BAB 15. Bara Mulai Cemuu

Bara dan Kenan tiba di restoran tempat biasa Bara makan siang, bisa dibilang itu salah satu restoran favorit nya. Karena semua makanan yang tersedia di sana sangat cocok di lidahnya.

"Lo mau pesen apa, Bar?" tanya Kenan.

"Steak sama americano coffee, jangan lupa air mineral nya juga."

Kenan memanggil waiters yang tidak jauh dari meja tempat mereka duduk, lalu memesan makanan untuk dirinya dan juga Bara.

Waiters itu berlalu dari meja Kenan dan Bara setelah mencatat pesanan mereka berdua.

"Lo kek nya deket banget sama si Luna?" tanya Bara memulai obrolan sembari menunggu pesanan mereka datang.

"Biasa aja sih, kenapa iri lo?" Selidik Kenan menatap Bara.

"Biasa aja kali, kalo nggak deket itu apa manggil nya bangke? cih, bau dong lo di panggil bangke."

"Lah, lo juga tumben bahas bini lo? lagi nih ya, bangke itu panggilan kesayangan dari Luna buat gue. Bang Kenan disingkat bangke, ya gue si fine-fine aja." jawab Kenan santai membuat Bara mendengus sebal.

Tidak lama waiters datang mengantarkan pesanan mereka. "Selamat menikmati, tuan!" waiters itu tersenyum ramah.

***

Di restoran yang berbeda, Luna dan kedua sahabatnya juga sedang makan siang bersama.

Luna memilih menu pasta dan orange juice saja tidak lupa memesan dessert favoritnya tiramisu cake.

Mereka semua makan di selingi obrolan santai dan hal-hal receh yang membuat mereka semua tertawa.

"Kalian gimana di divisi pemasaran?" Luna bertanya kepada mereka berdua.

"Ya lumayan lah buat hari pertama mah, kita juga di terima dengan cukup baik di sana." Ajeng yang menjawab pertanyaan Luna.

"Syukurlah, kalo ada apa-apa bilang ke gue ya! kali aja gitu ada pembulian namanya anak magang kan kita, itu para senior takutnya merasa berkuasa."

"Tenang, Lun. Kalo ada yang kek gitu kita bakalan ngadu ke lu, kan lu Bu boss nya." Devan tertawa membuat Luna geleng-geleng kepala.

"Terus lu sendiri gimana hari pertama?" tanya Ajeng.

"Ya biasa aja sih, masih gampang gue disuruh buat input data keuangan bulanan doang," jawab Luna apa adanya.

Selesai makan siang mereka kembali ke kantor, karena jam makan siang sebentar lagi selesai.

Luna, Ajeng dan Devan menyempatkan diri untuk pergi ke musholla kantor menunaikan ibadah shalat Dzuhur.

***

Waktu begitu cepat berlalu, jam pulang kantor telah tiba. Luna dan kedua sahabatnya tidak langsung pulang, mereka semua menuju ke rumah Devan terlebih dahulu.

"Emang kita ngapain disuruh ke rumah, lu?" Tanya Luna menatap ke arah Devan

"Enyak masak banyak katanya syukuran anak nya di terima magang disini."

"Bujug si Enyak, rajin bener dah ah," sambung Ajeng.

"Ya udah, ayok gas!"

Mereka menuju ke rumah Devan mengendarai kendaraan nya masing-masing.

"Assalamualaikum, Nyak, Beh." Sapa mereka bertiga saat baru sampai di halaman rumah babeh Rozak yang sangat luas seperti lapangan bola.

"Eh, elu pade udeh pade pulang. Ayok masuk dulu nyok!"

"Sini aja dulu nyak, kita ngadem dibawah pohon mangga." Jawab Luna yang telah duduk di bale dibawah pohon mangga setelah menyalami tangan enyak dan babeh.

"Ya udeh, enyak ke dalem dulu ya bikinin elu pade minum."

"Iya, Nyak."

"Gue sekalian bikinin kopi item, Timeh!" pinta babeh Rozak.

"Lah, si abang tadi bukan nya udah ngopi."

"Entu mah tadi, sekarang mah laen." Jawab babeh cengengesan.

"Apa bedanye Bang? sama-sama ngopi," kesal enyak Fatimeh.

"Udah sonoh buru jalan! kasian entu bocah belom elu kasih minum."

"Iye ini aye bikinin." Enyak masuk kedalam rumah membuat minum untuk mereka semua.

Luna hanya tertawa melihat tingkah laku kedua orang tua sahabatnya.

Bagi Luna orang tua Devan itu lucu mereka apa adanya ditambah dengan logat khas Betawi nya, membuat Luna juga nyaman berada di sana begitupun dengan Ajeng.

Enyak dateng membawa nampan di tangan nya, lalu menyerahkan kopi untuk babeh. "Nih Bang kopi nye! " Enyak menyerahkan gelas kopi itu pada babeh.

Sementara yang lain nya enyak membuatkan teh hangat saja biar lebih rileks.

"Makasih, Nyak." Mereka kompak mengucapkan terimakasih saat enyak meletakan nampan itu di atas bale.

"Ngomong-ngomong gimane magang elu pade hari ini?" Babeh bertanya pada anak-anak muda di hadapan nya.

"Alhamdulillah lancar, Beh." Jawab Devan yang di anggukan kepala oleh Ajeng dan juga Luna.

"Syukur deh, Enyak lega denger nye. Biar pada betah dah ye di sonoh, lancar juga kerjaan nye," timpal enyak.

"Aamiin, Nyak," jawab mereka kompak.

"Ya udeh, ayok kite makan! Enyak udah bikin nasi liwet ala Enyak ini." ajak enyak mengajak yang lain nya untuk makan.

"Kite makan di mari aje biar tambah nikmat ngeliwetnye, Van sonoh elu ambil daon pisang buat kita ngeliwet pake alas daon pisang aje! titah babeh Rozak.

"Iye, Beh." Jawab Devan bangkit dari duduknya berjalan ke belakang rumah memetik daun pisang.

Setelah memetik daun pisang dan membersihkan nya, Devan kembali lagi ke depan.

"Ini nyak daon pisang nya! " Devan menyerahkan tiga lembar daun pisang.

Enyak menggelar daun pisang itu diatas bale panjang dibawah mohon mangga. Sungguh menikmati suasana seperti ini membuat Luna dan Ajeng amat sangat betah.

Rumah Devan masih dikelilingi pohon-pohon dan tumbuhan hijau, rumah kayu khas betawi klasik dengan halaman luas yang sangat bersih.

Membuat siapapun betah jika berlama-lama di sana, selain suasana masih asri di sana juga sangat sejuk karena banyak pepohonan.

"Udeh, ayok kite makan!" titah babeh Rozak.

"Mantep bener Nyak sambel buatan Enyak kagak ada lawan." Celetuk Luna mencocol ikan goreng pada sambal terasi itu.

"Iya, Nyak. Sambel buatan Enyak emang paling enak," timpal Ajeng.

"Nyak seneng kalo elu semua pade doyan."

Mereka semua makan di selingi obrolan santai sore hari, karena mereka makan masih jam lima sore.

***

Bara sampai di mansion pukul 5 sore tetapi dia tidak melihat mobil istrinya di garasi. Bukan kah seharunya dia sudah sampai karena jam pulang kantor jam empat sore.

"Kemana itu orang? cih, ternyata dia suka keluyuran juga." Kesal Bara lalu menaiki tangga menuju ke kamar nya.

Setelah pulang dari rumah Devan, Luna pergi ke cafe sebentar mengecek keadaan cafe dan persediaan untuk di dapur.

Jam 8 malam Luna baru sampai di mansion nya, baru saja ingin membuka pintu namun pintu sudah lebih dulu terbuka.

Bara keluar dengan pakaian casual nya membuat ketampanan nya semakin bertambah, tetapi itu tidak berlaku di mata Luna.

"Hobi keluyuran juga ternyata lo ya, pulang kantor jam 4 tapi jam segini baru pulang," sinis Bara pada istrinya.

Luna yang malas menanggapi lebih memilih langsung masuk saja tanpa menghiraukan ocehan sang suami.

Bara menggeram kesal karena di acuhkan istrinya sendiri. "Awas ya, lo." geram Bara kesal lalu pergi meniggalkan mansion.

Dua puluh menit menempuh perjalanan, Bara sampai di club malam elit terbesar di daerah Jakarta Selatan.

Bara masuk kedalam sudah di sambut oleh Donny. "Hai, Bro. Kusut amat tuh muka." Ledek Donny pada sahabat yang mempunyai hobi sama itu.

"Ada barang baru masih seger, mau pake nggak lo," tawar Donny.

Bara masih meneguk wine yang sudah tersedia di meja tempat dia duduk, masih belum menjawab pertanyaan Donny.

"Boleh." Jawab nya santai.

Setelah mendengar jawaban Bara, Donny memanggil wanita yang dia maksud. Wanita sexy itu menghampiri Donny dengan gaya centilnya. "Iya, tuan."

"Layani pria itu!" titah Donny menunjuk kearah Bara.

"Baik, tuan." Jawab wanita tersebut lalu mendekati Bara dan duduk dipangkuan Bara.

Wanita sexy itu melancarkan aksi nya, dia mulai menggerayangi tubuh atletis Bara.

Menggesekkan miliknya dengan milik Bara membuat pria itu memejamkan matanya.

Tanpa aba-aba Bara menarik tangan wanita bayaran itu menuju ke kamar yang sudah disediakan di sana.

***

Waktu berjalan begitu cepat malam berganti dengan pagi. Luna keluar kamarnya setelah melaksanakan shalat subuh.

Dia memilih untuk jogging keliling komplek saja. Luna sudah siap dengan celana hotpants dan tank top hitamnya.

Luna menguncir rambut nya tinggi lalu memakai topi hitam senada dengan tank top yang dia pakai.

Dia berjalan keluar dari gerbang mansion tidak lupa berpamitan dengan security.

Luna berlari kecil saat dan akan berjalan menuju taman dia tidak sengaja bertemu dengan Arnold teman kampus yang dekat dengan nya.

"Lunaaaa!" teriak Arnold karena Luna berlari kecil.

Luna berbalik badan. "Lah lu Ar, kok bisa ada di sini ?" Tanya Luna pasalnya dia tau Arnold tinggal di mana.

"Gue lagi nginep di rumah om gue, daripada bete mending gue joging eh taunya ketemu lu. Btw rumah lu sekarang disini ?"

"Iya, laki gue tinggal di komplek ini jadi gue ikut tinggal disini," Luna menjawab sembari tersenyum.

"Semoga lu bahagia Lun, gue telat ungkapin perasaan gue sekarang dan lu udah milik orang lain." Batin Arnold.

"Ya udah, ayok! Joging bareng kita ke taman sekalian sarapan bubur di sana." Ajak Luna menarik tangan Arnold.

Bara yang baru pulang melihat dari balik kaca mobil nya kalau istrinya sedang joging dengan laki-laki lain.

Dia melihat istri nya sangat cantik dan sexy menggunakan hotpants dan tank top hitam yang kontras dengan kulit putih nya.

"Cih, nggak tau malu apa ya udah punya suami jalan sama cowok lain." Gerutu Bara entah kenapa dia seakan tidak rela istrinya jalan dengan pria lain.

Dia juga seakan tidak rela lekuk tubuh istrinya di nikmati mata orang banyak. Apakah Bara mulai cemburu dengan Luna.

Luna dan Arnold sampai di taman komplek lalu memesan bubur ayam untuk mereka berdua.

"Lu udah lama tinggal disini, Lun?"

"Dari semenjak habis nikah gue langsung pindah kesini." Jawab Luna jujur.

"Berarti udah sebulanan ya, oh iya gue denger lu magang di Wijaya Corporation juga bareng Ajeng sama Devan. Enak dong magang di tempat suami sendiri," ungkap Arnold membuat Luna tersenyum.

"Biasa aja sih, nah lu juga magang di tempat bokap lu sendiri kan gimana tuh rasanya?" tanya balik Luna.

"Ya biasa aja sih, nggak ada yang spesial."

"Ya berarti sama, walaupun kita magang ditempat orang terdekat kita tapi ya nggak ada yang spesial juga," sambung Luna.

Mereka melanjutkan sarapan bubur ayam masih diselingi obrolan santai. Tanpa Luna ketahui suaminya sedang uring-uringan di mansion.

Terpopuler

Comments

Susi Susiyati

Susi Susiyati

😆😆😆😆😆😆dasar om celup g nyadar msih mnding cmn nah om celup celup smpe lupa klo om pnys istri.nnti nyesel dan baru nyadar klo istrimu pergi om.tobat om
lagian ngpa tu pedang ga di bikin mati suri bisr tau rasa

2024-05-28

4

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Lu malah yg lebih menjijikan Bara, pagi² dah kentu ga tau tempat, ky ayam maen pacek aja, si Luna mh cm joging doang

2024-05-17

1

Rizka Susanto

Rizka Susanto

pngen nimpuk bara deh...gK inget apa smlm dia ngapain,giliran liat bininya jalan sma cowok Laen aja pikirannya Kya orang paling bner aja,paling terdzolimi😀

2024-05-06

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!