membaca buku saja. Lama dia membaca buku hingga akhir nya tertidur pulas dengan tangan masih memegang buku.

Jam 12 malam Bara baru tiba di mansion. Matanya menelisik sekeliling mansion sangat sepi, namun dia tidak menghiraukan nya.

Pria tampan itu berjalan ke lantai atas menuju kamar nya. Selesai bersih-bersih Bara memutuskan untuk langsung tidur saja karena besok sudah kembali ke kantor.

***

Pagi mulai menyapa para insan yang akan memulai beraktifitas.

Luna sudah rapih dengan setelan casual nya, begitupun dengan Bara yang sudah rapih menggunakan setelan kantor.

Mereka berpapasan saat di depan pintu, tetapi Luna enggan menyapa suaminya dia berlalu begitu saja melewati Bara yang sedang berada di ambang pintu.

Luna berjalan keluar gerbang karena taxi online yang dia pesan sudah datang, mungkin nanti siang dia akan pulang ke mansion mengambil mobil sport nya.

Bara mengedikkan bahu nya acuh tidak perduli, lalu memasuki mobil nya meninggalkan mansion.

***

Luna sampai di cafenya langsung naik ke lantai tiga dimana ruangan nya berada. Di sana sudah ada Ajeng dan juga Devan.

"Wih, ada penganten baru nih," ejek Devan membuat Ajeng tertawa.

"Harus nya sih kalo penganten baru masih cuti ini, masih honeymoon di kamar lah ini udah dateng aja," sambung Ajeng yang mendapat pukulan di lengan nya.

"Kampret lu pada, honeymoon apaan. Orang dari abis pesta pernikahan gue ajah di tinggal sendiri, malah gue juga baru ketemu si Bara tadi pagi."

"Serius, lu?"

"Iya, ya gue sih acuh ya nggak perduli juga. Toh, walaupun kita satu atap tapi hidup masing-masing juga, jadi pasti jarang ketemu apalagi ngobrol," jelas Luna.

"Bisa ya kek gitu?" timpal Devan ikut menimpali.

"Lah, ada ini buktinya gue. Oh iya, gue juga udah pindah ke mansion baru yang gue tempati sama Bara, kita juga pisah kamar," beritahu Luna.

"Ya bagus deh, mending kek gitu juga. Kalian juga nikah karena perjodohan, selama emang belum bisa nerima satu sama lain ya mending masing-masing aja," nasehat Ajeng dengan bijak.

"Tumben lu bijak, Nem," sindir Devan.

"Et dah Jaenal, kan emang gue bijak dari dulu oon."

"Tapi ya, Juleha. Lu jangan sampe kemakan rayuan nya si casanova itu ya, bisa bahaya entar lu makan ati mulu pait," nasehat Devan yang tidak ingin Luna sakit hati.

"Tenang aja itu mah, gue juga nggak akan segampang itu jatuh cinta sama orang, walaupun dia suami gue sendiri. Lagi juga gue nggak akan mau nerima dia selama dia masih kek gitu, kalo dia berubah jauh lebih baik ya mungkin bisa di pertimbangkan," jawab Luna tanpa beban

"Okay, gue cuma khawatir sama lu, Juleha. Takutnya lu di permainin doang."

"Sip dah, thanks kalian selalu care sama gue," ujar Luna begitu tulus.

***

Bara tiba di kantor dan langsung disambut oleh Kenan. "Udah masuk aja lo, emang nggak honeymoon dulu gitu?" sindir Kenan pada sepupu sekaligus boss nya itu.

"Ngapain coba, udah sana pesenin gue sarapan!"

"Ya elah boss, udah punya bini masih minta sarapan di kantor," celetuk Kenan membuat Bara menggeram kesal.

"Kenan Fredrick! mau lo nggak bisa liat matahari terbit lagi besok?" ancam Bara membuat Kenan buru-buru pergi dari sana.

Bara duduk di kursi kebesaran nya lalu meminta Feli masuk keruangan nya. "Apa jadwal saya hari ini ?" tanyanya singkat.

"Jam 10 ada meeting dengan klien di cafe Olivia, rekomendasi cafe dari klien nya langsung. Setelah itu jam 2 siang meeting dengan PT. Reksa Group, perwakilan dari PT. Reksa Group yang akan datang kesini, Pak," jawab Feli dengan lugas.

"Baiklah, kamu boleh keluar!" titahnya tanpa menoleh kearah Feli.

Feli mengerucutkan bibir nya, karena Bara sama sekali tidak melihat kearahnya.

"Pak, bapak udah sarapan? mau saya belikan makanan untuk sarapan?" tanya Feli dengan suara dibuat selembut mungkin.

"Nggak perlu, Kenan sedang membeli makanan untuk saya. Sekarang kamu keluar!"

Mau tidak mau Feli keluar dari ruangan Bara kembali ke meja kerjanya.

Setelah Feli keluar Kenan datang membawa makanan. "Nih, sarapan nya." Kenan meletakan kantong plastik yang dia bawa diatas meja kerja Bara.

"Hem," Bara hanya berdehem saja.

Kenan kembali keruang kerjanya, karena pekerjaan nya sudah menumpuk.

Bara menyantap makanan itu dengan santai. Baginya sarapan di kantor sudah biasa karena malas membuat sarapan saat pagi hari. Dia lebih suka membuat makanan saat malam hari setelah pulang daei kantor.

***

Luna, Ajeng dan Devan sudah sampai di kampus. Luna memilih di bonceng Devan menggunakan motor sport nya daripada di mobil bersama dengan Ajeng.

Karena Luna sudah lama tidak merasakan naik motor, mungkin nanti dia akan membawa motor sport kesayangan nya ke mansion.

Mereka semua sedang mempersiapkan proposal untuk pengajuan magang nanti.

Ternyata kampus mereka bekerja sama dengan 10 perusahaan yang menyediakan tempat untuk para mahasiswa bisa melaksanakan magang.

"Kita ngajuin kemana ini?" tanya Luna pada kedua sahabatnya.

"Gue sih sebenernya pengen ke Wijaya Corporation. Secara itu perusahaan nomer 1 di Asia bahkan Eropa juga, biar ada pengalaman kerja di perusahaan besar. Ya walaupun Ceo nya sengklek " jawab Devan memberikan pendapatnya.

"Heh, yang lu bilang sengklek gitu lakinya sahabat lu sendiri." Sambung Ajeng tertawa.

"Ya udah kita coba aja ngajuin kesana, siapa tau keterima, kan." Usul Luna yang di anggukan yang lain nya.

"Lu mah pasti keterima kali Lun, secara lu nyonyanya di sana, istri Bara Adi Wijaya gitu masa iya kagak di lolosin," sindir Devan.

"Eh Jaenal, kan kagak ada yang tau juga gue ngajuin ke sana termasuk si Bara sama asisten nya. Lagian gue mah pengen nya ikut cara yang bener, bukan pake orang dalem. Lagi juga gue cuma istri yang kagak di anggap, istri diatas kertas doang."

"IIya juga ya, belom tentu kalo keterima juga si casanova itu ngakuin lu bini nya."

"Ho oh, entu tau lu. Ya udah, kita jadinya ngajuin di sana, kan?" tanya Luna memastikan.

"Ya udah, bismillah aja," jawab Devan.

Mereka mulai menyiapkan persyaratan untuk pengajuan magang nanti.

***

Jam 10 kurang Bara dan Kenan sampai di cafe Olivia tempat dimana meeting di adakan.

Walaupun cafe itu belum semewah cafe lain nya, tetapi bisa di akui cafe itu sangat menarik, konsep nya begitu matang.

Tempat nya cozy mulai dari tampilan nya Instagramable, punya area out dor hingga kids friendly .

Cafe Olivia juga menyediakan ruangan khusus meeting yang bisa di booking untuk para pekerja yang mungkin ingin melakukan meeting dengan suasana berbeda.

Ada beberapa ruangan khusus termasuk Vip. Jadi memang benar-benar tertata dengan rapih konsep cafe tersebut.

"Selamat pagi, Tuan," sapa Kenan saat mereka tiba diruang meeting cafe.

"Selamat pagi, tuan Rey," jawab klien tersebut dengan sangat ramah.

"Tidak apa-apa kan meeting disini?" tanya klien tersebut memastikan kembali apa mereka mau melanjutkan meeting disini.

"Tidak apa-apa, Tuan. Tempatnya juga nyaman dan sangat menarik." Bukan Kenan yang menjawab, namun Bara lah yang menjawab.

Tanpa Bara sadari cafe yang dia puji itu merupakan cafe istri nya yang baru dia nikahi beberapa hari lalu.

"Baiklah, mari kita mulai meeting pagi ini!" Mereka semua melanjutkan meeting itu dengan santai agar lebih nyaman dan tidak berjalan alot.

Dua jam berlalu meeting pun telah usai, mereka melanjutkan makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.

Mereka makan di selingi obrolan santai. "Tuan, kenapa bisa merekomendasikan tempat ini?" tanya Kenan pada klien nya.

"Saya di rekomendasikan oleh anak saya, kebutuhan pemilik cafe ini teman anak saya kuliah dan menurut saya memang tempat nya worth it. Makanan juga cocok di lidah saya terlepas cafe ini milik teman anak saya," jawab klien nya itu dengan jujur.

"Berarti pemilik nya anak muda, ya?" timpal Bara bertanya.

"Betul, masih muda tetapi sudah bisa membangun usaha dengan sangat baik. Yang saya denger juga dia membangun usaha ini menggunakan modal nya sendiri tanpa bantuan orang tuanya. Patut di contoh untuk kaum milenial jaman sekarang."

"Betul tuan, agar mereka bisa termotivasi juga. Jadi penasaran saya sama pemiliknya." Sambung Bara seraya memotong stek di piring nya.

Selesai makan siang bersama klien, Bara dan Kenan kembali lagi ke kantor.

***

Di kampus Luna dan kedua sahabat nya masih menunggu kelas terakhir satu jam lagi.

Mereka menunggu di kantin saja sekalian makan siang. "Van, entar pulang kuliah anterin gue balik ke rumah dulu ya ambil mobil!" titah Luna dan di anggukan oleh Devan.

"Sip bu, Boss."

"Belom ada jadwal balapan lagi, Lun?"

"Belom ada si Jeng, ada yang udah ada jadwalnya tapi bulan depan cuma motor," jawab Luna.

"Terus lu join kagak?" Devan ikut bertanya.

"Join gue, lumayan kan hadiah nya bisa buat tambahan buka cabang baru."

"Iya udah, gas aja! Biar pas selesai kita wisuda bisa di realisasikan buka cabang barunya." Devan dan Ajeng selalu setia menemani Luna ketika balapan.

"Yoi, gue sih kepingin nya buka sekaligus 2. Jadi di daerah Jakarta Barat, sama Jakarta Pusat biar setiap daerah Jakarta ada cabang nya, next baru Jakarta timur."

"Boleh juga itu ide lu. Nanti kalo udah ada progress dan udah maju baru buka cabang di kota lain," sahut Ajeng diaminkan oleh Luna dan juga Devan.

"Semoga, ya," jawab Luna.

Mereka bertiga kembali ke kelas melanjutkan kelas terakhir.

***

Selesai ngampus Devan mengantar Luna kembali ke rumah nya mengambil mobil nyax sementara Ajeng ke cafe lebih dulu.

Sampai di gerbang mansion Nugroho Luna langsung turun dari motor Devan. " Thanks, Van. Lo langsung balik ke cafe aja! Entar gue nyusul."

"Okay, gua duluan, ya." Pamit Devan menjalankan mobil nya.

Luna masuk kedalam mansion yang ternyata ada Bundanya sedang duduk di meja makan.

"Assalamualaikum Bun, lagi ngapain ?" Sapa Luna memeluk bunda Desi.

"Eh, kamu sayang, kapan sampe nya Bara mana?" Tanya Bunda Desi memeluk putri sulung nya.

"Ngantor Bun, aku habis pulang kuliah mau ambil mobil, nggak papa kan Bun kalo bawa mobil aku?"

"Ya nggak papa sayang, itukan mobil kamu."

"Makasih ya Bun, Kenzo mana?" Tanya Luna tidak melihat adik nya.

"Ada ekskul jadi belum pulang."

"Ya udah Bun, Luna pamit dulu, ya." Luna berpamitan kepada Bunda nya setelah mengambil kunci mobil di kamarnya.

"Iya, hati hati, ya! sering-sering main kesini."

"Siap Bun, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," jawab Bunda.

"Ya Tuhan, lindungilah selalu Luna di manapun Luna berada." ucap Bunda dalam hati yang masih berat melepaskan anak perempuan nya.

Terpopuler

Comments

Hafidz Narend

Hafidz Narend

👍

2024-06-16

1

Susi Susiyati

Susi Susiyati

suami hobi celup mn tau klo istrinya super keren,mndri. itu terbukti dirinya tnpa sdar memuji pemilik cafe olivia😁😁

2024-05-28

2

Hanisah Nisa

Hanisah Nisa

lanjut

2024-03-14

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!