BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna

Malam hari nya Luna sudah siap dengan kedua orang tuanya, mereka berangkat ke restoran yang sudah di janjikan oleh Papa Gama.

Di restoran sudah ada Papa Gama dan Mama Ayu yang sudah menunggu kedatangan tamu spesialnya. Sementara Bara masih di jalan karena langsung berangkat dari kantor.

"Maaf ya kami baru datang," ucap Ayah Fahmi yang baru datang bersama dengan Bunda Desi dan juga Luna.

"Nggak papa Mi, kita juga belum lama sampe nya," jawab Papa Gama.

"Ini yang nama nya, Luna? ya ampun, cantik sekali kamu sayang, dulu terakhir tante liat kamu waktu masih kecil," ujar Mama Ayu memuji calon menantu nya.

"Makasih tante, tante juga cantik."

"Lho, nak Bara nya mana, Jeng ?" tanya bunda Desi karena tidak melihat sosok laki-laki yang akan dijodohkan dengan anaknya.

"Masih di jalan, Jeng. Bara berangkat dari kantor nanti langsung kesini," beritahu mama Ayu.

"Ayo duduk dulu sembari nunggu Bara datang!" papa Gama mempersilahkan tamunya untuk duduk.

Mereka melanjutkan mengobrol ringan sambil menunggu Bara datang. Tidak lama datanglah Bara dengan wajah yang sedikit lesu mungkin karena baru pulang dari kantor.

Tetapi, itu tidak membuat kadar ketampanan nya menurun. Walaupun, sehabis ngantor seharian dan belum merapikan diri lagi.

"Maaf semuanya saya terlambat," ujar Bara meminta maaf.

"Tidak apa-apa nak, kami juga baru sampai." Ayah Fahmi lah yang menjawab.

"Ayok duduk dulu, sayang!" titah Mama Ayu.

"Bara, kenalkan ini om Fahmi teman baik Ayah, dan ini tante Desi istri nya, yang dihadapan kamu Luna wanita yang akan kamu nikahi," ujar papa Gama memperkenalkan mereka satu persatu.

"Sudah lama tidak lihat kamu Bara, terakhir om liat kamu waktu kamu masih SMA."

"Iya, Om." Bara menjabat tangan mereka semua.

Ganteng sih, tapi sayang Casanova. batin Luna.

Kesan yang pertama Bara dapatkan saat melihat Luna ialah cuek. Tidak seperti wanita yang biasa dijodohkan dengan nya, yang selalu bersikap sok anggun dan lembut padahal asli nya tidak seperti itu.

Karena Bara sudah datang mari kita mulai bahas untuk acara pernikahan mereka nanti.

"Fahmi, kamu dan Desi setuju nggak kalo pernikahan mereka dilangsungkan 1 bulan lagi?" tanya papa Gama to the point.

Ayah Fahmi melirik Bunda Desi lalu menatap kearah Luna.

"Apa nggak terlalu cepat, Gam?" tanya balik Ayah Fahmi.

"Nggak, Mi. Biar nanti tim Wo yang bantu urus, kita tinggal fitting baju pengantin nya saja. Mungkin Luna punya konsep pernikahan yang di inginkan?"

"Gimana Luna, apa kamu punya konsep pernikahan yang kamu inginkan?" tanya Mama Ayu.

"Hem, Luna ikut apa kata kalian aja," jawab nya singkat.

Membuat Bara heran karena biasanya wanita repot mau nya seperti ini dan itu, tetapi wanita yang ada di hadapan nya itu cuek saja. Apa mungkin baru pertama bertemu masih menjaga image.

"Kok gitu sih, inikan pernikahan kamu. Takutnya kamu punya wedding dream, makanya kami sebisa mungkin akan menuruti permintaan kamu," sambung mama Ayu.

"Nggak kok Tante, yang penting sah aja kalo di buat sederhana juga nggak papa, Tan."

"Ya sudah, kalo nanti kamu berubah pikiran atau punya ide lain kasih tau Tante, ya. Sekarang kita pilih konsep internasional saja," ujar Mama Ayu memberitahu.

"Baik, Tan," jawab Luna singkat.

"Desi, kamu setuju dengan usulku?" mama Ayu bertanya kepada calon besan nya.

"Aku setuju aja, Yu. Nanti kita bisa atur konep nya bareng gampang di aturlah."

"Ya sudah, karena kalian sepakat mulai besok kita sudah mempersiapkan acara pernikahan mereka. Dan kamu Bara, ajak Luna fitting gaun pengantin di butik Mommy ya besok. Luna kamu bisa, kan?"

"Luna bisa nya sore, Tan. Soalnya kan harus ngampus dulu," jawab Luna jujur.

"Ya sudah, nggak papa. Kamu kasih nomer ponsel kamu ke Bara ya biar gampang komunikasinya."

"Baik, Tan."

"Tinggal kita cetak undangan saja, Mi. Kira-kira mau berapa orang yang kita undang. Kamu lebih setuju acaranya dibuat outdoor atau indoor?" ujar Papa Gama meminta pendapat calon besan nya.

"Menurut ku lebih baik indoor, biar acaranya juga lebih sakral."

"Ya sudah, kita buat acara indoor saja di hotel milik keluarga Wijaya," sambung Papa Gama yang di anggukan oleh yang lain nya.

Sementara Bara hanya diam saja menyimak, karena memang tidak ada yang menanya pendapatnya.

Mereka semua melanjutkan makan malam terlebih dahulu sebelum berbincang-bincang.

Selesai makan malam Papa Gama menyuruh Bara mengajak ngobrol Luna berdua saja di meja yang berbeda, sebagai bentuk perkenalan diri agar bisa lebih dekat.

"Sana ajak Luna ngobrol biar saling mengenal!" titah papa Gama.

Bara menuruti permintaan papanya dan mengajak Luna mengobrol di taman resto yang berada di samping resto.

***

Kini Bara dan Luna sudah duduk di bangku yang ada di taman resto.

"Gue Bara yang mungkin lo juga udah kenal gue, secara gue pengusaha terkenal di Negri ini," ujar Bara percaya diri membuat Luna memutar bola matanya malas.

"Cih, percaya diri sekali anda. Iya gue kenal sama lo om Bara,tapi bukan karena lo pengusaha terkenal melainkan karena lo yang seorang casanova."

"Lo panggil gue om? lo kira gue setua itu di panggil om, umur gue baru 30 tahun, sama lo yang masih kuliah juga nggak terlalu jauh bedanya," sangkal Bara yang tidak terima di panggil om.

"Ya terima aja sih om. Jauh juga beda 8 tahun, lagi lo cocok nya di panggil om," sambung Luna membuat Bara kesal.

"Ada ya cewek tengil kek lo gini."

"Lah, ada ini bukti nya gue." Bara di buat pusing dengan tingkah calon istrinya yang ternyata sedikit tengil.

"Gue nggak nyangka dijodohin cewek modelan kek lo gini, biasanya cewek kalo liat gue klepek-klepek ngejar-ngejar gue."

"Idih, gue ngejar-ngejar cowok modelan kek lo, ngapain? gue juga nggak nyangka bisa dijodohin sama casanova kek lo yang track record nya, beh nggak usah di ragukan lagi," sambung Luna tidak mau kalah.

Sialan nih cewek, batin Batin.

"Gue juga kalo bukan karena nyokap ogah nikah sama lo," ujar Bara sinis.

"Lah, lo pikir gue mau? kalo bukan karena bokap gue punya utang budi sama bokap lo gue juga ogah," sinis Luna tidak mau kalah dari Bara.

"Tau ah, gue masuk aja males gue ngobrol sama lo om kagak nyambung." ujar Luna meninggalkan Bara yang masih terdiam.

"Gila baru ini gue di tinggal cewek," lirih Bara

"Sudah ngobrol nya?" tanya ayah Fahmi.

"Udah, Yah," jawab Luna singkat tidak lama Bara masuk dan duduk di kursinya semula.

"Ya sudah Gam, karena sudah malam juga kita pasti pulang dulu, ya."

"Iya, hati hati kalian! nanti kita saling berkabar saja."

"Baiklah." Mereka bertiga pamit meninggalkan restoran itu.

***

Di perjalanan pulang Luna duduk di kursi belakang, sementara ayah dan bundanya di depan.

"Gimana Bara menurut kamu?" tanya ayah nya memulai obrolan.

"Ya nggak gimana-gimana Yah, arogan juga menurut Luna orang nya terus terlalu percaya diri," jawab Luna jujur karena memang itu kesan yang dia dapat saat mengobrol dengan Bara.

"Bun, nanti setelah nikah Luna masih boleh tinggal sama Ayah dan Bunda, kan?"

"Kamu harus ikut kemanapun suamimu tinggal, sayang. Karena setelah menikah kamu sudah menjadi tanggung jawab suami kamu, dialah yang berhak atas kamu. Sesekali kamu datang berkunjung nanti," jawab Bunda lembut memberikan pengertian.

"Yah, kok gitu sih, Bun?" keluh nya.

"Ya memang seperti itu, percaya sama Bunda nanti lama kelamaan kamu juga akan terbiasa."

Setelah itu Luna terdiam, memutar bola mata nya menuju kearah jalan.

Gini banget ya nasib gue, batin nya sedih.

***

Bara sampai di apartemennya lalu berjalan menuju ke kamar untuk bersih-bersih. Setelah selesai bersih-bersih dia memutuskan untuk pergi ke dapur.

Terbiasa hidup mandiri diluar negri membuat nya sudah biasa dalam hal masak-memasak.

Bara membuat spageti bolognese untuk makan malam nya karena dia makan hanya sedikit saat di restoran tadi.

Menikmati makanan seorang diri sudah biasa baginya, hidup dalam kesendirian membuat nya damai. Itulah kenapa dia memilih tinggal sendiri di apartment tanpa adanya asisten rumah tangga.

Dua hari sekali akan ada yang datang untuk membersihkan apartemennya, semua pakaian nya pun dia laundry. Jadi, sesimpel itu hidup seorang Bara Adi Wijaya.

Saat sedang menikmati makanan nya, Bella datang langsung duduk di kursi tepat di hadapan Bara.

"Mau ngapain kesini?" tanya Bara to the point.

"Ih, Bara kebiasaan deh orang baru dateng juga, bukan nya di sambut." Bella mencebikkan bibirnya.

Bara hanya acuh saja melanjutkan makan nya tanpa menghiraukan Bella. Sedangkan Bella menggerutu sebal karena di acuhkan oleh Bara.

"Lebih baik kamu pulang aja, aku lagi nggak mood jangan di ganggu!"

"Kok gitu sih, sayang. Aku temenin kamu ya atau mau aku pijitin biar badan nya nggak pegel-pegel?" tawar Bella masih berusaha membujuk Bara.

Bara menghela nafas nya, hilang sudah selera makan nya lalu bangkit dari tempat duduk masuk ke kamar meninggalkan Bella yang masih menggerutu sebal.

***

Didalam kamar nya Bara mengambil wine dari laci kecil yang ada di sudut kamar. Membawanya ke balkon kemudian meminumnya di sana.

"Nggak habis pikir gue, bisa-bisanya cewek itu nolak gue? biasanya para wanita yang ngejar-ngejar gue, bahkan dengan senang hati naik keatas ranjang gue dengan sukarela," gumam Bara mengingat pertemuannya dengan Luna.

Selesai meneguk alkohol dan menghisap rokok yang menurut nya bisa membuat dirinya tenang, dia bangkit dari duduk nya kembali ke dalam kamar.

Terpopuler

Comments

Susi Susiyati

Susi Susiyati

si luna masih muda mndri bngt,,,,
udah jd bos cafe lagi

2024-05-28

3

Kusrini

Kusrini

lanjut tor

2024-05-27

1

Anita Jenius

Anita Jenius

Lanjut up ya.

2024-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Club Malam
2 BAB 2. Kembali Kuliah
3 BAB 3. Rencana Perjodohan
4 BAB 4. Arena Balap Mobil
5 BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6 BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7 BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8 BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9 BAB 9. Hari Pernikahan
10 BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11 BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12 BAB 12. Mulai Beraktifitas
13 BAB 13. Balap Motor
14 BAB 14. Mulai Magang
15 BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16 BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17 BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18 BAB 18. Kekhawatiran Bara
19 BAB 19. Merawat Luna
20 BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21 BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22 BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23 BAB 23. Keterbukaan Luna
24 BAB 24. Anniversary Kantor
25 BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26 BAB 26. Kegundahan Bara
27 BAB 27. Tidak Rela
28 BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29 BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30 BAB 30. Awal Yang Baik
31 BAB 31. Ulet Bulu
32 BAB 32. Satu Kamar
33 BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34 BAB 34. Kekaguman Luna
35 BAB 35. Sikap Kasar Bara
36 BAB 36. Bara Sakit
37 BAB 37. Kedatangan Mertua
38 BAB 38. Berangkat Ke Bali
39 BAB 39. Dibuat Kesal
40 BAB 40. Keterkejutan Luna
41 BAB 41.Melampiaskan Emosi
42 BAB 42. Kebingungan Bara
43 BAB 43. Bara Cemburu
44 BAB 44. Cemburu Lagi
45 BAB 45. Kejujuran Bara
46 BAB 46. Kehancuran Mira
47 BAB 47. Bandung
48 BAB 48. Quality Time
49 BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50 BAB 50. Malam Pertama
51 BAB 51. Mengulang Kembali
52 BAB 52. Dijodohkan
53 BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54 BAB 54. Posesif Husband
55 BAB 55. Photo Shoot
56 BAB 56. Felly Dimutasi
57 BAB 57. Terakhir Magang
58 BAB 58. Menyusun Laporan
59 BAB 59. Touring Ke Puncak
60 BAB 60. Keputusan Final
61 BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62 BAB 62. Kondisi Luna
63 BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64 BAB 64. Ternyata Dia
65 BAB 65. Memberi Hukuman
66 BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67 BAB 67. Selamat Tinggal
68 BAB 68. Dosen Ganteng
69 BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70 BAB 70. I Love You Too Hubby
71 BAB 71. Kebahagiaan Bara
72 BAB 72. Suami Luna
73 BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74 BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75 BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76 BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77 BAB 77. Sesakit Inikah?
78 BAB 78. Ngidam
79 BAB 79. Melepaskan Semuanya
80 BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81 BAB 81. Emosi Devan
82 BAB 82. Penjelasan Bara
83 BAB 83. Jadi Kecebong
84 BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85 BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86 BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87 BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88 BAB 88. Drama Manjat Pohon
89 BAB 89. Lamaran
90 BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91 BAB 91. Beralih Profesi
92 BAB 92. Dapat Reward
93 BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94 BAB 94. Karin
95 BAB 95. Wisuda
96 BAB 96. Kegundahan Jessy
97 BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98 BAB 98. Hari Bahagia
99 BAB 99. Ngidam Aneh
100 BAB 100. Donny Tersindir
101 BAB 101. Bobol Gawang
102 BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103 BAB 103. Tidak Menyangka
104 BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105 BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106 BAB 106. Banjir Air Mata
107 BAB 107. Cemburunya Donny
108 BAB 108. Masakan Pertama Istri
109 BAB 109. Puncak Emosi
110 BAB 110. Pertengkaran Hebat
111 BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112 BAB 112. Bertemu Rival
113 BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114 BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115 BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116 BAB 116. Video Viral
117 BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118 BAB 118. Malu Sendiri
119 BAB 119. Little Tiger
120 BAB 120. Luka Mendalam
121 BAB 121. Kesedihan Tari
122 BAB 122. Karin?
123 BAB 123. Merasa Iba
124 BAB 124. Akhirnya
125 BAB 125. Lagi Dan Lagi
126 BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127 BAB 127. Diluar Angkasa
128 BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129 BAB 129. Nyoblos
130 BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131 BAB 131. Dibuat Kesal
132 BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133 BAB 133. Melahirkan
134 BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135 BAB 135. Akhir Bahagia
136 Info Season 2
Episodes

Updated 136 Episodes

1
BAB 1. Club Malam
2
BAB 2. Kembali Kuliah
3
BAB 3. Rencana Perjodohan
4
BAB 4. Arena Balap Mobil
5
BAB 5. Pertemuan Dua Keluarga
6
BAB 6. Pertemuan Bara Dan Luna
7
BAB 7. Fitting Baju Pengantin
8
BAB 8. Luna Bertemu Kenan
9
BAB 9. Hari Pernikahan
10
BAB 10. Ditinggal Saat Malam Pertama
11
BAB 11. Pindah Ke Rumah Baru
12
BAB 12. Mulai Beraktifitas
13
BAB 13. Balap Motor
14
BAB 14. Mulai Magang
15
BAB 15. Bara Mulai Cemuu
16
BAB 16. First Time Jalan Bareng Suami
17
BAB 17. Dibentak Di Depan Karyawan
18
BAB 18. Kekhawatiran Bara
19
BAB 19. Merawat Luna
20
BAB 20. Ada Apa Dengan Bara?
21
BAB 21. Kekesalan Dan Kekaguman Bara
22
BAB 22. Luna Menghadapi Tante Girang
23
BAB 23. Keterbukaan Luna
24
BAB 24. Anniversary Kantor
25
BAB 25. Tergoda Dengan Yang Halal
26
BAB 26. Kegundahan Bara
27
BAB 27. Tidak Rela
28
BAB 28. Pertama Kali Ke Rumah Mertua
29
BAB 29. Mengungkapkan Perasaan
30
BAB 30. Awal Yang Baik
31
BAB 31. Ulet Bulu
32
BAB 32. Satu Kamar
33
BAB 33.Meeting Ditemani Istri
34
BAB 34. Kekaguman Luna
35
BAB 35. Sikap Kasar Bara
36
BAB 36. Bara Sakit
37
BAB 37. Kedatangan Mertua
38
BAB 38. Berangkat Ke Bali
39
BAB 39. Dibuat Kesal
40
BAB 40. Keterkejutan Luna
41
BAB 41.Melampiaskan Emosi
42
BAB 42. Kebingungan Bara
43
BAB 43. Bara Cemburu
44
BAB 44. Cemburu Lagi
45
BAB 45. Kejujuran Bara
46
BAB 46. Kehancuran Mira
47
BAB 47. Bandung
48
BAB 48. Quality Time
49
BAB 49. Terhanyut Dalam Kemesraan
50
BAB 50. Malam Pertama
51
BAB 51. Mengulang Kembali
52
BAB 52. Dijodohkan
53
BAB 53. Dunia Tak Selebar Daun Kelor
54
BAB 54. Posesif Husband
55
BAB 55. Photo Shoot
56
BAB 56. Felly Dimutasi
57
BAB 57. Terakhir Magang
58
BAB 58. Menyusun Laporan
59
BAB 59. Touring Ke Puncak
60
BAB 60. Keputusan Final
61
BAB 61.Nempel Seperti Prangko
62
BAB 62. Kondisi Luna
63
BAB 63. Menuruti Permintaan Suami
64
BAB 64. Ternyata Dia
65
BAB 65. Memberi Hukuman
66
BAB 66. Akhir Kisah Sherly
67
BAB 67. Selamat Tinggal
68
BAB 68. Dosen Ganteng
69
BAB 69. Menyelesaikan Masalah Diatas Ranjang
70
BAB 70. I Love You Too Hubby
71
BAB 71. Kebahagiaan Bara
72
BAB 72. Suami Luna
73
BAB 73. Mengukir Sejarah Baru
74
BAB 74. Diterima Jadi Menantu
75
BAB 75. Ada Apa Dengan Luna
76
BAB 76. Meminta Pertanggung Jawaban
77
BAB 77. Sesakit Inikah?
78
BAB 78. Ngidam
79
BAB 79. Melepaskan Semuanya
80
BAB 80. Ada Apa Dengan Bara Dan Luna
81
BAB 81. Emosi Devan
82
BAB 82. Penjelasan Bara
83
BAB 83. Jadi Kecebong
84
BAB 84. Kebahagiaan Bara Dan Luna
85
BAB 85. Balasan Yang Setimpal
86
BAB 86. Memberitahu Kabar Bahagia
87
BAB 87. Obrolan Serius Antar Ipar
88
BAB 88. Drama Manjat Pohon
89
BAB 89. Lamaran
90
BAB 90. Ketika Emosi Diuji
91
BAB 91. Beralih Profesi
92
BAB 92. Dapat Reward
93
BAB 93. Grand Opening Cafe Cabang
94
BAB 94. Karin
95
BAB 95. Wisuda
96
BAB 96. Kegundahan Jessy
97
BAB 97. Kejutan Tak Terduga
98
BAB 98. Hari Bahagia
99
BAB 99. Ngidam Aneh
100
BAB 100. Donny Tersindir
101
BAB 101. Bobol Gawang
102
BAB 102. Jessy Mencari Perhatian Bara
103
BAB 103. Tidak Menyangka
104
BAB 104. Harusnya Seperti Ini
105
BAB 105. Pernikahan Donny Dan Ajeng
106
BAB 106. Banjir Air Mata
107
BAB 107. Cemburunya Donny
108
BAB 108. Masakan Pertama Istri
109
BAB 109. Puncak Emosi
110
BAB 110. Pertengkaran Hebat
111
BAB 111. Obrolan Antar Sahabat
112
BAB 112. Bertemu Rival
113
BAB 113. Huru-hara Di Malam Hari
114
BAB 114. Syukuran Empat Bulan
115
BAB 115. Titisan Nyi Loreng
116
BAB 116. Video Viral
117
BAB 117. Kecemburuan Para Suami
118
BAB 118. Malu Sendiri
119
BAB 119. Little Tiger
120
BAB 120. Luka Mendalam
121
BAB 121. Kesedihan Tari
122
BAB 122. Karin?
123
BAB 123. Merasa Iba
124
BAB 124. Akhirnya
125
BAB 125. Lagi Dan Lagi
126
BAB 126. Belanja Perlengkapan Bayi
127
BAB 127. Diluar Angkasa
128
BAB 128. Pernikahan Devan Dan Tari
129
BAB 129. Nyoblos
130
BAB 130. Kebahagiaan Para Suami
131
BAB 131. Dibuat Kesal
132
BAB 132. Gelisah Menjelang Persalinan
133
BAB 133. Melahirkan
134
BAB 134. Welcome The World Baby Boy
135
BAB 135. Akhir Bahagia
136
Info Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!